Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
kemarahan arsila


__ADS_3

Arsila yang baru saja sampai di parkiran sekolah.ia melihat Hana dan yondy yang datang bersamaan,tetapi ia terlalu memperdulikan hal itu,ia hanya menatap datar pada pemuda dan Gadis itu serta dengan  seringainya.ia pun langsung melangkah dari sana dan berjalan di koridor sekolah dengan tatapan dingin dan wajah datarnya.


" Silaaaaaaa" teriak Siska yang baru saja melihat Arsila yang berjalan di koridor sekolah.sedangkan Arsila hanya memutar bola matanya malas yang medengar teriakan sahabatnya itu.


" CK! Suara Lo bego! Ujar Amel yang kesal melihat kelakuan Siska.meraka pun yang masih berjalan mendekat pada Arsila.


" napa? Gak suka Lo?" Tanya Siska dengan wajah tengilnya.sedang Amel hanya bisa menghela nafas kasar yang mendengar omongan sahabatnya.


" Udah,ayo ke kelas" ujar Amel yang sudah ada samping Arsila,karena sahabatnya itu menunhggu mereka setelah mendengar teriakan Siska.


Mereka pun berjalan santai di koridor sekolah dengan wajah datar dan tatapan dingin tapi berbeda dengan Siska yang tebar pesona dang sesekali menggoda.


" Hai ganteng" sapa Siska sambil mengeringkan salah satu matanya,pada seorang cowo yang lumayan tampan,hal itu pun membuat para penghuni sekolah yang melihat hal tersebut hanya bisa bersorak dalam hati,karena mereka semua melihat tatapan dingin dari kedua sahabatnya.


" Lo bisa diam gak!" Ucap Amel ketus,ia sungguh jengah melihat kelakuan Siska.


" Ngnga  lah!" Jawab Arsila sewot.


Sedang akan Arsila tida menghiraukan kelakuan kedua sahabatnya itu yang sering cekcok.iw hanya menampilkan wajah datar dan tatapan dinginnya.


" Ehhhh! Lo Napa diam² baek si!" Ujar Siska yang melihat sikap Arsila." Aneh Lo yah,setelah bangun dari koma,jadi kaya orang misterius gitu?" Sambungnya dengan lirih.


" Gak penting!" Ketus arsila.


" CK! percuma ngomong sama Lo!" ujar Siska kesal.


" Makanya gak usah ngomong" ucap Amel yang tersenyum mengejek.hal itu pun membuat Siska hanya bisa mendengus kesal.tidak terasa meraka pun sampai di dalam kelas dan langsung menuju kursi masing².dan jangan lupakan teriakan yang membahana sehingga membuat semua siswa di  kelas itu hanya bisa mengumpat.


"YUHUUUUUUU PAGI SEMUAAA,SISKA YANG CANTIK INI SUDAH DATANGGGG!!"teriak Siska dengan senyuman yang mengembang.


" Anjingggg!"


"Kodok berkokok"


" Bangsat!"


" Jantung gue copottt!"


Begitulah para umpatan yang keluar dari mulut siswa yang ada di kelas itu,sedangkan Siska yang mendengar umpatan itu hanya bisa terkekeh karena ia sungguh senang melihat para teman kelasnya itu yang terlihat kesal.


" ngapain Lo! Teriak²!"ucap Reyhan kesal.


" Suka² gue lah!mulut! Mulut gue! Ko jadi Lo yang sewot!" Sahut Siska dengan sewot.


" CK! Serah Lo dah!" Ucap Reyhan pasrah.


Sedang kan Amel dan Arsila hanya geleng² melihat sikap sahabatnya itu.


" Udah gak usah berisik Lo pada!" Sahut Sony yang jengah melihat kelakuan siska


" Suka² gue lah!" Ko Lo yang sewot!" ujar Siska dan Reyhan bersamaan.sehingga membuat sony tersenyum mengejek.


" Cieeeee...ko bisa samaan ya" ucap Sony yang menaik turunkan alisnya.


" Brisik!" sahut Arsila karena ia  sudah jengah melihat kelakuan para curut yang terus ajah Adu mulut.


" Mampus!enak kan?" kena semprot Lo pada!" sahut Sely   dengan senyum senang.sedang kan  Amel hanya diam saja ia terlalu malas untuk ikut campur.


Bel masuk pun berbunyi dan semua siswa yang di sana berhamburan ke kursi masing².


" Sis udah bel masuk,duduk" ucap Amel santai.


" Ya Amel cantikkk" sahut Siska,tetapi Amel yang melihat ekspresi wajah Siska merasa jijik.


*****


Sedang kan di posisi Hana yang sekarang,ia membolos dan tidak mengikuti pelajaran pertama,ia tengah berada di taman belakang sekolah,karena ia berjanji ingin bertemu dengan seseorang.


" Huffhh....kalo bukan karna warisan dari tau bangka itu,ogah gue ikutin rencananya" gumam Hana sambil menghela nafasnya dengan kasar. " Ini juga orang mana sih? Udah di tunggu² gak datang juga!" Sambungnya lagi yang sudah kesal.


" Napa Lo?" Tanya arkana yang tiba² membuat Hana kaget.


" Anjing! Bikin kaget aja Lo!" Umpat Hana yang terkejut dengan  tiba² datang dan langsung duduk di sampingnya.


" Lo nya aja,yang tidak nyadarin gue dari tadi" ujar Arkana.


" Serah Lo dahk! Malas gue! Sahut Hana ketus.sedangakan Arkana hanya bisa menghela nafasnya pelan,melihat sikap Hana yang berubah².


" Gak usah ketus juga kali!" ujar arkana. " Eh bukannya bang  Mahen Lo ajak kesini ?" Sambungannya lagi yang bertanya pada Hana.


" GK! Malas gue" jawab Hana ketus.


" Lagi berantam Lo?" tanya Arkana yang menaik turunkan alisnya.hana pun melihat wajah tengil arkana hanya bisa mendengus kesal,tetapi ia juga menjawab omongan Arkana.


"Ya, gara² kemarin" jawab Hana santai.


" Udah,santai aja kali" sahut Arkan." Nanti gue ngomong ama itu anak" sambungnya lagi yang menyenangkan Hana.

__ADS_1


" Thanks ya" ujar Hana yang menatap Arkana.


" Sama² kaka ipar" sahut arkana.


" Shuttt! Diam Lo! Nanti ada yang dengar bego!" Ucap hana jengah melihat sikap Arkana padanya.


" Hehehe sorry" balas Arkana dengan cengesannya.sedangka Hana hanya bisa mendengus kesal.


Tiba bel istirahat pun berbunyi dan membuat seluruh siswa langsung berhamburan dari dalam kelas,menuju kantin.


" Kring kring kringgg"


" Udah bel,Yo ke kantin" ujar Arkana mengajak Hana,dan langsung bakit dari sana.


" Duluan ajah" sahut Hana malas.


" Lo GK lapar apa?" Tanya Arkana yang sudah jengah melihat kelakuan gadis itu


Sedang kan Hana hanya menggeleng kan kepalanya pelan, Arkana yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas kasarnya.


" Ya udah gue duluan" ucap Arkana langsung melangkah dari sana.


Sedang kan Hana yang melihat punggug Arkana yang sudah menghilang di balik tembok.ia hanya bisa menghela nafas nya kasar.


" Sebenarnya gue malas ngikutin rencana Lo Ar" ucap batin Hana.


Ia pun masih termenung dan memikirkan sesuatu rencana yang licik,yang ingin menjebak Arsila.


" Aha! Gue tau apa yang akan gue lakuin" gumam Hana pelan dan serta senyum liciknya.ia pun berlalu dari sana dan akan menjalan kan rencananya.


***


Sedang di sisi lain, Arsila dkk yang baru saja sudah  di kantin dan mereka sedang asik makan dan di serta dengan candaan dari siska dan juga Amel.


" Mel,Lo tau gak?" Ujar Siska.


" Gak!" Jawab Amel ketus." Lo aja belum kasih tau" sambungnya lagi.


" Kan gue belum selesai ngomong bego!" Sahut Siska yang mengatai sahabatnya itu.


Arsila yang mendengar kata² kotor yang keluar dari mulut Siska, ia menghela nafasnya  kasar.


" Sekali lagi Lo ngomong gitu,gue tebas pala Lo!" Ujar Arsila dingin tapi bukannya membuat Siska menjadi takut,ia malah terkejut mendengar Arsila yang ngomong lebih dari 2 kata.


" WAAAHHHHH!!! BESTI GUE BISA NGOMONG PANJANG JUGAA" teriak Siska yang heboh sehingga membuat penghuni kantin menatap ke arah mereka terlebih ya ke arah Siska karena suaranya membuat semua siswa yang ada di sana menatap heran padanya.hal itu pun di sadari oleh Amel dan langsung mengeplak pundak siska.


"Plakkk!


"Suara Lo! Liat itu mereka jadi liat kesini kan!" Sahut Amel jengah melihat kelakuan sahabatnya itu.siska pun langsung menundukkan sedikit  badannya seperti meminta maaf.


Sedangkan Arsila hanya bisa menggelengkan kepalanya serta memutar bola matanya malas yang melihat sikap Siska yang seperti bocil.


" Ya maaf, habisnya gue kaget lihat si kutub ngomong panjang,hehehe" ujar Siska dengan cengesannya.


" Oh!" Ucap Amel cuek.


" CK! balik lagi dahk ke setelan pabriknya!" Sahut siska Kesa karena melihat sikap cuek  Amel.


" Habisin bakso Lo" sarkas Arsila yang jengah melihat Siska yang sedari tadi tidak bisa diam.


" Ya,sila yang cantikkk" jawab siska dengan nada yang di imut² kan,berbeda dengan Arsila hanya menatap jijik pada Siska begitu dengan Amel.


" Bukan sahabat gue!"  batin Amel.


"Bukan teman gue,sumpah!"batin arsila.


Mereka pun yang  masih asik dengan candaaan tiba² ada yang mengebrak meja meraka dan membuat Arsila dkk terkejut serta seluruh siswa yang ada di kantin.


Brakkkk!


Suara meja yang di gebrak oleh yondy dengan tatapan membunuh pada Arsila.


" Bangsat!" Ujar Siska marah dengan tatapan tajamnya,karena ia terkejut dengan kelakuan yondy yang tiba² mengebrak meja mereka.


" Maksud Lo apa?" Tanya Amel santai tapi beda dengan dinginnya. Datang² langsung ngebrak meja kita!" Sambungnya lagi.dan beralih menatap pada seorang gadis yang terlihat acak² kan.ia pun tersenyum mengejek melihat drama yang akan di lakukan.sedangkan Arsila hanya diam dan tidak menghiraukan itu semua karena ia sudah tau bakal apa yang terjadi.


" Woi! Lo  berdua gak ada urusannya! Urusannya cuman sama dia!" Ujar Arkana yang maju dan menunjuk pada Arsila.


" APA MAKSUD LO BULLY HANA!!!" teriak yondy pada Arsila  yang marah dan tatapan tajamnya,sedangkan sang empu hanya menatap dingin dan mengangkat salah satu alisnya serta dengan senyum miringnya.


" JAWAB BANGSAT!" sarkas yondy yang kembali berteriak,Amel pun yang tidak terima jika sahabatnya di Katai.


" Apa Lo punya buktinya,jika sahabat gue yang ngebully cewe Lo!" ujar Amel menatap remeh.


" Bukti Lo bilang kan! Ini buktinya! sahut Aliando yang maju dan membawa hana kehapan amel.ia pun menatap marah dan jijik pada Arsila.


" Lo peracaya? Dengan semua itu?" tanya Siska yang jengah melihat drama yang di lakukan Hana.

__ADS_1


" sekarang Lo minta maaf pada Hana!" ujar aliando pada Arsila. " Gue gak Sudi punya adik kaya Lo!" Sambungannya lagi sambil menunjuk tepat di wajah arsila.sedangkan Arsila tidak menghiraukan semua itu ia hanya menatap mereka dengan tatapan datarnya.


" MINTA MAAAF LO SEKARANG!"sarkas yondy yang masih marah,sedangkan Hana yang melihat itu,tersenyum bahagia karena ia di bela oleh abangnya Arsila.


" Mampus Lo! Batin Hana dengan senyum mengejek,tetapi ia tidak menyadari jika senyuman di perhatikan oleh seseorang.


" Aneh!" Batin Arvin yang melihat senyuman Hana,sedangkan devano dan Arthur hanya bodoh amat dengan semua itu karena mereka sudah mengetahi apa yang akan di rencanakan oleh gadis licik itu.


Arsila pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Hana karena ia juga melihat senyuman licik Hana.ia pun menatap wajah Hana  setiap inci.


" Dimana gue bully Lo! Jawab!" ujar Arsila datar serta tatapan dinginnya,yang mampu mambuat Hana merasa terimidasi dengan tatapan arsila padanya.


" Di- di- didigudang" jawab Hana yang terbata² dan juga takut. " Sial! tatapannya buat gue jadi grogi!" Batinnya lagi .


" Lo mau ngapain lagi?" tanya Arkana  mendekat yang melihat Hana yang seperti tengah  ketakutan.


Sedangkan Arsila tidak menghiraukan omongan Arkana,ia hanya menatap datar pada Hana,karena ia tidak mendepat jawaban dari gadis licik itu.


" Lo ada bukti?" tanya arsila pada yondy  dengan tatapan dinginnya.


" CK!lo masih nanya bukti,jelas² Lo udah lihat bagaimana keadaannya cewe gue!" Sahut yondy yang jengah melihat sikap Arsila." Lo pikir dengan perubahan Lo kegini buat gue jadi mau minta balikan sama Lo!" Sambungnya lagi dengan percaya diri.sedangkan Arsila hanya menatap heran pada yondy.


" Gila! Benar² gila ini cowo" batin arsila yang masih menatap datar pada yondy.


Karena sungguh malas melihat kepedean pemuda itu ia pun kembali mendekat pada Hana.


" Jika Lo gak mau jawab pertanyaan gue,maka akan gue lakukan dengan cara saya sendiri" ujar Arsila panjang lebar,dan menatap dingin pada Hana serta mengambil sebuah gelas yang sudah berisi jus dan mengguyurkan  tepat di wajah Hana.


" Byurrr!"


" Apa- apaan  Lo!" Bentak yondy dan Arkana bersamaan yang maju ingin menghajar Arsila tetapi di halangi oleh kedua sahabatnya Arsila.


" Bekas memar Lo di mana?" tanya Siska polos.


" CK! bego! ya luntur lah!"  sahut Amel jengah.


Sedangkan Arsila hanya menatap datar dan tersenyum remeh karena sudah berhasil membuat membuat Hana kalah telak dan juga dengan yondy dan Arkana.


Arsila pun langsung maju dan menampar kedua pipi Hana dengan keras.


" Plakk! Plakkk!"


Suara tamparan arsila yang keras sehingga membuat wajah Hana memerah dan berbekas,lalu menyeret Hana dari kantin sampai lapangan sekolah.


" Ikut gue! Biar gue tunjukin cara nya gimana membuly orang" ujar Arsila marah serta menyeret Hana.


" Aahkkkkk! Sakit! Lepasin a- ku" ucap Hana yang masih berpura sedih.arsila tidak menghiraukanyan.


" Lepasin dia ARSILA!" bentak Arkana marah dan tatapan tajamnya,sedangkan yondy hanya menatap bodoh dan membiarkan itu,karena ia sudah di bohongi oleh gadis yang di cintainya.


****


Disinilah Arsila yang sudah sampai di lapangan sekolah,ia pun langsung menjatuhkan badan  Hana di tanah kosong.


Brukkk


"Ssshhhh,sa-sa-kit" ujar Hana yang meringis dan terbata².


" Lo salah cari lawan! ketenangan gue Lo usik maka hidup tidak akan tenang!" Ucap arsila menatap marah pada Hana dan langsung memberi bogeman dan tendangan yang membuat Hana pingsan.


" Bugh!"


" Bugh!"


" Bugh!"


" Krekkkkk!!"


"Ahhhkkkk!!!"


Suara bogeman dan tendangan  Arsila yang kuat dan membuat Hana berteriak kesakitan karena ia sudah patah tulang tepat di tangan kanannya,ia pun langsung pingsan Karena tidak kuat.


" Bangsatttt! Lo apain kakak ipar gue!" Teriak Arkana  yang melihat Hana sudah pingsan dan berlari menuju pada gadis itu.ia pun tidak sadar yang sudah membuat para siswa di sekolah itu serta para anggota audora beda dengan devano,Arthur dan Amel serta Arsila dan Arvin yang sudah mengetahui itu semuanya.berbera dengan Aliando dan yondy yang terkejut mendengar omongan Arkana.


" Kaka ipar?" Gumam Yondy yang terkejut dan bertanya² dalam hatinya.


" Apa gue tida salah dengar?" Batin Aliando yang juga bertanya².


" CK! Itu aja langsung pingsan!" Ujar Amel kesal.


" Wahhhhh BESTIII gue tuh!!!" teriak Siska yang menggelegar di lapangan itu.


Sedangkan Arsila ia hanya menatap datar pada Arkana yang membentaknya.


" Itu akibatnya jika ketengan gue Lo usik! CK! Bodoh!" ujar arsila menatap Arkana yang sudah pergi dari sana serta menggendong tubuh mungil Hana.ia pun menyeringai karena ia mengingat bahwa Arkana tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan.


" Dasar bodoh!" batin arsila dan melangkah dari sana karena ia sudah malas melihat berbagai  tatapan dari para siswa lainnya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lapangan ada seseorang yang meliha aksi arsila dari awal sampai akhir.


" Keren juga,cocoklah Sama si bos,entar gue jodohin aja lah, hehehe" gumamnya pelan yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri serta senyumam jahilnya.ia pun berlalu dari sana yang ingin manjumpai bosnya.


__ADS_2