Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
menemui kenzi


__ADS_3

Pagi ini di mension keluarga Wilson yang sedang terjadi keributan antara Arthur dan Amel yang berebutan nasi goreng.


" Ini buat gue!" Ujar amel marah melotot pada Arthur.sambil menarik piring yang mereka rebut kan


" Gak! Ini punya gue!" Ketus Arthur.sama halanya dengan Amel yang juga menarik piring itu.


Sedang para meid  yang melihat interaksi kedua remaja berbeda gender itu hanya bisa menggeleng kepala mereka pelan.


Devano yang baru saja turus dari lantai dua,ia mendengar keributan di bawah sehingga ia langsung turun,tetapi yang ia lihat kedua sepupunya itu tengah berebutan nasi goreng yang ada di piring itu.ia pun mendekat pada mereka berdua.


" Udah dek,gak boleh rebutan makanan,gak baik ya,sayang" ucap devano lembut yang sudah melerai kedua sepupunya itu.


" Ihkk! Abang! bukan di bantu sih!" Ujar Amel yang mengdengus kesal.


"Wleee,ini punya gue ya!" sahut Arthur senang serta meleletkan lidahnya.


" Sini! Itu punya gue!" ujar Amel yang kembali merebut.


Beda dengan devano hanya bisa geleng² serta senyum tipis,ia merasa bahagia jika kedua sepupunya itu,sudah biasa seperti itu yang membuat mensionya yang terasa ramai atas keributan adik² itu.


" Udah dek, gak usah di rebut lagi ya" ujar devano yang sudah menarik Amel untuk duduk di sampingnya.


" Tapi aku mau itu Abang" ucap Amel manja dan serta wajah yang cemberut,hal itu pun membuat kedua abang sepupunya itu meresa gemas jika sikap manja Amel sudah keluar.


Arthur pun yang tidak tahan dengan pipi cemberut Amel,hingga ia pun langsung mecubit kedua pipi adiknya itu sampai memerah.


" Ihhkhh,gemas bangat,Abang pengen gigit!!!" Ucap Arthur gemas.


" Sstt,sakit bego!!" umpat Amel kesal,sedangkan hanya terkekeh yang sudah membuat adik sepupunya itu kesal.


" Amel!" Ucap devano datar serta tatapan yang dingin yang menatap pada Amel karema ia tidak suka jika adik sepupunya harus berkata kotor,hingga Amel yang melihat tatapan Devano pun langsung menunduk takut.


" Maaf bang" cicit Amel menunduk takut.


Arthur pun yang melihat tatapan Devano jadi pada Amel,ia langsung mendekat pada adiknya itu.


" Udah,gak usah takut ya dek" ujar Arthur yang menenangkan Amel." Tatapan Lo bang,buat dia jadi takut bego!" sambungnya lagi dengan kesal.


Sehingga devano hanya bisa menghela nafas kasar,ia juga tidak seharusnya bersikap seperti itu.


" Udah,gak usah takut sama abang ya" ucap devano yang langsung mengelus surai Amel dengan lembut.


" Abang janji,nanti pulang sekolah Abang masak makanan kesukaan kamu," sambung devano yang berjanji.


Tetapi beda dengan Amel yang masih menunduk takut,ia merasa termidasi jika melihat tatapan abang sepupunya itu.


" Udah,Lo gak usah masak, ini aja buat Lo dek" ujar Arthur yang menyodorkan piring yang mereka rebut sedari tadi.


Hal itupun mampu membuat Amel langsung mengdonggak kepalanya menatap binar pada nasi goreng itu,dan kembali menatap pada kedua abang sepupunya secara bergantian


" Emang boleh" tanya Amel dengan polosnya,hanya di balas anggukan kepala


Oleh kedua pemuda itu.


" Yeeee,akhir makan nasi goreng" heboh Amel langsung menyantap nasi goreng itu.


Berbeda dengan Arthur dan devano,mereka merasa bahagia melihat reaksi Amel,jika sudah bersama mereka.


" Semoga kamu terus seperti ini dek" ucap batin arthur yang menatap pada Amel,ia yang akan menenangkan adiknya sepupunya itu, a jika devano bersikap dingin pada amel.lain halnya dengan devano ia hanya menatap datar pada kedua adik sepupunya itu,serta senyuman tipisnya.


10 menit pun berlalu mereka sudah selesai makan,dan mereka pun berpamitan pada para meid yang ada disana.


****


Arsila yang sedang menuruni tangga,dang melangkah kearah ruang makan,tetapi yang ia dapati di sana hanya kedua abangnya,sehingga membuatnya malas bergabung dengan mereka.


" CK! Momy sama Dady kapan pulang sih?" Gumam Arsila pelan.ia pun mendudukkan dirinya di sana ikut gabung bersama kedua Abang lacnatnya itu.

__ADS_1


"Gue udah siap" ujar aliando,ia malas berdekatan dengan Adiknya itu. " Gue duluan" sambungnya lagi.


" Hmmm" dehaman Arvin.


Aliando pun langsung melangkah dari menuju pintu.


Lain halnya dengan Arsila yang tidak terlalu peduli dengan sikap Aliando,ia hanya fokus dengan makanannya.


" Duluan" ucap Arvin datar.


" Hmmm" jawab Arsila yang hanya berdehem.


" Lo berubah dek!" Ucap batin Arvin menatap pada Arsila dengan tatapan sendu.


Karena tidak ingin ketahuan yang sedang menatap pada adiknya,ia pun langsung pergi dari sana.


Arsila pun yang sudah merasa kenyang ia pun langsung bangkit dan melangkah dari sana untuk berengkat ke sekolah.


****


Arsila yang baru sampai di parkiran sekolah,dengan mengendari motor spotnya,dan memarkirkan motornya tepat di samping motor geng audora.


Ia langsung membuka helmnya dan turun dari atas motornya,ia pun langsung melangkah dari sana berjalan di koridor sekolah dengan wajah datar serta tatapan dinginnya.


Ia pun tidak peduli dengan tatapan para siswa yang tengah menatapnya dengan berbagai tatapan.


Sedangkan Arvin yang melihat adiknya itu dari atas rooftop.ia tengah menyendiri di sana memikirkan semua perkataan devano dan Arthur kemarin malam.


" Dek,Abang kangen sikap kamu yang dulu" gumam devano pelan.ia pun menghela nafas pelan serta pikiran yang berputar dengan omongan Arthur pada.


Flashback on


 " Vin, gue mau ngomong sama Lo?" Ujar arthur menatap serius pada Arvin.


" Apa" jawab Arvin datar.


" Tidak ada" jawab Arvin santai.


" Apa Lo tau siapa yang udah buat adik Lo masuk rumah sakit Waktu itu?" Tanya Arthur kembali.dan hanya di balas dengan gelengan kepala oleh Arvin.


Tiba² devano ikut angkat bicara yang membuat Arvin terkejut serta tatapan tidak percaya.


"AdikLo di dorong dari atas rooftop" ucap devano santai menatap pada Arvin.


" Darimana Lo tau?" Tanya Arvin terkejut.


" Cctv" jawab devano kembali kestelan pabriknya.ia pun melirik pada Arthur untuk meminta bukti itu agar menyerahnya pada Arvin,Arthur yang mengerti pun langsung mengangguk dan berjalan mengambil laptop dan memasangsebuah flashdisk.


Arvin yang melihat semua bukti² yang ada di layar laptop itu di mana yondy dan Arsila yang tengah berantam dan di dorong oleh sahabatnya itu,ia pun mengepalkan kedua tangannya serta tatapan tajamnya.


" Brengsekkk!!" Ujar Arvin marah.


" Udah Lo tengah ajah, kita akan bantu Lo buat balas semuanya" ujar Arthur menenangkan Arvin,ia tidak mau sahabatnya itu jadi kalut.


"wanita kuat" ucap devano 


" Maafin Abang dek,Abang gagal jangain kamu" gumam Arvin pelan dengan rasa penyesalan, yang masih bisa di dengar oleh Arthur dan devano.


Arthur hanya bisa menghela nafasnya pelan nya yang mendengar gumaman Arvin yang ada rasa penyesalan,lain halnya dengan devano ia hanya menatap datar pada sabahatnya itu.


" Perbaiki hubungan Lo dengan adik Lo, secepat mungkin" ujar devano santai menatap Arvin.


" Ya,gue harus minta maaf sama adik gue" sahut arvin dengan suara lirih.


" Gue juga akan bantu Lo,buat dapat maaf dari adik Lo" sahut Arthur yang merasa kasihan pada sahabatnya itu.


" Tapi maaf kita tidak bisa ngasih tau,kalo  Arsila yang sekarang bukanlah adik kandung Lo Vin" ucap batin devano sambil memejamkan matanya," biar dia yang ngasih tau semuanya" sambungnya lagi.

__ADS_1


" Thanks" ujar Arvin.yang hanya di balas anggukan kepala oleh arthur.


Flashback off


" Abang akan terus lindungi kamu dek dari orang² yang ingin mencelakaimu" ucap batin Arvin.


***


Beda dengan Arsila yang sudah berada di dalam kelas,ia hanya memelungkukap wajah di atas tangannya,ia tidak melihat keberadaan  kedua sahabatnya.


" Mungkin mereka di kantin" gumam Arsila pelan,ia pun bangkit dari sana ingin menemui kedua sahabatnya,tetapi di ia tidak sengaja melihat Hana yang berjalan menuju taman belakang,ia pun langsung mengikutinya sampai sana.


" Anjing!!" Umpat Arsila kaget  yang sudah melihat ada 3 orang remaja beda gender yang sudah menunggunya.


" Mahen! Oh jadi Lo sedang menyamar jadi murid cupu di sekolah ini?" Ucap batin arsila yang tersenyum licik.


Ia pun memperhatikan salah satu gadis lain yang ada di sana.


" Alena" gumam Arsila pelan,dan kembali terkejut, " apa hubungannya dengan mereka ya?" Sambungnya lagi yang bertanya² karena tidak ingin ketahuan ia pun langsung pergi dari sana dengan pikiran yang sudah berputar²,ia berjalan menuju ke toilet,dan mengambil handphone nya di dalam saku roknya,dan mengetik sesuatu pada sesorang.


". Gue harus minta bantuan dari kenzi" ucap batin arsila,yang sudah keluar dari toilet itu.


****


Tidak terasa waktu pun berlalu,kini meraka semua sudah pulang dari sekolah,berbeda dengan Arsila yang langsung menuju sirkuit balap untuk menjumpai kenzi.


Setelah sampai di sana ia mengedarkan pandangan nya mencari sosok  kenzi.


" Ken" ucap arsila yang membuat kenzi terkajut dan mengumpat padanya.


"Ehh anjirt! Umpat kenzi terkejut dan menatap pelaku yang hanya menampilkan wajah datarnya.


" CK!ternyata Lo" ujar kenzi kesal.


" Gue mau Lo bantuin gue" ucap arsila to the point.


" Bantuan apa? Tanya kenzi dan berjalan dari sana menuju salah satu meja yang biasa ia gunakan dan di ikuti oleh Arsila.


" Aku punya banyak musuh ken" ucap Arsila.


" Ya terus, Lo mau butuh bantuan apa" tanya kenzi santai.


" Sini,gue bisikin sama Lo" ujar Arsila,kenzi pun hanya menurut dan mendekat padanya.


Arsila yang sudah selesai membisikkan sesuatu rencananya pada kenzi pun dan kembali bertanya.


" Gimana menurut Lo" tanya Arsila.


" Ok,gue setuju" jawab kenzi serta seringai liciknya


Yaps kenzi sudah mengetahui jika gadis yang ada di hadapannya itu adalah quennya dulu sebelum terdampar ke dalam tubuh yang di tempatinya sekarang.


" kapan kita mulai" tanya kenzi yang tidak sabaran.


" Tunggu waktu yang tepat,kita buat dulu mereka diatas melayang jauh,dan setelahnya kita hempaskan" jawab Arsila dengan seringai bak iblis.


" Ok,gue tunggu aba² dari Queen" ujar kenzi


" Syutt! Jangan manggil gue kayak gitu!" Sahut Arsila kesal.


Sedangkan kenzi hanya terkekeh melihat wajah kesal Arsila.


" Ya udah gue cabut dulu" ujar arsila langsung melangkah pergi dari sana.


" Hati² arrr" teriak kenzi yang melihat arsila yang sudah melesat pergi,ia hanya bisa menggeleng² kepalanya melihat sifat queenya yang tidak pernah berubah.


" Gue akan selalu lindungin Lo Queen" ucap batin kenzi,dan kembali ke area sirkuit balap.

__ADS_1


__ADS_2