
Arvin yang sudah sampai di mension devano.
Ia pun melajukan motornya sampai depan mension itu setelah gerbang sudah di buka oleh satpam.
Ia merasa asing dengan mobil yang tepat di samping motornya.
" Ko gue ngerasa kenal sama mobil ini ya?" Gumam Arvin pelan yang masih menatap pada mobil itu.
Karena tidak ambil pusing ia pun langsung melangkah ke dalam mension sahabatnya itu.
Lain hal nya dengan Amel dan Arthur yang masih saling kejar- kejaran di dalam Mension itu,dan mereka tidak menyadari jika ada seorang pemuda yang terkejut melihat aksi mereka.
" Hah..huhhhhh..udah ahk gue udah capek bangat! Ujar Arthur dengan nafas yang terengah².yang langsung berhenti dan duduk di lantai.
" Huhhh..ya! gue juga capek! Sahut Amel yang langsung bersandar pada punggung Arthur.
" Eehh! Ngapain Lo sandaran di punggung gue!" Ucap Arthur kesal,
dan ingin bergeser dari sana,tetapi belum juga sempat Amel yang tiba- tiba pindah dan langsung tidur dilantai dangan berbantalkan paha Arthur.
"Udahlah! Lo gak usah ngomel, gak boleh gerak lagi,hehe" ucap Amel yang cengesan yang berhasil membuat Arthur kesal.
" CK! Dasar adek laknat Lo!" Ucap Arthur ketus.
" Gitu amat Lo sama adek sendiri!"sahut Amel yang kesal dengan Abang sepupunya itu.
" Napa? gak suka Lo?"tanya arthur yang ingin mengerjai adik nya itu.
" Hmmm" jawab amel yang ketus dan langsung berdiri dan berjalan menuju sofa.
" Aduh! paha gue sakit bangat!" Ujar Arthur yang pura- pura,padahal dia tidak apa² sama sekali.
" CK! Banyak gaya Lo! Sarkas Amel jengah melihat ekting abangnya itu.
Berbeda dengan Arvin yang masih berdiri di ambang pintu,ia merasa terkejut karena melihat interaksi Arthur dengan Amel yang terlihat akrab,ia pun melangakah menuju sofa yang ada di sana.
" Aslamualaikum" ucap Arvin tiba² yang berhasil membuat mereka terkejut.
" Astaga! Wa- lauikumsalam" jawab Arthur terkejut,dan melihat siapa pelaku yang sudah membuat dia terkejut.
"Eh,ternyata Lo!" Ujar Arthur.
tetapi Arvin tidak menghiraukannya,ia hanya menatap mereka secara bergantian yang dan tidak melihat batang hidung devano.
" devano" ucap Arvin datar.
" CK! Di kamarnya" jawab Arthur ketus,ia sungguh malas jika sudah berbicara dengan Arvin tidak berbeda jauh dengan abang sepupunya yang sama² tembok.
Sedangkan Amel yang melihat Arvin merasa terkejut,tetapi ia berusaha menutupi rasa terkejutnya,dengan wajah datarnya.
"Sial! Ko ada dia si!" Ucap batin Amel yang kesal. Yang menatap pada Arthur ingin meminta penjelasan,tetapi Arthur tidak menghiraukannya.
" Oh" sahut arvin,dan berjalan menaiki tangga menuju kamar devano.
" Dasar tembok Lo!" Teriak Arthur kesal melihat sahabatnya itu,tetapi ia juga berjalan mengikuti Arvin dari belakang.
" Lah gue di tinggal! Gumam Amel yang cengo melihat kelakuan kedua pria itu.
*****
Sedangkan Angga baru saja sampai di depan cafe,ia berjalan masuk ke dalam dengan menundukan sedikit kepalanya,ia tidak sengaja menabrak seorang pria yang kelihatan agak muda.
Brukk
"esstt! Aduh!" Ujar Angga dan mahen yang bersamaan sambil meringis kesakitan karena kepala mereka saling bertubrukan.
Meraka pun saling menatap satu sama lain.
" Sorry,gue gak sengaja" ucap Angga merasa bersalah,karena ia terlali fokus dengan handponnya.
"Hmm! Gue juga gak sengaja" jawab mahen santai menatap pada Angga,ia pun langsung pergi dari sana karena itu tidak terlalu penting baginya."
Sedang Angga hanya menatap punggung pria itu dengan tatapan sulit di artikan.
" CK! Napa dengan gue!" Gumam Angga pelan.dan ia pun berjalan menuju salah satu meja dan mendaratkan bokongnya di kursi.
dan langsung saja memesan makanan.
" Sepertinya gue kenal sama itu orang" ucap batin Angga yang bertanya² di dalam hati
dan pikirannya."Ah sudahlah mungkin saja dia orang lain yang agak mirip dengannya" sambungnya lagi.
__ADS_1
*****
Berbeda dengan seorang gadis cantik yang hanya mencak² sendiri di dalam kamarnya karena kedua sahabatnya tidak ada yang menjawab telponannya.
"ini Amel di mana sih!" Ucap siska yang mencak² karena sedari tadi ia menghubungi Amel tapi tidak ada jawaban.
"Arsila juga kemana ya? Itu anak sok mesterius bangat akhir² ini!" ujar Siska kesal yang bertanya pada dirinya sendiri.
" Apa gue kemensionnya ajah!" Gumam siksa pelan.ia pun melangkah dari sana.
****
Sedangkan di markas audora Kenan yang baru pulang dari kampus,ia langsung di suguhkan dengan teriakan seseorang dengan suara toanya.
" KENANNN SEMPAKKK GUE DI MANAA!" Teriak satria dengan suara yang menggelar di dalam markas tersebut.sehingga membuat penghuni di dalam sana hanya bisa pasrah menutup telinga mereka rapat².
" Anjinggg!! Umpat Kenan terkejut." Lo Napa nanya sama gue kalo ****** Lo gak nampak!" Sambungnya lagi dengan kesal.
" Habisnya Lo kemarin yang ambil baju gue dari jemuran jangan² Lo yang pakai ****** gue ya?" sahut satria dengan polosnya.
" Eh! Bego! ****** gue banyak ya! ngapain gue make ****** Lo! Jijik gue anjing!" Sewot Kenan sambil menyentil kening satria.yang membuat satria meringis.
" Esst! Trus siapa dong kalo bukan Lo?" tanya satria dengan wajah cemberutnya.
" Tanya sama mereka semua!" Ucap kenan ketus sambil menunjuk kearah anggota lainnya yang sedang lagi nonton.
Tiba² Deril datang dengan muka bantalnya.
" Lo pada Napa berisik bangat! Ucap Deril kesal karena ia lagi terganggu dari tidurnya.
" Ini bocah yang ribut gara² sempaknya hilang! Jawab kenan menunjuk pada satria.sehingga Deril pun mengalihkan pandangannya pada satria.
" Ha! Apa? ******?" tanya deril yang masih loading.
" Ya" jawab satria.
" Oh,kemarin gue buang,soalnya gue liat ada kotoran kucing! Ujar deril santai,dia pun langsung sadar jika ****** yang ia buang kemarin adalah ****** satria." Jadi itu ****** Lo?" Sambungnya lagi dengan mata yang melotot.
" Jadi Lo yang buangg ****** gue!! Teriak satria.marah pada Deril.
" Ya,sorry gue gak tau!" Ujar deril.sambil menutup telinganya yang sudah berdengung.dan langsung berlari dari sana sebelum tonjokan maut melayang di wajah tamvannya.
Sedangkan Kenan hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan kedua pemuda itu.
***
" Ada apa?" tanya Arvin datar yang menatap pada devano.
Devano pun memberikan laptopnya pada Arvin,yang menampilkan foto seorang pemuda.
" Kenal?" Tanya devano datar.
" Hmm" jawab Arvin dingin.
Devano hanya mengangguk- anggukan kepalanya pelan.
" Kenapa?" Tanya Arvin yang penasaran.karena sudah menatap foto yang ada di layar laptop.
" Keluarga" jawab devano datar.arvin pun yang paham dengan semua itu,ia pun mengepalkan kedua tangannya serta tatapn tajamnya.
" Mereka ngomong apa sih?" Tanya atrhur pada Amel.
" Gak tau!" Jawab Amel ketus.
" CK! Ngomong sama Lo! sama aja dengan mereka" ujar Arthur kesal.
" Napa itu bocah ada di sini?" Tanya Amel.
" Ha! Apa? Bocah?" ujar arthur dengan cengo.
"Ya,bego! Itu bocah kenapa datang kesini?" Sahut Amel jengah melihat sepupunya itu.
" Maksud Lo,Arvin?"Tanya Arthur.
" Hmmm" jawab Amel ketus.
" Dia bukan bocah,kalo dia dengan habis Lo sama dia!" Ucap Arthur kesal.
" Oh!" Sahut Amel cuek.
" CK! Mending gue gabung ajah sama mereka" ujar Arthur yang melangkah mendekat pada kedua pemuda itu.amel pun ikut berjalan mendekat.
__ADS_1
" Darimana Lo tau?" Tanya Arvin santai.
" Curiga" jawab devano datar.
" Kalian ngomong apaan sih?" Tanya Arthur yang sudah duduk di sebelah Arvin.
" Gak ada!" Jawab Arvin ketus.
" Anjing! Umpat Arthur ia hanya bisa mengdengus kesal.
" Bang," panggil Amel pada devano.
" Ya," jawab devano sambil menatap adik sepupunya.
" Pengen tidur" ucap Amel manja.
Sehingga membuat Arvin cengo dan terkejut melihat sikap Amel yang manja pada devano,begitu juga sebaliknya.
" Ya udah,kamu tidur di kamar Abang aja" jawab devano lembut.
" Abang" Ucap batin Arvin mengapa pada Amel dan devano secara bergantian,beda dengan Arthur yang melihat interaksi kedua sepupunya ia hanya bisa mengdengus kesal.
" CK! Kebiasaan!" Sahut Arthur kesal.dan tidak sengaja melihat tatapan Arvin yang tengah menatap pada Amel seperti tatapan rasa cemburu.
" Hmm,kayaknya ada yang cemburu ni" ucap batin arthur dengan senyum jahilnya.
Devano yang mengetahui jika Arvin menatapnya dan Amel seperti tatapan ada rasa sakit hati.
" Dia adik gue" ucap devano datar.
" Lebih tepatnya kita berdua adik sepupu nya"sahut Arthur.
" Oh,ujar Arvin cuek,tetapi ia terkejut mendengar omongan Arthur yang menyebut jika mereka sepupu.
" Lo gak terkejut gitu!" Ujar Arthur dengan senyum jahilnya." Gue kasih lampu ijo ko,asal Lo bisa ngerubah dia jadi bucin sama Lo?"sambungannya lagi dengan kekehanya.
" Gak!" Sahut arvin santai,tapi lain dengan wajah yang suda memerah karena saliting.
Lain halnya dengan devano ia hanya melirik sekilas pada Arvin,ia tersenyum tipis melihat wajah sahabatnya yang suda merah seperti kepiting rebus.
"Cocok" ucap batin devano yang merencanakan sesuatu di sertai dengan seringai jahilnya.
***
" Gue harus minta bantuan sesorang,tapi siapa ya,"gumam Arsila pelan.
Setelah pulang dari restoran tadi ia langsung menuju ke apartemennya,dan akan menyusun rencana.
" Ok,perfect!"ujar Arsila yang sudah siap mengotak Atik laptopnya.
" gue harus menemui sesorang"ucap batin arsila ,yang langsung mengotak Atik handponnya menghubungi seseorang.
" Halo" jawab seorang di sebarang sana.
" Lo ada dimana?" Tanya Arsila to the point.
" Gue ada di bengkel" jawab seorang pemuda.
Ada apa Lo nelpon gue malam² kegini?" Sambung pemuda itu yang bertanya.
" Gue mau ngomong sesuatu sama Lo" jawab arsila santai.
" Ok,besok aja,Lo datang ajah ke sirkuit balap,soalnya gue besok ada urusan di sana" ujar pemuda itu.
" Ok" jawab Arsila cuek.ia pun mematikan telponnya secara sepihak,yang membuat pemuda di sebarang sana hanya bisa mengdengus kesal.
" CK! Kebiasaan!" Ujar pemuda itu yang tengah kesal.
" Napa Lo?" tanya sesorang.
" Gak papa!" Jawab kenzi ketus.
" CK! Ketus amat Lo!" Sahut Daren.
" Bodo!" Ujar kenzi malas kalo sudah di tanya oleh sahabat itu.
Yaps,orang yang di hubungi Arsila tadi yang tidak lain adalah kenzin,anggotanya dulu di masa hidupnya sebelum jiwa pindah ke dalam tubuh yang di tempatinya sekarang.
Lain halnya dengan Arsila yang termenung memikirkan semua masalah pemilik tubuh yang di tempatinya.
" Sebenarnya apa masalah Lo,sampai banyak orang yang akan terseret atas kematian Lo,bukan cuman tunangan Lo yang akan keseret"ucap batin arsila yang menatap pada layar laptopnya,dan melihat ada data² sesorang yang sungguh berbahaya bagi keluarga william.
__ADS_1
" Semoga ini cuman hanya perasaan gue" gumam Arsila pelan," gue akan membuat membalaskan rasa dendam Lo pada mereka semua"sambungnya lagi,dengan tatapan membunuh dan seringai bak iblis yang sudah merencanakan sesuatu yang akan menjatuhkan musuhnya.