
Sementara di ruangan kelas 12 IPA 2,yaitu kelas para anggota inti geng audora,yang dimana mereka tengah memikirkan kejadian di kantin tadi, selain Devano ia hanya menampilkan wajah datarnya serta tatapan dinginnya yang menatap lurus kedepan, ia tahu bahwa sahabt" nya itu lagi merenungi semua yang mereka lihat.sementara Hana berada di kelas 11 IPA 2,dia juga tengah termenung, “siallll!!gue akan hancurin Lo sila!”batin Hana dengan tangan terkepal.
“woii apah lo pada percaya kalo Arsila berubah? Tanya arkana.
“kalo gue sih iya,apalagi tatapan matanya itu anjirt”jawab Arthur.
“ alahhh itu cuman trikkk biar gue sama Arvin merhatiin dia”jawab Aliando ketus.
“kita liat ajah dulu,kalo emang triknya dia”ujar Arthur malas,yang tengah menatap Aliando dan Arvin bergantian dengan tatapan sulit di artikan.
” kalo gue sih percaya sama Aliando”ujar yondi datar.
Sementara Arvin dan devano diam dan menyimak omongan para sahabatnya" itu,tetepi tidak di pungkiri jika Arvin juga tengah berpikir keras dengan semua itu.
" Apa itu cuman trik kamu dek....ucap bantin Arvin dengan tatapan dingin serta wajah yang datar.
“ suatua saat kalian akan menyesal jika kalian tau yang sebenarnya"batin seseorang dengan senyuman smirknya.
Tiba" pintu kelas terbuka,dan masuklah seorang pak guru yang terkenal dengan ketegasannya dan juga berwibawa,dia orngnya hangat dan perhatian kepada seluruh siswa yang ada di sekolah tersebut,sehingga tidak jarang kaum hawa yang ikut tergila" akan pesonanya.
“halo anank' apa kabar? Sapa pak anto sambil bertanya pada murid"nya.
“alhamdullilah,baik pak"jawab seluruh murid kecuali 2 orang yang menatap pak Anton dengan tatapan dingin tapi terlihat santai.
“baiklah buka paket kalian halaman 27,di situ ajah soal" kalian kerjakan yah”kata pak anto yang menyuruh murid" untuk mengerjakan soal" tersebut.
“yah pak,tapi kapan di kumpulnya pak?jawab salah satu siswa sambil bertanya.
“minggu depan ajah ,bapak ada urusan,jadi kalian jangn ribut yah,saya keluar dulu”ujar pak Anton yang langsung melangkah ke arah pintu,setelah hilang entah kemana.
“ahkk malas bangt gue ngerjainnya,gue mau turu ahkk”ujar Arthur yang langsung melungkupkan wajahnya di tengah" tangan yang bertumpu pada meja.
" WOIII nyettt ngapain loh tidur!!! Sewot arkana yang malas melihat salah satu sahabatnya itu.
“udahlh ngapain Lo gangguin dia,yang ada Lo cape anj**t" ujar aliando sambil mengumpat teman lacnatnya itu.sementra devano yang langsung menggeser mejanya dan berdiri yang berjalan kearah pintu,dengan wajah yang datar serta tatapan dinginnya,ia juga jengah melihat sahabat" lacnatnya yang tidak pernah kehabisan kata".
__ADS_1
“ehh si bos mau keman tu? Tanya aliando yang masih menatap kearah pintu,Dimana devano yang sudah tidak terlihat.
“gak tau”jawab yondi datar.
”mungkin ke toilet kali”ujar Arkana,sambil melirik ke arah Arvin,yang dibalas dengan tatapan datarnya dan salah satu alis yang naik se olah" bertanya apa.
“ CK!! Tembokk" sewot arkana kesal Karna ia malas dengan sahabatny itu,kenapa semua sahabat"nya pada seperti tembok,pikirnya.
“ si bos mau kemana? Tanya aliando yang memang mengerti dengan adeknya itu.yang di balas hanya dengan gelengan kepala.
Sementara di toilet devana yang baru keluar ia melihat Arsila yang tengah berjalan kerah rooftop,sehingga ia mengikutinya,ia juga bingung kenapa setiap melihat Arsila seperti ada magnet yang ingin selalu memerhatikan gadis tersebut.
“ CK! Napa aku mengikutinya..batin devano.tapi tidak di pungkiri ia juga sesekali tersenyum jika melihat arsila seperti itu,yang dimana ia tengah melihat arsiala yang duduk di sofa dengan tatapan dingin dan lurus kedepan serta wajah datar yang tenang.
“ hufhh..sampai gue harus seperti ini" gumam Arsila sambil menghela nafas dengan pelan dan kepala yang tunduk sedikit,sehingga devano tidak bisa mendengar yang ia ucapkan.
“ hah.. ngomong aph dia” gumam devano dengan pelan agar ia tidak di dengar oleh Arsila.
Tetapi hal itu di ketahui oleh Arsila,mulai yang di ikuti sampai rooftop dan juga mendengar semua gumaman devano,tetapi ia pura" tidak tau karna ia juga merasa ada sesuatu yang di ketahui oleh devano dan tidak terlalu berbahaya pikirnya sehingga ia cuman diam yang membiarkan itu semua,tetapi tidak bisa di pungkiri ia tetap harus waspada.
“ CK!! Malah tidur..ujar devano dengan senyum yang terlihat hangat,setelah itu ia pun berjalan ke arah pintu,sebelum menutup ia kembali menatap pada Arsila yang masih tidur dengan tenang,ia pun kembali tersenyum.
“ mulai sekarang Lo jadi milik gue”batin devano yang langsung menutup pintu tersebut.
3 jam pun berlalu tidak terasa bel pulang pun berbunyi sehingga para siswa" berhamburan keluar dari dalam kelas untuk pulang,semantara di kelas 11 IPA 1 yang dimana para sahabat" Arsila,tengah mencak" karna Arsila juga belum muncul dari tadi.
“ sila mana sih? Tanya Siska yang ngereok.
“ paling juga entar lagi datang” jawab amel ketus Karena malas melihat sahabatnya itu tidak bisa diam dari tadi.
“ Lo juga ngapain ketus ketus gitu"sewot Siska yang kesal.
Yang dimana Arsila sudah berdiri di pintu sedari tadi ia melihat Siska yang kesal dan mencak" sendiri ia pun tidak sadar menarik sudut bibirnya keatas membentuk sebuah senyuman yang tipis,ia langsung masuk dan mengambil tasnya.
“ Hehhh...ini anak gak ada ahlak main nyelonong ajah udah di tungguin dari tadi juga” ujar Siska yang seperti mengomeli anaknya.
__ADS_1
“ gak penting” jawab Arsila datar,hal itu pun mmebuat Siska sedih mersa tidak diangap lagi.
“ udah sis, kan ia udah datang” ujar Amel yang kasihan dengan sahabatnya itu ia pun mengelus punggung Siska.
Mereka bertiga pun berjalan menuju keparkiran,pada saat belokan mereka tidak sengaja bepapasan dengan Hana si gadi polos,hal itupun tidak di hiraukan oleh Arsila dkk,tetapi Hana mengambil kesempatan,ia mendekat kearah Arsila agar tubuhnya terdorong kebelakang dan akan memfitnah Arsila.
Brukkkk
“ aduhhh sa- kit..” ujar Hana dengan wajah yang buat" sedih dan ia kembali mendonggakkan kepanya melihat siapa yang menubruknya,setelah ia lihat bahwa yang di hadapannya Arsila dkk ia pun kembali menundukkan kepalanya takut.
“ ngapain loh di situ” tanya Siska dengan kesal karna ia sudah tau bahwa itu adalah drama yang buat" oleh Hana.
“ ma- ma- .maaaaaff, aku tidak sengaja” ujar Hana yang menunduk dengan takut.
Sedangkan Arsila yang menatapnya dengan datar sambil menaikkan sebelah alisanya seolah ia bertanya apa penyebab Hana jatuh di hadapannya bukannya ia tidak memerhatikan jalanya pikirnya.
“ maaf maaf, Lo bilang Lo sendri kali yang jatuh” sewot Siska sambil mengomeli Hana,hak itupun membuat Hans merasa puas karna sudah berjalan lancar dan sebentar lagi ia akan melihat pertunjukan.
Sementara anggota inti audora yang melihat itu langsung berjalan ke arah parkiran,dan dimana yondi langsung memparcelat jalannya.
“ Hana kamu kenapa, hey lihat aku? Tanya yondi yang sudah melihat Hana tengah menangis dan mata yang terlihat sedikit bengkak.
“ Lo ngapain Hana? Tanya yondi pada Arsila dengan penuh penekanan.
“ heh bangsat! dia tidak ngapa" in cewe loh tuh! Bentak siska yang membela Arsila,sementara Arsila hanya menampilkan wajah datarnya.
“ tadi tuh dia yang berjalan sambil nunduk dan nubruk sila” ujar Amel cuek,yang sedari tadi ia diam karna malas melihat drama yang buat" oleh Hana,menurutnya itu menghbiskan banyak waktu.
“ gue bukan nanya sama Lo berdua! Tapi sama dia! Sarkas yondi dengan wajah menggeram marah serta menunjuk wajah Arsila.
“ turunin jari tangan Lo! Kalo tidak mau tangan Lo patah"Ujar Arsila dengan datar dan penuh penekanan,hal itupun membuat yondi tersentak kaget bukan cmn dia tapi juga para sahabat" mereka,setelah Arsila mendekat kepada Hana dan membisikan sesuatu di telinganya.
“ jangan macam" atau cari malah sama gue,jika aib Lo akan terbongkar!!' ujar Arsila sambil tersenyum smirk ,dan dimana itu membuat Hana terkekut,hal itupun di lihat oleh 2 orang pemuda,dan mereka juga ikut tersenyum tipis sehingga tidak ada yang melihatnya,setelah itu Arsila dkk melangkah dari sana meninggalkan anggota inti inti audora
“ siallll......awass Lo arsilaaaa ank**ngg,akan ku bunuh” ucapa batin Hana Sambil mengepak tangannya erat,yang ia tidak sadari bahwa salah satu Abang arsila melihat dan ia menarik sedikit bibirnya ke atas membentuk senyuman smirk.
__ADS_1