Transmigrasi Of The Badgirl

Transmigrasi Of The Badgirl
sahabat masa kecil


__ADS_3

Sementata itu seorang pemuda yang berada di kamarnya  yang bernuasa hitam campur putih,yang terlihat elegan.pemuda tersebut sedang melamun memikirkan sikap seseorang yang sudah berubah beberapa hari ini.


" Dek,Abang kangen dengan sikap kamu yang dulu" ucap batin Aliando, dengan tatapan lurus kedepan yang terlihat sedih.ia pun berjalan ke arah balkon kamarnya,dang mengedarkan pandangan ke balkon kamar adiknya.


" Apa itu cuman trik Lo dek" gumam Aliando sendu.ia pun berpikir sebentar.  " Kalo memang itu cuman  trik Lo,gue tidak akan biarin Lo nyakitin Hana" sambungnya lagi dengan senyum liciknya.


Ia pun berlalu dari sana karena tidak ingin pusing dengan semua sikap Arsila yang beberapa hari ini.lalu diapun mengambil kunci motornya serta jaket hitamnya, dan tidak lupa menghubungi seseorang yang akan dia temui malam ini.ia pun menuruni tangga dan melihat kedua adiknya sedang mononton tv.


Arvin yang melihat Abang yang baru saja menuruni tangga ia pun bertanya.


" Kemana?" tanya Arvin datar,menatap Aliando.


" Keluar bentar" jawab Aliando santai.


" Oh!" ujar Arvin hanya ber oh doang.


" CK! Lo ya! Adek lacnat Lo!" ketus Aliando jengah melihat Arvin.


Lain dengan Arsila yang tidak peduli dengan itu semua,karena menurutnya itu tidak terlalu penting jadi ia hanya  diam dengan tatapn datarnya serta wajah yang dingin menatap pada layar tv yang hadapannya.


" Gue cabut dulu" ujar aliando.


" Hmm" sahut arvin hanya berdehem saja.aliando yang mendengar jawab saudarnya itu hanya bisa mendengus kesal,ia pun melangakah dari sana menuju pintu.arvin pun terus menatap punggung abangnya yang sudah hilang di balik pintu.


" Sebenarnya dia mau kemana?" Gumam Arvin pelan tapi masih bisa di dengar oleh Arsila yang tidak jauh dari sampingnya.hal itu membuat Arsila hanya menyunggingkan senyum tipis yang terlihat  sinisnya,yang tidak di sadari oleh Arvin.karena Arsila  merasa bosan,ia pun langsung bakit dan berjalan ke arah tangga,belum juga menaiki undukukan tangga tiba² Arvin yang berbicara dan mambuat Arsila menghentikan langkahnya.


" Dek,Abang mau ngomong sesuatu sama Lo" ucap Arvin santai yang terdengar lembut.


Sedangkan Arsila hanya menatap datar pada arvin dengan wajah dinginnya serta mengangkat salah satu alisnya seperti yang ingin bertanya," apa".


Arvin yang mengetahui tatapan yang di tunjukan oleh arsilanya hanya bisa menghela napas pelan.


" Apa abang boleh tahu,kenapa sikap kamu berubah dek?" tanya Arvin lembut,menatap pada arsila serta tatapan yang sendu.


" Urusannya sama Lo?" sahut  Arsila datar,yang malah bertanya balik, bukan nya menjawab ucapan Arvin.


" Karena Lo adek gue" sahut arvin." Gue juga berhak tahu dengan sikap Lo yang sekarang" sambungnya lagi,yang berbicara lebih dari 3 kata.


"tidak penting" ujar Arsila dingin,dan langsung beranjak dari sana,karena ia sungguh malas berurusan dengan para abang² dari pemilik tubuhnya,  " CK! baru sekarang Lo anggap gue adek Lo!  tapi sayang  gue bukan adek Lo" ucap batin arsila.


Arvin hanya bisa menghela nafas pelan,melihat sikap Arsila padanya  dan manatap pungguh arsila yang sudah menghilang di balik tembok.


" Huffhh..Lo benaran berubah dek, kapan abang bisa dekat dengan kamu" gumam Arvin sendu.ia pun melangkah dari sana yang berjalan menuju kamarnya dengan tatapannya yang kosong.


******


Devano yang masih melamun sambil menatap pada selembaran foto gadis cantik.


" Gue kangen bangat sama Lo Sil" Ucap batin devano  sedih.


Yah foto yang di lihat oleh devano,yang tidak lain adalah foto Arsila yang dulu sebelum pergi meninggalkannya.


" Apa Lo ngak kangen dengan masa kecil kita" gumam devano pelan tapi terdengar lirih, " awalnya gue gak percaya kalo Lo udah meninggal,dan tubuh Lo di tempati jiwa lain,yang  jauh berbeda dengan sikap Lo," sambungnya lagi.


Flashback on


Devano yang baru saja  pulang dari markasnya,tetapi ia tidak sengaja melihat  ada seorang gadis yang tengah di serang oleh beberapa pria yang terlihat gagah serta berpakaian hitam.ia pun menghentikan motor spotnya,tetapi ia masih betah di atas motornya melihat gerak gerik sekumpulan para pria itu,dan menajamkan penglihatannya pada seorang gadis yang seperti familiar.

__ADS_1


"  Ko gue ngerasa kenal itu cewe ya," gumam devano yang masih menatap datar pada orang² yang sedang saling serang.


" Arsila!" Ucap batin devano yang terkejut melihat semua gerak gerik Arsila yang terlihat lincah dan tidak terbaca.ia pun tersenyum smirknya.


Lalu ia berjalan mendekat pada orang yang ingin menghabisi Arsila.


" CK! Woi!!" Teriak devano yang berhasil menghentikan aksi para sekumpulan pria itu. "Mainnya keroyakan? CK! Cemen Lo pada!" Sambungnya lagi dengan tatapan datar,dan jangan lupakan seringainya yang seperti iblis.


" Waahhhh!! Rupanya ada pahlawan!" ujar salah satu dari kumpulan pria itu.


" Mungkin dia pacar gadis itu" sahut temannya.


" Udah,gak usak banyak bacot! Sekarang serang dia!" Ucap bos nya yang langsung menyuruh semua angotanya menyerang devano dan Arsila.


Sedang Arsila hanya menatap datar pada devano tetapi ia juga cukup terkejut dengan kedatang devano yang tiba².ia pun langsung maju dang membabat habis para pria itu.


" Bugh'"


"Bugh'" 


Bugh'" 


"Kreekkkkk! 


"Kreekkk!!!


"Aahhhkkkkk!!!


Suara patahan tulang yang terdengar di  menyeramkan di tempat itu dan gelap nya malam.sehingga membuat para pria itu hanya bisa bergedik ngeri melihat salah satu teman mereka yang sudah terkapar di sana dengan tulang kaki dan tangan yang sudah patah dan sedikit keluar.yang membuat sebagian dari mereka ingin muntah karena merasa jijik melihat darah segar yang sudah mengalir dari tempatnya.


" Gila! baru kali ini gue lihat dia segila itu!" Gumam devano pelan yang sedikit terkejut.dan menatap pada Arsila dan setelahnya ia melangakah dan mendekat.


" Apa Lo semua ingin bernasib seperti dia!" Ucap arsila datar serta tatapan dingin yang mampu membuat para pria itu langsung takut dan terimidasi karena tatapan nya itu.


" Anjing! tatapannya ngri bangat bos," ujar salah satu dari mereka.


" Ia bos,bikin gue jadi merinding!" Sahut temannya yang takut melihat tatapanyan,. " Apalagi tatapannya bos! " Sambungnya lgi.


" Diam Lo berdua!" Marah si bosnya dengan mata yang melotot menatap marah pada Arsila yang sudah membuat salah satu anggotanya terkapar.


" Apa!" tanya Arsila datar yang melihat tatapan dari bos sekumpulan pria itu.


" Lo! Ahkkkkk sial!" frustasi bos mereka, " Lo lihat, gue akan balas perbuatan Lo ini!"sambungnya lagi dan langsung beranjak dari sana dan di ikuti oleh anggostanya.


" Ehhkmm" sahut devano yang pura batuk dan membuat Arsila terkejut.tetapi bisa ia tutupi dengan wajah datar nya.


" thanks" ujar Arsila  datar,dan langsung berjalan dari sana menuju motor spotnya.


" Tunggu" ucap devano yang menghentikan langkah arsila,ia pun berjalan dan mendekat pada gsis itu.


" Kapan Lo bisa bela diri" tanya devano.sedangkan Arsila hanya memutarkan bola mata malasnya.karena mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh devano.sementara Arsila hanya diam dan menatap dingin padanya.


" Hufhh...siapa Lo sebenarnya?" tanya devano yang sudah mencurigai sikap Arsila belakangan ini.


" Gak penting!" Jawab Arsila ketus.


" Pentinglah,karena Lo teman masa kecil gue" sahut devano yang sudah jengah melihat sikap gadis itu padanya.

__ADS_1


" Apa!"teman kecil!" ucap batin arsila yang kaget setelah mengetahui info lainnya." Oh!" Sambungnya lagi dengan cuek.


" CK! gak usah pura² lupa Lo!"ujar devano yang kesal.


" urusan sama Lo! " sahut Arsila dingin.devano hanya bisa menghela nafas kasar,Arsila yang melihat itu hanya tersenyum tipis, " sorry gue bukan teman masa kecil Lo!" Ucap batin arsila, " dia udah pergi ke alam lain" sambungnya lagi dengan sedih.


"Ok,kalo Lo gak mau jujur,gue akan cari tau sendiri" ujar devano dengan senyum smirknya,hal itu pun membuat Arsila jengah yang melihat senyuman licik pemuda itu.


" Apa Lo percaya,setelah Lo mengetahui nya?" Tanya arsila yang mencoba santai.


" Hmmm" jawab devano hanya berdehem,karena ia juga sudah penasaran dengan sikap gadis itu." Sebenarnya apa yang Lo sembunyikan" ucap batin devano 


" Gue bukan arsila" ujar Arsila sambil menarik nafas pelan.


Devano hanya terkekeh dan tidak percaya dengan ucapan gadis itu.tetapi ia juga merasa terkejut.


" Apa buktinya jika Lo bukan teman masa kecil gue!" Tanya devano.


" Terserah Lo mau percaya atau gak! gue jiwa lain yang masuk ke dalam tubuh ini" sahut Arsila yang terdengar santai.


" Huffhhhh....hmmm!" Jawab Devano datar,dan juga menghela nafas panjang." Nama Lo?" tansambungnya lagi yang bertanya. Yang mencoba percaya dengan omongan gadis itu,ia juga berpikir dengan sikap Arsila yang berubah drastis belakangan ini.


" Claudia" 


Disini kita panggil dia Claudia ya,biar gak pada bingun


" Kenapa Lo bisa ada di dalam tubuh teman gue!" Tanya devano.


" Ceritanya panjang" jawab Claudia.


"Jadi sahabat gue mana?" Tanya devano sedih.


" Dia udah pergi,dan mungkin tidak akan  kembali" jawab claudia santai,ia juga meresakan apa yang di rasakan oleh pemuda itu.tapi bisa ia tutupi dengan wajah dinginnya.sementara devano hanya bisa menghela nafas panjang,setelah mendengar ucapan Claudia,ia pun mersa terkejut dengan semua itu.


"Gue cabut dulu" ujar claudia santai.


" Hmmm" jawab devano,gadis itupun pergi dari sana dan berjalan menuju motornya.


Lain halnya dengan devano ia hanya menatap punggung Claudia yang dengan tatapan sendu.


" Gue kecolongan lagi" gumam devano yang masih menatap Claudia yang sudah pergi  dengan menaiki motornya yang sudah jauh.


" Sil, gue minta maaf,karena gak ada buat Lo selama ini,ahhkkkkkkk!!! Sahabat Macam apa gue!" ucap batin devano yang frustasi dan menarik semua rambutnya dengan keras....


"Aaaahhhkkkkk...!!! Gue akan bunuh siapa saja yang buat Lo pergi!!!!" Teriak devano marah serta tatapan tajamnya,ia pun melangkah dari sana menuju motornya,dan akan mencari tahu apa penyebab sahabat kecilnya pergi dan meninggalkan tubuhnya di tempati jiwa lain


  Flashback off


***


Devano yang mengingat dimana ia menolong gadis itu.tetapi ia justru mendapatkan sebuah tamparan  yang mengejutkan dirinya.ia pun masih termenung dan sambil menatap foto Arsila.


" Siap yang buat Lo meninggal sil?" gumam devano lirih.


" Apa gue tanya sama dia ajah ya" ucap batin devano yang mengingat jika yang menempati. Tubuh h sahabatnya adalah jiwa lain.


Ia pun bangkit dari sana dan akan menemui gadis itu akan mempertanyakan suatu hal pada Arsila yang sekarang.

__ADS_1


__ADS_2