
"ini sangat bermanfaat bagi kami nek.... sekali lagi terimakasih"celetuk Lim
"yasudah kalian pergilah aku sudah membelikan sebuah kereta bekas untuk kalian tunggangi!anggap saja hadiah perpisahan dariku"
"i-itu tidak perlu!ini terlalu berlebihan"seru Jiang berusaha menolak pemberian nenek,
"sudahlah tidak apa apa!cepat berangkat agar kalian tidak terlalu malam saat mencapai lembah"suruh nenek
"kalau begitu terimalah beberapa pil buatanku" pinta Lim memberikan satu kotak yang berisi pil buatannya.
Lim berhasil membuat berbagai macam pil,dan memberikan 3 macam pil pada nenek sebagai ucapan terimakasih.
pil oska berfungsi untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh,
pil erdob berfungsi menyembuhkan semua penyakit kulit,
dan yang terakhir adalah pil ica berfungsi untuk memperlambat proses penuaan.
"padahal jika kau menjual semua pil ini maka uang yang di hasilkan cukup membeli 10 kereta kuda yang ku berikan pada kalian"sahut nenek berusaha menolak
"jangan menolak nenek"gumam Lim sambil tersenyum,
mereka berdua segera menaiki kereta kuda yang telah di siapkan dan bergegas pergi meninggalkan permukiman warga.
Lim duduk di depan mengemudikan kereta sedangkan Jiang duduk disampingnya sebagai penunjuk arah, lalu semua barang yang mereka punya telah di tata di dalam kereta dengan rapi.
"berapa lama perjalanan untuk sampai ke lembah?"tanya Lim menoleh pada Jiang
"sekitar 5-6 jam jika tidak ada kendala selama perjalanan"sahut Jiang
Lembah kematian adalah lembah yang dipenuhi para binatang suci dari berbagai tingkatan,tanaman yang ada disini juga sangat langka dan berumur ratusan tahun.
karena banyaknya binatang suci para pejalan biasanya memilih untuk melakukan perjalan melewati hutan berliku,di dalamnya hampir tidak ada binatang suci hanya saja hutan ini sangat panjang dan luas. Sehingga membutuhkan waktu 2 hari untuk melewatinya,
"setelah melewati lembah kita akan menginap dimana!"gumam Lim
"untuk beberapa hari kita akan tinggal di bukit liar,disana banyak hewan yang bisa kita buru dan lingkungannya juga aman dari serangan binatang suci"ucap Jiang
"baiklah kalau begitu....aku tidak sabar melewati lembah kematian! apa saja binatang suci yang ada disana"gumam Lim sedikit penasaran
"apakah kau berusaha untuk menantang para binatang suci yang ada di lembah kematian?"celetuk Lian
"tentu saja tidak! aku hanya ingin melihat saja...tidak ingin bertarung dengan mereka"ucap Lim
"huh....dasar!"gerutu Lian
__ADS_1
"oh iya....aku ingin menanyakan sesuatu padamu"ujar Lim lirih
"hmm apa itu?katakan saja"
"apakah kau mengenal dan hafal silsilah keluargaku?"tanya Lim
"tentu saja tidak!apakah kau fikir aku ini buku sejarah keluargamu"celetuk Lian
"ya sudah santai saja!aku kan hanya bertanya.... aku ingin mengetahui seseorang dalam keluargaku"
"siapa yang kau maksud?"seru Lian
"tadi kau bilang tidak tahu silsilah keluargaku"gerutu Lim
"iya....aku tidak hafal semua!coba saja sebutkan,barang kali itu nama yang ku kenal" suruh Lian
"mmm namanya Duan Milan"
"Duan Milan? sepertinya aku pernah dengar nama itu"sahut Lian
"tentu saja pernah dengar!kan aku baru saja memberi tahumu"teriak Lim
"aku serius!aku pernah mendengar nama ini...akan aku ingat ingat lagi!nanti ku beri tahu"
"hah baiklah....."gumam Lim
setelah berjam jam menunggangi kereta kuda dan melewati jalanan yang berliku,kini Lim dan Jiang berhasil mencapai bagian depan lembah.
"wah...apakah kita tidak salah tempat?"tanya Lim sedikit terkejut lebih tepatnya ia terpesona dengan ke indahan alam yang kini sedang dilihat oleh kedua matanya,
"tidak....di peta juga menggambarkan pohon besar itu sebagai tanda bahwa kita telah sampai di depan lembah"ucap Jiang tengah melihat dengan seksama gambar yang tertera pada peta di tangannya.
"hmm tapi ini sama sekali tidak terlihat seperti lemba kematian!namanya terlalu menyeramkan untuk tempat ini" gumam Lim,
rumor mengatakan bahwa lembah kematian adalah salah satu tempat paling berbahaya yang selalu dihindari oleh pejalan,tapi siapa yang akan percaya dengan itu semua.
setelah melihat dengan mata kepala sendiri mustahil seseorang akan percaya dengan rumor yang beredar.Lembah yang kini ada di hadapan mereka berdua adalah wilayah yang penuh dengan pohon dan tanaman bunga rindang,bahkan aroma semerbak tercium di bagian depan lembah.
Bisa terasa bahwa banyak kehidupan tenang dan damai di dalamnya,
"mmm tapi meskipun begitu kita harus berhati hati"sahut Jiang
"benar apa yang dikatakan Jiang,jangan pernah meremehkan sesuatu hanya karena tampilan luar."
"kau tidak tahu apa yang tersembunyi dibalik ke keindahannya,aku merasa ada yang tidak beres dengan tempat ini"celetuk Lian
__ADS_1
"benarkah?lalu kita harus bagaimana?"
"keluarkan pil delusi yang telah kau buat,kita akan menelan pil itu untuk menyamarkan aura!"ucap Lian
"baiklah....."sahut Lim mengeluarkan sebuah kotak dari kalung penyimpanan,kotak itu berisi banyak pil buatan Lim
"minumlah ini agar binatang suci tidak mengetahui keberadaan kita"pinta Lim menyodorkan sebuah pil kepada Jiang
"terimakasih"menerima pil delusi pemberian Lim dan langsung menelannya
"apa itu?"fikir Lim melihat satu pohon besar yang berhasil mencuri perhatiannya,pohon itu samar samar memancarkan aura bewarna ungu,
"apakah kau tahu tentang pohon besar itu?"tanya Lim
"matamu cukup jeli juga,sepertinya kau melihat keunikan yang muncul dari pohon itu"ucap Lian
"iya....aku melihat sesuatu muncul di sekitar pohon itu"gumam Lim
"itu adalah induk abadi"
"i-induk abadi?tetapi kenapa bentuk bunga dan daunnya berbeda dengan bibit abadi milikku?"ujar Lim sedikit terkejut
"bukankah aku sudah bilang bahwa induk abadi ada beberapa macam,dan milikmu itu hanya salah satunya"
"sedangkan yang di depan kita itu adalah induk abadi Ficus"seru Lian
Ficus adalah salah satu induk abadi yang merestui tanah lembah kematian,Induk abadi akan selalu menjaga dan merawat tanah yang mereka tempati dan dianggap seperti anak mereka sendiri.
"oh...ternyata seperti itu!yasudah ayo kita melanjutkan perjalanan"ucap Lim mengemudikan kereta kuda mereka ke dalam lembah,
"wahh...kau benar Lim nama lembah ini terlalu menyeramkan untuk pemandangan seindah ini"gumam Jiang yang terpesona akan keindahan alam sekitarnya,banyak sekali tumbuhan dan rumput hijau,udara yang sejuk dan jalanan yang lurus tanpa hambatan.
krek...krek....
"apa kau mendengar sesuatu?"celetuk Lim mendengar sekelibatan suara kemudian memberhentikan keretanya,
"iya aku mendengarnya"ucap Jiang mengangguk
"sepertinya kalian tidak salah dengar...karena aku juga mendengarnya,itu suara binatang suci yang sedang berlari"ujar Lian
"apakah mereka mengetahui keberadaan kita?"tanya Jiang dengan raut cemas
"mustahil mereka tahu!karena kita semua sudah menelan pil delusi,sepertinya ada hal yang terjadi di sekitar sini"sahut Lian
"kalau begitu kita lanjut saja!semoga semua baik baik saja"seru Lim mengemudikan keretanya maju menelusuri lembah,
__ADS_1
_______________bersambung______________