
"paman!jika aku tebak kau pasti telah mengalami masalah pencernaan?kau susah buang air dan juga merasa sangat sakit saat BAB"celetuk Lim menatap serius ke arah pria yang ada di depannya
"i-iya itu benar!bagaimana kau bisa tahu?aku telah tersiksa selama beberapa hari ini"rengeknya
"tentu saja!aku itu sangat ahli dalam hal ini"
"aku juga bisa membantumu untuk menyembuhkannya"ujar Lim
"benarkah?kalau begitu cepat sembuhkan aku!aku akan bayar berapapun"pintanya dengan raut memohon
"aku tidak butuh uang!aku hanya ingin kau memberiku 1 kamar untukku tidur"pinta Lim sambil tersenyum
"baiklah baik!aku akan memberi 1 kamar untukmu"sahutnya
"bagus!pilihan yang tepat..."
"ulurkan tanganmu"suruh Lim kemudian penjaga motel mengulurkan tangannya pada Lim,
"ternyata sudah 10 hari!kau memang pria tangguh"gumam Lim kemudian memberi sebuah pil kepadanya
"apa ini?"mengambil pil pemberian Lim
"itu pil untukmu!minumlah maka kau akan sembuh"suruh Lim
"e-eh ini bukan racun atau semacamnya kan?"bertanya dengan raut ragu
"jika kau tidak percaya maka kembalikan saja"seru Lim
"tidak tidak!aku percaya"kemudian langsung menelan pil pemberian Lim,3 detik kemudian pilnya mulai bereaksi
"uhh sepertinya aku harus ke kamar mandi!"ucapnya lalu berlari meninggalkan Lim
"hei...apakah kau bisa bersembunyi?"tanya Lim
"hah?bersembunyi untuk apa?"sahut Lian
"tidak mungkin aku membawamu masuk ke dalam Aula Fazo"gumam Lim
"baiklah!aku akan masuk ke tubuhmu"ucap Lian
"MASUK?apa maksudnya!apakah kau ingin menusukkan semua tubuhmu ke dalam badanku"teriak Lim dengan raut cemas
"dasar bodoh!"celetuk Lian kemudian menghilang
"hei!kau kemana?"seru Lim kebingungan mencari
"aku disini!di lenganmu"teriak Lian,kini ia berpindah ke dalam tubuh Lim dan hanya tampak seperti sebuah gambar
"wah...ternyata bisa seperti itu!"gumam Lim takjub
(flashback off)
"Ayo bawa barang barangnya masuk"ajak Lim lalu mereka memindahkan barang bawaan ke dalam kamar sewaan,
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan keretanya?"tanya Jiang
"aku akan taruh di samping motel saja!" sahut Lim memindahkan keretanya
"kau sudah kembali?"ucap Lim kepada pria penjaga motel
"eh iya!pengobatanmu sangat manjur!terimakasih...namaku Mandu"celetuknya
"baiklah Mandu!apakah aku boleh meminta tolong lagi?"ujar Lim
"Silahkan!katakan saja apa yang bisa ku bantu untukmu"sahut Mandu
"tolong jaga bayi ini untukku!karena kami harus mengikuti seleksi untuk menjadi murid Aula Fazo"pinta Lim menyerahkan Yiyang
"ohh ternyata kalian juga ingin mengikuti seleksi!baiklah dengan senang hati aku akan merawatnya"ucap Mandu menggendong Yiyang
"e-eh Lim!apakah tidak apa apa jika kita menitipkan Yiyang pada pria asing ini?wajahnya terlihat seperti penipu"gumam Jiang lirih
"tentu saja tidak apa apa,karena aku percaya jika Mandu bisa menjaga bayi ini dengan baik!jika tidak maka dia akan terkena penyakit mematikan"celetuk Lim menatap tajam
"h-ah t-tentu saja!aku akan menjaganya dengan baik"sahut Mandu terbata bata karena takut melihat ekspresi Lim yang begitu mengerikan
"kalau begitu terimakasih"ucap Lim tersenyum lebar,raut wajahnya berubah menjadi sangat ramah kemudian berjalan keluar
"awas jika dia terluka!aku akan meracunimu" seru Jiang menatap serius kemudian berjalan mengikuti Lim
"t-tidak akan terluka"ujar Mandu
"apakah seleksi alkemis akan sama seperti ahli bela diri?"tanya Lim menoleh pada Jiang yang berjalan di sampingnya
"tentu saja!tetapi kami bertanding tidak secara fisik melainkan bertanding untuk membuat ramuan dan semacamnya"sahut Jiang
"oh...ternyata begitu"ujar Lim mengangguk paham
"dimana Lian?aku dari tadi tidak melihatnya" gumam Jiang
"dia sedang tidur!"ucap Lim kemudian Jiang mengangguk paham,
"lihatlah di depan!panjang sekali antriannya"celetuk Jiang melihat ada banyak sekali orang berbaris untuk mendapat nomor urutan dalam seleksi akademik yang digelar Aula Fazo
"hmm sepertinya banyak sekali yang ingin belajar bela diri"gumam Lim
30 menit kemudian
"ini urutan kalian!ruangannya ada di sudut utara sedangkan alkemis ada di sudut timur"ucap salah satu petugas,kemudian Lim dan Jiang berjalan ke depan
"huft...untungnya sudah dapat nomor urutan!aku sangat lelah berdiri selama itu"gerutu Jiang
"iya....kau benar!kira kira berapa orang yang mendaftar?"tanya Lim
"sepertinya lebih dari 3000 orang"
"a-apa?t-tiga ribu!sebanyak itu?lalu berapa yang akan lolos ke tahap selanjutnya?"sahut Lim
__ADS_1
"mmm sepertinya 100 orang"
"hanya 100?kenapa tidak membatasi kuota pendaftaran saja!biar tidak buang buang waktu untuk mengantri"teriak Lim
"hei...jangan berteriak sesuka hati!suaramu sangat menggangguku"ucap salah satu wanita di belakang mereka,lalu berjalan mendekat
"siapa kau?"tanya Lim
"kenapa aku harus memberi tahumu!"
"heh!angkuh sekali..."gumam Lim dalah hati
"kalau begitu kenapa kau mendekatiku"sahut Lim
"b-beraninya kau berbicara begitu!siapa yang mendekati siapa!"teriaknya
"hah sudahlah!jangan berteriak itu tidak pantas dengan wajah cantikmu"gumam Lim seketika wanita yang kini ada di depannya terlihat merona mendengar perkataan Lim tapi tidak ada yang menyadari hal itu,
"Lanlan kenapa kau disini!aku mencarimu kemana mana"celetuk seorang pria yang baru saja datang menghampiri mereka
"jangan panggil aku seperti itu!kau tidak pantas"seru wanita tadi dengan raut marah
"baiklah baik!tapi ayo kita masuk ruangan!seleksinya sudah mau dimulai"pinta pria itu
"kau pergi saja sendiri!aku akan pergi bersama dia"teriaknya menggandeng tangan Lim
"e-eh..."sahut Lim lirih
"diamlah aku akan membayarmu nanti!" berbisik di samping telinga Lim,terlihat seperti sedang mencium jika dilihat dari sisi lain
"b-beraninya kau mendekati Lanlan!"celetuk pria itu
"hei!kau diamlah atau aku akan menajdi musuhmu!pergilah"pintanya
"kau tunggu saja nanti"seru pria itu menatap tajam Lim kemudian berjalan meninggalkan mereka
"heii...lepaskan aku!apa apaan tadi?"gerutu Lim melepaskan tanganya dari wanita tadi
"ini bayaranmu!terimakasih sudah mau bekerja sama"ucapnya melempar kantung berisi koin kemudian berjalan pergi
"kau cukup tampan!"teriaknya mengedipkan sebelah mata kepada Lim,
"a-apa itu tadi?kenapa sikapnya seperti itu"gumam Lim kebingungan
"hah!dasar anak kecil!kau itu akan segera punya pacar"sahut Jiang menggoda Lim
"hah!sudahlah ayo masuk!lupakan soal wanita"ajak Lim
"baiklah tampan!hahahaa"celetuk Jiang sambil tertawa
kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan masing masing dan mengikuti seleksi tahap pertama.
_____________bersambung____________
__ADS_1