Tungku Legendaris

Tungku Legendaris
Eps 4. Berlatih jurus


__ADS_3

"JIANG!!!!"teriak Lim berlari menghampiri Jiang


"aku sudah menemukan tempat tinggal"


"benarkah?syukurlah"sahut Jiang


"apa yang kau lakukan?"


"hanya mencari informasi tentang warga desa.......katanya para anak anak disini juga melakukan upacara pendewasaan"ucap Jiang sambil berbisik


"wah benarkah?bagaimana bisa?bukankah membutuhkan batu pengujian?"


"entahlah...aku tidak bertanya tentang itu,karena takut mereka curiga"


"tepatnya besok akan di adakan upacara pendewasaan" ucap Jiang


kemudian Lim mengajak Jiang untuk segera pergi ke rumah nenek,lalu mereka bergegas pergi.


"nenek perkenalkan ini Jiang"ucap Lim


"terimakasih nek,sudah mengijinkan kami menginap disini" ujar Jiang


"aku juga merasa kesepian tinggal sendiri, untunglah kalian datang"


"wah binatang obat ilahi"ucap nenek dengan wajah berbinar


"bagaimana nenek tau?"tanya Lim


"aku sering bertemu binatang obat di dalam hutan saat mencari bahan ramuan,dan pernah bertemu dengan induknya"


"wah kau pernah bertemu ibuku" tanya Xiao, merubah tubuhnya ke dalam bentuk manusia


"tentu saja"sambil tersenyum lalu mengelus rambut Xiao


"aku akan menyiapkan makanan,kita makan lalu kalian istirahatlah di kamar itu"ujar nenek lalu menunjuk sebuah kamar


"baiklah"sahut Lim dan Jiang


kemudian mereka makan bersama dan berbincang sebentar, setelah itu mereka berdua memasuki kamar yang telah disiapkan


POV LIM


"ahh gelap sekali" teriakku melihat ke segala arah yang penuh dengan kegelapan


lalu melihat secercah cahaya di depan,aku berjalan mendekati asal cahaya itu


"ah sebuah buku"ucapku melihat buku yang sangat bercahaya


"HAI ANAK MUDA"ucap suara yang tidak ku kenal,suara ini sangat besar dan terdengar menggema di telingaku


"siapa kau?"berusaha mencari asal suara


"kenapa kau menoleh kesana kemari,aku ada tepat di depanmu"


"maksutmu?suara itu berasal dari sebuah buku?apakah buku bisa berbicara" tanyaku yang masih tidak percaya


"aku ini adalah sang penahluk,buku ini hanya menyimpan sedikit jiwaku,tubuhku yang asli ada pada dirimu" ucapnya


seketika aku terkejut mendengar apa yang buku itu ucapkan.

__ADS_1


"apakah kau sedang mempermainkanku?bagaimana bisa jiwamu ada padaku"


"dasar bocah! untuk apa aku melakukan hal itu"


"sekarang keluarkan seluruh auramu,lalu sebutkan namaku dalam hatimu" ujarnya


segera aku menuruti semua perkataanya, mengeluarkan seluruh aura yang ada pada tubuhku,anehnya aku berpindah tempat,seperti melihat ada sebuah ruang hampa dan luas,lalu masuk ke dalamnya


"sang penahluk"ucapku dalam hati


tiba tiba muncul sebuah tungku dengan sinar emas di depanku


"bukankah ini tungku legendaris?"gumamku


setelah di perhatikan itu seperti tungku legendaris yang ada di istana keluarga, tetapi tungku yang ada di depanku sekarang mempunyai corak di bagian depannya berbeda dengan tungku yang ku lihat sebelumnya


"hey bocah! apakah kau bisa mendengar suaraku?"


"emm iya,ternyata kau tidak berbohong" jawabku


"kau harus membangunkan tubuhku"


"Hah??bagaimana?"


"buku itu! kuasai jurus pertama maka aku akan bisa kembali dengan wujudku yang asli"


"kenapa aku harus membangunkanmu?"


"aku akan sangat berguna untukmu,apakah kau tidak ingin mengetahui alasan tentang rendahnya potensimu?"


"bagaimana dia bisa tahu?padahal aku tidak pernah memberi tahunya"ucapku dalam hati


"tentu saja aku tahu,aku ini sang penahluk" jawabnya


"tentu saja.....aku sekarang yang ada di tubuhmu secara tidak langsung terhubung denganmu! aku dengan mudah mengetahui apa yang kau fikirkan" sahutnya


"baiklah aku akan mulai mempelajarinya"


"ruang ini ada dalam fikiranmu,kau bisa memasukinya kapan saja dengan cara yang ku ajarkan tadi"


"berlatihlah disini agar kau lebih mudah untuk berkosentrasi"


"sekarang bangunlah!"teriaknya


tiba tiba aku terbangun dari tempat tidur


"ahhh suaranya membuat kepalaku sakit" gerutuku


"ternyata tadi cuman mimpi!"gumamku


"itu bukan mimpi bodoh!" teriaknya


"aku tadi hanya berkomunikasi dengan jiwamu yang sedang dalam kondisi tertidur"


"jadi aku benar benar harus berlatih?" tanyaku


"kau sedang biacara dengan siapa?"tanya jiang yang sedang meneliti ramuan yang dia dapatkan dari hutan kemarin


"ahh aku hanya berfikir untuk berlatih jurus yang ada di buku itu"

__ADS_1


"oh" ucap jiang singkat kemudian melanjutkan kegiatannya.


"kenapa jiang tidak bisa mendengar suaramu?"tanyaku bingung


"untuk saat ini hanya kau yang bisa mendengarnya"


"huftt baiklah ayo kita lihat jurus pertama" bergumam lalu memahami jurus yang telah di transfer ibu xiao ke dalam diriku


jurus pertama buku ini adalah menyerap energi kehidupan,jurus ini harus di lakukan di tempat terbuka karena pemilik tubuh harus membuka seluruh panca indranya dan menyerap energi kehidupan alam sekitar,


bagaikan cawan yang harus diisi dengan air, perumpamaan ini sesuai dengan jurus yang di pelajari lim,


resiko dari jurus ini,sang pemilik tubuh kemungkinan akan meledak jika tidak bisa mengontrol seberapa banyak energi kehidupan yang harus diserap,banyak para bangsawan kehilangan nyawa saat berlatih jurus ini.


"dimana nenek?"


"di dapur,sedang membuat ramuan" sahut jiang


"nenek!" ucapku memanggilnya lalu berjalan ke dapur


"ada apa?" tanya nenek


"aku ingin keluar sebentar untuk berlatih"


"baiklah,jangan pulang larut malam" ujarnya


"oh iya nek,disini apakah ada tempat luas yang berada di luar ruangan?aku membutuhkan tempat seperti itu untuk berlatih"


"halaman belakang cukup luas, hanya ada beberapa tanaman"sahut nenek lalu aku berjalan ke halaman belakang yang dimaksud olehnya.


"hey sang penahluk!bolehkah aku memanggilmu lian?"


"terserah!cepat mulailah berlatih!"sahutnya


"baiklah aku akan memulainya" gumamku


membuka panca indra yang ada pada diriku,dan berusaha mengalirkannya keluar tubuh,lalu mulai menyerap energi kehidupan yang ada disampingku,


perlahan lahan merasakan sesuatu yang masuk melalui panca indraku,terasa segar dan menyejukkan.


"ahh ini sangat nyaman,aku akan menyerapnya lebih cepat"gumamku


lalu mulai menambah kecepatan dalam menyerap energi kehidupan,tetapi beberapa saat kemudian aku merasakan panas dan sesak di dada,kepalaku mulai sakit


"uhuk uhuk" melihat darah keluar dari mulutku


"sial....sakit sekali" gerutuku


"bodoh!kenapa kau tidak mengontrolnya?" ucap lian


"kau tahu kenapa banyak yang mati karena berlatih jurus ini?karena mereka tidak bisa mengontrolnya,mereka tamak dan berusaha menyerap terlalu banyak energi kehidupan yang berada diluar kapasitas,jika orang biasa pasti sudah meladak dan hancur."


"untunglah fisikmu berbeda" ujarnya


"kenapa kau tidak memperingatkanku dari awal!" teriakku


"aku kira kau tahu akan hal ini"


"yasudah kembalilah,mintalah ramuan pada temanmu agar kau bisa memulihkan diri,sekarang seluruh organmu terluka dan hampir hancur" ucapnya

__ADS_1


"hmm baiklah"sahut Lim berjalan masuk ke dalam rumah


________________bersambung_______________


__ADS_2