
pil cepat adalah pil yang berfungsi sebagai asupan nutrisi yang berguna untuk tubuh manusia,binatang,maupun tanaman. Biasanya ini digunakan untuk orang yang tengah kekurangan gizi atau penyakit semacamnya, sedangkan untuk tumbuhan pil ini membuat tanaman itu tumbuh dengan batang daun akar serta buah yang sehat dan bagus.
Orang terdahulu menggunakan pil ini sebagai asupan tumbuhan yang mereka tanam dengan mencampurkan pil dan pupuk yang akan mereka gunakan,harga pil ini juga terbilang sangat murah karena hanya membutuhkan batang pohon niru dan kelopak bunga mawar yang telah dikeringkan, itulah mengapa pil ini sangat populer dan selalu digunakan oleh orang terdahulu.
"kita sudah sampai!lihatlah tumbuhan obat yang kemarin kita tanam"ujar Paul menunjuk ke arah ladang yang ia buat
"ternyata memang tumbuh lebih cepat dari biasanya"gumam Lian
"apakah itu karena kita menumbuhkannya dengan pil dan tidak menanam bibit yang sebenarnya?"tanya Lim
"mungkin saja!terlebih lagi pil yang kau gunakan adalah pil berkualitas tinggi"sahut Lian
"kalau begitu ini pasti berhasil dan juga menguntungkan semua warga"celetuk Lim bangga dengan hasil pil buatannya yang dapat menumbuhkan tanaman obat,
"kenapa tiba tiba ingin melihat ladang!apakah semua baik baik saja?"tanya Paul sedikit khawatir
"iya...semuanya baik!ini aku akan memberimu satu kotak pil cepat"ujar Lim memberikan 1 kotak yang berisi banyak sekali pil cepat
"e-eh....ini untuk apa?"ucap Paul menerima kotak pemberian Lim
"karena tanaman ini panen setiap bulan,jadi gunakan pil itu 1 bulan sekali sebagai campuran pupuk"
"1 kotak itu cukup untuk 1 tahun kedepan,jika ada waktu kau bisa mencariku di Aula Fazo"
"lalu aku akan membuat pil cepat lainnya untuk kau bawa pulang nanti"pinta Lim
"baiklah...terimakasih!ini benar benar sangat berarti bagiku dan bagi seluruh warga"seru Paul dengan raut bahagia
"Yasudah kau pulanglah!aku akan pergi berlatih"suruh Lim
"tapi kau baru saja sembuh!apakah tidak apa apa jika berlatih sekarang?"ujar Paul khawatir dengan keadaan temannya itu,
"tenang saja aku sudah kuat untuk berlatih" sahut Lim
"kau memang keras kepala!tapi juga sangat baik hati...semoga kau bisa melanjutkan semua mimpimu"celetuk Paul berjalan pergi meninggalkan Lim
"kalau begitu ayo kita mulai latihan"ujar Lian
"eh sebentar!jika Aula Fazo mengajarkan pengetahuan alkemis,apakah itu berarti mereka mengetahui cara membuat pil?"tanya Lim
"jika salah satu dari mereka memiliki buku alkemis terdahulu,ada kemungkinan bahwa Aula Fazo memiliki ahli pil"ucap Lian
__ADS_1
"wah...lalu kenapa aku tidak ikut ahli alkemis saja"gumam Lim
"bukankah kau sudah memilih untuk menjadi ahli bela diri!"
"putuskan salah satu!jangan terlalu serakah untuk semuanya"teriak Lian
"tapi bukankah kau sendiri yang bilang!bahwa aku bisa mempelajari semuanya"sahut Lim
"aku hanya bilang bisa!bukan berarti kau boleh menguasai semuanya secara bersamaan"
"toh...kau sudah memiliki kemampuan alkemis dan bisa membuat pil"
"jika kau mengikuti seleksi,kau pasti mendapat alkemis tingkat perak"ujar Lian
Ahli alkemis memiliki tingkatan masing masing,dan setiap tingkatan mereka harus mengikuti ujian kelayakan untuk naik tingkat.
Terdiri dari 5 tingkatan yaitu pemula,dasar, perunggu,perak,dan emas.Setiap tingkat memiliki lencana yang berbeda,dan ahli alkemis yang telah diakui akan diberi jubah serta lencana alkemis yang sesuai dengan tingkatan mereka.
"hmm berarti maksudmu jika aku masuk ke Aula Fazo untuk belajar alkemis itu akan menjadi sia sia! Karena aku sudah bisa menjadi ahli alkemis tanpa belajar disana?"
"ya....akhirnya kau tahu tentang itu dan mengerti apa maksudku"gumam Lian
"wah...ternyata aku sangat berbakat!"ucap Lim membanggakan dirinya sendiri,
"pengalaman dan kekuatanmu masih sangat sedikit dan tidak pantas berkata seperti itu! Kau harus melihat dunia luar untuk mengetahui kenyataan"
"hah....kenapa kau kasar sekali!bisakah kau memujiku sebagai semangat dan dedikasi atas kerja keras dan keberhasilanku"rengek Lim
"ya....kau memang jenius!ayo latihan"teriak Lian
"Uhm....baiklah!ayo"ucap Lim
"sekarang kau harus melatih jiwa bela dirimu! Duduklah aku akan mengajarkan caranya"pinta Lian,kemudian Lim merubah posisinya dan duduk dengan tegak
jiwa bela diri dilatih untuk mengontrol pusaran jiwa yang kau miliki,ini juga sebagai tes dan penentu seberapa jauh kau dapat mengendalikannya. Semakin pandai kau mengontrol maka semakin mudah kau menggunakan kekuatan,ingat latihan ini hanya dilakukan sekali seumur hidup dan ini menjadi penentu untuk kedepannya.
"bermeditasilah selama 3 jam...untuk menstabilkan jiwa bela dirimu setelah itu kau akan naik ke tingkat 2"ucap Lian
selama 3 jam Lim duduk berdiam diri membuka semua titik vitalnya,mengatur besar kecilnya pusaran jiwa yang ia miliki dan berusaha mengontrolnya.
"huff....ini lumayan! Tubuhku menjadi sangat ringan"
__ADS_1
"kalau begini aku bisa berlari secepat mungkin dan melompat sangat tinggi" gumam Lim bahagia merasakan perkembangannya,
"kalau begitu sepertinya kau sudah memasuki tingkat 2"
"kau pasti memiliki mata tembus pandang"ucap Lian
"hah?kekuatan seperti apa itu?"tanya Lim
"nanti kau akan tahu sendiri...ayo kita pulang!"ajak Lian
"oke ayo!aku sudah sangat lapar"ucap Lim berjalan pulang ke rumah,
"heiii Lim!kau sudah selesai berlatih?"tanya Paul
"eh sepertinya aku melihat sesuatu yang aneh di tubuh Paul!terlebih lagi dibagian bahunya"gerutu Lim dalam hati
"sepertinya kau mulai menggunakan mata tembus pandangmu"ucap Lian
mata tembus pandang tentu saja kekuatan ini dapat melihat sesuatu yang ada dalam diri orang lain meski orang itu tertutupi oleh kain, tapi jika sang pemilik kekuatan memiliki kontrol yang besar maka dia bisa mengendalikan kapan saja mata tembus pandangnya digunakan.
mata tembus pandang juga berfungsi untuk melihat keadaan fisik dan jiwa orang lain, sehingga sang pemilik kekuatan bisa tahu tentang penyakit apa yang diderita orang lain dengan sekali lihat.Diagnosa mereka tentang penyakit tidak pernah salah,
"wahhhh ternyata kekuatannya sangat hebat!"seru Lim
"apakah kau dapat melihat seluruh tubuh Paul yang tertutup pakaian itu?"tanya Lian
"tadi iya! tapi dengan mudah aku menghilangkannya,bukankah hal itu terlalu privasi"gumam Lim
"ya...untung saja kau tahu!jika tidak kau akan menyalah gunakan kepada seorang gadis"ujar Lian
"hei...aku bukan pria seperti itu!"seru Lim
"baiklah....kau memang anak yang baik"ucap Lian
Paul yang sedari tadi menunggu jawaban Lim mulai bingung karena temannya hanya diam dan berdiri dengan raut yang berubah ubah.
"Lim!!ada apa?"
"apakah kau baik baik saja"ucap Paul
"e-eh iya aku baik baik saja!hanya kelelahan karena habis berlatih"sahut Lim sambil tersenyum
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita makan bersama"ajak Paul berjalan masuk ke dalam rumahnya
_____________bersambung______________