
"hey kau kenapa?wajahmu pucat....."
"e-eh apa ini?" tanya jiang melihat bercak darah di bajuku
"terluka saat berlatih" sahutku lirih
"apakah kau bisa membuat ramuan untuku,aku merasa seluruh organku hampir hancur"
"ahh baiklah segera ku buatkan" ucap jiang dan berlari mengambil bahan pembuat ramuan
10 menit kemudian jiang kembali membawa secangkir cawan di tangannya
"minumlah"menyodorkan cawan kepadaku,
setelah minum ramuan dari jiang aku merasakaan seluruh tubuhku membaik dan terasa menyegarkan
"kenapa pahit sekali......."
"ramuan yang di buat nenek tidak pahit sama sekali" rengekku
"ah tadi nenek memberitahuku untuk menaruh beberapa kayu manis dan daun asinila untuk menghilangkan rasa pahit ramuan"
"tetapi karena terburu buru aku lupa memasukkannya" ujar jiang sambil tertawa
"baiklah terimakasih" ucapku kemudian segera berbaring dan beristirahat
"besok harus berlatih lagi" gumamku
"LIM!!BANGUN!!"teriak jiang
"aduh.....iya iya,kenapa pakek teriak sih?" sahut lim yang tersontak duduk mendengar teriakkan jiang
"kalo ga teriak kamu ga akan bangun"
"ayo bersiap acara pendewasaan akan dimulai" ucap jiang
15 menit kemudian lim dan jiang telah selesai bersiap siap dan pergi melihat upacara yang dilakukan warga desa,
"dari tadi aku tidak melihat nenek,pergi kemana nenek?" tanya lim
"aku juga tidak tahu,tadi saat aku bangun sudah tidak ada siapa siapa dirumah kecuali kita"sahut jiang sambil berjalan mendahului lim
mereka berdua berjalan menuju tempat upacara yang di laksanakan oleh warga desa,
"sepertinya disana!"ucap jiang sambil menunjuk kerumunan orang
"sepertinya itu nenek"sahut lim melihat wanita tua yang sedang membagikan sebuah cawan kepada anak anak
"permisi....apa yang sedang mereka lakukan" tanya lim kepada pria yang berada tidak jauh darinya
"wanita itu membagikan cawan yang digunakan untuk ritual pendewasaan" sahutnya
"bisakah kau jelaskan lebih detail" pinta jiang
"seperti yang kita tahu bahwa upacara pendewasaan biasanya hanya dilakukan oleh para bangsawan,tapi 30 tahun yang lalu wanita itu datang ke desa ini sebagai tabib dan mengajarkan semua warga cara melakukan trobosan,dia juga melakukan upacara pendewasaan pada anak anak disini"
__ADS_1
"terimakasih atas penjelasannya" ucap jiang kemudian mereka berjalan mendekat untuk melihat secara jelas ritual upacara.
"wahh ritualnya juga berbeda,mereka hanya memasukkan tangannya ke dalam cawan"
"lihatlah cawannya bercahaya" ucap jiang takjub
"hey lian apakah kau tahu tentang ritual ini?" tanya lim sambil berbisik
"tentu saja!apakah kau meremehkanku?" sahutnya
"tapi bukankah manusia takdir putih tidak bisa melakukan ritual seperti ini?" tanya lim
"ritual ini berbeda dengan ritualmu,wanita itu mengajarkan tentang kekuatan fisik dan aura yang ada pada mereka,semakin bercahaya cawan itu maka semakin kuat kekuatan fisik mereka"
"aaaa ternyata ada yang seperti itu,tetapi bagaimana nenek bisa melakukannya?"
"wanita tua itu adalah manusia takdir ilahi" ucap lian
"hah??maksutmu nenek adalah seorang tetua?" tanya lim dengan wajah terkejut
"sebenarnya seperti itu,tetapi dia lahir dari pasangan takdir ilahi dan takdir putih"
"manusia jaman sekarang menyebutnya sebagai tetua yang terasingkan,mereka tidak akan membiarkan manusia seperti dia menjadi tetua yang sebenarnya"
"wahh jahat sekali"gumam lim
"hey lim!upacara sudah selesai,ayo kita kembali ke rumah" ajak jiang
"aku kira kalian kemana,ternyata kalian pergi melihat upacara pendewasaan"ucap nenek yang melihat jiang dan lim memasuki rumah
"iya nek,kami penasaran tentang ritual ini" sahut lim sambil tertawa
"itu hanya kemampuanku untuk melatih kekuatan fisik mereka,ini disebut sebagai pertahanan agar mereka dapat melindungi diri dari bahaya"
"wahh nenek hebat sekali" ujar jiang dan lim dengan ekspresi takjub
"bangsawan seperti kalian pasti pernah bertemu orang yang lebih hebat dariku" ucapnya sambil tersenyum
"bagaimana nenek tahu?"tanya jiang
"aku bisa merasakan aura kalian"
"tetapi batu ritual menunjukkan bahwa aku manusia takdir putih" sahut jiang
"apapun takdir yang kau miliki,tetap saja darah bangsawan mengalir dalam dirimu"
"kau tetap bagian dari mereka" wanita itu berkata sambil membereskan beberapa cawan di depannya
"sebentar aku akan membuat makanan untuk kalian"lalu berjalan ke dapur
"menurutmu siapa nenek sebenarnya?" tanya jiang sambil melirik lim
"sepertinya nenek adalah tetua yang bernasib sepertimu"
"sudahlah lupakan tentang status,kita harus bisa menjadi kuat karena diri kita sendiri dan tidak mengandalkan status keturunan" sahut lim
__ADS_1
20 menit kemudian wanita itu keluar dengan hidangan yang telah dia siapkan,
setelah memakan masakan yang telah di hidangkan.....
lim kembali berlatih di halaman belakang rumah.
"baiklah mari berlatih"
"tapi bagaimana caranya agar aku tahu kapasitas tubuhku?" tanya lim
"itu gampang!bayangkan saja ruang hampa yang ada dalam dirimu,ruang itu akan dipenuhi cahaya putih"
"setelah cahaya putih mengalir ke seluruh ruang maka kau akan mencapai batasnya"
"baiklah aku mengerti" ucap lim lalu memulai latihan yang kemarin dia lakukan
"ah aku merasakan kesejukan ini lagi"
"aku harus fokus!mari melihat seberapa kapasitasku" gumam lim kemudian memasuki ruang hampa yang ada pada dirinya
"kenapa tidak ada cahaya putih?"gerutu lim
"ah itu ada cahaya yang terlihat samar...."
"wah semakin jelas!"
"baiklah sekarang aku tahu seberapa besar kapasitasku"
15 menit kemudian
"hah aku telah mencapai batasku"ucap lim
dia merasakan energi kehidupan mengalir dalam tubuhnya,tubuh lim terasa lebih ringan dan bugar
"akhirnya.....sekarang gambarlah tubuhku" pinta lian
"hah?menggambar?"tanya lim terkejut
"ya....tiru saja tubuhku yang pernah kau lihat di tungku itu"
"lalu berkosentrasilah untuk mengeluarkan tubuhku dari dalam dirimu"sahut lian
"ah baiklah" kemudian mulai menggambar di atas tanah,meniru gambar yang ada pada tungku.
"oke sekarang aku hanya perlu berkosentrasi" gumam lim
5 menit kemudian
"hahahaha!!akhirnya aku bisa berjalan"teriak lian sambil berjalan kesana kemari
"apakah sekarang semua bisa melihatmu?"
"tentu saja,mereka juga bisa mendengar suaraku"
__ADS_1
"aku juga bisa berkomunikasi denganmu tanpa bersuara" sahutnya
________________bersambung_____________