Tungku Legendaris

Tungku Legendaris
Eps 25. Pohon Roh Keluhan


__ADS_3

"aku butuh untuk mengobati Shui,nanti akan aku jelaskan" ucap Lim membawa semua bunga Olander milik Jiang dan bergegas membuat ramuan


"buat di rumah Paul saja!agar tidak susah memindahkan ramuannya"pinta Lian


"apa susahnya membawa ramuan?"fikir Lim


"Shui harus berendam di ramuan itu!jadi kau harus membuat ramuannya dalam bak besar"ujar Lian


"ohhh ternyata begitu...."sahut Lim berjalan masuk ke rumah Shui,dan terlihat Paul sudah kembali dari ladang


"Lim....aku sudah mendengar semuanya dari Shui!"


"bisakah kau menolong istri dan anakku?"tanya Paul dengan wajah risau


"aku akan berusaha sebaik mungkin! sekarang tolong siapkan bak besar untuk Shui berendam" pinta Lim,sedangkan Paul berjalan menyiapkan barang yang diminta oleh Lim


"apa yang akan kau lakukan?"ucap Shui penasaran


"aku akan buat ramuan untuk kau berendam agar spirit iblis dalam tubuhmu hancur"


"setelah induk spirit mati maka spirit yang ada dalam tubuh anakmu akan menghilang"ujar Lim


"hei...setelah selesai membuatnya! salurkan tangan penyembuh pada bak ramuan!"pinta Lian


setelah itu Lim membuat ramuan dari bunga Oleander dan menyuruh Shui berendam di dalamnya selama 10 jam hingga air ramuan berubah warna menjadi kehitaman,10 jam kemudian air ramuan perlahan menghitam.


"luar biasa....aku merasa segar dan bertenaga!aku juga merasakan energi kultivasiku"celetuk Shui


"sekarang spirit iblis itu sudah hancur....dan kau bisa melanjutkan kultivasimu! putramu juga baik baik saja"seru Lian


"terimakasih Lim....aku benar benar sangat berhutang padamu"teriak Paul dengan raut gembira


"sama sama....ini semua memang kewajibanku untuk membantu teman"ucap Lim sambil tersenyum,kemudian pulang untuk beristirahat karena ia merasa kewelahan setelah mengobati Shui,


"heh....kenapa begitu melelahkan!aku merasa sangat lemas"gerutu Lim melemparkan tubuhnya ke tempat tidur


"itu karena kau menggunakan tangan penyembuh, meski spirit iblis sudah mati tapi jiwa kultivasi Shui juga sudah hancur"


"dan tangan penyembuhmu membuat jiwa kultivasi Shui kembali normal!"


"kau berhasil menyembuhkannya"celetuk Lian

__ADS_1


"hah....syukurlah kalau begitu!aku bisa beristirahat sekarang" seru Lim lalu tertidur,


Shui adalah putri dari keluarga Luo,ibunya meninggal setelah melahirkan Shui.Setelah itu ayah Shui menikahi kakak mendiang istrinya untuk memberi Shui seorang ibu,1 tahun kemudian Shui mempunyai seorang adik laki laki.


Shui adalah gadis jenius, saat usianya 4 tahun dia sudah menjadi kultivator tahap pemurnian,itu membuat dirinya dikenal di seluruh kerajaan sebagai jenius termuda, sedangkan adiknya berhasil menjadi kurtivator di usia 7 tahun.Ini juga termasuk usia muda,Ayah Shui menjadi buah bibir seluruh warga karena beruntung mempunyai anak anak yang berbakat.


Tentu saja bakat putrinya semakin hebat,Shui berhasil menjadi alkemis tingkat dasar saat berusia 10 tahun dan di usianya yang ke 11 ia berhasil memasuki tahap fondasi tingkat akhir dalam kultivasinya.namun setelah itu terjadi hal aneh pada tubuh Shui,dalam pertandingan kesetaraan yang di gelar keluarga Luo untuk melatih dan melihat kekuatan generasinya.


Saat itu Shui tidak berhasil menang dalam satu pertandingan manapun,tubuhnya melemah dan kultivasinya berhenti di tahap fondasi terakhir. Ini membuat ayahnya menanggung citra buruk karena penurunan yang dialami putrinya,


Shui yang tidak mudah putus asa berusaha meneruskan pendidikan alkemisnya,dan ia berhasil menjadi alkemis tingkat perunggu pada usia 15 tahun.Tapi karena suatu tragedi Shui terpaksa diusir keluar oleh ayahnya sendiri.


...********...


saat malam tiba Lim merasakan hawa panas menyelimuti tubuhnya yang sedari tadi sedang menata pil yang waktu itu ia buat. Tentu saja ini hal yang tidak wajar mengingat suhu rendah wilayah perbukitan namun bagaimana bisa hawa panas muncul menyesakkan Lim,


"Ada apa ini....kenapa panas sekali"gerutu Lim perlahan lahan merasa kesakitan di seluruh tubuhnya,


"Sial....aku tidak bisa bergerak!"gumam Lim dalam hati,ia mencoba memanggil seseorang namun suara tak dapat di keluarkan dari kerongkongannya,


Lian yang ada di depannya tengah memeriksa pil buatan Lim,sehingga ia tak menyadari apa yang terjadi dengan temannya.Semakin lama sakit yang Lim rasakan menjalar ke seluruh tubuh bahkan ia tak bisa bergerak sedikitpun,


"Lian....lian!tolong! hal aneh terjadi padaku" ucap Lim dalam hati, ia berharap Lian mendengar ucapan Lim seperti biasanya. Tetapi tidak ada respon apapun,perlahan lahan kesadaran Lim mulai menghilang karena tak tahan menahan sakit yang menyerangnya,


Lim yang sudah mulai sadar membuka matanya,


"uh....dimana ini?"gumam Lim menggerakkan tubuhnya perlahan,berusaha mengingat kejadian terakhir yang menimpa dirinya


"sepertinya tadi aku pingsan"fikir Lim,namun ia merasa aneh mengetahui bahwa dirinya tengah berada di tempat gelap gulita seorang diri.


"apa yang terjadi?dimana ini!"


"Siapa yang membawaku kemari!"teriak Lim melihat ke sekeliling berusaha mencari adanya seseorang di tempat itu,


"uh....energiku terkuras habis"gerutu Lim


"aku juga tidak bisa mengalirkan energi vital karena perintah Lian"celetuknya


tak lama kemudian muncul semacam tulisan tulisan asing mengelilingi Lim,muncul cahaya berbeda di setiap tulisan.Semakin dilihat Lim tahu bahwa tulisan itu menggunakan bahasa kuno,


berkat ibu Xiao yang mentransfer pengetahuannya,kini Lim dapat dengan mudah mengerti setiap tulisan yang ada di depannya.

__ADS_1


Ada 4 tulisan yang tengah mengelilinya,warna hijau hukuman,warna biru kesenangan,warna kuning ilusi,warna putih pertarungan.


"mmm apa maksutnya"fikir Lim sedikit kebingungan,setelah lama berfikir akhirnya ia tahu keadaan apa yang sedang menimpanya.


"sepertinya pohon roh keluhan dalang masalah ini" gumam Lim


"Tapi kenapa kau harus muncul saat aku tidak boleh menggunakan kekautanku!" rengek Lim


"kau curang!!dan menyerang saat kondisi lawanmu melemah"


"dan apa maksudnya ini.....apakah kau menyuruhku untuk memilih ujiannya?"celetuk Lim


"aku bahkan tidak tahu apa apa tentang ujian ini!!!!"


"HUH....kalau begitu aku pilih warna biru saja" teriak Lim


seketika dalam sekejap Lim berpindah tempat dan kembali ke dalam kamarnya, hanya saja semua kotak dan pil yang ia bereskan tidak ada ditempat sebelum ia pergi tadi.Lim berusaha mencari keberadaan Lian,yang tidak dapat ia temukan.


"Jiang....apakah kau melihat Lian?"tanya Lim kepada Jiang yang tengah berlari mendekati Lim dengan raut tergesa gesa,


"hah sudahlah,ayo kita kembali secepatnya!" ajak Jiang menarik Lim masuk kedalam kereta kuda yang sangat mewah


"Eh eh tunggu....ada apa ini!kita kembali kemana?kau juga dapat kereta ini darimana?"Ucap Lim kebingungan


"kita kembali ke istana!"teriak Jiang kepada kusir kereta yang ia bawa


"hei jawab aku!"pinta Lim


"sudah cukup kau membuatku repot karena urusan negara!jangan tambah bebanku"gerutu Jiang


"Apa yang kau maksud!kenapa dengan negara kita"ucap Lim dengan raut bingung mendengar ucapan Jiang


"aku tahu jika kau adalah raja!tapi aku masih saudaramu....jangan siksa aku"rengek Jiang


"sebenernya apa yang terjadi....aku bahkan tidak mengerti apapun dengan semua yang ia ucapkan"gumam Lim dalam hati berusaha pasrah dengan apa yang terjadi meskipun ini membuatnya bingung,


setelah 6 jam perjalanan dan mereka sampai di sebuah kerajaan yang sangat megah dan mewah.


"selamat datang....ratu sudah menunggu dari tadi"ucap salah satu penjaga yang berdiri di depan istana


_______________bersambung________________

__ADS_1


__ADS_2