
"dimana Jiang?"ujar Lim
"masih mengingatku?kenapa kau pergi berlatih!"teriak Jiang yang sedang membawa makanan dengan raut marah
"e-eh....aku hanya berlatih sebentar"sahut Lim
"kau itu baru saja sembuh!apakah kau ingin mati muda"ujar Jiang
"aku juga sebenarnya tidak ingin berlatih,tapi apa boleh buat Lian yang memaksaku" gumam Lim
"jangan salahkan Lian!kau tidak boleh beralasan apalagi menyalahkan orang lain"ucap Jiang
"eh tapi kan Lian bukan orang"celetuk Lim sambil tertawa
"sudahlah!! Memang aku yang menyuruhnya berlatih"
"jika dia tidak berlatih maka nyawanya akan terancam"seru Lian
"ternyata begitu....yasudah mulai sekarang kau tidak boleh tidur terlalu lama!hiatlah berlatih"pinta Jiang dengan raut memaksa
"hah kenapa jadi begini"gerutu Lim
"yasudah ayo makan!"ajak Shui menghentikan adu mulut yang terjadi antara Lim dan Jiang,
setelah menghabiskan makanan yang dimasak Shui,mereka semua kembali kepada kesibukannya masing masing. Sedangkan Lim mendekati Paul untuk membicarakan sesuatu,
"Paul...kau mau kemana?"tanya Lim
"Aku ingin mengecek pembuatan pupuk!apakah sudah siap atau belum"ucap Paul berjalan pergi
"tunggu!bisakah kita bicara sebentar..." celetuk Lim mencegah temannya untuk pergi,
"ada apa?apakah ada sesuatu"ujar Paul sedikit bingung dengan perilaku Lim
"aku ingin bertanya..."
"silahkan!tanyalah"seru Paul dengan raut serius bersiap mendengar perkataan Lim,
"apakah kau pernah terluka cukup parah di bagian bahu?seperti jatuh dari tempat tinggi!"celetuk Lim
"e-eh iya...pernah,tapi itu sudah lama sekali" sahut Paul
"apakah lengan kirimu terasa nyeri akhir akhir ini?"tanya Lim
"B-bagaiman kau tahu?aku bahkan tidak memberi tahu istriku tentang ini"ujar Paul terkejut
"bahumu mengalami dislokasi ringan!tapi karena sudah lama tidak diobati itu menjadi parah sekarang"
"b-benarkah?apakah itu sangat berbahaya untuk kondisiku?!"
"tapi setelah terluka waktu itu,aku selalu meminum ramuan untuk mengobatinya" ucap Paul
__ADS_1
"saat itu kau terlalu cepat diberi pemijatan padahal tulangmu masih trauma dan belum bisa mendapat penyembuhan seperti itu!"
"dan kau mengonsumsi ramuan pereda nyeri melebihi dosis,itu bisa merusak ginjalmu"gerutu Lim
"mau bagaimana lagi,saat rasa nyerinya menyerang aku tidak bisa melakukan apapun karena rasa sakit itu"
"Aku tidak tahan dengan rasa sakitnya!tapi aku juga tidak mau Shui khawatir"sahut Paul
"janagn lakukan itu lagi!kemarilah"pinta Lim
kemudian Paul berjalan mendekat setelah itu Lim menusuk titik akupuntur Paul guna mengeluarkan residu ramuan yang selama ini Paul konsumsi,kemudian menyembuhkan bahu temannya dengan kekuatan tangan penyembuh miliknya,
"Huft....aku sudah mengobati masalah ginjalmu!untuk saat ini kau tidak boleh melakukan pekerjaan yang terlalu berat"
"Lenganmu juga tidak akan merasa sakit lagi"ucap Lim dengan nafas terengah engah
"Iya!aku merasa sangat baik dari sebelumnya,terimakasih Lim"
"tapi apakah kau baik baik saja?kau seperti sangat kelelahan"celetuk Paul
"Ya aku baik baik saja....itu bukan apa apa!"sahut Lim tersenyum
"kalau begitu apakah sekarang aku boleh pergi?"tanya Paul
"silahkan!tapi ingat tidak boleh bekerja terlalu berat"seru Lim
"baiklah!aku akan mengingatnya..."pamit Paul berjalan pergi meninggalkan Lim
"huft.....aku merasa sangat lelah setelah menyembuhkan Paul"rengek Lim dengan tubuh lemas tak berdaya
"tapi apa gunanya menyembuhkan orang lain jika diri sendiri menjadi sakit setelah melakukan itu"gumam Lim
"kalau begitu tidak usah kau sembuhkan!biarkan dia merasa kesakitan dan mati perlahan"seru Lian
"aku tidak bisa!hati nuraniku tidak tega melakukannya"sahut Lim
"kalau begitu yasudah!jangan merengek!kau hanya perlu beristirahat dan akan pulih dengan cepat"gumam Lian
"baiklah...ayo pulang dan pergi tidur"ucap Lim berjalan pulang ke rumah untuk beristirahat
"hei Lim....kau kenapa?"
"padahal kita baru saja selesai makan,tapi kau terlihat kelelahan"tanya Jiang dengan raut bingung melihat Lim yang berjalan sangat pelan,
"aku hanya mengantuk!"ucap Lim memasuki kamar kemudian membaringkan tubuhnya ke tempat tidur
4 hari yang tersisa digunakan sebaik mungkin oleh Lim dan Jiang,kedua anak ini semangat dalam latihan untuk mengasah kekuatan mereka masing masing.Berusaha keras agar bisa menjadi kuat dan mempersiapkan tes seleksi yang diadakan Aula Fazo yang akan mereka ikuti nantinya,
Pagi ini tiba saatnya bagi mereka untuk berpamitan dengan Paul dan yang lainnya,
"kau sudah selesai mengemas semua barangmu?"tanya Jiang
__ADS_1
"iya sudah...aku sudah menaruh semua barangku ke dalam kereta"ujar Lim
"lalu kenapa kau masih memegang kotak itu?masukkan saja ke dalam kereta,disini masih banyak tempat untuk menyimpannya"ucap Jiang
"oh ini....ini untuk mereka,sebagai hadiah perpisahan dariku"sahut Lim
"kalau begitu ayo kita pergi untuk berpamitan dengan mereka semua"ajak Jiang kemudian mereka berjalan mendekati teman temannya yang tengah berdiri sedari tadi menunggu keberangkatan Lim dan Jiang,
"Paul terimakasih sudah mau menerima kami untuk tinggal disini"celetuk Lim sambil tersenyum,
terlihat raut kesedihan di wajah Paul,tentu saja karena orang yang ada di depannya telah banyak membantu cita cita yang ingin Paul capai sebagai ketua penyamun.Namun tidak disangka penolong sekaligus temannya harus pergi secepat ini,
"aku juga berterimakasih atas semua bantuanmu"sahut Paul
"hey....jika kalian memang seorang teman tidak usah saling mengucapkan terimakasih!" teriak Lian
"hahaha....itu benar! Jika ada waktu berkunjunglah kemari"ucap Paul
"tentu saja!kau juga jika sedang ke kota mampirlah untuk mencariku"ujar Lim
"baiklah....aku akan mengirim surat untuk mengabari kalian"seru Paul
"apakah aku perlu mengantar kalian?"tanya Ongyu
"e-eh bukankah itu terlalu merepotkan!kami bisa berangkat sendiri"celetuk Jiang berusaha menolak tawaran Ongyu
"mmm itu ide yang bagus!Ayo berangkat bersama"sahut Lim
"ini 1 kotak pil buatanku!jual di pelelangan maka kalian akan mendapat harga tinggi!"
"dan uangnya gunakan untuk membeli kebutuhan seluruh warga!"menyodorkan 1 kotak pil kepada Paul
"kenapa tidak kau gunakan saja uangnya untuk kebutuhan kalian"sahut Paul berusaha menolak pemberian temannya
"aku masih punya banyak pil lainnya!lagipula seluruh warga sedang kesulitan,ini bisa membantu ekonomi kalian untuk sementara waktu"ucap Lim
"Lim terimakasih sudah mau berkorban begitu banyak untuk kami semua"ujar Shui
"jangan ucapkan terimakasih!atau Lian akan marah"ucap Lim berbisik
"aku bisa mendengar itu!"teriak Lian
"ini juga ada beberapa resep ramuan yang aku tulis sendiri!semua bahannya mudah di dapat,kalian bisa mengobati orang terluka"
"jadi tidak perlu mencari tabib dari kota"celetuk Jiang memberikan secarik kertas berisi banyak resep yang ia dapatkan dari hasil penelitiannya selama ini,
”eh...tapi kami terlalu takut jika pengobatan tidak dilakukan oleh ahlinya"ujar Ongyu
"Tenang saja!Shui seorang alkemis dia pasti bisa menangani masalah itu"ucap Lim
"eh...tapi aku sudah lama tidak berlatih"seru Shui sedikit ragu
__ADS_1
"kalau begitu!setelah mendapatkan uang dari hasil lelang,Paul akan membeli beberapa buku alkemis untukmu"ujar Jiang
_____________bersambung______________