Tungku Legendaris

Tungku Legendaris
Eps 34. Dia bukan tipeku


__ADS_3

"itu sebuah pil kualitas tinggi dan sangat mahal!itu berarti disini ada ahli pil"ucap Lian


"sepertinya itu tidak perlu"gumam Lim


"haiya...terima saja!gadis ini terlihat sangat tulus"celetuk San mengambil pil tadi


"tenang saja!aku akan bantu Lim meminumnya"ucap San


"baiklah!aku pergi dulu"pamit Bulan dengan raut sedih


"bukankah kau sedikit keterlaluan!dia hanya seorang gadis kecil,jangan langsung menolaknya"teriak San


"aku hanya tidak tertarik dengan hal ini"ucap Lim


"hah sudahlah!ayo kita menemui Jiang,dia pasti sudah selesai"ajak San kemudian mereka berjalan ke tempat arena para ahli alkemis


"pemenangnya adalah Jiang Duan"teriak sang pengadil


"sepertinya kita datang terlambat"gumam San


"tidak apa apa!yang penting Jiang berhasil menang"ucap Lim


"hei!!aku berhasil,bagaimana dengan kalian"teriak Jiang dengan raut bahagia


"tentu saja berhasil!Lim juga mengalahkan seseorang dari keluarga kalian"ujar San


"kau bertarung dengan Wang?"tanya Jiang menatap ke arah Lim


"iya...mereka juga tahu kalau aku diusir!padahal aku sudah menutupi nama asliku"rengek Lim lirih


"tapi margamu tetap Duan!dasar bodoh"celetuk Jiang memukul kepala Lim


"hah!!!sudahlah!aku muak menceritakan kejadian tadi"ujar Lim


"eh tunggu!bukankah itu wanita yang tadi melawanku?"seru Lim melihat perempuan yang tadi ia kalahkan tengah bertanding di arena alkemis


"Iya kau benar!bagaimana dia disini?"ucap San


"tentu saja karena dia ikut seleksi alkemis"sahut Jiang


"pemenangnya adalah Pen Lia"teriak sang pengadil


"e-eh kau!"ucap Lia terbata bata melihat Lim ada di depannya


"bagaimana kau bisa disini?"tanya Lim


"mmm aku ikut seleksi ahli bela diri dan alkemis secara bersamaan"gumam Lia lirih


"hah!bagaimana bisa?"ujar Lim dengan raut terkejut


"aku kenal dengan salah satu petinggi Aula Fazo,dia membantuku mengatur waktu untuk mengikuti 2 seleksi secara bersamaan"ucap Lia


"oh...kau hebat dalam alkemis tapi kenapa ingin menjadi ahli bela diri"celetuk Lim sedikit penasaran


"di desaku banyak sekali orang yang mempunyai bakat dalam pengobatan,tapi aku juga ingin mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka"sahut Lia


"ohh tapi kau juga bagus sebagai kultivator, ini Jiang dia juga seorang kultivator!kalian bisa berlatih bersama"gumam Lim memperkenalkan mereka

__ADS_1


"eh...itu tidak perlu!aku ingin minta maaf atas perkataanku tadi dan terimakasih sudah membantu menghilangkan halangan kultivasiku"ucap Lia sambil tersenyum


"itu bukan apa apa"sahut Lim kemudian mereka bertiga berjalan pergi meninggalkan Lia


setelah semua pertandingan selesai,pihak Aula Fazo mengumumkan nama nama peserta yang berhasil lolos dari seleksi akademik sekaligus seleksi pertandingan,


Setelah itu pihak Aula meminta semua peserta ahli bela diri yang lolos untuk segera berkumpul ke dalam ruangan dan melakukan penguji roh,sedangkan para peserta yang lolos ahli alkemis akan melewati tes pertama untuk memilih pembimbing mereka.


"apakah penguji roh ini wajib dilakukan?" ucap Lim


"tentu saja!ini sama saja dengan melihat bakat semua peserta,agar mereka tidak salah dalam melatih ilmu bela diri"sahut San


"Lian!bagaimana jika roh ku tidak sesuai dengan jurus bintang?"tanya Lim dalam hati


"kau tidak perlu khawatir,jurus bintang bisa di pelajari oleh semua roh!"ujar Lian


"baguslah kalau begitu"gumam Lim dalam hati


untuk menguji roh yang ada pada diri setiap orang,dibutuhkan sebuah pilar agung dan pilar agung sendiri adalah sebuah pilar tinggi terbuat dari batu dengan tulisan kuno yang di dalamnya terdapat kekuatan dimensi yang di dapat dari pertapaan 5 orang leluhur terdahulu.Sedangkan di Aula Fazo terdapat 10 pilar peninggalan para leluhur,


Semua peserta harus berdiri di depan pilar kemudian meletakan tangannya ke salah satu tulisan kuno yang ada di setiap sisi pilar,setelah itu pilar agung akan bereaksi sesuai roh yang ada di dalam diri peserta.(roh kayu) jika pilar memunculkan hawa panas dan kobaran api,(roh tanah) jika pilar memunculkan cahaya kuning dan tumbuh sebuat tanaman rambat di sekitar pilar, (roh darah) jika pilar berubah menjadi warna merah.


"silahkan semua peserta mengambil undian sebagai penentu urutan"suruh sang pembimbing


"ayo cepat cepat!semoga tidak dapat nomor belakang,aku ingin segera makan"celetuk San menarik tangan Lim menuju kotak undian


"eh...pelan pelan aku hampir tersandung" seru Lim berusaha menyeimbangkan kecepatan San


"hehehe.....maafkan aku"gumam San, kemudian mereka berdua mengambil undian


"wahh kau benar!untung saja kita cepat kemari"


"uhm kenapa kau selalu beruntung"ujar San dengan raut kecewa


"hah?apa maksudmu?"tanya Lim dengan raut bingung


"aku mendapat nomor 48" rengek San


"hahaha....tidak apa apa!aku akan menunggumu"sahut Lim sambil menepuk bahu San secara perlahan,


"kalau begitu aku naik dulu ya!"pamit Lim berjalan mendekati pilar


"semua peserta yang sudah menempati setiap pilar,boleh menaruh tangan kalian untuk pengujian roh"ujar sang pembimbing


setelah mendengar perintah dari salah satu pembimbing,10 peserta pertama mulai menaruh tangan mereka masing masing ke salah satu bagian pilar.Satu persatu pilar mulai bereaksi dengan berbagai macam roh,terdapat 6 peserta dengan roh tanah dan 3 peserta roh kayu.Sedangkan pilar milik Lim belum bereaksi sama sekali,


"hahaha....lihatlah!pilarnya tidak menunjukkan apapun"


"hahaha...sungguh memalukan!"


"apakah dia tidak memiliki roh"


"Dia dapat menang tadi hanya sebuah keberuntungan"


"berani beraninya bocah itu masih disana!" semua orang mulai berceloteh dan mengolok olok Lim,sedangkan bocah itu masih berdiri merenungi kesalahan apa yang ia lakukan sehingga pilar itu tidak dapat menguji roh miliknya


"apakah ada yang salah?"gumam Lim dalam hati

__ADS_1


"entahlah!sebelumnya aku tidak pernah melihat pengujian roh"ujar Lian


"kenapa pilar ini tidak bereaksi"fikir Lim kemudian menoleh dan menatap sang pembimbing


"kenapa pembimbing itu tidak menyuruhku turun"ucap Lim dalam hati


"sepertinya dia mempercayaimu!"ujar Lian


"cepat lakukan!pahami pilarnya"ujar sebuah suara yang terdengar di telinga Lim


"a-apa itu tadi!itu seperti suara pembimbing"


"bagaimana dia bisa mengirim suara sepertimu?"gumam Lim lirih


"itu berbeda!yang ku lakukan hanya telepati biasa dan cuma kita yang bisa melakukannya"


"itu peredam suara semacam kekuatan yang dimiliki oleh ahli beladiri tingkat 5 keatas, kekuatan ini berfungsi mengirim suara kepada seseorang yang kita inginkan"ucap Lian


"wahh....hebat!dia menyuruhku untuk memahami pilarnya,itu berarti ada yang salah dengan pilar ini"fikir Lim


"apa apaan ini!cepatlah turun!"


"sungguh membosankan!"


"TURUNLAH!"


"kami juga ingin melakukan pengujian roh" teriak semua orang


"saya akan memahami pilarnya namun 9 pilar lainnya masih bisa digunakan untuk pengujian roh,suruh peserta lain untuk naik"ucap Lim menghampiri sang pembimbing


"apakah tidak apa apa?nanti kau bisa terganggu?"tanya sang pembimbing


"tidak..."sahut Lim kembali berdiri di depan pilarnya


______________bersambung______________


...perkenalan tokoh...


nama : Wang Duan (takdir pejuang/bangsawan)


umur : 14 tahun


tinggi : 150cm


kultivasi : fondasi tingkat 5


nama : San Pio (setengah bangsawan)


umur : 17 tahun


tinggi : 175cm


kultivasi : fondasi tingkat 9


nama : Pen Lia (rakyat biasa/takdir putih)


nama : 16 tahun

__ADS_1


tinggi : 155 cm


kultivasi : fondasi tingkat 7


__ADS_2