
"eh tunggu!"panggil Mandu menghentikan langkah Lim
"ada apa?"tanya Lim menoleh ke arah Mandu
"kalau boleh tahu siapa namamu?dan apakah nanti aku bisa meminta pertolonganmu lagi?"celetuknya menatap Lim dengan raut memohon
"hmm...boleh!namaku Lim"ucap Lim menganggukan kepala kemudian pergi meninggalkan Mandu
"Lian...kau juga sudah boleh keluar!"celetuk Lim
"hmm....baiklah!buka dulu titik akupunturmu" ucap Lian lalu ia keluar sesaat setelah Lim melakukan apa yang ia suruh,kemudian Lim berjalan keluar dan melihat temannya San tengah menunggunya di depan
"apakah hanya ini barang barang kalian?"tanya San membantu Lim memindahkan barangnya
"ia hanya itu saja...."gumam Lim
"wahh...apakah itu binatang suci yang kau maksud?"ujar San dengan raut takjub melihat ke bagian pundak Lim
"iya....ini Lian"sahut Lim
"apakah aku boleh menyentuhnya?"ucap San dengan raut memohon
"tentu saja tidak!singkirkan tanganmu itu"celetuk Lian
"wah...bisa berbicara juga!"seru San tersenyum lebar dengan raut terkejut
"yasudah ayo kita ke tempatmu!"ajak Lim
"ya kau benar!aku juga sudah sangat lapar!" gumam San kemudian mereka berpindah tempat menuju gedung yang di sewa oleh San
tepat di depan gedung terdapat 2 orang pelayan yang di bawa oleh San,mereka tengah membawa bahan bahan masakan,kemudian San menyuruh teman temannya masuk ke dalam lalu menunjukkan kamar yang telah ia siapkan untuk mereka.San memberikan 1 kamar masing masing untuk Lim dan Jiang,
"barang barangnya sudah ada di dalam kamar kalian masing masing"ucap San
"terimakasih atas kebaikanmu..."ujar Jiang menatap ke arah San
"kita ini teman!tentu saja itu bukan apa apa"seru San
"kalau begitu kita duduk dulu sambil menunggu masakannya matang"pinta San kemudian mereka bertiga duduk melingkar di depan meja makan
__ADS_1
"bagaimana dengan tes mu tadi?apa yang terjadi"tanya Lim menoleh ke arah Jiang
"iya...aku dari tadi ingin bertanya tentang itu!namun tidak ada kesempatan untuk bertanya"teriak San
"hanya tes untuk memilih 3 ilmu dalam dunia alkemis"gumam San menceritakan apa yang terjadi,
"entahlah aku tidak terlalu paham akan itu, salah satu pembimbing menyuruh semua peserta untuk duduk di atas batu untuk melihat cahaya batin mereka"ujar Jiang
cahaya batin seperti untaian bakat yang ada di diri setiap mahluk hidup,untaian ini bagai benang yang memiliki bentuk yang berbeda. Sedangkan di Aula Fazo sendiri cahaya batin ini digunakan untuk melihat bakat setiap peserta ahli alkemis,
Hampir sama dengan ahli bela diri,dalam dunia alkemis terdapat 3 ilmu yang membagi setiap ahli alkemis.Yaitu alkimia,ahli ramuan,dan juga ahli pil yang mana memiliki kemampuan dan juga kekuatan yang berbeda di setiap ilmunya.
jika cahaya batin itu berbentuk bulat maka menunjukkan bakat alkimia,lalu cahaya batin berbentuk oval maka menunjukkan bakat ahli ramuan, sedangkan cahaya batin dengan bentuk spiral adalah bakat ahli pil.Namun tentu saja cahaya batin dengan bentuk spiral adalah yang paling langka,
"lalu apa bentuk cahaya batinmu?"tanya Lim
"milikku berbentuk bulat"sahut Jiang sambil tersenyum
"wah....berarti kau akan mempelajari ilmu alkimia"ujar San
"iya..."gumam Jiang tersenyum sambil menganggukan kepala
"lalu apa hasil roh milikmu?"tanya Jiang menatap ke arah San
"itu berarti kita bertiga akan berpencar"seru Jiang
"iya...itu sangat buruk!karena asrama kita juga memiliki tempat berbeda"
"namun kita masih bisa bertemu saat jam istirahat ataupun saat makan"celetuk San
"hah sudahlah jangan fikirkan itu!makanannya sudah datang"gumam Lim melihat pelayan milik San tengah berjalan menghampiri mereka dengan beberapa piring berisikan makanan di tangannya
"wahh banyak sekali hidangannya"sahut Jiang terkejut melihat banyak makanan yang telah di siapkan di depannya
"ini bukan apa apa!anggap saja sebagai perayaan keberhasilan kita"ucap San sambil tersenyum lebar kemudian mereka bertiga mulai menyantap hidangan makanan yang telah di sediakan
15 menit kemudian
"terimakasih atas makanannya!aku sangat kenyang"ujar Jiang
__ADS_1
"aku senang jika kalian menikmatinya!"sahut San
"mmm bagaimana jika kita pergi ke pelelangan?"tanya San melirik Lim dan Jiang secara bergantian
"apakah ada barang yang kau inginkan?" ucap Lim menatap San
"tidak!tapi aku sangat menyukai melihat banyak orang berebut barang disana"
"dan sangat menyenangkan bisa mengangkat papan harga!"celetuk San dengan raut antusias
papan harga adalah papan yang di berikan oleh pihak asosiasi pelelangan kepada para pengunjung yang ikut menjadi peserta lelang, papan ini berguna saat salah satu peserta ingin membeli barang lelang dan mereka harus mengangkat papan harga yang mereka punya sambil menyebutkan harga yang mereka tawarkan.
"tidak ada salahnya kita pergi melihat lihat! dan ini juga pertama kalinya bagiku"gumam Lim dengan wajah bahagia
"tapi darimana kita mendapatkan uang?uang yang di beri oleh pimpinan keluarga semakin menipis"gerutu San menatap ke arah Lim
"tenanglah!aku memiliki beberapa pil yang bisa di lelang"sahut Lim
"atau kalian bisa memakai uangku!"ujar San
"baiklah!kita akan kesana,tapi kapan acaranya dimulai?"tanya Lim
"sepertinya sudah dimulai satu jam yang lalu! Tapi kita bisa mengikuti lelang yang di adakan malam nanti"ucap San
"apakah mereka juga mengadakan saat malam?aku baru mendengar akan hal itu"gumam Lim dengan raut tidak percaya
"itulah istimewanya asosiasi pelelangan disini!"sahut San
"apakah kau sering kesana?"tanya Jiang menoleh ke arah San
"tidak terlalu!hanya 3 kali,namun ini pertama kalinya aku mengikuti lelang yang di adakan waktu malam"ucap San
"kalau begitu,kita masih memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat"ujar Lim
"ya!kau benar,kalian bisa istirahat di kamar yang tadi ku siapkan"
"jika butuh sesuatu panggil saja pelayan,atau temui aku di kamar sebelah"sahut San menunjuk sebuah kamar yang berada tepat di tengah kamar Lim dan Jiang
"kalau begitu aku akan masuk ke dalam, terimakasih San"pamit Jiang berjalan masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1
"aku juga!"pamit Lim berjalan masuk
_______________bersambung_______________