Tungku Legendaris

Tungku Legendaris
Eps 21. Masalah Ekonomi


__ADS_3

beberapa saat kemudian Ongyu berhasil membuat seluruh warga dan pimpinan berkumpul di tengah bukit,tempat dimana mereka biasa melakukan pertemuan ataupun rapat terbuka dan membagikan pengumuman.


seluruh anggota penyamun kini tengah menunggu kedatangan sang ketua yang akan datang untuk mengumumkan penyelesaian masalah yang akhir akhir ini terjadi,


Paul bergegas menuju tempat semua warga telah berkumpul,tak lupa juga Lim dan Jiang hadir untuk melihat semua yang terjadi. Sedangkan istri ketua memilih untuk diam di rumah menjaga bayinya dan bayi ras moite yang dititipkan kepadanya.


melihat kedatangan ketua,semua warga mulai berbisik satu sama lain dan saling menduga tentang keputusan yang akan diambil oleh sang ketua,


"pimpinan 1?apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?"celetuk Paul menatap tajam ke arah seorang pria yang berdiri tidak jauh di sampingnya,


Pimpinan 1 sekaligus ayah kandung Paul sedikit terkejut melihat sikap anaknya,namun dia memilih untuk tetap diam dan tak menggubris semua yang dikatakan ketua,


"aku telah mengetahui semua kebenarannya... mengingat bahwa kau adalah ayah kandungku, ku beri kau kesempatan untuk membela diri!"seru Paul


"apa yang ketua maksud?kebenaran yang mana?" tanya pimpinan 1 dengan raut sedikit khawatir


"dengarkan semuanya! bayi yang dilahirkan Shui,dia asli darah dagingku"teriak Paul lalu menceritakan semua yang terjadi,mulai dari rencana para pimpinan yang bersekongkol untuk menggusur posisi ketua dan fitnah yang mereka lontarkan juga tentang kebenaran bahwa Paul seorang chimera.


"t-tidak! kau bukan seorang chimera! jelas jelas uji darah kemarin hasilnya mengatakan bahwa dia bukan anakmu,kau hanya mengarang cerita"sahut pimpinan 1 berusaha merusak rencana Paul


"aku bisa membuktikan bahwa perkataan ketua itu benar" celetuk Lim berjalan kedepan, diikuti oleh Jiang yang membawa batang pohon meru dan daun lunaria,


Lian telah memprediksi bahwa akan terjadi hal seperti ini,dan sebelumnya menyuruh Lim untuk mengambil beberapa tetes darah bayi Paul untuk pengujian kembali.


Paul menjelaskan tentang pengujian yang dilakukan oleh Lim dan sekali lagi uji darah dilakukan,menghasilkan cahaya hijau di atas batang penguji.


Lian juga meminta Lim untuk memanggil pria yang bersangkutan dan memfitnah Shui, kemudian uji darah juga dilakukan padanya namun tidak muncul cahaya sedikit pun dari batang penguji yang mana mengartikan bahwa mereka tidak memiliki hubungan darah.


"a-aku tidak tahu apa apa!!aku hanya dihasut dan dibayar oleh mereka" celetuknya berusaha untuk melindungi diri


"wahh ternyata kita telah salah!"


"Shui wanita baik!"


"ayah mertuanya sangat licik,dan tega memfitnah anaknya!"


"dia bahkan tidak memikirkan cucunya!"


"benar benar tidak pantas!"

__ADS_1


kini semua warga saling menggunjing para pimpinan satu persatu dan melalui kesepakatan bersama, sebagai hukuman para pimpinan akan dicabut dari posisi mereka dan diganti oleh pimpinan yang baru.


sekarang Paul mengisi posisi pimpinan dengan orang orang tepercayanya,Ongyu juga menjadi salah satu pimpinan yang baru.


"huft...akhirnya semua masalah selesai!"ucap Lim lirih


"iya...aku tidak menyangka jika para penyamun juga mengalami konflik internal seperti ini"ujar Jiang


"yasudah ayo kita kembali mengambil barang di kereta,hari sudah mulai sore! kalian harus segera membangun rumah..."suruh Lian,


kemudian mereka berjalan menuju kereta yang tadi ditinggalkan di sekitar rumah warga, segera membawa kereta menuju rumah sang ketua.


"mmm kita taruh di depan rumahnya saja" gumam Jiang kemudian Lim memberhentikan kereta mereka tepat di depan rumah Paul,lalu berjalan masuk ke dalam.


di dalam rumah sudah ada Ongyu dan Paul tengah duduk dengan makanan yang telah disiapkan oleh Shui,


"kalian duduklah....Yiyang sedang tidur di kamar"celetuk Shui yang tiba tiba muncul membawa nampan dengan beberapa gelas air di atasnya,


"iya....ayo kita makan bersama"ajak Paul, kemudian Lim dan Jiang menuruti ajakan mereka lalu duduk untuk makan bersama


setelah selesai menyantap makanan,Shui segera membereskan semua peralatan makan yang baru saja dipakai,sedangkan para pria kini tengah duduk dan berbincang.


"e-eh kami tidak bermaksud untuk tinggal selama itu"ucap Jiang menjelaskan pengembaraan mereka


"kami mungkin hanya tinggal selama beberapa minggu..."ujar Lim


"itu sangat sebentar!"gumam Paul sedikit terkejut


"jika hanya beberapa minggu,kalian tidak usah membangun rumah dan tinggalah di tempatku" ajak Ongyu


"itu benar! sebenarnya aku ingin menawari kalian untuk tinggal disini,tapi kalian pasti akan menolaknya karena takut mengganggu keluargaku"gerutu Paul


"hmm apakah tidak apa apa jika kami menginap di rumahmu?"tanya Lim menatap Ongyu dengan raut sedikit ragu


"tidak apa apa! aku juga hidup sendiri.... rumahku cukup untuk kalian tinggal"sahut Ongyu sambil tersenyum


"baiklah kalau begitu! kami akan tinggal di rumahmu...."celetuk Lim


"rumahku berada tepat di samping rumah Paul, jadi kalian bawa saja semua barang kesana"ucap Ongyu,

__ADS_1


Lim dan Jiang bergegas mengambil semua barang mereka yang ada di kereta lalu memindahkannya ke dalam rumah Ongyu,tak lupa Jiang membawa bayi ras moite dan menidurkannya di kamar yang telah Ongyu siapkan untuk mereka semua.


"mulai hari ini....daerah di tengah bukit akan mendirikan permukiman yang disebut desa penyamun"ucap Paul kepada seluruh warga


"bukankah nama itu terlalu mengerikan..." gumam Jiang


"tidak menurutku itu cukup keren..."sahut Lim sambil tersenyum


"dan sekarang kalian akan memanggilku dengan sebutan kepala desa" pinta Paul


tidak terasa sudah 1 minggu mereka tinggal bersama para penyamun,dalam beberapa hari ini Paul mulai mewujudkan keinginannya untuk membuat para penyamun tidak lagi merampok para pejalan yang datang dan menjadi warga biasa lalu membangun sebuah permukiman yang aman dan damai,


tapi karena sebuah kebiasaan yang dari dulu mereka lakukan,untuk saat ini terjadi masalah perekonomian yang melanda seluruh warga desa penyamun.Harta mereka mulai habis untuk membeli kebutuhan dan transportasi ke tengah kota,


Paul sebagai kepala desa tentunya tidak tinggal diam,dengan bantuan istri dan Ongyu mereka mulai memikirkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan ini,tentu saja dengan meminta bantuan dari Lim dan Jiang.


"semakin banyak para warga datang kesini dan mengeluh karena uang mereka hampir habis"gumam Paul


"harta kita juga akan habis,karena sebagian harta aku bagikan pada warga yang membutuhkan" sahut Shui


"bagaimana jika kita pindah dan tinggal di tengah kota?"tanya Ongyu


"tidak...seluruh warga desa tidak akan setuju untuk pindah"ucap Paul


"hmm bagaimana jika kita bercocok tanam?"ujar Jiang sedikit ragu


"tapi hanya sedikit tumbuhan yang bisa bertahan hidup disini, itu juga tidak bisa mengganti makanan pokok kita"sahut Ongyu


"tapi bagaimana jika kita menanam sesuatu yang mudah tumbuh disini namun jarang dijual di daerah kota"gumam Lim


"iya kau benar....dengan begitu kita bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi"celetuk Jiang


"ide itu perlu dicoba,tapi tumbuhan apa yang mudah tumbuh dan jarang dijual?"gerutu Paul


"tanam saja tumbuhan obat seperti batang pera dan kulata,tanaman ini hanya bisa tumbuh di daerah bersuhu rendah"


"tanaman ini sangat jarang dijual di tengah kota karena mereka harus mengimpor dan harganya sangat mahal"seru Lian


________________bersambung______________

__ADS_1


__ADS_2