Turun Dari Khayangan

Turun Dari Khayangan
Kehadiran Zeus ke bumi


__ADS_3

Sang dewi membeli sebuah tempat untuk di jadikannya sebuah rumah sederhana menggunakan sisa emas dan perak yang dia punya. Sisa dari sepetak lahan kosong kecil di jadikan tempat pembibitan sayuran. Dua wanita pendamping terlihat sangat gigih bekerja membantunya membuat tanah agar menjadi gembur dan menyirami bibit dengan menimba air dari sungai. Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, pada malam hari dia menggunakan kekuatan sinar Rembulannya menyinari bibit sampai di pagi hari semua tanaman sayuran segar tumbuh. Dalam sekejap sayuran itu bisa di panen dan di jual ke pasar.


“Laida lihat lah semua tumbuhan ajaib ini. Semua tumbuhan itu dalam satu malam seperti ada sihir yang meniupnya” ucap Ukaha seakan tidak percaya.


“Engkau benar Ukaha, ayo kita beritahu dewi” balasnya dengan riang gembira.


Keduanya mengetuk pintu kamar sangat pelan, tidak biasanya dia belum bangun pada jam seperti ini. Saat dia menyentuh gagang pintu itu terbuka, hanya ada kelinci putih di dalamnya. Mereka berinisiatif untuk memetik sayuran lalu segera menjualnya ke pasar. Keduanya membawa menggunakan bakul berukuran sedang dengan tali sebagai pengikat pada badan.


“Laida, apakah kau yakin bahwa nyonya tidak akan marah jika kita menjual sayuran ini?” tanya Ukaha.


“Aku yakin tidak akan marah, nyonya pasti akan sangat merasa senang. Jika sekalipun marah maka biarlah aku yang mendapat hukuman” jawabnya sambil mengatur nafas menahan sayuran yang berat.


Mereka menuju pasar, para pemasok sayuran yang menerima tampak senang melihat sayuran segar berwarna hijau beraroma ranum.


......................


“Hei tuan Demusa Apa yang kau lakukan di kamar putri?’ tanya siluman kelinci.


“Kenapa kalian pergi begitu saja tanpa memberitahu ku? Lalu coba jelaskan pada ku siapa dewi yang kau maksud? Bukankah yang di hadapan mu adalah Bening?”

__ADS_1


“Semua akan terjawab pada waktunya. Kau hanya perlu menjadi diri mu sendiri. Cepat pergi dari tempat ini atau aku akan menggigit mu!” bentak si kelinci.


“Kenapa kau selalu mencari masalah dengan ku? Sekarang cepat katakan dimana Bening?”


Dia menakut-nakuti si kelinci dengan mengangkat pedang petir. Siluman kelinci berlari melompat keluar jendela sambil menjerit ketakutan. Jangan mencari arti waktu yang belum terbaca. Semua rahasia kehidupan tidak semudah terlukis sekalipun penyusup mencoba mencari cara menyelamatkan jarum jam yang berdetak cepat.


Para penghuni negeri Khayangan membicarakan takdir sang dewi. Anak kaisar langit itu seolah tidak mementingkan dua kehidupannya ataupun menentang garis langit. Banyak para petuah berjanggut putih mengatakan bahwa sekalipun kaisar pemimpin langit tidak akan bisa menentang garis ketentuan langit. Jika sedikit saja tercoreng goresan paksa maka akan menjadi malapetaka dan musibah yang lebih besar.


Meski kesalahan sang dewi Rembulan tidak seluas buana, dia harus tinggal disana demi membantu manusia dan menyelesaikan catatannya. Sementara di kolam keabadian, petir Zeus meminta dalam pertapaannya agar bisa turun ke bumi demi menjaga sang dewi.


“Hidup bersama di dunia fana itu bukan berarti bisa abadi seperti di dunia Khayangan. Apa kau memilih waktu yang singkat saja?” tanya penghuni leluhur penghuni kolam abadi.


Sejenak dia terdiam, pilihan yang sulit baginya di sisi lain tidak tega melihat penderitaan yang di alami sang putri. Sukmanya tidak akan bisa kembali ke Khayangan jika belum melepaskan ikatan cahaya Rembulan. Dia juga bisa binasa saat terbunuh saat masi menyatu di dalam tubuh manusia.


Sang dewi duduk di atas rumput perbukitan, seluas mata memandang dia memperhatikan rambutnya yang berubah menjadi warna putih. Menyadari setelah menggunakan cahaya Rembulan, tubuhnya seolah perlahan bisa menyatu dengan langit. Di tengah hempasan angin kencang, sosok siluman hadir menatap tajam menarik ujung gaunnya.


“Berikan kekuatan mu!” suaranya terdengar aneh mengerikan.


“Jangan cari masalah, aku tidak mau menyakiti mu” ucap sang dewi.

__ADS_1


Di dalam pandangan alam lain sang putri melihat ada sosok manusia di dalam tubuhnya. Seorang pria muda yang sedang di rantai di dalam jelmaan wujud serigala jadi-jadian. Kini siluman yang di hadapannya itu mengeluarkan taring dan kuku tajam. Ada tetesan air liur berlendir terlihat jelas gerakan akan mulai memangsa.


Sang dewi melompat terbang tinggi saat siluman itu mulai menyerang. Karena melihat ada jiwa manusia di dalam tubuh si serigala maka dia dengan sangat hati-hati hanya berusaha menghindari gerakan tanpa berbalik menyerang menggunakan kekuatannya. Ganas darah memangsa, dia lengah sampai pergelangan tangannya berhasil terkena cakaran kuku si serigala.


“Ssstthh” suara meringis.


Kuku beracun itu mulai menyerang masuk perlahan ke aliran darahnya merambat terlihat pergelangan tangan membiru. Sang dewi melarikan diri, dia menghindari kejaran siluman serigala sampai bersembunyi di balik bebatuan terjal dekat pinggiran sungai. Aroma tubuhnya tidak terdeteksi Karena dia membenamkan diri ke dalam air.


Setengah sadar kembali berjalan menuju rumah, racun merambat sampai ke setengah tubuhnya. Sang dewi terjatuh di tangkap oleh Demusa. Si kelinci putih berubah wujud, dia ikut membantu membawanya masuk ke dalam kamar. Untuk menahan racun, dia mengikat setengah tubuh pada bagian cakaran yang terluka. Hanya ada satu tumbuhan sihir yang bisa menetralisir racun, siluman kelinci meminta Demusa mencarinya di hutan dalam jangka waktu satu malam saja. Sementara itu dia mengalirkan tenaga dalam agar dia bisa bertahan melewati masa kritis.


“Aku akan segera kembali, jaga Bening dengan baik” ucap Demusa.


“Cepat waktu kita tidak banyak!”


Setelah kembali dari pasar, Laida dan Ukaha yang baru saja tiba begitu terkejut akan sosok wanita aneh yang sedang duduk di belakang nyonya mereka dengan sinar hijau yang keluar dari tangannya. Si kelinci menyemburkan sihir bius membuat mereka tidak sadarkan diri. Dia memindahkan tubuh mereka ke dapur lalu melanjutkan perpindahan energi. Di saat menyalurkan tenaga dalam, kelinci putih mencium aroma siluman mendekat ke arah mereka. Gerakan semakin cepat hingga dia menerobos masuk mendobrak pintu mengaung sangat keras bersahutan suara serigala lain dari kejauhan.


Kelinci putih menghentikan aliran tenaga dalam, dia menyerang siluman serigala kemudian bergerak menjauh agar siluman itu tidak terlalu dekat dengan sang dewi.


Di atas kolam keabadian, Zeus melihat nyawa sang putri sedang terancam. Si dewa petir bimbang memilih keputusannya. Dia menyadari kesalahannya yang mengakibatkan dewi Rembulan itu turun ke bumi. Melihat keadaan sang dewi semakin terdesak, dia meminta pada pilihan turun ke bumi lalu masuk kedalam kolam keabadian.

__ADS_1


Zeus menembus alam dunia dengan cahaya kilatan halilintar jatuh di sebuah tempat kosong membentuk lingkaran raksasa.


Kehadirannya membuat gempa bumi yang berlangsung selama setengah jam lamanya. Wilayah yang jaraknya mendekati tempat itu porak poranda.


__ADS_2