Turun Dari Khayangan

Turun Dari Khayangan
kedatangan siluman kupu-kupu


__ADS_3

Setelah bencana serangan lautan siluman ular putih itu berhenti, tampaknya para penyihir mulai menyusun rencana baru. Sihir-sihir di udara mendeteksi dimana keberadaan sang dewi. Para siluman berkompromi akan kehadiran dewi cahaya rembulan yang seolah membasmi para siluman. Ketua siluman rumah yang sudah di selamatkan sang dewi menipu bahkan melakukan tikaman dari belakang. Dia lenyap menjadi serpihan abu.


Nyawa rubah berekor Sembilan dan siluman serigala di segel dewi Rembulan di kolam keabadian. Juga mahkota milik siluman ular putih menyimpan ratusan bahkan jutaan arwah siluman ular putih lain. Benda yang terbuat dari darah setan itu tidak bisa di musnahkan. Dia menitipkan pada ibu bumi agar menjaganya.


Hari ini masih belum ada yang mengetahui dimana dewi menyembunyikan sukma penyihir Togu dan penyihir tertua. Menyadari tubuh ibu tiri Meran terperangkap di huni sukma penyihir tertua membuat sang dewi merasa kasihan jika harus membunuh istri ayah dari manusia Bening.


“Dewi, jadi dimana kau sembunyikan mereka?” tanya siluman kelinci putih.


“Aku mengurung mereka di dalam cakra elemen api.”


“Kenapa tidak kau bunuh saja mereka? Jika engkau di biarkan terlalu lama disana maka langit kekuatan api akan rusak hingga mematikan diri mu sendiri.”


“Aku tidak sanggup membunuh Togu karena dia bisa terlahir kembali dengan reinkarnasi selanjutnya, sedangkan penyihir tertua yang sudah mendiami tubuh ibu tiri Meran membuat ku mengurungkan niat mengingat Bening di tubuh ini adalah anak tirinya.


“Kau selalu saja membawa perasaan mu menjadi lemah. Mereka akan menghabisi mu, lantas apakah semua bola-bola ajaib sinar siluman ku cuma sia-sia?”


Siluman kelinci bermuka masam, dia bertolak pinggang memalingkan wajahnya.


Kediaman panglima perang mempunyai halaman yang terbilang cukup luas. Banyak tanaman buah-buahan segar, pepohonan rimbun dan bunga-bunga indah yang terawat. Laida dan Ukaha sibuk menanam benik di sebidang petak tanah dekat belakang pekarangan rumah. Mereka sudah di larang sang dewi agar berhenti bercocok tanam. Hanya menjalankan tugas sebagai dua orang pelayan yang setia setiap saat di sisinya saja.


“Kita sudah menjadi pelayang yang membangkang. Lihatlah atas pembangkangan ini, para pekerja di luar kediaman melihat kita sebelah mata. Mereka pikir kita hanyalah para pekerja biasa yang sesuka hati gampang mereka tindas!”


Keluhan Ukafa membawa dua ember berukuran sedang di tangan kanan dan kirinya. Ini adalah kali ketiga dia menimba air kemudian membawanya ke dapur kediaman. Seorang wanita bertubuh besar selalu mengancam akan membunuhnya jika tidak mematuhi perintahnya.


“Benar apa yang di katakan di kepala dapur kediaman?”

__ADS_1


“Ya, dia juga mengurangi jatah makanan ku! Hiks!”


“Tidak bisa di biarkan. Aku akan menghajarnya!”


“Laida jangan!”


Wajah wanita tidak berdosa itu babak belur. Dapur berantakan akibat ular Laida. Sayu mayur, bahan makanan dan peralatan dapur bagai lautan barang yang habis terkena gempa bumi. Wajah wanita itu semakin membengkak di sela wajahnya yang gemuk.


Darah keluar dari hidungnya, dia menjerit kesakitan. Keributan di dapur memicu para dayang dan pekerja lain melihatnya. Mereka berdua di kerumuni hingga saling menuduh terlempar memulai pertengkaran lagi.


Sang kelinci menjelma menjadi manusia, dia menyembunyikan ekor dan telinganya menggunakan sihir ringan miliknya. Melihat keributan itu, dia menyuruh Ukaha membawa Laida sedangkan dia membawa kepala pengurus dapur menuju ke ruangan kebesaran.


“Ada apa siluman kelinci putih? Kenapa ribut-ribut begitu? Kalian mengganggu persemedian ku saja” ucap sang dewi.


“Dewi, dua orang di luar sana membuat keributan di kediaman. Maafkan Laida yang salah paham akan perkataan ku menuduh si pengurus dapur. Aku berbuat begitu karena masih ingin bercocok tanam di perkebunan ajaib.”


Si kepala pengurus dapur dan Laida di minta masu ke ruangan lalu para dayang dan pekerja lain membubarkan diri. Menempatkan posisi menjadi dayang pendamping sebagai orang kepercayaan tidak lah mudah. Sang dewi sangat kecewa dengan tindakan yang di lakukan Laida.


“Sekarang kau minta maaf dan harus bersedia aku mutasikan untuk sementara waktu.”


“Tidak nyonya besar. Aku minta maaf tidak bermaksud membuat mu kecewa dan berpikir bahwa aku adalah sosok dayang terjahat. Hiks.”


“Nyonya ini semua salah ku. Laida sudah menganggap ku seperti adik dan sangat percaya dengan ku hingga rasa sayang dan kepercayaannya yang besar tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Aku siap menggantikan semua hukuman ini.”


Ketegasan sang dewi membentuk karakter para dayang pendampingnya agar menjadi manusia yang adil, berani dan bertanggung jawab. Sejak saat itu keduanya terpisah, Ukaha menyesali semua perbuatannya.

__ADS_1


Mutasi ini akan berlalu meski melewati tiga ratu tiga puluh enam hari lamanya__


Siluman kelinci putih tidak mengira sang dewi bertindak sangat tegas pada kedua penjaga pendampingnya. Banyak hal yang sudah di korban kan untuk kedua wanita itu sampai pada hari ini kehidupan semakin berubah namun sikap keduanya menambah masalah di dalam masalah.


Sang dewi berdiri di depan kolam teratai, dia berjalan menyusuri alun-alun gerakan manik mata menangkap sosok siluman asing bersembunyi di salah satu pilar bagian utara.


“Siluman kelinci, kau tetap disini saja. Jika terjadi sesuatu cepat panggul Semi”


“Aku seolah seperti makhluk tidak berguna” gerutu sang siluman.


Sosok siluman kupu-kupu terbang menabur sayap beracun ketika akan di tangkap. Sang dewi membawanya terbang ke perbukitan Himalaya. Dia membekukan setengah tubuhnya, dia merubah keseluruhan menjadi wujud asli.


Sayap biru indah membeku di balik bongkahan es. Dia adalah ratu siluman kelinci pengabar tumbuh tumbuhan yang leluasa dia semburkan serpihan bubuk beracun dari sayapnya.


“Lepaskan aku!” ucapnya bernada tinggi.


“Apa tujuan mu ke kediaman panglima perang?”


“Aku akan membunuh kau dan Demusa, kalian sudah mengacaukan kehidupan para siluman!”


Beberapa bagian kekuatan si siluman kupu-kupu terdapat dari sinar rembulan. Perlahan bongkahan es yang mengurung setengah tubuhnya itu pun mencair. Sang dewi tidak percaya ada siluman yang bisa merusak mantranya . Dia menabur serbuk, menghujani tubuh sang putri, jiwa si penghuni negeri khayangan tapi tubuh manusia biasa tidak sanggup menahan racun yang sudah menempel pada tubuhnya. Kulitnya hangus, siluman kelinci berubah wujud membawa sang dewi pergi menghindar darinya.


“Dewi kau harus bertahan”


“Kelinci, cepat bawa aku ke kolam ibu bumi. Aku akan menetralisir racun ini sebelum menyerang jantung bening.”

__ADS_1


“Pegang erat telinga ku!”


Seruan panggilan suku siluman kelinci memanggil sesama suku untuk membantunya melarikan diri dari kejaran ratu siluman kupu-kupu. Para gerombolan kelinci putih mengeluarkan cakaran kuku beracun menyerbu hingga merobek ujung sayap si siluman kupu-kupu. Para kelinci cerdik membungkusnya menggunakan rongga dedaunan raksasa lalu mengikat luarnya menggunakan akar beracun.


__ADS_2