Turun Dari Khayangan

Turun Dari Khayangan
Kembalinya sang dewi ke khayangan


__ADS_3

Di dalam kolam keabadian ibu bumi, dua cakra terbuka membentuk sempurna kekuatan mantranya. Dia keluar di gulung air keabadian menggulung naik menjulang tinggi ke atas langit. Sukma dewi Yumna dan tubuh Bening sudah menyatu sempurna. Dia juga ringan menggunakan kekuatan, mengatur tenaga dalam serta leluasa menyerang siluman yang menghadang. Meski sudah di serang sosok siluman kupu-kupu bersayap biru. Dia tidak ingin sedikitpun membunuh sosok tersebut.


“Ada apa dewi, bukankah dia salah satu musuh kita?”


“Dia hanya di pengaruhi oleh para penyihir, mantra hitam menjadikannya sosok siluman pembawa energi negatif mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalam tanpa sadar menghancurkan jiwanya sendiri.”


Ujung sayap yang robek terkena cakaran kuku beracun di bungkus kembali seutuhnya. Dia mengepakkan sayap indah menyimpan serbuk racunnya yang paling mematikan. Tapi tidak semudah itu membuat siluman kupu-kupu terlepas dari sebab akibat karma atas perbuatannya. Dia sudah melukai dewi rembulan dan mejadi calon siluman berikutnya untuk di lenyap kan di muka bumi.


Catatan langit membentang menyinari tubuhnya. Sang siluman kupu-kupu semakin melemas hingga dia terjatuh tidak bisa menyeimbangkan tubuh. Dewi minta keadilan langit atas penghapusan hukuman itu, dia mengabarkan pada langit memohon hingga sang siluman merasa iba mengeluarkan butir nyawa siluman pada sang dewi.


“Wahai dewi rembulan yang bijaksana. Aku berharap bisa bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya untuk membalas budi baik ini.”


“Entah dia berkata jujur atau tidak. Dewi, sejujurnya aku tidak menyukainya. Siluman ini penuh misteri dan teka-teki” bisik siluman kelinci.


Dewi Yumna menerima bola siluman sukma biru, setelah itu siluman kupu-kupu biru berubah menjadi serpihan serbuk yang menghilang di udara. Sang dewi menabur serbuk di salah satu kupu-kupu kecil yang bertebaran. Setelah kematian siluman kupu-kupu, si kelinci berpikir sang putri akan menelan bola jiwa itu. Tapi tidak, dia memasukkan bola jiwa siluman biru di salah satu kupu-kupu yang berterbangan. Dalam hitungan detik siluman kupu-kupu biru terlahir kembali menatapnya dengan senyuman.


“Jadilah siluman penjaga gunung, perbukitan dan hutan ini. Engkau harus menjaga kelestariannya di sepanjang Zaman.”


“Terimakasih banyak putri, aku akan mematuhi dan mengingatnya seumur hidup.”


Sang dewi memutar sihir membangun sebuah rumah menggunakan kekuatannya. Sebuah pemondokan bagi simbol kupu-kupu biru. Di sisi lain, Demusa sekarat di medan pertempuran, dia merasakan tubuh melemah dan sekarat.


“Apa yang terjadi pada diri ku?” gumamnya.

__ADS_1


“Tuan, raih tangan ku!” teriak Sem dari atas kuda.


Penyihir Togu dan Opila masuk ke tubuh Meran. Mereka menggunakan persekutuan dengan raja iblis. Semua mantra kuat memanggil seluruh siluman di muka bumi untuk menyerang mereka dan sang dewi. Kehadiran si raja iblis mengubah langit gelap kemerahan. Ada cahaya api yang membara di setiap angin yang berhembus.


Apakah Yin atau Yan di telan si iblis? Apakah ini tanda peperangan ketiga?


Sang dewi memutar bola elemen api menyerang sosok ibu tiri Meran di depannya. Tubuh manusia yang di rasuki penyihir Togu dan Opila tampak brutal menyerang sang dewi. Sihir yang di bantu raja iblis, menyerang seluruh orang yang berada di sekitar tersebut. Putri khawatir kekuatan yang semakin besar itu akan meluas mengenai seluruh manusia yang ada di bumi. Sihir kematian atau sihir pembawa pengikut si raja iblis. Tapi jika dia membunuhnya maka dia bereinkarnasi kembali.


“Arghh! Tuan, aku akan selalu menjadi pendamping mu di kehidupan yang lainnya” ucap Sem.


Tubuhnya terpisah, ibu Tiri Meran tertawa terbahak-bahak menghidup darah manusia.


“Sem bertahan Sem! Tidak!” teriak Demusa.


Semula sosok siluman kelinci menjadi wujud manusia kini hanya bisa berubah menjadi seekor kelinci tanpa kekuatan sedikitpun. Dia berpegangan pada salah satu pohon, agar tidak tertarik sinar cakra sang dewi menahan tubuh siluman kelinci dengan kekuatan kristal esnya.


“Putri lepaskan saja aku. Kau harus menolong dunia membasmi raja iblis, siluman dan para penyihir” ucap siluman kelinci.


Demusa bangkit menancapkan pedang di tanah, sosok arwah naga putih terbang melingkar di tubuh sang dewi. Dia merasa sang dewi khayangan akan segera menyelesaikan catatan langit dan sang naga membawa Yumna terbang pulang ke khayangan. Siuman kelinci putih sudah dii takdirkan langit tercatat sebagai sukma yang pergi. Catatan itu semakin nyata membuat sang dewi menentang menahan tubuhnya.


“Wahai kaisar langit, siluman kelinci adalah sahabatku. Berilah dia pengecualian dan ijinkan dia menjalani hari di bumi.”


Kehendak dan takdir, menolong siluman itu hidup kembali sama saja menjalani nasib atas sifat alamiahnya sebelum di ubah sang dewi atau manusia Bening.

__ADS_1


“Dewi, lepaskan aku selamanya pergi melalui cakra kekuatan langit itu tanpa harus bereinkarnasi menjadi siluman terjahat di dunia kembali.”


Sang siluman melepaskan pegangan dan merusak sinar pertahan dari sang dewi. Melihat tubuh sang siluman kelinci hampir masuk. Dia melepaskan ikatan penarik raja iblis untuk menolong siluman kelinci. Kesempatan raja iblis menyerang sang dewi. Demusa menghalangi serangan mematikan itu. Dia mengeluarkan muntahan darah mengenai sang dewi.


“Demusa!”


“Bening, aku bahagia mengorbankan diri kembali hanya untuk mu” ucap Demusa terbata.


Karena serangan yang bertubi-tubi dari si raja iblis, dewi membuka kembali cakra langit. Siluman kelinci menghancurkan pegangan cakra Kristal menuju arah cahaya.


“Dewi aku bahagia pernah menjadi sahabat mu. Jangan lupakan aku.”


Pesan terakhir siluman kelinci tersenyum. Angin menggulung kencang mendatangkan sukma Bening, dia tetap menjalani takdir dan nasib buruk di dunia. Tidak bisa kembali masuk menempati wujud asli di dalam sukma sang dewi. Sosok sukma Bening menyimpan energi penyihir tertua di bumi setelah kematiannya. Dia menarik si raja iblis masuk ke dalam kawah lautan api. Sang dewi terkejut membuka cakra Kristal es dan angin untuk menarik sukma Bening. Tapi, dia sengaja menenggelamkan di dalam api abadi agar sang raja iblis tidak menghalangi cakra dan menjadi sosok pengganggu di muka bumi. Kawah lautan api di bungkus mantra tertutup hingga ribuan tahun lamanya.


Belum di ketahui pasti pengorbanan sukma Bening itu dapat menyegel sang raja iblis.


Dewi di bawa terbang oleh raja naga putih ke negeri khayangan. Melewati lapisan langit dan bumi dia merasakan antara kebahagiaan dan kesedihan. Bahagia bisa menyelesaikan catatan langit dan kembali ke tempatnya berasal. Sedih meninggalkan sosok-sosok yang sangat dia sangat dia sayangi dan selalu membantunya.


#Kini rembulan bersinar lebih terang dari biasnya


#Belum bisa di prediksi raja iblis yang memiliki kehidupan keabadian masih terperangkap di lautan kawah atau tidak


#sukma Bening masih bergentayangan menunggu putaran takdir nasib baik di masa yang akan datang

__ADS_1


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


__ADS_2