Turun Dari Khayangan

Turun Dari Khayangan
Membasmi siluman


__ADS_3

Di depan kolam berdarah, Hanbo menerbangkan dua benda simbol naga putih. Dia menyatukan gelang simbol naga dengan pedang yang di berikan Demusa. Dia memutar kedua benda, memasukkan ke dalam kolam. Namun tidak ada reaksi apapun yang terjadi. Kang berada di sampingnya mengepal jarinya sendiri, dia khawatir Hanbo merasa sedih dan kembali menangis. Hanbo belum menyerah, dia menggunakan kekuatannya mencoba sampai berkali-kali.


“Ini sudah putaran ketujuh mengerahkan semua kekuatan ku. Tapi kenapa tidak ada tanda-tanda petunjuk tentang raja naga putih?”


Hanbo mengambil kembali benda yang berputar di dalam air itu. Dia menangis di depan kolam, sambil memeluk pedang dan gelang. Tetesan tangisnya terkena gelang dan pedang pada bagian kepala naga simbol naga tidak biasanya dia terisak tangis hingga kolam yang berisi darahnya sendiri perlahan warna nya kolam memudar memutih.


Dia menutup mata meminta harapan pada sang kasiar langit untuk mempertemukannya kembali pada sang raja naga. Tanpa terasa tubuhnya goyah terjatuh. Dia di bantu Kang berjalan masuk, bantal di bersandar dekat dinding. Dia meluruskan kaki, tangisan belum usai. Air mata berderai merasa keletihannya menunggu selama ratusan tahun tidak menuai hasil.


Dia tertidur posisi tubuh masih memeluk pedan setelah memakai kembali gelang. Di alam bawah sadar, dia melihat setitik cahaya terik menyilaukan mata. Sinar mirip dengan langit khayangan, sosok naga putih terbang mendekatinya.


“Tuan!”


“Raja naga putih!”


Panggilnya tersenyum.


Dia menanti hari ini, pertemuan kembali dengan sosok yang dia cinta. Meski perasaan itu terbalas atau tidak tapi di bersyukur pada hari ini bisa menunjukkan pengorbanan nya. Sang raja naga putih mengitari tubuhnya lalu menjelma berwujud manusia. Rambutnya yang panjang memutih, dia mengenakan baju kebesaran dan jubah besar putih ada mahkota bertengger di atas kepalanya.


Riwayat-riwayat deskripsi bagian tubuh negeri Khayangan


Rambut putih simbol keabadian umur yang panjang. Wajah tetap sedia kala tanpa di hapus masa. Kekuatan tidak bisa menghilang walau garis dan takdir berubah. Ada kekutan special yang tersimpan di anggota tubuh. Mereka bisa tidak makan atau hanya minum di embun pohon surgawi yang menyejukkan dahaga. Kelemahan terletak pada rambut yang hanya bisa di sentuh oleh setiap pemiliknya.


Jantung mereka berdetak seperti manusia namun pacuannya dua kali lipat terkadang sampai mereka bisa merasakan getaran sendiri. Darah yang mengalir bisa di jadikan penawar setiap penyakit atua hal mistis lainnya di bumi. Aliran darah di dalam tubuh terkadang terasa panas maupun dingin. Mereka tidak pernah merasakan sakit atau terluka kecuali menyalahi takdir bumi dan langit.

__ADS_1


Kang sedikit banyaknya mengetahui rahasia itu. Akan tetapi dia salah membaca waktu saat mengetahui kisah ular yang memilik sepasang sayap dan kaki yang di turunkan ke bumi.


“Apakah Raja naga siluman adalah sosok yang ada di dalam kisah itu?” gumam Kang.


“Hanbo, selamanya kau tetap menjadi pendamping ku yang paling setia. Di kehidupan ini aku akan menampakkan diri tapi tidak untuk mengabulkan harapan dan keinginan mu.”


“Wahai raja naga putih, aku sudah menunjukkan kesetiaan ku yang tiada batas ini. Hingga menentang kehendak langit, bagaimana bisa kau tidak menyebutnya ini cinta tulus?”


“Hanbo, ketulusan tidak bisa di sebutkan karena itu tanda kau masih belum tulus. Aku membentuk mu menjadi sosok bunga penghuni khayangan agar kau bisa kembali.”


“Kenapa aku tidak bisa berubah ke dalam wujud asli ku?”


“Hanbo ketahuilah tulang belulang mu hancur lebur ketika memaksa turun ke bumi. Darah mu abadi membentuk kolam merah yang besar. Kau akan ku jadikan ratu bunga di lembah salju dekat tempat kebesaran ku.”


Sang raja naga putih dan Hanbo kini berdiri sampai ke dunia nyata. Untuk melepas kerinduan terakhir bisa menyentuh sang naga. Dia meminta ijin memeluknya sekali saja sebagai wujud manusia. Sang Raja mengijinkan permintaannya. Dia menangis membasahi jubah sang naga tanpa sadar terkejut merasakan sebuah pedang yang tertancap erat di punggungnya.


Srukk


“Argghh!” kesakitannya menutup mata.


Sukma sang penghuni khayangan itu keluar dari tubuh manusia itu. Dia berdiri melihat Kang menahan pedang supaya sang raja naga tidak bisa melepaskan dari tubuh nya. Sepasang mata kebencian pada sosok yang membuat nyonya nya sengsara.


“Manusia, dosa mu seharusnya sudah terhapus selama di bumi karena sudah memberikan kebaikan pada penghuni langit. Kini dosa mu tidak akan terampuni, meski kau ingin bereinkarnasi mengandalkan kekuatan permohonan langit maka kau akan menjadi iblis yang abadi.”

__ADS_1


“Kang, terimalah takdir kematian mu. Aku tidak mau kau berubah menjadi sosok iblis” ucap Hanbo.


Kang mengabaikan perkataan Hanbo. Dia tidak mau binasa sekalipun menyadari kesalahannya. Atas dasar telah mengabdi dan menolong Hanbo, dia mendapatkan sinar harapan dari sang raja naga putih. Wujudnya berubah mengerikan, tubuh mengeluarkan kobaran api. Ada tanduk di atas kepalanya, sosok Kang terbang menghilang meninggalkan mereka. Hanbo yang akan mengejar di lempar raja naga putih kembali ke khayangan berwujud ratu lembah bunga.


Tinggal jasad manusia yang tubuhnya tidak mengeluarkan darah terkena benda tajam. Dia di tempatkan raja naga putih di dalam kotak peti emas. Kuburannya berbentuk piramida raksasa. Jasad manusia bekas tempat tinggal Hanbo di bumi abadi karena pernah terkena sinar sukma dari negeri khayangan. Pedang besar simbol naga kembali ke pemilik aslinya. Bangunan bekas peninggalan Hanbo di kubur di dalam gurun pasir terdalam.


...💀💀💀...


Pedang sakti berputar menebas siluman yang bersembunyi di dekat kediaman panglima perang. Sosok jelmaan siluman Kera mati menebar aroma busuk. Para petugas yang menjaga kediaman melihat kepala hewan itu terpisah dari lehernya.


“Ada kera besar mati disini!” teriaknya.


Di depan halaman, Zeus terkejut melihat pedangnya kembali ke tangannya. Ada bekas darah di ujungnya. Kebingungannya menerka siapa yang sudah memakai pedang itu untuk membunuh siluman kera. Membunuh pemimpin kera, darah busuk tersebar pasti akan mengundang para pasukan kera lain balas dendam menuntut kematian pemimpinnya.


“Semi, cepat siapa kan pasukan. Sebentar lagi kera-kera itu pasti akan datang!’


“Laida, Ukaha. Kalian bersama kelinci putih tetap di dalam ruangan ku!”


“Tapi tuan bagaimana dengan nyonya besar?”


“Kalian tenang saja, dia bahkan sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya.”


Suara kera siluman bersahutan saling memanggil. Mereka menyerbu kediamannya Demusa. Keganasan mereka membunuh melepaskan anggota tubuh para prajurit lalu menumpuknya jadi satu di halaman istana. Demusa menebas siluman kera, gerakan mereka sangat cepat sampai kaki palsunya berhasil di lepaskan para siluman.

__ADS_1


“Arggg! Arghh!” teriak Demusa mengerang kesakitan.


Sang dewi menggunakan elemen air membekukan seluruh siluman kera dengan satu tangannya. Dia memecahkan setiap patung es kera itu tanpa tersisa.


__ADS_2