
POV (Fisa Campbell)
Kabar Edgar dan salah seorang guru yang di dropout cukup mengejutkan banyak orang termasuk beberapa siswa dan guru. Bahkan itu menjadi topik hangat selama ujian pasangan berlangsung.
Setelah menunjukkan kesombongannya, mental Edgar langsung hancur ketika rekaman suara ditunjukkan. Sungguh rencana yang licik, membiarkan Edgar sombong terlebih dulu lalu membuat mentalnya hancur berantakan, apalagi dia juga harus menahan malu karena kesombongannya sendiri. Semuanya tidak lain dan tidak bukan adalah rencana dari pacarku sendiri yaitu Satomi Adney.
Aku agak terkejut ketika dia mengajakku berpacaran padahal kami baru saja berkenalan. Suhu tubuhku langsung naik dengan sendirinya ketika melihat Satomi menembakku dengan cara yang romantis seperti di kebanyakan film.
Dia orang yang baik dan sedikit blak-blakan, tapi aku tidak keberatan dengan itu dan akhirnya aku memutuskan untuk menerima ajakannya berpacaran dengan satu syarat. Syarat itu adalah dengan dia membiarkanku memanggilnya dengan sebutan Cool-boy.
Aku mungkin memang sedikit berlebihan memberinya julukan seperti itu, tapi aku sangat menyukai sikap dinginnya, ditambah lagi aku dapat mengetahui kalau dia tipe orang yang tidak terlalu peduli dengan orang lain. Dia hanya peduli ketika orang itu berhubungan kuat dengannya, mungkin seperti pacar atau teman baiknya sendiri.
Tapi, setelah beberapa Minggu berpacaran dengannya. Aku dapat mengetahui kalau dia memiliki masa lalu yang suram, ingatannya tentang masa lalu juga tidak terlalu jelas. Bahkan ketika dia memaksakan diri untuk mengingat masa lalunya sendiri, kepalanya mendadak sakit dan tentu saja itu membuatku khawatir.
Kembali ke Edgar. Dia dikeluarkan tanpa kompromi bersama dengan seorang guru yang menerima uang sogokan darinya. Sungguh malang nasibnya, tapi aku tidak merasa kasihan padanya. Dia pantas mendapatkannya, itulah yang kupikirkan.
Setelah melihat rencana dan kejadian itu, kurasa pacarku adalah seseorang yang mengerikan. Bagaimana tidak, Satomi sengaja menyuruhku untuk membuka rekaman suara yang kurekam dan membiarkan para siswa di kelas E mendengarkannya. Hal itu membuat reputasi kelas A sedikit hancur karena siswa kelas E terus menyebarkan rumor tentang Edgar. Dan hasilnya, ujian pasangan antara kelas A dan kelas E berjalan sangat buruk.
Termasuk aku dan Satomi, kami terus gagal dalam melakukan kencan dan berujung pada suasana canggung. Apalagi Satomi tidak berusaha untuk mencairkan suasana sama sekali, itu membuat kami hanya mendapatkan peringkat 13 saat ujian pasangan berakhir.
Peringkat pertama mendapatkan tambahan 250 poin, peringkat kedua 150 poin, dan peringkat ketiga 50 poin, lalu untuk peringkat ke-empat hingga ke-enam belas 25 poin.
Ini membuat poinku hanya bertambah sedikit menjadi 748 poin dan untuk peringkat di kelas aku tetap bertahan di peringkat 18.
Kurasa akan sedikit berlebihan jika aku menyalahkan pacarku sendiri. Tidak, ini semua salahku sendiri. Andai saja aku bisa lebih mencairkan suasana, maka ada kemungkinan kami bisa memasuki peringkat tiga besar. Apalagi pada saat ujian aku memasang ekspresi tidak senang yang mungkin membuatnya salah paham.
Untuk sekarang, aku harus memperbaiki hubungan ku dengan Satomi. Bagaimanapun dia adalah pacarku yang ku sayangi.
"Cool-boy! Maaf lama!"
__ADS_1
Setelah selesai makan di kantin sekolah, aku menyusul Satomi yang ada di taman. Seperti biasa, dia berbaring di rerumputan taman yang sangat dia sukai itu. Aku tidak tahu kenapa dia begitu suka dengan rerumputan itu, tapi yang pasti aku iri dengannya. Aku juga ingin terus bersentuhan dengan Satomi seperti rerumputan taman itu.
"Fisa, sudah selesai?"
"Ya, sudah."
Aku lalu duduk disebelah Satomi yang sedang berbaring. Sambil menatap wajahnya, aku terus memperhatikannya tanpa henti.
"Anu.. Fisa, ada apa?"
Mungkin karena Satomi sedikit terganggu, dia bertanya alasanku terus menatapnya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin meminta maaf padamu, maaf karena telah mengecewakan mu dalam ujian kali ini. Maafkan aku yang sudah menjadi egois!"
Dengan penuh perasaan tulus, aku meminta maaf padanya. Aku benar-benar menyesal atas keegoisanku sendiri.
"Seharusnya aku yang meminta maaf. Fisa, maaf karena telah meragukan mu! Ini salahku, hanya karena kau tidak mau menjelaskan tentang tuan putri, kepercayaan ku padamu malah menurun."
"Bagaimana menjelaskannya, ya?"
"Kau pasti memiliki alasan tersendiri, jadi aku tidak akan menuntut itu lagi. Sekarang tolong maafkan aku!"
Satomi bangun dari posisi berbaringnya, kini dia mendekat dan meraih tanganku. Tentu saja aku bingung dan terkejut dengan apa yang dia lakukan.
"Tidak apa, Cool-boy! Maafkan aku juga!"
"Ya, ayo kita mulai hubungan kita dari awal!"
"Tentu."
__ADS_1
Hubungan spesial seperti ini, aku berharap agar bisa terus bersama Satomi agar dapat menghilangkan julukan tuan putri.
Anggap saja jika seorang bangsawan menikahi rakyat jelata, maka status bangsawan akan menghilang. Kira-kira seperti itulah cerita yang kuinginkan, aku tidak keberatan jika status bangsawan itu harus hilang. Aku pasti akan sangat bahagia jika bisa menikah dengan orang yang kucintai.
Aku cukup yakin orang tuaku akan menjodohkan ku dengan seseorang yang kaya raya, oleh karena itulah aku dipanggil tuan putri. Tapi aku tidak terlalu suka jika dinikahkan paksa seperti itu, karena pastinya aku ingin menikahi seseorang yang kucintai saja.
Sepertinya menyembunyikan sesuatu seperti ini dari Satomi menjadi beban tersendiri bagiku. Mungkin aku akan memberitahunya disaat yang tepat, untuk sekarang lebih baik tidak dulu karena dia berusaha untuk kembali percaya denganku sekarang. Ketika sudah diberi kepercayaan dan kesempatan kedua, aku harus bisa memanfaatkannya dengan baik.
"Fisa, menurutmu apa yang harus kulakukan dengan pesan misterius itu?"
"Apa kau ingin mencari tahu pelakunya? Ya, memang sih. Terus mengabaikannya akan berpengaruh buruk nantinya."
"Aku akan bertindak atas perintah mu karena satu-satunya petunjuk adalah dirimu sendiri."
"Ya, aku mengerti. Aku akan memberitahu mu rencana untuk kedepannya. Untuk sekarang, kita harus fokus dengan ujian yang diadakan akhir bulan."
"Memangnya ada apa dengan ujian diakhir bulan?"
"Kebanyakan orang mengatakan kalau ujian itu sangat sulit, bahkan beberapa orang dari kelas A bisa saja dikeluarkan."
"Sangat sulit, ya. Baiklah, ayo kita bersenang-senang sebelum aku dikeluarkan. Kuharap kau bisa terus bertahan hingga tiga tahun kedepan."
"Tunggu! Kau tidak boleh pesimis seperti itu! Tenang saja, aku akan mengajari mu tentang beberapa hal. Ayo kita berjuang bersama agar terus bertahan!"
Melihat Satomi yang pasrah, aku pun secara terpaksa harus menyemangatinya. Karena jika tidak, aku akan sangat sedih jika orang yang kucintai terkena dropout.
Sudah kuputuskan, aku akan melatih Satomi agar dia menjadi semakin kuat. Aku juga akan membuat kemungkinan untuknya di dropout akan menurun.
Aku tidak dapat menilai kemampuan Satomi untuk saat ini karena dia hanya menggunakan kekuatannya saat terbawa emosi. Hal itulah yang membuatku kesulitan dalam mengukur kemampuannya. Padahal jika dia lebih tenang, maka hasilnya akan lebih baik ketimbang dia menggunakan emosinya.
__ADS_1
Jadi setelah melihat dan mengetahui beberapa hal darinya, aku mendapatkan sebuah ide yang bagus untuk dicoba. Ide itu adalah, kencan.