Unite For Revenge

Unite For Revenge
Bab. 19


__ADS_3

Julian menatap gadis yang di depannya yaitu Anka, dia menelan ludahnya sendiri ketika melihat Anka yang makan dengan sangat lahap seperti tidak pernah diberi makan. Tak hanya Julian tetapi Mayra juga heran dengan saudarinya tersebut, tidak biasanya Anka makan selahap ini.


"Ka, pelan-pelan." ujar Julian lembut.


Anka meneguk air minum lalu dia menghapus bekas air yang masih menempel dibibir menggunakan ujung lengan bajunya. Terlihat Anka menarik napas lalu dia menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Makannya enak sekali, aku jadi melupakan jika ada kalian berdua disini." ujar Anka dengan senyuman.


"Benarkah? Apa kau tidak pernah memakan menu seperti ini?"


Anka menggeleng dengan polosnya.


"Ya, keluarga kami terbilang cukup sederhana hingga untuk makan saja harus kira-kira. Tidak boros agar untuk kedepannya ada lagi sesuatu yang bisa kami makan." jawab Mayra.


"Maaf, apa orang tua kalian tidak punya pekerjaan?"


"Bukan orang tua kami tidak punya pekerjaan, pada waktu itu kerajaan Hylos membantai desa kami dan mereka meminta hasil pajak dengan jumlah yang sangat besar. Dari sana, orang tuaku menutup usaha mereka karena merasa tidak mendapatkan untung. Mulai itu hidup kami langsung berubah tetapi kami semua berusaha untuk mensyukurinya." Mayra melanjutkan.


Julian hanya mengangguk. "Tapi, aku sangat bahagia karena melihat kalian bisa ada disini. Ya, aku saat ini sudah mempunyai teman dan tidak akan kesepian."


Dari belakang mereka, Xin dan Melissa datang membawa satu keranjang buah mangga.

__ADS_1


"Ada yang mau?" teriak Melissa sambil meletakkan keranjang di atas meja.


Anka dan Mayra tersenyum karena buah mangga kesukaan mereka berdua. Keduanya segera mengupas buah mangga itu tanpa memperdulikan tatapan dari ketiga orang di depannya.


Ketika Anka ingin memakan buah tersebut, dagunya terangkat tanda bertanya ada apa?.


Julian, Melissa dan Xin menggeleng secara bersamaan.


"Kalian bertiga jangan heran, buah ini kesukaan kami berdua. Dan ya, tadi Melissa sudah menawari buah ini bukan? Jadi, tidak masalah jika kami langsung memakannya." ujar Anka lalu segera melahap buah tersebut, terasa manis di mulutnya.


"Kalian berdua memiliki kesukaan yang sama? Wah, sangat bagus." ucap Julian entah apa maksudnya.


Anka pun menganggukkan kepala dengan cepat dan pasti, dia masih sibuk mengupas mangga lain. Hal tersebut membuat Xin dan Melissa mengambil beberapa banyak buah mangga dan mereka hanya meninggalkan beberapa buah saja didalam keranjang. Anka heran, dia melongo dan menatap Xin juga Melissa dengan tatapan kesal.


"Loh, kenapa kalian mengambil buahnya? Dan, untuk kami hanya ini?" tanyanya memasang wajah bete.


''Apa kau kekurangan? Jika kurang, maka ambil saja sendiri. Biar aku beritahu, pohonnya tidak jauh dari istana dan juga tidak terlalu tinggi. Mungkin, Julian bisa memanjatnya dan mengambilkan buat itu untuk kalian berdua." Xin melirik Melissa sejenak. "Ayo Mel! Kita harus pergi sebelum dua gadis itu memalak mangga milik kita." lanjutnya dan mereka berdua segera berlari kecil menuju halaman belakang istana.


"Xin!" teriak Anka tidak terima sampai dia berdiri dari tempat duduknya.


"Sudahkah, Anka. Aku bisa mengambilkannya untukmu dan Mayra. Kalian berdua tunggulah disini, aku akan segera kembali." Julian pergi dari sana dan bergegas menuju pohon mangga.

__ADS_1


Mayra tersenyum menatap punggung belakang Julian, dirinya tersadar ketika mendapatkan deheman keras dari Anka.


Mayra mengerutkan dahinya. "Kau batuk? Minumlah."


"Ehem, tidak! Aku hanya melihat ada sebuah percikan api asmara disekitar sini." goda Anka membuat kedua pipi Mayra merona.


"Kau ini, ada-ada saja." Mayra menggeleng sambil tersenyum malu.


"Hei, katakan padaku. Apa kau tertarik padanya? Kau menyukainya, hm?" Anka menaikkan sebelah alis.


Mayra hanya terdiam sambil menutup wajah menggunakan kedua telapak tangan.


"Aku tidak tahu ini cinta atau hanya sekedar mengagumi."


"Kau pikirkan saja dengan benar, aku pasti akan mendukungmu." Anka tersenyum lebar lalu mereka lanjut berbincang.




TBC

__ADS_1


__ADS_2