Unite For Revenge

Unite For Revenge
Bab. 9


__ADS_3

Di Istana, sang Raja dan Julian pun berunding untuk rencana yang selanjutnya yaitu menguasai kerajaan land of down, yang mana di pimpin oleh raja tangguh serta panglimanya yang terkenal sangat hebat dan itu adalah salah satu kerajaan yang besar serta mempunyai pasukan yg cukup tangguh.


"Bagaimana menurutmu Julian apakah kerajaan ini mampu kita taklukan karena ini adalah kerajaan yang lebih kuat pasukannya maupun para panglimanya, bukan seperti kerajaan Venom yang kita taklukan semalam." Raja meminta solusi dari Julian.


"Menurut saya kita masih belum bisa menaklukan kerajaan tersebut, karena panglima milik kerajaan kita yang tangguh hanya dua yaitu panglima Abimara dan juga saya sedangkan mereka mempunyai banyak panglima dan yang saya tau mereka memiliki 6 panglima, 4 diantaranya mempunyai kemampuan yang luar biasa." jawab Julian


Sang Raja pun berfikir kembali tentang rencananya karena memang benar yang dikatakan Julian bahwa kerajaan land of down bukanlah kerajaan yang lemah akan soal berperang tetapi dia mempunyai rekan dari negeri yang dia tinggali dulu, rekanya itu memiliki kemampuan yang cukup hebat dengan dirinya karena mereka adalah rekan seperguruan.


"Kalau begitu saya akan memanggil teman saya dari negeri Saman, dia adalah rekan satu seperguruan saya, mudah-mudahan dia mau kita ajak kerjasama, dia memiliki kemampuan yang baik dalam mengendalikan Kapak, dia terkenal dengan julukan si Raja Kapak." ucap sang raja.


"Baguslah jika begitu Yang Mulia, kita bisa juga meminta bantuan dari kerajaan venom yang telah kita taklukan, mungkin dengan begitu pasukan kita cukup untuk mengimbangi pasukan kerajaan land of down."


Selagi mereka membahas soal rencana yang hendak menaklukan kerajaan land of down, salah satu prajurit mereka datang membawa berita untuk sang Raja.


"Ampun Yang Mulia Raja, kedatangan hamba kemari untuk membawa berita tentang hasil pajak yang kita bawa dari kampung seberang telah di rampas oleh sekelompok pendekar." ucap prajurit tersebut dengan raut wajah yang ketakutan.


"Apa! Mengapa bisa? Siapa yang telah berani melakukanya, kalian sungguh bodoh! Tidak berguna!" ucap sang Raja membentak dan memarahi prajurit tersebut.


"Siapa nama pemimpin kelompok itu prajurit?" tanya Julia pada prajurit tersebut


"Hamba tidak tau Panglima, sepertinya dia orang asing dan yang menjadi kelompok dia adalah para preman yang biasa memalak para pedagang." jawab prajurit tersebut.


Pikiran sang Raja pun menjadi tidak karuan, beliau memerintah prajurit untuk memanggil panglima Abimara supaya menghadapnya dimana saat itu panglima Abimara sedang melatih prajuritnya.


Tak lama kemudian, panglima Abimara pun hadir menemui sang Raja yang disana juga ada Julian sedang bersama sang Raja, dia pun bingung karena melihat wajah Raja Maximus yang sangat gelisah.


"Ada apa yang mulia memanggil saya? Adakah tugas untuk hamba paduka?" tanya panglima Abimara kepada raja.

__ADS_1


"Ya panglima, hasil pajak dari kampung seberang telah dirampas oleh seseorang dan dia bersama para perampok yang biasa memalak para pedagang, aku mau kau harus segera menangkap mereka dan bawa mereka ke hadapanku!" ucap sang raja memberi perintah.


"Baik Yang Mulia, apakah hamba sendiri atau bersama panglima Julian yang harus pergi?" tanya panglima Abimara.


"Tidak, kau pergi tidak bersama Julian. Bawalah prajurit secukupnya dan kau kawal hasil pajak berikutnya, aku yakin dia pasti akan merampas kembali barang bawaan kita." jawab sang raja


"Baiklah Yang Mulia." ucap panglima Abimara mematuhi perintah Rajanya.


⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️


Di tempat lain, Yuan dan anggotanya sangat senang karena keberhasilan pertama mereka untuk merampas hasil pajak kerajaan dan mereka pun membagikan hasil rampasan mereka kembali kepada warga, mereka hanya mengambil bagian mereka sedikit saja untuk bekal mereka kedepannya.


"Baiklah, selanjutnya kita akan membagikan hasil rampasan ini kepada warga dan kita mengambil bagian sedikit saja untuk keperluan kita kedepannya." ucap Yuan kepada anggotanya.


"Baiklah Tuan, jadi sekitar jam berapa kami bergerak untuk membagikan hasil ini kepada warga? Pasti saat ini masih ada prajurit di luar sana yang mencari kita." ucap anggota Yuan sambil bertanya kepadanya.


"Tengah malam, letakkan saja di belakang rumah warga dan jangan lupa ditutupi kain atau pun apa saja yang ada di dekat itu untuk menutupi barang ini supaya tidak ketahuan oleh orang istana agar lebih aman." ucap Yuan lagi.


"Bagus juga pendapatmu itu Doni, dengan begitu rencana kita dan hasil yang kita rampas tidak tercium oleh orang kerajaan." ucap Yuam yang setuju tentang pendapat Doni.


Hari sudah larut dan tugas Doni serta rekannya di laksanakan untuk membagi rampasan pajak itu kepada warga yang tidak lain adalah beras dan uang, mereka membaginya secara adil walaupun sedikit tetapi semua mendapatkannya.


Doni dan temanya berpencar untuk membagikan rampasan itu, karena sangking banyaknya yang mau dibagikan hal itu pun memakan waktu yang cukup lama, setelah selesai mereka pun bergegas kembali kehutan.


Di pagi harinya, setelah para warga bangun tidur dan mereka pun terkejut melihat apa yang ada di belakang rumah mereka sesuatu berupa sembako dan juga uang yang ditutupi kain, rumput dan macam lainnya, mereka pun melihat ada pesan yang tertulis di dalamnya bahwa mereka harus diam dan anggap saja tidak ada yang terjadi jangan beritahu siapapun bahkan itu warga lain sekalipun.


Jadi karena adanya pesan yang tertulis di dalam sembako itu, para warga pun mengerjakan kegiatan sebagai mana mereka lakukan seperti biasanya seperti tidak ada hal yang telah terjadi.

__ADS_1


Di dalam hutan, Yuan dan para anggotanya sedang merencanakan sesuatu.


"Rencana kita selanjutnya, kita pergi ke negeri seberang yang telah di taklukan oleh raja Maximus yaitu kerajaan Venom, kita harus mencari pendekar ataupun orang-orang yang mau bekerjasama memberontak kerajaan Maxime seperti kalian contohnya,supaya kita mendapatkan pasukan yang banyak juga." ucap Yuan kepada anggotanya untuk rencana mereka.


"Baiklah, kalau memang itu rencana guru selanjutnya kami mengikut saja karena itu adalah rancangan yang bagus juga untuk kita kedepannya." ucap Doni setuju dengan rencana Yuan.


Disaat mereka lagi berbincang, salah satu anggota Yuan yang menjadi mata-mata di kerajaan, dia datang dan memberi tahu bahwa beberapa hari lagi hasil pajak dari kerajaan Venom akan di bawa ke kerajaan Maxime.


"Maaf guru, saya datang ingin memberitahu sesuatu hal yang penting." ucap mata-mata itu kepada Yuan.


"Ada hal penting apa ini Arjun? Kamu bawa berita apa dari kerajaan?" tanya Yuan penasaran tentang hal yang dibawa anggota mata-matanya


.


"Sebentar lagi pajak dari kerajaan Venom akan di antar ke kerajaan, tetapi saya mendengar bahwa hasil pajak itu akan dikawal oleh salah satu panglima yang bernama panglima Abimara." ucap anggotanya itu.


"Baiklah, kita akan merampas hasil pajak itu sekaligus kita akan pergi juga ke kerajaan Venom untuk melanjutkan rencana kita tadi." ucap Yuan memberikan usulan.


Semua anggota mengangguk paham.




**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN.


TERIMA KASIH BANYAK 😘


__ADS_2