
Disisi lain.
Yuan mendengar atas peperangan antara kerajaan Maxime dan kerajaan Venom yang dimenangkan oleh kerajaan Maxime itu sendiri, diapun memutuskan untuk pergi ke kerajaan Venom untuk mencari pendekar yang bisa diajak agar mau bekerjasama membalaskan dendam ke kerajaan Maxime. Dia berpamitan kepada Guru Ling.
"Guru, mungkin sudah saatnya aku harus pergi untuk menumpas kejahatan diluar sana sekaligus menghancurkan kerajaan Maxime yang sangat kejam." ujar Yuan kepada Guru Ling.
"Baiklah, karena ilmu yang aku miliki sudahku berikan seluruhnya kepadamu jadi berpikir-lah sebelum kau bertindak. Jangan kau salahgunakan kemampuanmu itu karena aku takut kau terbawa emosimu untuk membalas dendam dan menyalahkan kemampuanmu ini."
"Baik, Guru. Aku akan mengingat semua pesan darimu."
Keesokan harinya.
Yuan pergi dengan membawa bekal pakaian yang dimiliknya.
Di dalam perjalanan, dia melihat sebuah perkampungan dan dia pun mampir ke warung untuk beristirahat sejenak. Yuan memesan makanan dan minuman. Tidak lama kemudian, dia melihat para preman meminta uang kemananan kepada para pedagang dan pemilik warung dengan cara paksa.
Melihat kejadian itu, Yuan pun sangat geram dan dia langsung menghampiri salah satu preman itu.
"Apa tujuan kalian meminta uang keamanan kepada mereka sementara kalian sendirilah perusuhnya." Yuan berkata dengan tetap menjaga kesopanan.
"Kau tidak perlu ikut campur jika kau tidak ingin mati!" balas preman itu karena tidak suka dengan Yuan.
Lalu preman itu memandang Yuan dari atas sampai bawah dengan remeh.
"Oh, ternyata kau bukan orang kampung sini. Pantas saja kau tidak mengenali siapa kami!"
__ADS_1
"Aku tidak perlu tahu siapa kalian karena yang ku mau adalah kalian berhenti untuk memalak para pedagang."
"Besar juga nyalimu anak muda. Baiklah jika itu keputusanmu, jangan menyesal.''
Para preman itu pun menyerang Yuan.
Yuan dan para preman itupun berkelahi, tetapi preman itu bukanlah tandingan Yuan, merekapun mengakui kekalahan mereka dengan Yuan.
"Baiklah, kami mengakui kekalahan kami, kami menyerah." ujar salah satu preman sambil bersujud dihadapan Yuan.
"Kalau begitu cepat kalian bereskan dagangan itu lalu kembalikan apa saja yg telah kalian ambil!" perintah Yuan kepada para preman.
"Baiklah." sang preman itu pun dengan cepat membereskan dagangan yang telah mereka obrak-abrik.
Yuan kembali ke warung untuk menyantap makanan yang sudah dia pesan, para warga di warung pun melihat Yuan dengan sangat heran atas kemampuannya itu hingga mampu mengalahkan preman, tak lama kemudian para preman itu pun mendatangi Yuan lalu meminta agar Yuan bersedia menjadi Guru untuk mereka.
Yuan pun sangat kasihan atas apa yang menimpah kampung ini, dia bersedia menjadikan para preman itu agar menjadi muridnya untuk memberontak kepada kerajaan, di samping itu memang inilah rencana Yuan untuk mengumpulkan pasukan agar dapat melawan kerajaan Maxime.
"Baiklah, aku akan siap menjadi guru kalian tetapi kita harus tinggal di dalam hutan dan berpindah pindah setiap harinya agar tidak dapat dilacak oleh kerajaan karena aku sudah ada rencana bahwa kita akan merampas semua hasil dari pajak warga dan akan kita kembalikan kepada warga, kita akan mengambil secukupnya untuk bekal kita kedepannya nanti." jawab Yuan sambil memberi tahu rencananya.
"Kalau begitu kami setuju sekali, biarpun kami harus tinggal di hutan tetapi menurut saya ini adalah pekerjaan yang sangat mulia karena tidak akan ada lagi orang mengeluh karena kelaparan." ucap sang preman itu sambil bersemangat karena mengetahui misi mereka.
"Kalian tidak perlu khawatir dengan keluarga kalian karena aku pastikan mereka akan baik-baik saja. Baiklah, ayo kita makan pesanlah apa yang kalian mau nanti aku yang membayarnya." ajak Yuan kepada para preman.
"Tidak perlu membayar anak muda karena makanan ini gratis untuk kalian, kami semua akan sangat berterima kasih kepada kalian kalau misi kalian lancar, kami sangat senang bahwa masih ada pejuang yang berani memberontak kerajaan yang kejam itu." sambung penjual makanan tersebut karena sangat senang sudah di bantu oleh Yuan.
__ADS_1
Merekapun makan di warung tersebut, dikala mereka selesai makan, mereka pun pamit untuk beranjak pergi kehutan dan memantau kendaraan Istana yang ingin melintasi kawasan itu sambil membawa hasil pajak dari warga karena Raksa sudah mengetahui hal ini dari para preman yang sekarang menjadi anggotanya.
Waktu mereka memantau dari atas pohon, benar saja ada kendaraan berkuda yang membawa hasil padi milik warga yaitu hasil bayaran pajak untuk kerajaan, terlihat dari atas banyak prajurit kerajaan yang mengawal hasil pajak tersebut.
Setelah sudah dekat, Yuan dan para anggotanya pun turun dari atas pohon untuk menghentikan para prajurit tersebut agar menyerahkan barang bawaan mereka itu.
"Berhenti! Serahkan hasil pajak milik warga itu pada kami!" ucap Yuan dengan tegas.
"Siapa kau? Berani sekali menghalangi jalan kami lalu menginginkan agar kami menyerahkan bawaan kami, apa kau tidak tahu ini milik siapa?" jawab salah satu prajurit dengan sangat percaya diri.
Yuan pun tersenyum kecil lalu berkata.
"Saya tahu itu milik kerajaan dan itu hasil pajak dari warga untuk kerajaan, tapi saya tidak setuju karena itu banyaknya melebihi dari kemampuan para rakyat".
"Tau apa kau soal ini? Para warga saja tidak keberatan tentang apa yang ditetapkan oleh Raja kami." jawab prajurit itu.
"Memang para warga tidak ada yang komentar karena mereka takut untuk angkat suara, siapa yang menolak keputusan itu dia akan disiksa, jadi serahkan bawaan kalian atau aku akan mengambilnya dengan cara paksa.''
"Kalau begitu langkahi dulu mayat kami!" jawab prajurit yang kesal atas perkataan Yuan.
Pertarungan pun terjadi....
•
•
__ADS_1
TBC