Unite For Revenge

Unite For Revenge
Bab. 7


__ADS_3

Setelah resmi menjadi Panglima perang, sang Raja pun memerintahkan kepada semua Panglima termasuk Julian untuk melakukan penyerangan terhadap kerajaan venom yang dikuasi oleh Raja Vincent. Sang Raja memanggil seluruh panglima yang ada di istana tersebut agar menghadap padanya karena ada sesuatu yang ingin disampaikan olehnya.


"Niatku memanggil kalian kehadapanku tidak lain ialah untuk menyerang kerajaan Venom agar kita dapat menguasai kerajaan itu dan menyingkirkan Raja Vincent." ujar Raja dengan tegas.


"Sebaiknya kita kerahkan beberapa ribu prajurit, Paduka Raja. Dan kita akan membaginya menjadi beberapa pasukan." sambung Panglima Abimara.


"Kerahkan dua ribu prajurit dan kita akan membaginya dalam dua pasukan. Pertama di pimpin oleh dirimu, Panglima Abimara dan pasukan kedua dipimpin oleh Julian." perintah Raja memberikan arahan. "Cepat ambil peta dari seluruh kerajaan yang ada di jagat raya ini!" sambungnya.


Mereka berunding sambil melihat peta yang akan mereka serang. Setelah selesai berunding, Raja memutuskan serangan akan dilakukan dari dua sisi yaitu pasukan yang dipimpin Julian akan menyerang dari sisi timur dan pasukan yang dipimpin oleh Abimara bergerak dari sisi barat.


Julian dan Abimara pun setuju akan keputusan sang Raja.


Keesokan paginya.


Mereka segera bersiap untuk melakukan penyerangan ke kerajaan Venom, semuanya bergerak bersama dengan pasukan mereka masing-masing


Beberapa saat kemudian.


Terlihat dari kejauhan kerajaan Venom yang berdiri tegak dan Kokok dengan begitu banyak prajurit yang berjaga di wilayah itu.


Julian mendekati kerajaan tersebut dari gerbang istana untuk mengalihkan perhatian dari musuhnya, salah satu prajurit Venom melihat kedatangan Julian dan bergegas untuk memberitahu kepada sang Raja bahwasanya ada pasukan dari kerajaan Maxime telah tiba dan bersiap untuk menyerang kerajaan Venom.


Sang Raja bergegas ke menara Istana untuk melihat pasukan Kerajaan Maxime dari atas.


"Mau apa kalian datang ke Istana ini?" teriak sang Raja Vincent.


Julian menjawab dengan tegas dan nada tinggi. "Raja kami menginginkan Kerajaan Venom untuk tunduk kepada kerajaan kami!"


"Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin kami tunduk dan menyerah begitu saja? Lihatlah, kau hanya membawa pasukan sedikit sementara kami disini mempunyai lima ribu pasukan dan pasukanmu tidak ada setengahnya dengan pasukan milik kami disini!" teriak Raja meremehkan Julian dan seluruh anggota kerajaan pun tertawa.


"Apa pikiranmu sedangkal itu? Aku bukanlah orang yang bodoh dan lemah, Raja!" Julian berkata dengan nada santai.

__ADS_1


Disisi lain, pasukan yang dipimpin oleh Panglima Abimara sudah masuk dari sisi barat yang hanya dijaga sedikit prajurit dari kerajaan Venom karena seluruh prajurit telah fokus dengan pasukan dari Julian.


Abimara pun sangat mudah memasuki istana tersebut bersama dengan pasukannya.


Terdengar suara teriakan dari sisi barat, Raja Vincent terkejut karena sudah banyak pasukan dari kerajaan lawan yang berada di dalam istana.


"Sial! Jadi kau hanya mengalihkan perhatian dari kami saja rupanya!" bentak Raja dengan amarah.


"Sudah ku bilang jangan menganggap aku bodoh dan meremehkanku, Raja!" tawa Julian pun terdengar mengejek.


SERANG!


Semua pasukan maju ke dalam istana untuk menyerang.


Terlihat peperangan itu sangat sengit dan banyak menumpahkan darah walaupun pasukan yang di bawa oleh kerajaan Maxime sangat sedikit tetapi mereka mampu mengimbangi prajurit dari Kerajaan Venom.


Julian dan Abimara pun seperti singa yang kelaparan dengan ganasnya membantai semua prajurit dari kerajaan Venom.


Di suatu tempat, Julian berhadapan dengan sang Raja. Mereka berkelahi, dengan penuh semangat Julian menghajar Raja meskipun ada sedikit perlawanan dari sang Raja itu sendiri tetapi kemampuan Julian sangatlah hebat. Julian berhasil mengikat tubuh sang Raja menggunakan rantainya.


"Baiklah, aku menyerah dan aku akan tunduk kepada kerajaan Maxime." keputusan dari Raja Vincent.


Julian membawa sang Raja ke atas menara untuk mengumumkan kemenangan mereka.


"BERHENTI!" teriak Julian memberi instruksi. "Raja kalian telah kalah dan mengakui kekalahan kepada kerajaan Maxime." lanjutnya.


Peperangan pun terhenti seketika setelah mendengarkan teriakan dari Julian. Panglima Abimara sangat senang atas keberhasilan Julian melumpuhkan sang Raja dan terlihat para prajurit dari kerajaan Maxime meneriakkan nama Julian.


Dimulai dari teriakan Panglima Abimara lalu semuanya mengikuti dengan serempak.


JULIAN

__ADS_1


JULIAN


JULIAN


⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️


Setelah peperangan itu berhasil di menangkan, Julian dan Abimara beserta pasukannya kembali ke Istana.


Di Istana.


Sesampainya di Istana Maxime, mereka disambut dengan gembira oleh Raja Maximus karena telah memenangkan pertarungan itu.


"Bagus, Panglima Julian dan Panglima Abimara. Kalian berdua telah berhasil memenangkan pertarungan ini, aku sangat bangga kepada kalian." ujar Raja dengan raut bahagia.


"Terima kasih, Paduka Raja. Tetapi, hasil kemenangan ini delapan puluh persen karena keberanian dan kepintaran Panglima Julian. Kita tidak salah menjadikannya Panglima, di tangan dialah Raja Vincent dikalahkan." ucap Panglima Abimara membanggakan Julian.


"Terima kasih, Panglima. Engkau terlalu meninggikan aku, kemenangan ini terjadi karena kerjasama kita." balas Julian merendahkan hati.


Setelah mengetahui kepulangan Julian atas kemenangan yang dibawanya, sang Guru Hanzo datang ke Istana untuk melihat anak didik kesayangannya itu.


Sampai di istana, Julian pun melihat sang Guru lalu dia berlari menghampiri Guru Hanzo seraya memeluknya sambil mengatakan sesuatu.


"Terima kasih Guru karena kau telah menjadikanku seperti ini." Julian pun terharu karena yang dia pikirkan tidak ada keluarga lagi disampingnya kecuali Guru Hanzo-lah yang dia anggap sebagai pengganti Ayahnya.


"Tidak Julian, aku hanya melatihmu semampuku karena kerja keras dan tekadmu lah yang menjadikanmu seperti saat ini. Kau sudah ku anggap sebagai anakku sendiri." Guru pun menepuk punggung Julian dengan pelan dan raut sedih karena mendengar ucapan dari Julian.


Berhubung Raja senang atas keberhasilan yang di peroleh kerjaaannya, dia pun mengumumkan akan ada pesta yang meriah di Istananya.


"Karena keberhasilan pertama kita untuk menaklukkan kerajaan di wilayah ini, maka aku akan mengadakan pesta meriah malam ini juga!" teriak Raja dengan perasaan senang.


__ADS_1



TBC


__ADS_2