Unite For Revenge

Unite For Revenge
Bab. 22


__ADS_3

Kedua Ratu kerajaan terlihat sedang duduk bersama di halaman belakang, mereka membicarakan tentang kehamilan Aurora. Mini pun mengelus perut Aurora yang masih rata, dia berharap jika dirinya akan tertular dan bisa segera mengandung anak dari Yuan.


"Ratu, apa kau menginginkan sesuatu?" tanya Mini menawarkan.


Aurora menggeleng. "Aku malah sedang tidak ingin memakan apa pun. Kehamilan ini membuatku mual jika melihat makanan atau yang lainnya, aku hanya ingin memakan buah-buahan saja." ucapnya ikut bingung.


"Jika kau membutuhkan apa pun, katakan saja padaku. Aku ingin anak di dalam kandunganmu sehat karena dia juga akan menjadi anakku bukan?"


Aurora mengangguk. "Kau benar, Ratu. Suami saja kita bisa berbagi, lalu kenapa tidak untuk anak?"


Mini sedikit merasa tersindir, dia hanya tersenyum hambar. Suasana menjadi canggung akibat perkataan tidak sengaja yang Aurora katakan, untung saja Yuan segera tiba hingga akhirnya bisa mencairkan suasana tersebut.


"Ternyata kedua Ratuku ada disini." Yuan duduk di tengah, diapit oleh kedua permaisurinya.


"Kau mencari kami atau salah satu dari kami?" tanya Aurora dengan nada jutek, fase kehamilan membuat sikapnya berubah-ubah.


"Aku tidak mencari kalian tetapi aku mencari calon anakku." Yuan mengelus perut Aurora dan hal itu membuat Aurora tersipu malu.


"Raja, kau tidak sabar menunggu kehadirannya?"


"Tentu saja, aku sudah sangat lama mendambakan seorang anak." jawabnya mantap.


Mini seperti obat nyamuk yang hanya diam melihat kemesraan keduanya, dia berpamitan untuk pergi dari sana. Yuan mencegah, tetapi Mini beralasan jika dia lelah dan ingin istirahat dikamar. Hal itu membuat Yuan mengizinkan permaisurinya pergi.


Tinggallah mereka berdua, Aurora bersandar manja di dada bidang milik Yuan. Itu adalah tempat ternyaman baginya jika dia sedang dalam mode manja.


"Apa kau menginginkan sesuatu?"


Aurora menggeleng.


"Lalu? Kenapa bersikap manja seperti ini, hm? Jika kau menginginkan sesuatu maka katakan saja padaku, aku akan berusaha mencarinya untukmu." Yuan tidak ingin sang permaisuri merasa kekurangan saat dia sedang hamil seperti sekarang.

__ADS_1


"Aku ingin kau selalu ada disampingku, Raja. Terkadang aku merasa sedih jika kau bermalam dengan Ratu Mini, entah mengapa semenjak kehamilan ini aku sangat suka merasa sedih."


"Apa kau merindukan Ayahmu?" tanya Yuan sambil mengelus rambut Aurora.


Aurora hanya diam, dia tidak mampu berkata apa pun jika sudah menyangkut orang tuanya.


"Aku mohon jangan membahas itu, meskipun Ayah adalah orang yang jahat tetapi dia tetaplah orang tuaku. Tentu saja aku sangat merindukannya, dia yang dulu selalu ada bersamaku, memelukku disaat aku sedang bersedih dan menjagaku dengan sepenuh hati." curahan hati seorang Aurora.


"Tapi sekarang sudah ada aku, aku yang akan menggantikan peran Ayahmu. Orang bilang, seorang perempuan akan mencari sosok Ayahnya di dalam diri suaminya. Kau bisa melakukan itu namun, aku tidak sama seperti Ayahmu. Kau tahu bukan bagaimana sifatku?"


Aurora mengangguk, dia menegakkan tubuhnya dan tersenyum tipis.


"Sudahlah, kenapa harus menjadi sedih seperti ini?"


"Kau yang memulainya." Yuan menarik hidung Aurora dengan perlahan lalu keduanya tertawa bersama.


⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️


Perut Aurora sudah terlihat membuncit, setiap keinginannya pasti Yuan selalu memenuhi jika dia bisa mencarinya dan memberikan untuk Aurora. Namun, ada hal yang aneh yaitu perubahan bentuk badan dari seorang Mini. Dia merasa tubuhnya semakin gemuk dan berisi, bahkan, untuk makan pun dia sangat lahap. Mini heran dengan apa yang terjadi padanya, dia hanya mengedikkan bahu dan berpikir jika ini adalah masa pertumbuhan.


Ya, cukup terbilang aneh karena masa pertumbuhan diusia dua puluh tahun ke atas. Mini tidak peduli dengan penampilan dan berat badannya, dia hanya ingin makan dan makan saja.


Hal tersebut tentu membuat Yuan heran, pasalnya Mini tidak seperti itu.


"Ratu Mini, apa kau baik-baik saja?" Yuan bertanya ketika melihat Mini yang sedang makan dengan lahap.


Mini mengangguk karena mulutnya sangat penuh dengan makanan. Mini segera menelan makanannya, dia meneguk air putih dan bersendawa pelan.


"Raja, entah apa yang terjadi denganku tetapi belakangan ini aku sangat suka makan. Apa ini masa pertumbuhan? Tapi, usiaku sudah menginjak dua puluh tahun lebih." ujar Mini keheranan.


"Kau ini ada-ada saja." Yuan memperhatikan bentuk badan Mini, meski memang terlihat gemuk dan berisi tetapi itu malah membuat Mini semakin menggemaskan.

__ADS_1


"Ada apa? Kau tidak suka melihat tubuhku yang besar ini? Ya, tentu saja kau pasti malu karena —" ucapan Mini terpotong sebab Yuan menempelkan jari telunjuk dibibir Mini.


"Kau malah semakin imut, siapa yang mengatakan jika aku tidak suka melihatmu seperti ini?" Yuan menaikkan sebelah alisnya, dia berkata dengan nada pelan.


Mini berdehem karena dia gugup di perlakukan seperti ini oleh Yuan meski mereka sudah lama menikah.


"Raja, apa aku boleh minta sesuatu?"


Yuan mengangguk.


"Bisakah kau mengambilkan buah delima untukku?"


Yuan melongo, dia harus mencari dimana buah delima itu, pikirnya.


"Ratu, apa kau bergurau?"


Mini mengerutkan dahi. "Bergurau apa? Aku sungguh-sungguh ingin memakan buah Delima, Raja. Kau tidak bisa mencarikannya untukku? Baiklah, aku akan mencarinya sendiri." lanjutnya dan ingin beranjak dari tempat duduk tetapi Yuan dengan cepat mencekal lengan Mini.


"Tidak! Duduklah dan tunggu saja di Istana, aku akan berusaha mencarikan buah yang kau minta. Ingat! Jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali, kau harus berada di dalam Istana."


Mini tersenyum lebar karena permintaanya di penuhi oleh Yuan.


"Baiklah, terima kasih, Rajaku." Mini memeluk tubuh Yuan.


Yuan segera pergi keluar dari Istana untuk mencari buah yang Mini inginkan, tak lupa dia juga mengajak beberapa orang prajurit untuk mengawalnya. Hidup sebagai seorang pemimpin tidaklah mudah karena pasti akan banyak orang yang ingin menghabisinya. Terlebih lagi orang-orang itu memiliki dendam tersendiri, tentu saja mereka akan berbuat nekad.




TBC

__ADS_1


__ADS_2