
7 tahun kemudian
Di istana terlihat begitu banyak para reven yang sedang berbaris rapi di lapangan. Hari ini adalah hari pelantikan para reven untuk menjadi prajurit. Akan tetapi, ada hal khusus yang Raja berikan kepada Julian yang saat ini usianya sudah menginjak sembilan belas tahun. Disaat para reven berbaris di hadapan Raja dan sang Raja pun melakukan pelantikan untuk para reven.
Disitu pula Raja memanggil Julian. "Julian, coba kau maju ke hadapanku!" perintahnya.
Julian pun maju keluar dari barisan guna mendekati sang Raja.
"Seperti yang telah aku janjikan padamu, sekarang usiamu sudah mencukupi untuk menjadi panglima perang dan hari ini aku akan melantikmu untuk menjadi seorang panglima perang dari kerajaan Maxime.
Tetapi di sela-sela pembicaraan sang Raja, salah satu panglima berkata kepada Raja.
"Rajaku, bukan saya lancang atau bermaksud untuk menolak keputusanmu. Tetapi saat ini Julian masih kecil, bukankah ada baiknya sebelum dia menjadi panglima kita harus menguji ada baiknya jika dia bertarung terlebih dahulu menghadapi dua puluh orang sekaligus yaitu para reven nya, sebab jika berperang nanti bukan hanya satu atau dua orang saja yang akan dia lawan tetapi mungkin akan ada lebih dari dua puluh musuh yang harus dia hadapi." ujar panglima dengan sopan.
Raja pun terdiam sejenak sambil berpikir. "Ada benarnya juga apa yang kau katakan, Panglima Abimara. Kau selaku senior memang cukup bijak karena sudah mengambil keputusan ini. Tetapi ada satu hal lagi yang akan aku tambahkan untuk ujian Julian, apabila dia sanggup mengalahkan dua puluh reven seangkatannya setelah itu dia akan menghadapimu."
Raja tersenyum tipis. "Jika dia berhasil mengalahkanmu maka aku akan mengangkatnya sebagai panglima perang karena di dalam sebuah kerajaan pasti ada panglima yang cukup kuat dan handal." Lanjutnya.
"Sepertinya itu keputusan yang sangat bijak, Paduka Raja." Jawab Abimara
"Bagaimana Julian, apakah kamu sanggup melakukan dua ujian yang akan aku berikan padamu?" Raja bertanya kepada Julian yang saat itu terdiam sambil menyimak.
Julian pun berkata. "Saya akan berusaha menyanggupi semua permintaan serta keputusan dari Raja." jawabnya pasti.
Raja meminta kepada seluruh reven serta panglima untuk berkumpul di arena pelatihan.
Sesampainya disana, Raja meminta kepada Guru agar menunjuk dua puluh reven yang tangguh untuk mengahadapi Julian.
"Hanzo! Coba kau kerahkan dua puluh anak didikmu untuk menghadapi Julian." Perintah Raja dengan suara tegas.
Guru Hanzo pun hanya tersenyum dan mengangguk patuh untuk menjalankan perintah Raja.
Guru Hanzo memanggil anak didiknya yang mungkin terlihat tangguh dan kuat.
Semuanya berkumpul di arena lalu Guru menemui Julian.
"Aku minta sebagai anak didikku jangan pernah mengecewakanku, Julian. Aku melihat levelmu jauh diatas mereka akan tetapi hanya merekalah yang cukup tangguh diantara yang lainnya." Guru menepuk pundak Julian.
"Aku pasti akan mengusahakan yang terbaik, Guru." jawabnya sopan.
"Aku percaya padamu." balas sang Guru.
Julian dan dua puluh reven sudah bersiap di tengah-tengah arena pelatihan dan dilihat oleh seluruh anggota kerajaan.
"Baik, jika kalian sudah siap cepat mulai pertarungan ini!" teriak Raja.
Salah satu prajurit meniup terompet sebagai tanda mulainya pertarungan mereka.
Mereka berkelahi dan Julian pun melawan semaksimal mungkin dengan menggunakan rantainya.
Criing!
__ADS_1
Cring!
Dugh!
Dugh!
Cring!
Di dalam arena, dia tampak terkepung oleh reven lainnya yang siap untuk menyerang secara bersamaan dari segala penjuru.
Julian hanya tersenyum melihat keadaan itu, dia menggunakan tameng dengan rantainya dan rantai itupun menyerang para reven tersebut hingga mereka semua langsung terpental jauh.
Bugh!
Mereka semua yang menyaksikan pertarungan itu tercengang termasuk sang Raja. Disitu pun para reven kalah dan Julian memenangkan pertarungan itu.
Guru tersenyum senang karena melihat anak didiknya yaitu Julian yang mampu membuat para revennya kewalahan.
Seluruh anggota istana bertepuk tangan karena Julian telah memenangkan pertarungan tersebut.
"Bagus Julian, kau sudah menyelesaikan pertarungan pertama ini dengan baik dan satu persyaratan pun telah kau menangkan." Raja pun puas karena Julian berhasil menyelesaikan syarat pertamanya.
"Sekarang tibalah dimana dirimu harus menghadapi panglima Abimara"
"Terima kasih atas pujian Anda, Raja. Aku akan melanjutkan persyaratan kedua yaitu bertarung dengan panglima Abimara."
Raja meminta Panglima Abimara untuk memasuki arena pertarungan, dimana Julian sudah bersiap untuk melawan panglima.
Hiyaaaa!!!!
⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️
Julian dan panglima Abimara memulai pertarungan dengan sangat sengit, diantara mereka tidak ada yang ingin mengalah sebelum menang. Dilihat dari keduanya mereka saling melemparkan serangan yang menjadi senjata mereka masing-masing.
Pertarungan itu sangat dahsyat, Panglima menggunakan pedang yang dia genggaman di kedua tangannya untuk digunakan menangkis serangan rantai dari Julian.
Julian tidak memiliki celah untuk mengalahkan Panglima Abimara karena sang Panglima sangat lincah menggunakan pedang tersebut.
*Cring!
Cring!
Cring*!
'Ternyata kemampuan anak ini sangat dahsyat bahkan mampu membuat aku kewalahan menangkis serangan rantainya.' batin Panglima.
Julian tersenyum tipis ketika melihat Panglima berhenti sambil menatapnya.
Tanpa disangka oleh Julian, Panglima pun menyerangnya dengan sangat cepat menggunakan pedang tersebut. Julian yang terkejut melindungi dirinya dengan salah satu rantai di tangannya tetapi naasnya dia tersungkur jatuh ke tanah.
Panglima langsung menyerang Julian dengan bertubi-tubi dan hal itu membuat Julian kewalahan sehingga dia sering kali jatuh tersungkur. Panglima adalah orang kepercayaan dari kerajaan sekaligus dia handal dalam urusan serang - menyerang.
__ADS_1
Bugh!
Julian pun berusaha untuk bangkit, melihat kejadian itu sang Guru pun merasa kasihan dengan anak didiknya tersebut karena Julian adalah murid kesayangannya.
"Apakah kau sudah menyerah, Julian? Beginilah cara kita menjadi panglima, bukan hanya tenaga saja yang andalkan tetapi juga otak. Kita harus mencari celah kapan dan dimana lawan kita sedang lengah." teriak Panglima dengan tegas.
"Sudah hentikan!" teriak sang Guru dengan mata berkaca-kaca karena tidak tega melihat Julian yang sudah lemas.
"Paduka Raja, Julian telah gagal dengan syarat terakhir ini—" ucapan Panglima terpotong karena suara dari Julian.
"Belum, Panglima! Aku belum kalah, aku sudah berjanji kepada diriku agar bisa menjadi panglima perang dan itu adalah salah satu dari cita-citaku. Aku tidak akan menyerah begitu saja!" Julian bangkit dan dia menyerang Panglima secara bertubi dengan rantainya, dia mengeluarkan tenaga dahsyatnya.
Entah dari mana datangnya kekuatan itu bahkan membuat panglima sangat ketakutan akan serangan tersebut.
Panglima terus mencoba menghindari serangan dari Julian.
'Bagaimana kekuatannya bisa menjadi sangat luar biasa?' batin Panglima.
Pedang yang berada di tangan Panglima terhempas dari tangannya karena rantai Julian.
Julian pun mengikat tubuh Panglima dengan rantai panjang miliknya lalu mencampakkan tubuh Panglima hingga terpental jauh.
Disaat Panglima terjatuh, Julian pun melompat dari atas dan dia ingin menyerang Panglima Abimara. Namun, tanpa disangka Julian pun menghentikan serangannya kala salah satu mata rantainya berada di depan mata sang Panglima. Julian mengentikan serangannya karena dia tahu jika ini hanyalah tantangan untuknya agar bisa menjadi seorang panglima.
Panglima tersenyum melihat hal itu karena tanpa dia sadari jika kekuatan Julian sangatlah besar bahkan mampu mengalahkan Panglima senior terbaik seperti dirinya.
"Bagus Julian, kau berhasil mengalahkanku, kau telah berhasil memenangkan semua persyaratan itu, kau memang berhak untuk menjadi panglima perang." ucap panglima Abimara yang sudah kalah.
Julian pun tersenyum senang atas ucapan panglima Abimara tersebut. "Terima kasih panglima." ucap Julian sambil mengulurkan tangannya membantu panglima untuk bangkit.
Melihat kejadian itu sang guru pun terlihat sangat senang dan bangga terhadap Julian karena dia telah berhasil memenangkan pertarunganya dengan panglima Abimara.
"Bagus Julian, kau berhasil memenangkan pertarungan ini, kau akan ku angkat menjadi panglima perang dikeraja'an ini." ucap sang Raja senang karena Julian akhirnya seperti yang dia pikirkan selama ini.
Setelah kejadian tersebut, seluruh anggota kerajaan yang melihat semua itu bertepuk tangan dan meneriakkan nama Julian.
"JULIAN! JULIAN!" teriak mereka semua dengan serempak.
•
•
Visual Julian (Jika kalian punya Visual lain silahkan berkhayal-lah menggunakan gambaran kalian sendiri) 🤗
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN 🥰
__ADS_1