
Tak terasa tiga bulan berlalu dengan cepat, Yuan sudah memutuskan jika dirinya akan menikahi Mini. Sebagai seorang Raja, tentu bebas baginya untuk memiliki selir. Hal tersebut menjadi perdebatan antara Yuan dan Aurora, tetapi akhirnya semua dimenangkan oleh Yuan. Aurora hanya bisa pasrah ketika Yuan berkata jika dia ingin segera memilih keturunan.
Saat ini pernikahan akan digelar dan begitu banyak para pemimpin kerajaan lain yang ikut menyaksikan pernikahan kedua antara Yuan dah Mini. Terlihat senyum simpul di bibir kedua calon pengantin, mata mereka pun tidak pernah lepas dari satu sama lain.
"Aku harap, kau bisa menerima semua ini." ujar Yuan.
Julian, adik Yuan, dia heran dengan jalan pikir sang kakak yang harus menikah lagi sementara dia sudah memiliki permaisuri. Bahkan, permaisurinya itu sangatlah cantik dan keturunan bangsawan. Julian tidak ingin menjadi pusing, dia hanya akan menonton bagaimana perjalanan cinta sang kakak.
Meninggalkan Julian yang terdiam dengan pikirannya sendiri, Mayra tersu tersenyum ketika dia melihat ketampanan Julian. Dia terus mencuri-curi pandang agar tidak ketahuan oleh siapapun.
Prosesi pernikahan dimulai dengan baik, seorang pria tua yang diyakini jika dia itu adalah seorang pendeta mengucapkan kata-kata sakral.
Dua jam kemudian, selesailah prosesi pernikahan dan sebagainya. Saat ini tinggal sedikit orang yang ada disana karena Yuan tidak terlalu membuat mewah acara tersebut. Itu semua demi menuruti keinginan Mini yang ingin melangsungkan pernikahan dengan sederhana.
Flashback off:
Mini baru saja keluar dari dapur, dia terlihat lesu karena mendapatkan surat dari seseorang. Dirinya terduduk di bangku panjang halaman samping, matanya menatap lurus ke depan seperti sedang frustasi. Dia melamun hingga tidak sadar akan kedatangan Yuan.
__ADS_1
Yuan duduk di samping Mini, dia menatap wajah murung itu.
"Mini, apa kau baik-baik saja?" tanya Yuan dengan hati-hati.
Mini menghela napas panjang, terlihat jika dia sedang memiliki masalah, Yuan sudah menduganya.
"Saya baik-baik saja." jawab Mini tetapi ucapan dan raut wajah mengatakan hal yang beda.
"Aku yakin jika kau sedang dalam masalah, jangan berbohong padaku, Mini. Kau tidak akan bisa karena aku dapat melihat raut wajahmu ketika kau berbicara."
Mini sudah ketahuan, dia pun menceritakan pada Yuan jika dirinya akan di jadikan sebagai selir Raja Selatan dan dirinya harus mau. Jika Mini tidak mau, maka warga desa akan di bantai habis-habisan.
"Mini, menikahlah denganku agar Raja Selatan atau Raja dari kerajaan lain tidak bisa menganggumu lagi." ucap Yuan pasti dan yakin.
Mini kaget hingga dia beranjak dari tempat duduknya.
"Paduka, apa yang Anda katakan?" Mini menatap Yuan dengan rasa bimbang.
__ADS_1
"Kenapa? Apa aku salah bicara? Mini, aku serius. Menikahlah denganku dan kau tidak akan memiliki masalah lagi."
"Anda salah Paduka Raja, setelah menikah dengan Anda tentu saja saya memiliki masalah besar. Biar bagaimanapun Anda adalah seorang suami bagi Yang Mulia Ratu. Apa aku harus menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian?"
"Lalu, jika kau tidak menikah denganku apa kau mau dipersunting oleh Raja Selatan? Aku pernah melihatnya, dia sudah tua bahkan beberapa orang bilang jika dia sudah memiliki lima istri. Benarkan?"
Mini mengangguk terpatah.
"Bagaimana, Mini? Kau sudah memikirkannya? Aku akan berbicara dengan Aurora agar dia mengizinkan aku untuk menikah lagi." Yuan meminta jawaban pasti dari Mini.
Mini menggulung ujung bajunya, dia benar-benar bingung dibuat oleh keadaan. Perlahan kepalanya mengangguk dan itu membuat Yuan tersenyum tipis.
"Keputusan yang sangat bagus, Mini. Kau tidak perlu memikirkan tentang apa pun lagi mulai sekarang, aku akan segera bicara pada Aurora dan menghubungi pendeta untuk mencari hari baik." Yuan beranjak dari bangku, jujur dia tertarik dengan kelembutan, kesabaran dan paras Mini yang sangat cantik.
Yuan pergi meninggalkan Mini yang pikirannya sedang berkecamuk bingung.
•
__ADS_1
•
TBC