Varro Is Not Robbot

Varro Is Not Robbot
Episode 21


__ADS_3

"Var.... Apakah kamu yakin? "Sella dari tadi gelisah menatap Varro yang duduk di sampingnya.Varro menghela nafas dan...


"Sel.... Sebenarnya kenapa? tidak masalah bukan jika aku ingin main ke rumah mu?... Kamu juga mengatakan jika seseorang datang ke rumah mu, orang tuamu tidak akan bertengkar"


"Tapi Var, kamu kan laki-laki... " Ucap Sella pelan. Sedangkan Varro mengangkat satu alisnya tanda bingung.


"Terus?... Sel, aku itu sahabatmu jadi semuanya akan baik-baik saja... Apakah aku harus jadi perempuan dulu untuk ke rumahmu?... Tidak bukan?" Ucap Varro tidak habis pikir pada sahabatnya itu.Sella hanya terdiam memainkan jari-jari tangannya hingga...


"M-masalahnya aku belum pernah membawa laki-laki ke rumah" Lirih Sella pelan tapi Varro masih bisa mendengarnya. Varro menyenderkan wajahnya ke bahu Sella dan...


"Ekhem... Berarti, aku adalah yang pertama bukan? " Ucap Varro mengedipkan mata dan terkekeh sambil melakukan batuk palsu.Sella menyipitkan matanya dan...


"Argh!!... Yak!!!Sakit tau!!... Kamu kenapa sih main nyubit pinggang aku?... Sakit tau!! "Teriak Varro menjauh dari Sella dan memegangi pinggangnya yang sakit karena cubitan Sella yang keras. Sella menutup mulutnya menahan tawa melihat Varro yang kesakitan karena ulahnya, begitu juga dengan Pak Jo yang diam-diam tertawa sambil melihat kaca mobil yang memperlihatkan Sella dan Varro sang tuan muda.


"Ih... kenapa tertawa?!... Tidak lucu Sella! "Kesal menatap sinis Sella sedangkan Sella tidak perduli, yang penting dia senang melihat sahabatnya seperti itu karenanya.


"Penderitaan mu adalah kebahagiaanku Var.."Ucap Sella lalu akhirnya tertawa keras menatap Varro yang memalingkan wajahnya kesal.


"Jangan marah,kamu seperti anak kecil saja...Aigo,,,Uri Varro Nando neomu kyeopta!!"Ucap Sella menarik Varro yang membelakanginya dan...


Brugh!


"Den Varro!!!! "Teriak Pak Jo terkejut melihat Varro yang...


Dua pasang mata itu bertemu saling menatap, sangat dekat hingga hampir saja hidung mancung Varro menyentuh hidung Sella.


"Y-ya!!!... Kamu gila yah!! "Kesal Sella mendorong wajah Varro menjauh dari wajahnya.Varro yang awalnya terdiam menjadi mengerutkan dahi dan...


"Apa?!!!... Kamu tuh yang gila!!...Pakai acara narik bahuku segala...Jadi aku salah huh? ! " Jawab Varro tidak terima.


"Y-ya kan terlalu kencang... Kamu juga,,, Kenapa tidak nahan!!!untung saja tidak terkena wajahku!!"Ucap Sella membela dirinya.


"Aish... Terserah kamu! " Ucap Varro kesal bergeser kesamping membuat jarak dengan Sella.Ia sangat kesal tapi ia merasakan ada yang aneh dengan dirinya.


Varro sekali-kali menatap Sella yang menatap keluar jendela diam-diam... Varro tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya tapi...


"Den Varro baik-baik saja? " Ucap Pak Jo tiba-tiba membuat Sella yang awalnya menatap ke arah luar jendela kini menatap Varro yang salting.


"A-apa? " Ucap Varro gagap karena tatapan mata Sella.


"Ada apa denganmu Var... Aish,,, tidak!! aku mungkin sedang tidak enak badan"Ucap Varro pada dirinya sendiri.


Puk!!!


"Var!!! "Panggil Sella keras membuat Varro tersentak dan kembali pada kesadarannya.


"A-apa? "Ucap Varro kembali sadar dari lamunannya


"Yak!!! Pak Jo tanya, kamu baik-baik saja?"Jawab Sella menggeleng-geleng kepala dan menatap aneh sahabatnya itu.


"V-Varro baik-baik saja Pak Jo... Hahahaha"Jawab Varro tertawa karena dia juga tidak tahu kenapa Pak Jo bertanya seperti itu, aish ada apa dengan dirinya hari ini?...


"Baiklah Aden..... Pak Jo pikir Den Varro sakit karena sedari tadi memegangi dada Den Varro terus"Ucap Pak Jo bernafas lega. Sedangkan Sella langsung saja menatap Varro dan...


"Are you serious?.... You are okay?... Don't you lie?"Sella mendekatkan wajahnya menatap Varro dengan tatapan mengintimidasi.Varro merasa wajahnya memerah dan...


.


"Y-yak!!!....Tentu saja aku baik-baik saja... Kau bahkan melihatnya sendiri"Ucap Varro sedikit tergagap dan mendorong wajah Sella pelan dengan satu jari telunjuk kanannya.


"Baiklah kalau begitu" Ucap Sella melipat tangannya di depan dada dan kembali menatap keluar jendela.


"Tidak!!!... Aku benar-benar harus ke rumah sakit atau apa?!!!... Detak jantungku kenapa sangat cepat?!! " Ucap Varro dalam hati dengan tatapan mata yang tidak terlepas dari Sella sedari tadi.


Sementara itu,


Di Perusahaan Nando,


Cklek.....


"Kau mau kemana Van? " Ucap laki-laki Korea tampan paruh baya yang tidak lain adalah Chanwoo membuat Vano yang tadinya membuka pintu,malah kembali menutup pintu karena ingin mengatakan sesuatu pada sang Paman.


"Meeting Paman"Jawab Vano berjalan menuju meja kerja Chanwoo dan duduk di depannya.Chanwoo mengernyit menatap Vano dan....


"Ada yang bisa Paman bantu? "Tanya Chanwoo menatap Vano yang berada di hadapannya.


"Paman.... H-hari ini aku ada acara penting, tolong Paman handle perusahaan. Vano mungkin akan pulang sedikit larut"Chanwoo menatap Vano dengan tatapan yang aneh dan...


"Acara apa?.... Meeting atau acara?,,,jujur saja pada pamanmu ini" Ucap Chanwoo terkekeh pada sikap keponakannya itu.


"Intinya ini sangat penting Paman....Vano pergi dulu Paman" Ucap Vano kemudian berdiri dan beranjak keluar dari ruang kerja utama.


"Pasti ada sesuatu" Lirih Chanwoo menatap pintu yang tertutup.


"S-Sella... "Panggil Varro sedikit lirih membuat Sella menoleh dan menatapnya.Sella yang awalnya mengernyitkan dahinya menjadi panik ketika melihat Varro yang memegangi dadanya dengan tatapan aneh.

__ADS_1


"Hei... Kamu baik-baik saja? " Ucap Sella khawatir menepuk-nepuk bahu Varro pelan, membuat Pak Jo yang menyetir jika khawatir.


"Den Varro baik-baik saja? " Ucap Pak Jo khawatir tapi tetap fokus menyetir.


"S-Sella.... B-bagaimana j-jika tidak jadi ke rumah mu hari ini?.... D-dadaku... "Varro menghentikan ucapannya dan...


"Tidak masalah Var...Kamu kenapa?dada kamu kenapa Var? " Ucap Sella panik menepuk bahu Varro pelan membuat Varro merasa semakin tercekat hingga....


"S-sepertinya a-aku s-sakit j-jantungh S-Sel... Hhhhah.... Rasanya a-aneh,,, J-jantungh ku berdegup kencang tidak normal...Hhh a-aneh"Ucap Varro menjelaskan dengan terbata-bata tanpa melepas tangan kanannya dari dada membuat Sella semakin panik begitu juga dengan Pak Jo.


"Jangan bicara seperti itu!!! Aku tidak suka! " Ucap Sella dengan ekspresi kesal campur khawatir menatap Varro yang menyenderkan kepalanya pada jendela mobil dengan tangan kanannya yang memegangi dada sedari tadi.


"Kita harus ke rumah sakit Var!! " Ucap Sella menyenderkan kepala Varro pada bahu kirinya karena merasa jika Varro tidak nyaman.


Pak Jo langsung saja memutar balikkan laju mobil dan menuju rumah sakit....


"Den, tapi rumah sakit sangat jauh dari sini!! "Ucap Pak Jo mengingat jika tidak ada rumah sakit yang dekat di daerah yang dilewati.


"Paman.. "Lirih Varro membuat Pak Jo faham dan melajukan mobil ke arah rumah.


"Biar aku bantu" Ucap Sella ketika tangan Varro gemetar hendak mengambil ponsel di sakunya. Sella kemudian mengambil ponsel Varro dan mencari kontak"Chanwoo Samchon " di ponselnya.


"Hallo... Varro? "


"P-pamanh..."


"Varro?.... Hei, ada apa huh? "


"J-jantungh ku.... "


"Huh?.... Kau di mana?!! "Panik Chanwoo di sebrang telepon padahal ia tidak terlalu faham dengan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu.


"R-rumah"


"Ba-"Varro menutup sambungan telepon dan kembali mencoba mengatur nafasnya.


"Apakah sakit? " Tanya Sella dengan tatapan khawatir, sedangkan Varro terdiam menatap tatapan Sella yang membuat dirinya merasa ada yang aneh.


"D-detak jantungku terlalu cepat... "Lirih Varro pelan merasakan detakan yang tidak karuan dalam dadanya.


30 menit berlalu dan....


"S-Sel..... J-jantungh ku"Lirih Varro lemas ketika merasa detak jantung semakin tidak karuan cepat membuat Sella kembali panik, tapi ia mencoba untuk menyembunyikannya.


"Akh...kenapa J-jantungh ku s-semakin cepat"Ucap Varro mencengkram dadanya membuat Sella semakin panik dan memeluk Varro untuk menenangkan tapi....


"J-jantung ku....S-Sel..."Lirih Varro merasa tidak karuan dengan detak jantungnya dan perasaannya tubuhnya mulai melemas karena detak jantungnya yang terlalu cepat sedari tadi.


"Kita sampai Den!!! "Ucap Pak Jo keras dan langsung keluar untuk membukakan pintu mobil. Pak Jo langsung saja membantu Varro keluar dari mobil dan memapahnya dibantu oleh Sella.


"Lati!!! "Teriak Pak Jo kencang di depan pintu utama dan....


"Varro!!!.... Cepat! bawa masuk! "Ucap laki-laki paruh baya tampan yang tidak lain adalah Chanwoo dengan Bi Lati di belakang Chanwoo.Mereka langsung saja membawa Varro masuk ke dalam dan membaringkan Varro di dalam kamarnya.


Di Kamar Varro,


"Var... Apa yang kau rasakan huh? "Ucap Chanwoo dengan raut khawatir, ia duduk di samping Varro yang berbaring di kasurnya.


Varro terdiam sejenak dan menatap Sella yang berdiri bersama Pak Jo dan Bi Lati di belakang sang Paman. Degup jantungnya kembali kencang dengan perasaan tidak karuan dan...


"J-jantungh Varro... "Lirih Varro tidak bisa berkata-kata. Chanwoo langsung saja memakai stetoskop dan memeriksa detak hantu Varro dan benar saja...


Deg... Deg... Deg...


"Detak jantungmu...Benar-benar cepat...Ini tidak normal" Ucap Chanwoo dengan raut khawatir begitu pula dengan Sella, Pak Jo, dan Bi Lati.


"Tapi,,,detak jantungmu teratur Var... Huh~apa gejala lain yang kau rasakan huh? "Ucap Chanwoo kepada Varro tapi tidak mendapat balasan.


"Var!!!... Var!!!.. Hei! "Chanwoo menguncang pelan bahu Varro membuat Varro tersentak dari lamunannya.


"B-bisakah hanya Paman?"Ucap Varro membuat Chanwoo menoleh kebelakang dan Pak Jo beserta Bi Lati membawa Sella untuk keluar kamar Varro.


"Katakan Var..." Ucap Chanwoo menatap Varro yang menarik nafasnya dan...


"Paman, detak jantung Varro tadi sangatlah cepat... Benar-benar cepat,,dan berdebar-debar,, rasanya sedikit sesak... Tapi ada perasaan aneh yang Varro rasakan Paman... Apakah Varro sakit jantung?...."Jelas Varro menatap sang Paman yang duduk di sampingnya.Chanwoo kembali memeriksakan Varro dengan beberapa alat hingga....


"Pusing? "Tanya Chanwoo pada Varro dibalas gelengan.


"Varro,,, Paman pikir jika yang ka-"


"Akh... "Ringis Varro memegang kepalanya dan...


"Var!!...Ini tidak benar! "Ucap Chanwoo panik mendekati Varro yang tadinya meringis memegangi kepalanya yang sakit menjadi tiba-tiba menutupi hidung karena merasa sesuatu mengalir dari hidungnya.


"P-pamanh...S-sakhit..."Lirih Varro pelan menatap noda darah di tangannya dan...

__ADS_1


Puk!


"Varro!!!... Hei,,, Varro!!!... Hei!!! " Panik Chanwoo ketika tangan Varro terkulai lemah dengan Varro yang kehilangan kesadaran.Chanwoo benar-benar merasa panik tapi ia berusaha tenang dan langsung saja kembali menangani Varro.


Chanwoo membersihkan darah mimisan Varro dan langsung saja memasangkan masker oksigen ketika menyadari nafas Varro yang tidak teratur,Chanwoo kemudian memasang infus serta beberapa alat dan kabel pada dada Varro.


"Ada apa lagi kali ini eoh... "Lirih Chanwoo mengatur nafasnya karena kelelahan.Chanwoo menatap jam di meja belajar Varro dan...


"Pukul 20:00..." Lirih Chanwoo kemudian beranjak dari kamar Varro.


Cklek....


"Pak...Aish..Paman!!Bagaimana keadaan Varro?"Ucap Sella pada Chanwoo yang baru saja keluar dari kamar Varro dengan wajah lelah.


Chanwoo menghela nafasnya panjang dan...


"Hanya kelelahan... Jangan khawatir" Ucap Chanwoo berusaha membuatmu Sella tidak khawatir. Sella tersenyum dan...


"Bolehkah saya melihat Varro? "Tanya Sella tapi...


"Jangan sekarang, lebih baik Sella membersihkan diri dulu... Ini sudah malam,,, menginaplah"Ucap Chanwoo membuat Sella terdiam dan...


"Biar Paman yang menelpon... Bersihkan dirimu, bolehkah Paman meminjam ponselmu? " Ucap Chanwoo diangguki Sella, ia langsung saja memberikan ponselnya kepada Chanwoo.


"Halo.... "


"...... "


"Saya adalah guru dari SMP Nando.... Jadi sekolah sedang mengadakan acara penting, apakah anda mengijinkan Sella untuk menginap?....Sella sebagai panitia di acara penting tersebut da-"


"..... "


"Baiklah, terima kasih" Ucap Chanwoo tersenyum dan mengembalikan ponsel kepada Sella.


"Mereka mengijinkan Sella untuk menginap.... Bi, antar Sella ke kamar tamu" Ucap Chanwoo diangguki Bi Lati,Sella langsung saja mengikuti Bi Lati.


Di kamar tamu,


Sella duduk termenung di atas kasur empuk yang telah dirapikan oleh Bi Lati.


"Bintang itu cantik...Sepertimu"


"Gambaran mu buruk Var... Hahaha, tapi bintangnya cantik....Oh, aku lebih cantik kau tahu?"


"Nyesel aku mengatakan itu Sella"


"Hahahahahahh"


"Aku sangat khawatir Var... "Lirih Sella memutar memori ingatannya.


"Sella...Aku.... Sebenarnya aku.... "


"Var.... Aku menyukai seseorang"


"Benarkah?!!!... Siapa? "


"Rahasia!! "


"Katakan!! "


"Tidak!!! "


"Ka-"


"Aku menyukaimu"


"A-apa? "


"Tapi bohong!!!! Hahahahah.... Varro,tidak mungkin juga aku menyukaimu hahahaha"


"Huh!!... Aku juga! "


"Aku menyukaimu....."


"Siapa yang membawa mu kesini huh?!!!...Aku bukan MANUSIA ES!! "


"Van...... Varro..... "


"Kau menyukainya?"


Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)


Jumat, 24-02-23


Kim_na

__ADS_1


__ADS_2