
"Apa yang kalian bicarakan?!!! "Suara dingin seseorang membuat Varro dan Sella yang tadinya tersenyum kini terdiam membeku dan saling menatap.
Varro dan Sella membalikkan badan dan....
"K-kakak?.. "Ucap Varro pelan dengan ekspresi sedikit gugup dan takut, sedangkan Sella hanya diam dan sedikit terkejut ketika Vano berada di belakang mereka.
"Kenapa kalian gugup....Apa yang kalian bicarakan!!!" Ucap Vano tegas membuat Varro tersentak... Varro menatap Sella di sampingnya dan...
"K-kami se-"
Tin.. Tin... Tin...
Suara klakson mobil membuat Varro menghentikan ucapannya, semua atensi kini beralih pada mobil. asing yang masuk ke dalam rumah mereka.
Mobil itu berhenti, pintu mobil terbuka dan..
"Yo!!.. Kenapa kalian menatapku seperti itu!!.. Wah,,, Chanwoo ya... Ponakan mu bener-bener lupa dengan diriku... Hahahah"Tawa laki-laki paruh baya hingga seseorang keluar dari mobil itu yang tidak lain adalah Chanwoo.
Vano mengernyitkan dahinya dan melangkahkan kakinya untuk mendekati pamannya dan juga laki-laki paruh baya asing berjas putih di samping pamannya.
"Paman... Siapa ini? " Ucap Vano mengernyitkan dahinya menatap laki-laki asing itu.Chanwoo dan laki-laki asing itu saling menatap dan terkekeh.
"Kau lupa? " Ucap Chanwoo semakin membuat Vano mengernyit bingung.
"Paman Harry,,, dokter pribadi keluarga kita dulu... Sahabat Paman,,, apa kau lupa hum? "Jelas Chanwoo membuat Vano tanpa sadar melebarkan matanya dan...
"Paman Harry! "Ucap Vano tersenyum lalu Harry memeluk Vano.
"Hahaha sekarang Vano yang kecil sudah tumbuh dewasa dan menjadi lelaki tampan eoh" Ucap Harry memeluk Vano tapi...
"Paman,,,aku sudah dewasa... Jangan seperti ini"Ucap Vano tersenyum kikuk, sedangkan Chanwoo dan Harry malah tertawa hingga...
"Dimana adikmu? "Ucap Chanwoo yang tidak melihat kehadiran Varro.
"Ah iya, di mana Varro... Sudah lama sekali tidak melihatnya" Ucap Harry tersenyum sedangkan Vano menolehkan wajahnya kebelakang dan...
"Di sana... "Ucap Vano membuat Chanwoo dan Harry menatap Varro yang sedang diam berdiri bersama dengan Sella di halaman rerumputan.
Varro terdiam menatap Harry seperti sedangkan memikirkan sesuatu begitu juga dengan Sella.
"Varro!!!... Sella!!!... Kemarilah!"Panggil Chanwoo membuat Varro dan Sella tersentak dan langsung berjalan untuk menyusul mereka.
Harry mengernyitkan dahinya ketika menatap Varro dan Sella hingga....
"Sella?... Rosella Cassandra? "Gumam Harry membuat Sella mendongak dan menatapnya tersenyum, sedangkan Chanwoo, Vano, bahkan Varro tidak tahu apa yang terjadi dan...
"Uncle... "Ucap Sella tersenyum begitu juga dengan Harry.
"Uncle?" Bingung Chanwoo, hingga Harry terkekeh dan menjelaskan semuanya bahwa dirinya dan Sella adalah teman lama dari media sosial hingga mereka berdua bertemu karena ketidaksengajaan.Sella bersikeras memanggil Harry Uncle seperti apa yang biasa Sella lakukan di grup hingga akhirnya mereka akrab dan Harry sudah menganggap Sella sebagai keponakannya sendiri.
__ADS_1
"Wah... Jadi seperti itu,, hahaha baiklah..Memang lebih baik jika saling mengenal satu sama lain.. Dan yah... Varro,,, ini adalah Paman Harry. Dokter pribadi keluarga kita dulu"Ucap Chanwoo menarik Sella ke sampingnya dan...
"Varro Nando.... Pantas saja saat itu aku tidak asing dengan wajahmu, ternyata... "Ucap Harry menepuk-nepuk bahu Varro tapi...
"Kalian sudah pernah bertemu?... Kapan? "Ucap Vano menatap Varro dan Harry bergantian.
"Saat itu Var-"
"Paman... Ayo masuk!" Varro memotong perkataan Harry tapi...
"Varro!.. Biarkan Paman Harry berbicara! tidak baik memotongnya begitu saja! "Ucap Vano dengan nada sedikit tinggi membuat Varro, Chanwoo, Harry, bahkan Sella tersentak karena terkejut.
Harry menghela nafasnya dan tersenyum menatap Vano,,,Chanwoo sudah menceritakan semuanya tentang Vano juga Varro kepadanya.
"Vano... Paman akan menceritakan nanti,,, Paman haus"Ucap Harry membuat Varro tersenyum tipis dan...
"Baiklah...Ayo kita masuk" Chanwoo mengajak Harry masuk ke dalam rumah diikuti yang lain.
Di ruang tamu,
Terdapat Chanwoo yang duduk di sofa dengan Harry yang berada di sampingnya.Vano juga duduk di sofa dengan Varro berada di sampingnya dengan sebotol.minuman dingin di tangan, sedangkan Sella?
Flashback
"Sel.. "Panggil Varro lirih sebelum masuk ke ruang tamu, Sella yang sensitif suara pun dapat mendengar panggilan Varro dan mendekati Varro.
"Ada apa, Var? "
"Kenapa?"
"Sebenarnya Paman Harry juga keluarga kami dan mungkin kami akan membicarakan masalah keluarga Sel.... Jadi,kamu bisa tidak ke kamar tamu atau.. Yah,,, Bi Lati sedang berada di halaman belakang menyiram bunga di jam segini... Kamu mau kan?" Ucap Varro membuat Sella terdiam dan...
"Kamu tidak berbohong bukan Var? " Ucap Sella dengan tatapan mengintimidasi. Varro berusaha bersikap tenang dan...
"Tidak,,, aku tidak berbohong... Aku serius,,, sayang"Ucap Varro serius dan...
"Huft...Baiklah,,, tapi setelah itu kamu antar aku pulang yah... Aku tidak betah dengan kakakmu"Ucap Sella langsung saja diangguki Varro tersenyum.
"Baiklah, semangat menyiram bunga sayang!"Ucap Varro sedikit pelan.
"Jangan panggil sayang... Jijik... Wle! "Ucap Sella lalu berlari menjauhi sang pacar.Varro terkekeh memperhatikan tingkah sang pacar dan...
"Maaf Sel... Aku melanggar aturan kita di hari pertama kita pacaran... Maaf"Ucap Varro hendak menuju ruang tamu tapi...
"Aku haus"Ucap Varro mengambil botol minuman dingin di atas meja, entah punya siapa itu tapi Varro meminumnya.
Flashback End
"Paman... Langsung saja pada intinya,,,bagaimana bisa Paman bertemu dengan Varro?" Ucap Vano langsung to the point membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Van!.. Jangan seperti itu, tida sopan" Ucap Chanwoo merasa bahwa keponakannya itu sedikit tidak sopan tapi...
"Tidak masalah....Wajar saja sebagai kakak ingin tahu" Ucap Harry menatap Varro yang menundukkan wajahnya.Harry adalah orang yang tidak peka jadi...
"Kami saat itu bertemu di sekolahan" Ucap Harry santai tapi..
"Apa?!... Bagaimana bisa?... Varro sakit?...Apa Paman juga dokter di sekolahan Varro? "Ucap Vano dengan raut khawatir dan berubah menjadi datar saat sadar jika Chanwoo dan Harry bahkan Varro menatapnya.
"Tidak"
"Paman, jangan bertele-tele" Ucap Vano mendapat jitakkan dari sang Paman.
"Ah!!.. Paman sakit! " Ringis Vano membuat Chanwoo dan Harry tertawa.
"Haha, makanya kalu berbicara dijaga Van" Ucap Chanwoo tersenyum menasihati.Vano hanya kesal dan...
"Baiklah, tapi apakah Varro tidak keberatan jika aku menceritakan ini semua? " Ucap Harry yang sadar jika Varro sedari tadi diam dan minum dengan tidak tenang dengan menunduk.Chanwoo dan Vano menatapnya lalu...
"I-iya Paman... Varro tidak keberatan" Ucap Varro terpaksa karena takut dengan tatapan tajam sang kakak.
~Suasana berganti menjadi serius~
"Kalian mengenal Sella bukan?... Sella saat itu meneleponku dan membuatku terkejut saat mendengarnya menangis"Ucap Harry serius sedangkan Varro hanya terdiam.
"Paman... La-" Chanwoo menghentikan Vano berbicara dan mempersilahkan Harry untuk kembali bicara.
"Aku terkejut saat Sella menangis dan memintaku untuk datang ke sekolahnya... Sella mengatakan jika sahabatnya pingsan dan mimisan... Sella menangis dan membuatku sangat panik karena aku pikir kondisi sahabatnya benar-benar gawat... Aku akhirnya memutuskan untuk langsung ke sana dan... Benar saja,,, Sella menangis dengan sahabatnya yaitu Varro tidak sadarkan diri dengan mimisan yang tidak berhenti keluar di pangkuan Sella"Jelas Harry membuat Chanwoo dan Vano tidak percaya... Kapan?
"A-apa?! " Chanwoo menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa dirinya bahkan tidak tahu saat itu terjadi.
"Kenapa Varro tidak pernah mengatakan huh?!."Ucap Chanwoo pelan tapi..
"Kapan!...KAPAN!!!" Ucap Vano datar membentak Varro.
"S-saat Kakak menemukan Varro bermain Basket... S-saat itu Varro berjalan kaki dari rumah sakit" Ucap Varro menunduk membuat Chanwoo dan Vano tidak habis pikir...
"Apa yang terjadi huh?!!.. Apa?! "
"V-Varro tidak ingat K-kak.... Varro hanya ingat saat Varro menatap Sella dan kambuh... Setelah itu V-Varro bangun di rumah sakit" Ucap Varro menunduk.
"Tapi kenapa tidak menelpon huh? "Kini Chanwoo yang berbicara kepada Varro.
"Baterainya habis Paman... Maaf... Maafkan Varro"Ucap Varro menunduk dan...
"Sudah cukup... Kalian seharusnya bersyukur karena Varro baik-baik saja, aku hampir saja kehilanganya karena kehabisan darah"Ucap Harry membuat Chanwoo dan Vano bahkan membelalakkan mata mereka.
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Jum'at, 03-03-23
__ADS_1
Kim_na