
Tok... Tok... Tok...
Sudah sekitar satu jam Varro berdiri di depan pintu kamar tamu dan berulang kali memanggil-manggil nama Sella juga mengetuk kamarnya, tapi Sella tidak juga keluar. Varro merasa bersalah karena berlebihan dengan candaannya.
"Sel.... Buka Sel, aku minta maaf... Sel... Sudah satu jam loh.. Kamu tidak kasihan dengan aku?"Ucap Varro tapi tidak mendapat balasan sedikitpun dari Sella.
"Sel, aku cuma bercanda Sel... Maaf jika itu keterlaluan.... Sel"
"Kamu tidak kasihan dengan ku?... Aku baru saja sembuh loh Sel,,,bagaimana jika aku drop lagi"Ucap Varro sambil mengetuk pintu hingga...
"Biar! "Suara sahutan dari dalam kamar membuat Varro sedikit lega karena Sella baik-baik saja, walaupun suaranya sangat ketus.
"Gimana jika aku pingsan?... Kamu mau?,,, nanti Paman marah loh"
"Bukan urusanku!! "
"Beneran?.... Akh... Aduh-aduh,,, Sel... Sakit" Ucap Varro dengan suara merintih yang dibuat-buat.
"Jangan bodoh!!! aku tidak perduli! "Jawab Sella dengan nada ketus dan...
"Oke-oke Sel... Aku benar-benar menyesal dan minta maaf Sel.... Aku benar-benar tidak bermaksud mempermainkan perasaanmu" Ucap Varro serius dengan wajah menyesalnya menatap pintu kamar tamu yang masih tertutup rapat.
"Aku benar-benar minta maaf Sel...Huft...Baiklah jika kamu tidak mau memaafkanku, aku pergi Sel"Lirih Varro tapi Sella masih dapat mendengarnya... Sella yang terduduk di kamar pun akhirnya berjalan mendekati pintu dan...
"Aku pergi... "Ucap Varro sedikit keras.
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki yang keras dan semakin pelan membuat Sella dengan perlahan membuka knop pintu untuk memastikan Varro pergi dan...
Cklek....
"Dia sudah pergi?... "Lirih Sella menatap kanan dan kirinya hingga...
"Yo!!!!"
"Ahh!! "
Bugh!... Bugh!... Bugh...
"Ah... Pergi!!.. Pergi!! "Teriak Sella memukul seseorang dengan mata tertutup karena takut dan...
"Akh... Yak!!... Sel!!.. Yak!!.. Ini aku!!.. Varro!! " Teriak Varro membuat Sella membuka matanya dan...
"Varo!!!...V-Varro.... M-maaf"Terkejut Sella ketika melihat seseorang yang ia sangka penyusup adalah Varro,,,bahkan ia memukulinya. Sella langsung saja mendekati Varro yang berjongkok dan menunduk.
"Var...Kamu baik-baik saja?,,, Var?... Maafkan aku... Var" Ucap Sella panik ketika tidak mendapat sahutan dari Varro yang menunduk.
Varro tanpa sadar tersenyum menyembunyikan wajahnya dalam lipatan tangannya yang memeluk lutut dan....
"Akh... "
Bruk...
Tubuh Varro tiba-tiba ambruk ke dalam pelukan Sella yang berjongkok di sampingnya dan....
"Var!... Hei.. Varro... Varro!!... Varro!!" Panik Sella ketika menyadari bahwa Varro kehilangan kesadarannya dan pingsan.
Sella sangat panik menepuk-nepuk pipi Varro tapi Varro masih saja memejamkan matanya dan...
"Hiks...Var... Varro!!! "Isak Sella hingga...
"Maaf" Suara seseorang menghentikan isakkannya.
"Hiks... Jahat!!.. Pabo!!!.. Yak you are crazy Var!!"Kesal Sella memeluk Varro dan...
"Aku menyukaimu... Benar-benar menyukaimu Sel... "
"Hiks... Bohong"
"Aku hanya takut jika kamu menganggap ku sebagai sahabat...Hanya sahabat"
__ADS_1
"Hiks... "
"Aku benar-benar menyukaimu Sel.. "Lirih Varro tidak mendapat balasan dari Sella dan...
"Aku juga...Hiks.. "
"A-apa?"
"Aku juga menyukaimu.. Hiks... Aku menyukaimu Var... Sangat menyukaimu hiks... Aku takut jika kamu hanya menganggap diriku hanya sebagai sahabat hiks... Aku takut.. " Jawab Sella membuat Varro terkejut membelalakkan matanya dan...
"Aku benar-benar menyukai Sel... Aku menyukaimu!... Sel... " Varro menghentikan perkataannya dan...
"Hari ini... Jam ini.... Menit ini... Detik ini... Maukah kamu menjadi pacarku Sel?... Maukah? " Ucap Varro dengan kedua tangan yang menyentuh wajah Sella dan mengusap air mata Sella yang mengalir hingga....
"Aku mau... Hiks... Aku mau" Jawab Sella hingga Varro langsung saja memeluk Sella juga Sella yang membalas pelukan itu dengan erat.
"Terima kasih... " Lirih Varro tersenyum tipis.
2 jam kemudian,
~Hening~
Di halaman teras rumah Nando yang luas Varro dan Sella duduk di atas rerumputan yang tadi pagi mereka buat berbaring. Hanya hening yang ada karena suasana menjadi canggung dan...
"Sel..."
"Hum?"
"Kita sudah resmi bukan? "
"Huum"
"Kenapa jadinya canggung seperti ini... "Lirih Varro membuat Sella menatap Varro yang duduk di samping kanannya.
"Aku juga tidak tahu Var... Aku belum pernah pacaran" Ucap Sella menghela nafasnya.
"Apakah ini keputusan yang benar Var?....Aku belum pernah pacaran sebelumnya... Kau juga bukan?" Tambah Sella dengan wajah cemberut, Varro menatapnya dan...
"Sel... "
"Iya, Sayang... "
"Argh!!.. Itu sangat aneh di telingaku! " Ucap Varro menutupi kedua telinganya sedangkan Sella hanya terkekeh melihat sahabat yang sekarang menjadi pacarnya seperti itu.
"Aku hanya bercanda... Varro Kkkk" Sella tertawa menatap Varro yang kesal dan...
"Bagaimana jika kita membuat panggilan sayang?... Yah yang tidak aneh saja" Ucap Sella serius diangguki Varro.
"Aku punya!!! "
"Apa itu Sel? "
"Untuk mu.... Hahaha Strong namja(laki-laki kuat)"Ucap Sella membuat Varro mengernyitkan dahinya bingung.
" Laki-laki kuat? "
"Huum... "
"Tapi kenapa kamu mencampur bahasa Inggris dan Korea... Sella" Ucap Varro menggelengkan kepalanya dan terkekeh.
"Hahaha aku asal-asalan saja"Jawab Sella tersenyum kikuk membuat Varro merasa gemas dan...
"Ah.. Sakit! "Ringis Sella ketika Varro mencubit pipinya karena gemas.
"Kamunya sih... gemesin" Ucap Varro tersenyum membuat Sella tersipu.
"Bisa saja sih.. "
"Emang benar kok"
"Kamu juga... Kamu tampan"
__ADS_1
"Aku tahu,,, hahaha"
"Varro!!! "
"Hahahah iya pacarku... "Ucap Varro tertawa.
"Sella..."
"Iya? "
"Kita pacaran diam-diam saja yah.. " Ucap Varro membuat Sella yang tadinya tersenyum menjadi terdiam tanpa ekspresi.
"Kenapa? "
"Kita masih kecil Sel... Masih kelas 8 SMP"
"Dan? "
"Kamu tahu bukan? "
"Tapi kita sebentar lagi kelas 9 Var...Kenapa?...Katakan sejujurnya"
"Pamanku... "
"Paman Chanwoo? " Ucap Sella diangguki Varro,Helaan nafas panjang yang Sella lakukan dan...
"Aku juga Var...Aku tidak bisa jika mempublish hubungan kita.... Aku setuju" Ucap Sella pelan membuat Varro tersenyum dan menatapnya.
"Terima kasih"
"Tapi...Aku ingin kita membuat perjanjian dalam hubungan kita ini" Ucap Sella serius sedangkan Varro?
"Aku ikut saja" Senyum Varro tanpa sadar membuat Sella salah tingkah.
"Oke... Pertama,tidak ada yang boleh selingkuh... Atau kita putus" Ucap Sella tajam membuat Varro meneguk ludahnya dan mengangguk.
"S-setuju.. "Ucap Varro tersenyum kikuk.
"Kedua, saling percaya satu sama lain... Dan.. Apa yah... "
"Selalu mendukung satu sama lain" Ucap Varro diangguki Sella.
"Tentu saja!!!, itu yang kita butuhkan"Jawab Sella membuat Varro gemas.
"Dan.... Yang terakhir adalah kejujuran.... Aku ingin dalam hubungan yang kita jalani,,, tidak ada kebohongan yang disembunyikan... Kau setuju Var? " Ucap Sella membuat Varro terdiam dan...
"A-aku setuju..." Ucap Varro tersenyum.
"Maaf,,, jika aku akan selalu berbohong Sel... Maaf" Ucap Varro dalam hati.
"Aku akan menulisnya dalam buku" Ucap Sella membuat Varro mengernyit.
"Buku? "
"Iya... Buku, agar kita tidak mengingkari janji yang kita buat... Aku akan menambah aturan jika ingin... Bolehkan?" Ucap Sella diangguki Varro.
"Tentu saja,,, yang penting kamu senang" Ucap Varro membuat Sella tanpa sadar tersipu.
"Aku sangat menyukaimu Sella"Senyum Varro tulus menatap Sella dan....
"Aku juga Va-"
"Apa yang kalian bicarakan?!!! "
"K-kakak?.. "
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Rabu, 01-03-23
Kim_na
__ADS_1