
Di atas rerumputan hijau juga teriknya matahari pagi,Varro dan Sella berbaring lelah setelah aksi kejar-kejaran tadi.Mereka berbaring dengan tenang menikmati hangat dan segarnya udara pagi ini.
"Var... "Panggil Sella tanpa menatap Varro yang juga berbaring terlentang di samping kanannya.
"Hm? "
"Rumahmu sangat bagus yah... Seperti istana"Lirih Sella tersenyum, Varro yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan...
"Memang,,, rumah ini memang seperti istana"Jawab Varro tersenyum dan...
"Tapi dulu... " Lirih Varro sangat pelan tapi Sella dapat mendengarnya walaupun tidak terlalu jelas.
"Apa?!... Yak!kalau bicara itu yang keras Var.."Ucap Sella menoleh dan menatap Varro di samping kanannya yang tetap menatap ke atas(langit biru).
"Telingamu saja yang bermasalah"Jawab Varro membuat Sella tersentak dan hanya mendengus kesal, Sella tidak mau bertengkar dengan Varro pagi-pagi.
" Var... "
"Apa lagi?"Jawab Varro ketus, tanpa menatap Sella di samping kanannya.Sella ingin marah tapi...
"Yak!.. Aish, sudahlah...Var, sebenarnya apa sih hubunganmu dengan Pak Chanwoo... Maksudku Paman Chanwoo"Tanya Sella malahan mendapatkan senyuman dari Varro.
"Yak!!! Jawab! "Kesal Sella karena tidak kunjungan mendapat jawaban dari Varro.
"Dia Pamanku... Paman kandungku,,, adik dari Papaku"Varro akhirnya menjawab tapi...
"What?!!... Seriously?!!!... Demi apa Var?!!!... Pak.. Aish..Jadi.. Paman itu... "
"Huum... Dia Pamanku.... Paman yang merawatku dari kecil"Jawab Varro kemudian bangkit dan duduk seperti Sella.
"T-tapi..."
"Pamanku pergi ke Korea saat aku kecil... Tapi Pamanku selalu mengirimi uang untukku dan Kak Vano... Hingga akhirnya Pamanku kembali ke Indonesia"Jelas Varro membuat Sella terdiam tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Pantas saja..." Ucap Sella lirih tapi Varro masih mendengarnya.
"Pantas saja? "
"Pantas saja saat pertama kali aku mengenalmu... Aku kira kamu adalah siswa program student exchange" Ucap Sella menatap lekat wajah Varro membuat Varro terdiam dan tanpa sadar jantungnya kembali berdegup kencang.
"Yak!!!.. Kenapa diam?... Kamu tidak percaya dengan ucapanku?... Oke-oke,,, walaupun kamu dan Pamanmu lebih tampan Pamanmu.... Tapi, Kamu juga tampan kok Var... "Ucap Sella tersenyum dan menepuk pundak Varro pelan hingga membuat Varro tersentak sadar dari lamunannya.
"A-ah... Hahahaha aku memang tampan kok" Ucap Varro tertawa kikuk memalingkan wajahnya dari Sella dan menatap lurus ke depan.
"Var... Kamu beruntung yah... "
"Beruntung? " Bingung Varro mengernyitkan dahinya dengan perkataan Sella.
"Kamu kaya,,, Pamanmu sangat menyayangimu,,, kakakmu pasti juga sangat menyayangimu karena kamu adalah adik satu-satunya... Yah, walaupun aku tidak suka dengan kakakmu sih" Ucap Sella membuat Varro terdiam dan terkekeh dengan pernyataan Sella yang tidak suka dengan kakaknya.Varro menarik nafasnya dalam-dalam dan...
"Huft... Mungkin saja,,, aku sangat bersyukur...Pamanku sangat menyayangiku dan selalu membelikan apapun yang aku mau,,,, dan Pamanku selalu membelaku apapun yang terjadi walaupun jika aku salah.... Hahaha"
"Benarkah?"
"Tentu saja... "Jawab Varro tersenyum menatap sahabatnya itu.
"Lalu kakak dingin mu itu? "Tanya Sella membuat senyuman Varro dengan perlahan memudar digantikan dengan senyuman kepalsuan.
"Hahaha,,, tentu saja..." Varro menghentikan perkataannya dan menghela nafasnya berat.
"Kakakku sangat menyayangimu,,, walaupun wajahnya dingin..dan menakutkan. Sebenarnya sikap kakakku hangat,,, sangat hangat... Kakakku selalu memperlakukan diriku dengan baik,,, memberikan apapun yang aku mau dan...Selalu memelukku ketika ketakutan" Ucap Varro tersenyum.
"Andai saja... "Ucap Varro dalam hati dengan senyuman yang menyakitkan.
"Bagaimana dengamu Sella? "Kini giliran Varro yang bertanya pada Sella.
"Emmm.... Aku sangat menyayangi mereka,,, benar-benar menyayangi mereka. Walaupun mereka kadang sering hahaha bertengkar tapi kadang mereka juga bersikap seperti keluarga pada normalnya....Mungkin aku yang egois memang Var... Oleh karena itu, ayo kita berubah menjadi lebih baik dan tidak egois" Ucap Sella tersenyum dan...
"Tentu saja... Tapi aku tidak egois kok" Jawab Varro membuat Sella menatapnya tajam.
"Ck....Iya.. Iya... Huft... Varro Nando yang tidak pernah E-G-O-I-S" Ucap Sella lalu memalingkan wajahnya imut di mata Varro,ia langsung saja mengulurkan tangannya dan mengusap gemas rambut sahabatnya itu.
"Menggemaskan! "
"Yak!!.. Hentikan!... Aku bukan anak kecil eoh!"Kesal Sella menepis tangan Varro.Dirinya kesal tapi tersenyum tipis tanpa disadari oleh Varro.
"Baiklah...Sel, bagaimana jika kita masuk ke dalam rumah?...Anginnya tiba-tiba dingin... Mungkin akan hujan" Ucap Varro menatap langit yang mulai mendung dan....
"Sel... Kamu baik-baik saja bukan? " Ucap Varro khawatir mendapati sahabatnya yang terdiam menunduk cemas.
"Jangan takut Sel, ada aku... Ayo masuk" Ucap Varro berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sella yang masih duduk terdiam di atas rumput.
"Sel... "
"A-ah... I-iya... "Sella akhirnya menerima uluran tangan Varro dan berjalan di samping Varro dengan tangan yang digenggaman lembut oleh Varro.
__ADS_1
Sementara itu,
"Apakah kau yakin Chanwoo?...Bagaimana dengan keponakanmu?... Apakah mereka setuju? "Tanya seseorang dengan jas berwarna putih. yang duduk di hadapan Chanwoo.
"Aku yakin... Mereka juga akan mendukungku apalagi tahu jika aku kembali ke profesiku yang sebenarnya, Harry" Jawab Chanwoo serius menatap Harry yang tersenyum di depannya.
"Baiklah, selamat datang kembali... Dokter Chanwoo"Ucap Harry berdiri begitu juga dengan Chanwoo,,,Mereka berdua berjabat tangan tanda saling menyetujui keputusan.
"Terima kasih Harry... "
Di rumah Nando,
Cklek....
"Dari mana saja kalian? "Ucap seorang dengan dingin yang tidak lain adalah Vano.
Varro dan Sella pun menghentikan langkahnya dan...
"Sella se-"
"Kami dari halaman luar T-u-an V-a-n-o" Ucap Sella tajam dengan tatapan tidak suka kepada Vano.
"Yak!!.. Kau... Aish... Varro! aku tunggu di ruang kerja... Dan jika 10 menit tidak datang juga maka..."
"B-baik Kak" Jawab Varro tanpa sadar menunduk membuat Sella mengernyit bingung dengan sahabatnya ini.
"Ini Den coklat hangat dengan brownies... "Ucap Bi Lati yang datang dari dapur dengan coklat hangat dan brownies di nampan.Vano langsung saja menerima itu dan pergi ke ruang kerjanya.
"Bi Lati... Sekalian tolong buatkan coklat hangat dua untuk Varro dan Sella yah Bi... Cemilan ju-"
"Yak...Aku tidak ingin merepotkan Var"Ucap Sella menyenggol lengan Varro.
"Ini sudah tugas Bi Lati... Jangan sungkan-sungkan Sella"Ucap Bi Lati tersenyum... Mengapa Bi Lati memanggil Sella hanya dengan nama?karena Sella yang minta.
"Kalau begitu,,, Sella bantu yah Bi?... Boleh yah Var? " Sella menatap Varro memohon hingga akhirnya Varro mengangguk setuju.
"Marahi saja jika Sella hanya merepotkan Bi Lati.... Hati-hati Bi, nanti coklat hangatnya jadi pahit nanti" Ucap Varro terkekeh begitu juga dengan Bi Lati,Tangan Sella langsung menarik tangan Bi Lati pelan menuju dapur.
"Eh!!!... Itu bukan dapur!! " Teriak Varro ketika melihat Sella salah ruangan. Varro tertawa lepas ketika Sella dengan Bi Lati keluar dari ruangan itu menuju dapur.
"Ahahahahahhahaha"
"Hahaha aneh-aneh saja.. "Lirih Varro berhenti tertawa dan...
"Huft...Semua akan baik-baik saja" Ucap Varro hingga akhirnya melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja sang kakak.
"Baiklah... Lakukan dengan baik, aku tidak ingin ada yang salah sedikitpun" Ucap Vano dengan seseorang dari sebrang telepon.
Varro perlahan melangkahkan kakinya untuk masuk dan membuat Vano langsung menghentikan acara teleponnya.
"Duduklah! " Ucap Vano dingin membuat Varro langsung saja duduk di hadapan Vano.
"Ceritakan semua! "
"A-apa Kak? "
"Kejadian kemarin saat kau pingsan...Cepat! "Ucap Vano dingin,Varro dengan suara bergetar pun langsung saja menceritakan semuanya dari awal hingga ia pingsan.
"Jaga kesehatan! jangan sampai sakit!... Kau akan mengikuti lomba sebentar lagi!!... Huft... " Varro menunduk ketika Vano berbicara,,, walaupun ia senang karena sang kakak memintanya untuk menjaga kesehatan, tapi caranya yang sedikit melukai hatinya.
"Tapi!...Aku akan menghukummu karena tidak menggunakan liburan yang aku berikan untuk belajar dan malah bersama gadis gila itu!!!... Karena dirimu,, Paman memintanya menginap dua hari.. Karena dirimu! "Ucap Vano membuat Varro terkejut... Hukuman? lagi?
"Bukan karena itu... Tapi, jika aku memberikan liburan untuk dirimu bukan berarti bebas untuk pergi... Aish... Berdiri! "
"Berdiri!! "Ucap Vano keras dan menarik Varro untuk berdiri... Sella?,,, ruangan kerja Vano kedap suara.
"K-kak... "
"Jangan cengeng!!!.... Aish!!!... Kenapa aku seperti ini eoh?.... Huh!!!!..." Vano langsung saja menarik Varro dan mendorongnya.Varro langsung saja tersungkur karena terkejut.
"Kau tahu?... Kenapa aku seperti ini Var? "Ucap Vano menekan pipi Varro keras mendapatkan gelengan dari Varro yang takut dan meringis kesakitan.
"Aku juga tidak tahu!!!!... AKU TIDAK TAHU!!!"Bentak Vano membuat Varro tersentak dan tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Kenapa kau menangis?... KENAPA?!! " Vano menghempaskan Varro hingga membuat tangan Varro menatap meja.Varro terdiam meringis memegangi tangannya yang sakit.
"SEMUANYA KARENA DIRIMU VAR!!... ARG!!!... ENYAHLAH VAR!!! "Teriak Vano memecahkan vas di sampingnya... Tubuh Varro bergerak ketakutan tapi...
"Maaf... Maaf Var... "Lirih sangat lirih Varro mendengar sang kakak menggumamkan kata maaf.Varro berusaha untuk berani menatap mata sang kakak dan...
"Kak... "Varro terkejut ketika melihat Vano dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya,,, Varro berusaha mendekati sang kakak tapi...
Brugh!!!
"Jangan pernah menyentuhku!!!... Aku tidak sudi disentuh oleh seorang pembohong dan tidak bisa dipercaya!!!!" Bentak Vano menatap Varro yang kini tersungkur di lantai memegangi tangannya yang tambah sakit hingga....
__ADS_1
"Maaf Kak....Maaf jika Varro salah,,,setelah ini Varro akan berusaha Kak... Maafkan Varro" Ucap Varro dengan susah berdiri dan menunduk di depan Vano.
"Kau yakin? " Ucap Vano dingin, diangguki Varro...
"Tatap mata kakak... "Ucap Vano berubah menjadi lembut membuat Varro langsung menatap sang kakak.
"Guru les mu menelpon...Kau membolos bersama seseorang... Apa itu benar? "
"Untuk kali ini kakak memaafkanmu... Belajarlah dan dapatkan hasil yang sempurna... Mengerti?"Ucap Vano diangguki Varro...
"Varro akan berusaha un-"Perkataan Varro terhenti ketika ia merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya...Varro langsung saja menutupi hidungnya itu dengan tangan dan berlari ke kamar mandi ruang kerja Vano.
Vano yang tadi menatap Varro pun sadar jika...
Dug... Dug... Dug....
"Var.... Ada apa?!... Kau baik-baik saja?!!! " Teriak Vano panik menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Varro?
"S**t.... Untung saja tidak sampai kambuh" Ucap Varro kesal menatap kaca kamar mandi... Terlihat hidungnya yang berdarah entah karena apa,,, ia rasa akhir-akhir ini dirinya selalu saja mimisan... Tapi ia selalu berpikir jika itu karena lelah atau kambuh saja... Mungkin...
Varro langsung saja mengambil tisu dan membersihkan darah di hidungnya, ia juga langsung membasuh wajahnya itu agar terlihat segar.
Varro tersenyum tiba-tiba saat mendengar suara gedoran dan teriakan sang kakak dari luar tapi...
Cklek....
"Kau baik-baik saja? " Ucap Vano datar dengan raut khawatir yang sedikit terlihat. Varro tersenyum dan...
"Ada apa Kak? "
"Kau mimisan? "
"Mimisan? "
"Tidak? "
"Maaf Kak, Varro sedang flu dan ingus Varro... "
"Huft... Baiklah,, sana kembali ke kamar...Kau benar baik-baik saja?" Tanya Vano sekali lagi diangguki Varro.
"Kak... "Panggil Varro sebelum keluar dari ruangan kerja Vano.
" Maaf dan terima kasih, Kak"Ucap Varro tersenyum dan keluar dari ruangan kerja Vano.
Vano?
"Maaf.... Maafkan kakak,,, kakak hanya tidak bisa mengendalikan emosi Var... Huh, entahlah...Melihat dirimu membuat emosi kakak selalu naik... Maaf Var"Ucap Vano dari dalam hati menatap pintu ruang kerjanya yang tertutup.
"Kau terluka?... Bagaimana bisa huh? " Panik Sella menatap lengan kanan Varro yang lebam.
"Hahaha,,, aku terpeleset.... Jangan khawatir,,,minum coklat hangat mu sebelum dingin" Ucap Varro berusaha mengganti topik tapi....
"Varro aku serius!! " Kesal Sella menatap tajam Varro.
"Aku juga Sella.... "
"Tapi aku... "
"Aku menyukaimu Sel" Ucap Varro tiba-tiba membuat Sella terkejut dan diam menatap mata Varro yang menatapnya.
~Hening~
"Jangan bercanda... Aku bosan tahu" Ucap Sella mulai melupakan masalah tadi..
"Tapi aku serius Sella... Aku serius" Ucap Varro membuat Sella berusaha untuk mencari kebohongan Varro tapi.....
"Var... A-aku... "Sella menatap mata Varro yang serius dan...
"Tapi Bohong!!!! Hahahahahaha!!" Sella tersentak ketika Varro tiba-tiba saja tertawa dan mengusap rambutnya kasar.
Sella menepis tangan Varro kasar dan...
"Tidak lucu Var!!!!" Ucap Sella kecewa dan berlari ke kamarnya membuat Varro bingung dan merasa bersalah...
"Apakah Sella marah? "Lirih Varro berdiri menatap Sella yang berlari ke kamarnya (Kamar tamu).
Brak!!!
Sella membanting pintu kamar dan...
"Keterlaluan Var... "
Jangan lupa vote, like, and comment!!!:)
__ADS_1
28-02-23
Kim_na