
"A-apa?"
"Apakah Varro sering kambuh akhir-akhir ini?"Harry mengubah arah pembicaraan dan..
"Sebelumnya, tapi sekarang... " Chanwoo menatap Varro dan...
"V-Varro baik-baik saja Paman,, Varro sudah tidak lagi kambuh" Ucap Varro tersenyum.
"Mimisan,.. Apa Varro sering mimisan? "Harry mengubah pertanyaannya dan berhasil membaik Varro diam.
"Kenapa diam?... Apa itu benar?"Ucap Chanwoo dibalas gelengan pelan dari Varro.
"Tidak Paman"
"Maaf, Varro berbohong"
"Jika salah satu dari itu terjadi, segera hubungi Paman...Kemungkinan besar itu bukan hanya karena trauma Var... Karena Paman pernah memeriksa ada sesuatu yang tidak beres" Ucap Harry.
"Apa maksudmu Har? "
"Saat kejadian itu, aku memeriksa keadaan Varro secara lebih dalam karena ada sesuatu yang sedikit aneh... " Ucap Harry.
"Apa itu Paman? "
"Me-"
Tap... Tap... Tap...
"Tuan Chanwoo!! "Panggil Pak Jo memotong perkataan dari Harry.
"Ada apa Pak Jo?" Ucap Chanwoo panik saat melihat wajah Pak Jo yang panik.
"Seseorang melemparkan ini Tuan...Kaca samping gerbang pecah karena ini"Ucap Pak Jo menunduk dan memberikan batu yang dibalut kertas.
"Baiklah,,,tidak masalah... Kembali bekerja" Ucap Chanwoo mengambil batu itu diangguki Pak Jo yang langsung kembali ke tempat jaga.
"Apa itu Paman? "Tanya Vano tapi tidak dibalas oleh Chanwoo.
Dengan perlahan Chanwoo membuka kertas di batu itu dan...
AKU KEMBALI NANDO FAMILY,AYO BERMAIN
Chanwoo membaca tulisan bercetak tebal di kertas itu dan...
~Hening~
"Ada tulisan lagi Paman!" Ucap Varro melihat tulisan di belakangnya.
SEBAGAI SAMBUTAN,AKU TELAH MEMBERIKAN MINUMAN YANG SANGAT SEGAR DAN SESEORANG TELAH MEMINUMNYA,,, SELAMAT MENIKMATI!!!
HITUNG MUNDUR DARI SEKARANG 10-1...
**Enemy**
__ADS_1
Chanwoo membacakan itu dengan keras dan...
"Minuman?,,, seseorang meminum sesuatu?" Ucap Chanwoo bingung begitu juga dengan yang lain, tanpa sadar Varro menghitung mundur angka dengan pelan dan...
"6.....5... "Gumam Varro mendapat tatapan tajam Vano tapi Varro tidak perduli dan...
"Varro!!.. Kau meminum sesuatu bukan?... MINUMAN DINGIN!!.. Benar!!! "Ucap Harry panik teringat bahwa sedari tadi Varro meminum minuman dingin, Vano dan Chanwoo terkejut tapi Varro terus menghitung hingga...
"Tiga...Dua... Sa.. Akh!! " Varro merasakan perutnya tiba-tiba sangat sakit dan mencengkram perutnya itu dengan kencang. Vano yang berada di samping terkejut dan reflek langsung memeluk sang adik tapi malah sang adik mencengkram bahunya erat tanda Varro benar-benar merasa sangat kesakitan.
"AKH!!!!.... HIKS... AHAHA ARGHHH!!.. S-SAKIT.. SAKIT!!!! " Teriak Varro begitu keras bahkan air mata Varro menetes. Chanwoo dan Harry yang melihat itu pun merasa panik dan ambil tindakan,,, untung saja Harry membawa peralatan kedokteran.
"SAKIT!!... KAKAK SAKIT!!!Hiks... Akh Hhhhaaaah.....S-Sesakh...Akh" Varro terus saja berteriak kesakitan bahkan sesak di pelukan Vano,tangan Vano sedari tadi terus mengusap lembut punggung sang adik berharap sakit sang adik berkurang,bahkan tangan Vano tanpa ia sadari gemetar merasakan nafas sang adik yang berat dan memburu.
"Tenang...Paman akan membantumu" Lirih Vano hampir menangis.
Harry langsung saja berusaha menangani Varro karena Chanwoo tidak bisa berpikir jernih tapi...
"Hiks.. Sakit... Sakit... Hiks... Akh!!... SAKIT... AAHAAA.... HIKS... Sakith..." Varro tidak mau melepaskan pelukan sang kakak dan terus berteriak kesakitan hingga....
"S-aakith.... " Varro akhirnya menutup matanya saat Harry menyuntikkan sesuatu kepadanya.
"VARRO!!!.. PAMAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU" Teriak Vano khawatir tapi...
"Tenanglah.... Itu obat bius... Baringkan adikmu cepat sebelum racunnya menyebar! " Ucap Harry panik membuat Varro langsung saja membaringkan Varro di sofa dan dirinya berdiri cemas menatap sang adik.
"Paman...Varro akan baik-baik saja bukan?"Gumam Vano tidak tenang menatap Harry yang menangani sang adik.
~Hening~
Chanwoo dan Vano terdiam menatap Varro dan...
"Aku akan membalasnya jika tahu... Benar-benar kurang ajar! " Ucap Vano hendak keluar tapi....
Duar!!!! Prang!!!
Pintu samping ruang tamu dan...
"KETERLALUAN!!! "Ucap Chanwoo kencang dengan emosi yang memuncak dan...
"Hallo Pak Jo,,, antar Sella pulang dan katakan ada masalah keluarga.... Keadaan tidak aman untuk dirinya sekarang"
"..... "
"Cepat laksanakan!" Ucap Chanwoo mematikan panggilan ponselnya.
Vano yang sedari tadi diam langsung saja merampas kertas di tangan sang paman dan..
"Sambutannya hebat bukan?... Senang sekali melihat bungsu di Keluarga Nando menderita...Aish! " Vano merobek-robek kertas itu dan....
"Jangan pergi!!!... Ikuti perintah Paman!!.. Jaga adikmu!!...Harry, ikut aku! " Ucap Chanwoo dengan ekspresi benar-benar marah lalu keluar disusul oleh Harry.
Vano yang awalnya berdiri secara perlahan akhirnya mulai duduk dan...
__ADS_1
"Kau benar-benar bodoh... Kenapa meminum minuman sembarangan huh!... Jika kau sadar kakak akan menghukum mu" Ucap Vano menatap Varro yang memejamkan mata, tangannya secara perlahan terulur untuk mengusap air mata yang tadinya membasahi pipi samg adik dan....
"Apakah tadi sakit?.... Kau menangis?... Sesakit itulah Var?.... Kakak tidak akan melepaskan orang itu Var" Ucap Vano lirih dan mengusap lembut surai sang adik tanpa berpikir bahwa dirinya juga salah satu penyebab Varro selalu meneteskan air mata bahkan terluka fisik maupun mental.
Sementara itu,
"Chanwoo ya.... "
"Harry.... Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan,,,sangat keterlaluan dan... Siapa yang berada di balik ini semua?... Aku tidak akan membiarkan ini Harry... Keponakanku... "Ucap Chanwoo hampir menangis dan..
"Aku faham Chanwoo ya... Tapi lebih baik kita fokus pada kondisi Varro dulu da-"
"Tapi ini keterlaluan!!!... Bagaimana jika racun tadi sangat berbahaya?!... Keponakanku Harry... Keponakanku!!! "
"Aku faham tapi... "
"Kau harus membantuku, aku harus menemukan siapa di balik ini semua" Ucap Chanwoo sangat dingin, benar-benar dingin.
"Tapi masalahnya kau harus berpikiran jernih,,jangan emosi...Kau harus ingat Varro" Ucap Harry tapi Chanwoo tidak mendengarkan.
"TAPI AKU HARUS BAGAIMANA?!!... ARGH!!!... AKU HARUS BAGAIMANA?!!! " Teriak Chanwoo dan...
Prang!
"Kenapa selalu Varro?!... Varro sudah sering menderita Harry.... Sudah sering menderita" Suara Chanwoo kini mulai memelan dan...
"Kenapa semua sasaran adalah Varro?!... KENAPA?!..."Teriak Chanwoo menunduk dan...
"Aku takut Harry...Bagaimana jika Varro menyerah... Aku takut,,, Vano tidak akan pernah bisa menerima itu dan..."
"Cukup Chanwoo!!!...Cobalah, dengarkan aku... Varro akan baik-baik saja... Jangan seperti itu... Varro itu kuat....Dan penyakitnya itu,,,, Varro tidak akan menyerah dengan mudah Chanwoo ya... Tida akan... Kau yang selalu bilang bukan?" Ucap Harry membuat Chanwoo terdiam.
"Aku tahu kau juga kuat Chanwoo ya....Menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya dari Vano juga Varro....Selama bertahun-tahun mencoba mencari obat untuk Varro..... Aku tahu jika kau kuat, maka Varro akan lebih kuat... Ingat itu"Tambah Harry merangkul sahabatnya itu dan....
"Varro juga ingin bahagia Harry.... Apa yang harus aku lakukan?....Vano , keadaan, semuanya seakan membuat Varro merasa lelah.... Dirinya merasa kakaknya membencinya,,, kakaknya bahkan tidak tahu bahwa tidak bisa melukai sang adik dalam hati yang dalam.... Aku takut Har"Lirih Chanwoo dan....
~Hening~
"Huft... Baiklah... Ayo kembali, aku tidak ingin Vano curiga" Ucap Chanwoo hendak kembali ke ruang tamu tapi...
"Hapus dulu air matamu... Laki-laki kok nangis"Ucap Harry tertawa dan mendahului Chanwoo yang kesal.
"Huft...Semua akan baik-baik saja"Ucap Chanwoo lirih dan berusaha tenang.
"Varro.... "
"K-kak Vano..... "
"I-ini sangat tidak sakit... benar-benar tidak sakit, Kak"
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Sabtu, 04-03-23
__ADS_1
Kim_na