
Jam menunjukan pukul 23:00,
Tit.... Tit.... Tit....
"Var.... Kamu tidurnya nyenyak yah? tapi ingat untuk bangun besok pagi... Kalau tidak, aku akan memukulmu"Lirih Sella menunjukkan kepalan tangan kirinya dan terkekeh di samping ranjang Varro dengan tangan kanannya yang menggenggam tangan Varro yang lemah.Telinganya rasanya sakit karena dari tadi hanya mendengar suara mesin EKG.
"Kalau kamu bangun.... Aku janji deh akan ajak kamu ke rumahku... Tapi bangun yah... Var.. Varro"
Cklek...
"Sella..." Panggil seseorang yang tidak lain adalah Chanwoo.Ia mendekati Sella dan duduk di samping Sella menatap Varro yang terbaring lemah.
"Sella tidak ingin tidur?,,, biar Paman yang menjaga Varro" Ucap Chanwoo menatap Sella tapi dibalas gelengan pelan oleh Sella.
"Sella masih ingin bersama Varro Paman... Bagaimana jika nanti Varro bangun dan mencari Sella" Lirih Sella pelan menatap tangan lemah Varro yang ia genggam sedari tadi.Chanwoo terkekeh mendengar penuturan dari Sella.
"Kau yakin?,,,, baiklah jika lelah langsung saja ke kamar tamu. Panggil Paman untuk menjaga Varro, nee? "
"Iya Paman... " Senyum Sella lalu Chanwoo beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamar Varro.
Sementara itu,
"Aish!!! Mereka membuatku gila!!! "
"Huft... Kenapa tidak ada satupun yang memikat hatiku huh?... Sial!! "Ucap laki-laki berparas tampan dengan ekspresi marah sambil menyetir mobilnya.Laki-laki itu adalah Vano, Yah... Vano Nando.
"Sebenarnya cinta itu seperti apa....Paman memintaku mendapatkan perempuan yang aku cintai dan mencintaiku tapi.... Argh!! Ini sangat rumit! "Frustasi Vano kemudian melajukan mobilnya menuju rumah.
"Mengubah diri bukanlah hal yang mudah.... "
Di rumah Nando,
Cklek....
Terlihat kondisi rumah mewah yang sangat sepi dengan lampu rumah yang masih menyala membuat Vano mengernyitkan dahinya dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Apakah Paman belum tidur? kenapa lampu belum dimatikan? " Gumam Vano pada dirinya sendiri dan....
"Sepi?.... Huft, mungkin Paman sudah tidur"Ucap Vano ketika melihat ruang keluarga yang kosong.
"Tapi kenapa sepi?... Pak Jo? bagaimana bisa Pak Jo tidak menjaga gerbang... Tidak bisa dibiarkan"Ucap Vano emosi berjalan menuju ruang kerja sekaligus kamar keduanya tapi....
"Lebih baik aku mengeceknya"Ucap Vano menatap tangga hingga akhirnya melewatinya satu persatu menuju kamar seseorang.
"Pak Jo!..Bi Lati?"Vano terkejut ketika melihat Pak Jo dan Bi Lati duduk di kursi depan kamar Varro.
"Den Vano! " Ucap Pak Jo dan Bi Lati terkejut langsung berdiri.
"Kenapa di sini?kenapa tidak menjaga gerbang?!..Apa yang terjadi sebenarnya?!!"Ucap Vano tegas membuat Pak Jo menunduk dan...
" I-itu Den... D-den V-Varro"Ucap Bi Lati terbata-bata membuat Vano menahan tajam dan....
"Den Varro tadi ka-"
Cklek!
"Bi Lati,Sella titip Varro sebenta-"Perkataan Sella terhenti saat menatap laki-laki yang usianya lebih tua darinya. Laki-laki itu mengernyitkan dahinya menatap Sella tajam dan...
"Siapa ini Pak Jo?!!... Bagaimana bisa dia masuk ke rumahku huh?!.. Penyusup?!!... NGAKU!!"Bentak Vano membuat Sella tersentak saat Vano tiba-tiba mendorongnya ke tembok dan tangan kanan Vano menyentuh tembok di atas Sella.Tatapan Vano begitu tajam mampu membuat siapapun tapi...
__ADS_1
Brugh!
Sella mendorong Vano jauh darinya dan...
"Kurang ajar!!.. Siapa kau huh?!!... Dasar manusia es!!!... Tidak berperasaan!!... Datar!!!..Aneh!! "Ucap Sella keras dengan tatapan tajam menatap Vano yang terdiam dan...
"Siapa yang membawa mu kesini huh?!!!...Aku bukan MANUSIA ES!! "Kesal Vano menatap Sella tajam, tapi Sella juga melakukannya.
"Ck... Aku memang lebih mudah darimu, tapi sikapku lebih baik daripada dirimu!... Dasar manusia es!! "Ucap Sella mendekati Vano memukul Vano berkali-kali Pak Jo dan Bi Lati berusaha melerai Sella tapi tidak bisa, Vano mengernyitkan dahinya berusaha menghentikan Sella tapi...
"Yak!!! Hentikan!!! "Teriak Vano berusaha melepaskan dirinya dari Sella tapi...
Brugh!
Dua pasang mata saling bertemu, Vano menangkap Sella yang hampir saja terjatuh dan....
"Lepas!!!.. Dasar om!!om!! "Teriak Sella menjauh dari Vano dan berdiri di belakang Bi Lati.
"Apa?!!... Yak!! Aku masih muda!! " Teriak Vano tidak terima dan...
"Hei... Hei.. Hei... Apa yang kalian lakukan huh?!..Tengah malam teriak-teriak... Dimarahin tetangga nanti" Ucap Chanwoo yang datang tiba-tiba.
"Ada apa Van? "
"Paman!!.. Siapa gadis gila ini huh?...Merepotkan!!!"Kesal Vano menatap Chanwoo yang masih bingung dan...
"Siapa yang gila?!!!"Ucap Sella tidak terima dan...
"Stop!!!... Sebenarnya ini ada apa huh? jelaskan!"Ucap Chanwoo menatap Pak Jo dan langsung saja Pak Jo menjelaskan semuanya dengan Sella dan Vano saling memalingkan wajah mereka.
"Huft... Ada-ada saja,,, Sella.. "Panggil Chanwoo membuat Sella menatapnya dan...
"Vano... Ini Sella, teman dekat dari Varro" Ucap Chanwoo membuat Vano terkejut dan...
"Apa?!!!... Bagaimana bisa Varro memiliki teman sepertinya?!... Pantas saja dia kadang memberontak... Apa karena gadis gila ini?! " Ucap Vano pedas membuat Sella menundukkan kepalanya.
"Akh...Paman sakit!!!" Ringis Vano ketika Chanwoo tiba-tiba menjitaknya.
"Sudahlah... Intinya Sella akan menginap malam ini"
"Apa?!!!!... Tapi Pa-"
"Sella... Kembalilah ke kamarmu, biar Paman yang menjaga Varro" Ucap Chanwoo diangguki Sella, ia langsung saja melewati Vano diikuti Bi Lati lalu membalas tatapan tajam Vano.
"Manusia es" Ucap Sella pelan lalu lari membuat Vano kesal dan hampir saja mengejarnya jika saja tidak ditahan Chanwoo.
"Sudahlah Van... Sella masih kekanak-kanakan, jangan seperti itu" Ucap Chanwoo membuat Vano diam dan....
"Apa maksud Paman dengan Paman yang menjaga Varro?.... Apa terjadi sesuatu? " Ucap Vano serius menatap Pamannya dan...
"Van...... Varro... " Chanwoo menghentikan ucapannya dan...
Brak!
Tit... Tit.... Tit.....
Vano terdiam ketika matanya melihat pemandangan yang sedikit membuat hatinya nyeri.Langkahnya perlahan mendekati seseorang yang terbaring lemah dengan masker oksigen yang menutupi wajah pucatnya, infus, alat-alat aneh di dadanya dan.... EKG?
"P-paman.... A-ada apa ini? " Ucap Vano pelan dengan sedikit terbata-bata melihat adiknya seperti ini.Chanwoo mendekati Vano dan menepuk bahunya pelan.
__ADS_1
"Varro kambuh,Van..."Jawab Chanwoo. menghela nafasnya berat.
"Iya tapi.... A-apa ini?.. Mengapa Paman memasang ini? " Ucap lirih Vano yang terfokus pada Holter monitoring yang terpasang di dada Varro dan mesing EKG yang berada di sampingnya.Pikirannya mulai berfikir yang aneh-aneh hingga....
"Varro akan baik-baik saja... Percayalah,Paman hanya memastikan dulu... Dari hasil pemeriksaan,penyakitnya kambuh... Dan alat itu hanya untuk mengetes gejala yang dirasakan Varro"
"Gejala? "
"Tadi siang saat Paman sedang rapat bersama client... Varro tiba-tiba menelpon dan mengatakan j-jantunghku...Awalnya Paman bingung hingga Paman sadar ada yang tidak beres dengan suaranya.... Tapi dari hasil pemeriksaan detak jantungnya benar-benar cepat, tapi teratur.... Paman belum bisa menyimpulkan... Tapi Paman pikir Varro baik-baik saja"Jelas Chanwoo membuat Vano menghela nafasnya kasar.
"Merepotkan" Ucap Vano datar tapi hatinya benar-benar khawatir,tangannya perlahan terulur untuk mengelus rambut Varro lembut, sedangkan Chanwoo terkekeh melihat itu.
"Dari mana saja kamu huh? "Tanya Chanwoo pada Varro di sampingnya.
"Mencari perempuan yang mencintai Vano"Jawab Vano membuat Chanwoo terkejut dan...
"Are you kidding me? "Ucap Chanwoo tersentak kaget lalu dibalas gelengan Vano.
"Tidak ada yang menarik...Mereka semua hanya merayuku dan... Aish Vano tidak suka! " Ucap Vano hingga....
"Paman, sebenarnya apa perasaan saat kita menyukai seseorang? " Ucap Vano tiba-tiba.
"Entahlah tapi....Ada rasa yang sedikit berbeda, maybe deg-degan,dan hak yang belum pernah kau rasakan saat melihat perempuan lain" Jelas Chanwoo membuat Vano berpikir dan...
"Ada! "
"Ada? "
"Gadis gila tadi!! " Ucap Vano yakin dan...
"Sella?....Kau menyukainya?"Ucap Chanwoo terkejut hingga...
"Tidak!!!... Rasanya aku ingin... Argh!!... Dia begitu menyebalkan!!!.. Bagaimana bisa Varro memiliki teman sepertinya?!... Aku tidak menyukainya!"Ucap Vano kesal dan...
"Hahaha,dasar... Jangan sampai kau menyukainya"Ucap Chanwoo terkekeh.
"Tidak akan!!!...Vano malahan ingin memisahkan gadis gila itu dari Varro! "
"Hmm... Terserah, tapi tidak untuk sekarang.... Dia adalah tamu dan sudah Paman anggap sebagai keponakan sendiri... Awas saja eoh jika kau jatuh cinta padanya" Ucap Chanwoo membuat Vano kesal dan...
"Terserah Paman!....Vano ingin tidur, lagian bagaimana juga Vano mencintainya?...Terlalu muda untuk Vano" Ucap Vano menggerutu kemudian tidur menyender pada tembok di samping Varro, tapi....
"Aish... Vano yang berat atau aku yang sudah tua eoh!S**t" Umpat Chanwoo memindahkan Vano ke sofa dan....
"Hmm.... Jaljayo" Lirih Chanwoo tersenyum menatap Vano dan Varro...
"Jika saja Varro sadar,,,, ia mungkin akan senang Van"Ucap Chanwoo hingga akhirnya memutuskan tidur sambil duduk di samping ranjang Varro.
"GADIS GILA!!!!! "
"VARRO!!!... AKU HARUS MEMBALASNYA!!! "
"A-aku menyukaimu Sel.... "
Jangan lupa vote, like, and comment!!!:)
Sabtu, 25-02-23
Kim_na
__ADS_1