Varro Is Not Robbot

Varro Is Not Robbot
Episode 34


__ADS_3

"Kak... "Panggil Varro menatap Vano yang berbaring di sampingnya menatap bintang yang bersinar indah di langit malam.


"Hum?Varro kedinginan?" Ucap Vani dibalas gelengan dari Varro.


"Kak,kenapa Varro harus menjalani kemoterapi? Varro sakit apa Kak? Paman bilang jika Varro baik-baik saja...Kenapa harus menjalani kemoterapi?" Vano terdiam ketika mendapatkan pertanyaan dari Varro yang tidak tahu harus ia jawab apa.


Vano menghela nafasnya panjang dan...


"Varro baik-baik saja... Hanya sebuah pemeriksaan saja untuk lebih lanjut, percayalah Varro baik-baik saja... Varro percaya kakak bukan?" Tanya Vano diangguki Varro.Mereka kemudian kembali menatap bintang-bintang yang indah di langit yang gelap dengan udara yang begitu segar.


Varro sudah diizinkan untuk pulang,Varro meminta untuk ke atap rumah sakit dan melihat bintang-bintang... Awalnya Vano tidak mengijinkan, tetapi akhirnya luluh dengan wajah Varro yang sedih.


"Kak Vano... "


"Hum?"


"Varro punya tantangan, Kakak mau?" Ucap Varro diangguki oleh Vano dan...


"Tantangannya adalah berkata jujur,baiklah karena kakak lebih tua dari Varro...Kakak bisa bertanya apa saja dengan maksimal tiga pertanyaan" Ucap Varro menjelaskan sambil menatap bintang di langit.


"Baiklah.... Pertanyaan pertama,apakah Varro dan Sella berkencan?" Tanya Vano membuat Varro terkejut dan bangkit dari tidurnya.


"K-kak bagaimana bisa bertanya seperti itu"Ucap Varro terkejut sedangkan Vano yang berbaring pun terkekeh dan duduk seperti adiknya itu.


"Katakan saja, itu peraturan yang kau buat sendiri Varro ya.. "Ucap Vano mengusap rambut sangat adik gemas, sedangkan Varro hanya bisa kesal dan..


"K-kami.... Kami pacaran Kak" Ucap Varro menunduk, sedangkan Vano tersenyum menatap ekspresi sang adik yang begitu menggemaskan di matanya, entah kenapa Varro selalu imut belakangan ini.


"Kakak sudah tahu.... Tidak masalah" Jawab Vano membuat Varro terkejut dan...


"A-apa... "


"Sudahlah, pertanyaan kedua yaitu apa yang Varro rasakan saat ini? " Ucap Vano tersenyum menatap sang adik yang bingung.


"Jawab saja, Var"


"Biasa saja"Singkat, padat, dan jelas jawaban Varro membuat Vano sweetdrop.


"A-apa bagaimana bi-"


"Lanjut Kak" Varro memotong perkataan Vano dengan menutup mulutnya dengan jari telunjuk.Vano menghela nafasnya dan...


"Apa yang kau inginkan?"


~Hening~


"Aku ingin kakak selalu seperti ini... Selalu menyayangiku dan berada di sampingku, andai saja waktu bisa Varro ulang... Varro akan lebih berusaha untuk membuat kakak kembali" Ucap Varro tulus benar-benar tulus membuat Vano seakan tertampar dengan ucapan sang adik.

__ADS_1


"O-oke... Sekarang giliran Varro" Ucap Varro tiba-tiba dan...


"Apakah kakak punya pacar?" Tanya Varro langsung to the point, sedangkan Vano hanya diam.


"A-aku.... Sebenarnya kakak sudah memiliki seseorang, hanya saja tidak pacar... Kakak sebagai seorang laki-laki gentleman akan langsung menikahinya" Ucap Vano dengan gagah membuat Varro hanya terkekeh dengan sikap sangat kakak.


"Oke-oke... Varro harap bisa mengetahui perempuan itu, Kak" Ucap Varro sederhana dan penuh arti.


"Selanjutnya.... Kak, kenapa kakak selalu menuntut Varro?"Awalnya Vano terdiam dan...


"Maafkan kakak Var,kakak hanya ingin yang terbaik untukmu... Kakak tidak ingin Varro melewati pelatihan seperti kakak dulu... Hhaha kakak bahkan masih ingat,,,orang itu memaksa kakak untuk menghafal 500 kata dalam bahasa Inggris... Saat itu kakak sampai dipukul karena memohon agar bisa membawamu ke rumah sakit.... Jujur kakak sangat campur aduk saat itu, dari hari itu kakak bertekad untuk membuatmu menjadi lebih baik dan yang terbaik... Tapi kakak sadar, cara kakak salah... Maafkan kakak, Var"Ucap Vano menatap sang adik yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa Varro menangis huh?.... Gwenchana?...Kita masuk saja ya?" Ucap Vano panik menatap sang adik yang meneteskan air matanya bahkan wajahnya tiba-tiba saja menjadi pucat.


"Varro baik-baik saja, Kak... Hanya kedinginan"Jawab Varro lirih sambil menghapus air matanya.


"Kalau begitu ayo masuk... Kakak tidak mau Varro sakit" Ucap Vano hendak berdiri tapi...


Grep...


"Var... "


"Peluk Varro saja, Kak.. Varro ingin Kak Vano...Hanya Kak Vano..." Ucap Varro lirih menarik sang kakak sehingga memeluknya.


"Hangat, Kak" Ucap Varro lirih dan mengeratkan pelukannya, serangan Vano juga mengeratkan pelukannya agar Varro tidak kedinginan.


"Kak... "


"Hum?"


"Katakan,dasar kau ini" Ucap Vano mengusap rambut sang adik lembut di pelukannya.


"Kak,,, ini adalah pertanyaan harus kakak katakan dengan jujur... Ini juga sebuah permintaan"


"Oke, katakan"


"Kak, bagaimana jika suatu saat Varro menjadi bintang... Apakah kakak akan mengijinkan itu?"


"Apa maksud mu Var?... Kakak tidak faham"Vano dengan perasaan yang tidak enak berusaha melepas pelukan sang adik tetapi Varro malah mengeratkan pelukannya.


"Jangan lepas Kak... Dingin"


"Apa maksud mu Var?... Katakan dengan jelas hum.. "


"Kak,dulu Kak Vano pernah mengatakan jika Papa dan Mama telah bahagia dan menjadi bintang di sana.... Kak,Varro ingin meminta sesuatu...Kak... Hiks...Bolehkah Varro pergi ke sana dan menjadi bintang jika Varro lelah?... Bolehkah?... Hiks..." Vano terkejut dengan perkataan sang adik,Vano berusaha melepas pelukannya tapi.....


"A-apa maksudmu Var?" Ucap Vano bergetar karena perkataan sang adik.

__ADS_1


"Kak,... Varro tahu semuanya... Hiks... Varro tahu... Hiks...Kanker darah stadium 3 bukan?... Hiks... Kak... Hiks... Aku... Hiks... Sebentar lagi Varro... Hiks.. " Vano tiba-tiba mengeratkan pelukannya sesaat setelah Varro mengatakan itu, sakit... Hati Vano sakit saat Varro mengatakan itu... Lebih sakit saat dia mendengar dari sang paman.


"Var... Maafkan kakak... Kakak... Hiks.. " Vano tidak sanggup lagi berkata-kata dan hanya bisa memeluk Varro yang terisak di pelukannya.


"Hiks...Kak... Bolehkah Varro menyerah saja?... Hiks... Varro lelah Kak... Hiks Varro sangat lelah"Ucap Varro begitu lirih membuat hati Vano seakan dihantam begitu keras.


"Apa maksud Varro huh?... Hiks.. Varro bilang sendiri jika Varro baik-baik saja... Varro kuat... Dan kakak yakin itu...Varro kuat bukan? "Ucap Vano mengusap surai sang adik Berkali-kali hingga...


"Varro bohong Kak... Hiks... Varro lelah Kak hiks... Varro sakit Kak... Hiks... Sangat sakit hiks...Bertahun-tahun Kak, hiks...Kenapa baru sekarang kakak hiks.. Kenapa baru sekarang kakak menyayangi Varro?... Hiks... Kak, sebentar lagi waktu Varro habis Kak...Hiks.. Kenapa?.. Kenapa?....Kak, Varro ingin bahagia hiks...Varro juga ingin bahagia Kak... Hiks... Varro hiks... Varro sangat bersyukur karena kembali mendapatkan kasih sayang Kak Vano hiks... Tapi... Hiks... Kenapa baru sekarang Kak?... Hiks... Kenapa?... Hiks... Kak, rasanya sakit Kak hiks... Varro sudah bertahun-tahun memendam rasa lelah ini Kak hiks... Semuanya sudah menumpuk Kak hiks... Semuanya sakit Kak... Hiks...Maafkan Varro Kak hiks.. Varro selalu menyusahkan Kakak hiks... Kak...Varro hanya ingin kakak bisa mengijinkan Varro untuk pergi hiks... Varro ingin tidur Kak hiks... Varro lelah Kak hiks... Varro ingin bersama mereka Kak hiks... Varro hiks... Sebenarnya Varro kesakitan Kak hiks... Semuanya sakit hiks... Kepala Varro sakit Kak hiks...Badan Varro sakit Kak hiks... Sesak Kak hiks... Varro sudah tidak sanggup lagi Kak hiks... Varro sudah lelah Kak hiks... Varro lelah hiks... Varro hanya izin kakak hiks... Varro harap kakak bisa mengijinkan Varro untuk pergi Kak hiks... Varro mohon Kak Varro mo.... Akh.... Arrrggghhh.... hhhahaaaaah hiks.... ng... akh... "Vano yang awalnya terdiam tiba-tiba terkejut ketika sang adik mencengkram punggungnya erat, dapat Vano rasakan nafas Varro mulai tidak normal dan tersenggal-senggal.


"Var!... Hei!!... Var!" Vano berusaha untuk melepaskan pelukannya hingga....


"Tidak... Tidak!... TIDAK!.... VARRO!... VARRO!!... HIKS...VARRO!" Vano terkejut ketika mendapati Varro yang telah tidak sadar dengan darah yang mengalir dari lubang hidungnya, tak hanya itu bahkan tiba-tiba saja Varro memuntahkan darah.


"Tidak!... Hiks... Adikku... Hiks.. Varro! " Vano memeluk Varro begitu erat juga mencium surai sang adik lembut sambil memanggil-manggil namnya tapi...


"Tidak.... VARRO!" Teriak Vano begitu keras hingga...


"V-Varro.... "Chanwoo dengan Harry berdiri membeku melihat keadaan Varro di dalam dekapan Vano yang menangis keras.


"PAMAN!... HIKS... ADIKKU!... ADIKKU!!!! "Chanwoo dan Harry langsung tersadar dari lamunan mereka dan langsung menghampiri Vano juga Varro.


Mereka membawa Varro dan kembali membawa Varro masuk ke dalam ruangan ICU.


" Van... "Panggil Chanwoo pada Vano ketika Vano tidak bisa berhenti mondar-mandir sedari tadi menatap pintu ruangan ICU yang tertutup.


"Paman...Hiks... Varro Paman hiks... Varro"Tangis Vano kembali pecah saat sang paman menariknya ke dalam pelukannya.


"Varro baik-baik saja... Varro itu kuat, percayalah "


"Tapi hiks... Penyakit itu... "


"Varro akan baik-baik saja... Varro sudah bertahan selama ini... Percayalah jika Varro itu kuat... Percayalah" Ucap Chanwoo berkali-kali menggumamkan kata-kata penenang untuk Vano yang benar-benar kalut.


"Semua salahku Paman"


"Tidak... Ini salah kita"


"Varro akan baik-baik saja"


"Kak.... Terima kasih, Kak Vano"


"Varro sangat menyayangi Kak Vano juga Paman... "


"Var.... "


Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)

__ADS_1


Rabu, 22-03-24


NA_Kim


__ADS_2