
"Eung.... "Lenguhan lemah terdengar dari remaja laki-laki yang tidak lain adalah Varro.Matanya perlahan berusaha terbuka secara dan menyesuaikan cahaya di sekitarnya.
"S-sudah p-pagi?... "Lirih Varro lemah ketika merasakan cahaya mentari dari jendela kamarnya.Varru lalu berusaha untuk melepaskan masker oksigen yang terpasang di hidung mancungnya, tapi...
"Eng... Varro!... Varro sudah sadar eoh?... Biar Paman periksa"Ucap Chanwoo dengan suara cukup keras membuat Vano yang tertidur di sofa pun terbangun.
"P-pamanh.. V-Varro b-baik.. "Lirih Varro berusaha menjauhkan tangan Chanwoo tapi apa daya dirinya yang lemas.
"Huaa..... Sudahlah, biar Paman periksa... Jangan merepotkan! "Ucap seseorang yang tidak lain adalah Vano yang berjalan mendekati ranjang Varro.
Varro tersentak dan menatap sang kakak yang memalingkan wajah darinya.
"Biar Paman periksa ya.. "Ucap Chanwoo tidak mendapatkan penolakan dari Varro, karena ia takut dengan sang kakak yang berdiri di samping Chanwoo.
~Hening~
"Bagaimana,Paman?" Tanya Vano ketika Chanwoo selesai memeriksa Varro.
"Semuanya baik-baik saja, Varro hanya kambuh seperti biasa dan kelelahan.... Kau juga, bagaimana bisa akhir-akhir ini selalu kambuh huh?"Ucap Chanwoo serius menatap Varro dan tersenyum lembut...
"Jangan sakit, Var.... "Tambah Chanwoo membuat Varro yang tadinya sedikit takut menjadi lega dan tersenyum tipis di balik masker oksigennya.
"Karena dia sudah bangun, Vano akan ke kantor Paman"Kini Vano yang berbicara dan hendak beranjak tapi...
"K-kak... "Panggil Varro lirih tanpa sadar membuat Vano menghentikan langkahnya karena tangan Varro yang memegang lemah tangannya.
Vano terdiam lalu menatap tangan lemah sang adik. Vano menghela nafasnya panjang dan...
"Katakan!" Ucap Vano ketus mendapatkan jitakkan pelan dari sang paman.
"Akh!!... Paman!! Sakit! " Ringis Vano mengusap lembut kepalanya yang dijitak dan menatap Chanwoo kesal tapi Chanwoo hanya terkekeh melihat itu.
"Makanya,,, yang lembut sedikit dengan adikmu"Ucap Chanwoo terkekeh tanpa mereka sadari kedua sudut bibir Varro terangkat dan melihatkan senyuman tipis yang tersembunyi di balik masker oksigennya.
"Aish...Katakan, Varro" Ucap Vano dengan nada yang lebih bersahabat dari sebelumnya.Chanwoo menatap Varro seakan mempersilahkan Varro untuk berbicara dan....
"J-jangan pergi... "Ucap Varro pelan, Vano hanya menatapnya diam dan...
"Tidak, aku harus pergi....Perusahaan membutuhkanku" Ucap Vano datar tapi...
"T-tapi V-Varro j-juga... "Balas Varro lirih tapi tidak mendapat respon dari Vano dan...
"Biar Paman yang mengurus perusahaan untuk hari ini,,, seharusnya kau memang ambil cuti.. Ini hari minggu dan juga kau adalah direkturnya"Chanwoo berusaha membantu Varro agar Vano di rumah.Vano terdiam memikirkan sesuatu dan
....
"Baiklah, hanya untuk hari ini.... Dan Paman tidak usah menggantikan Vano,,,anggap saja sebagai rasa bersalah Vano karena permintaan Paman yang belum bisa Vano tepati"Jawab Vano yang sebenarnya gengsi tapi mau.
Varro diam-diam tersenyum bahagia dan...
"T-terima k-kasih K-kak"Ucap Varro lirih tapi Vano tidak menatapnya sedikitpun ataupun membalasnya.
Sementara itu,
"Ish!!!!...Bagaimana bisa aku bisa bangun jam segini?... Aish!!, kenapa Bi Lati tidak membangunkan ku?... Huh, aku harus ke kamar Varro... "Ucap Sella pada dirinya sendiri dan bangkit dari tempat tidur tapi....
Sella membalikkan badannya dan menatap sesuatu yang membuat dirinya membulatkan mata.
"Yak!!.. Bagaimana bisa aku keluar dengan rambut yang berantakan?!.. Wajahku!! Aish... Make up!"Ucap Sella pada dirinya sendiri di cermin dan langsung saja ke kamar mandi yang berada di kamar itu(Kamar tamu).
"Apa Varro sudah bangun?"
"Huft... Aku sangat khawatir,,, semoga saja.. "
"Kamu sangat cantik Sella... "Ucap Sella tersenyum pada dirinya di cermin kamar mandi dan...
"Tentu saja,,, Rosella Cassandra... Ingat itu" Ucap Sella pada dirinya sendiri.
"Baiklah,selesai"
"Paman.... Varro ingin lepas ini" Chanwoo menatap Varro yang berbicara sambil memegang masker oksigennya.
"Varro yakin?, jika masih sesak jangan dulu"Jawab Chanwoo tapi Varro langsung saja menggelengkan kepalanya.
" Varro sudah baik-baik saja...Varro ingin sarapan, tidak mungkin pakai ini"Ucap Varro membuat Chanwoo terkekeh pelan dan...
"Baiklah,,, selama Varro nyaman dan tidak sesak...Biar Paman bantu... " Ucap Chanwoo mengusap rambut Varro lembut lalu membantu Varro melepas masker oksigennya.
"Terima kasih Paman" Ucap Varro tersenyum hingga senyumannya tiba-tiba memudar setelah menyadari ada alat-alat aneh di dadanya.
"Paman... Ini apa? "Tanya Varro menunjuk alat-alat kedokteran yang tidak lain adalah...
"Ah... Tidak, itu hanya untuk mengukur detak jantungmu saja hahaha" Ucap Chanwoo sedikit aneh membuat Varro merasa ada yang aneh dengan Pamannya itu.
"Paman serius? Paman tidak menyembunyikan sesuatu bukan?"Tanya Varro dengan tatapan mengintimidasi tapi...
__ADS_1
"Hahaha tentu saja... Baiklah ayo sarapan"
"Tapi Paman.... Apa yang terjadi kemarin?bagaimana bisa Varro kambuh? "Tanya Varro tiba-tiba dan....
"I-itu.... Ah!!!!... Yak!!... Varro! " Teriak Chanwoo tiba-tiba membuat Varro tersentak kaget.
"Ada apa Paman? "
"Temanmu menginap di sini!... Baiklah ayo turun dan sarapan"Ucap Chanwoo membuat Varro mengernyit dan...
"Sella?!!!! " Ucap Varro keras dan....
"S-Sel..... J-jantungh ku"
"J-jantungh ku... Sel"
"Varro.. "
Varro terdiam ketika mengingat sesuatu yang terjadi sebelum dirinya pingsan, dan...
"Aish... Memalukan.. "Lirih Varro sangat pelan.
"Ayo Var... Mau Paman bantu? " Ucap Chanwoo dan diangguki oleh Varro.
"Hanya sampai pintu saja yah Paman... "
"Kenapa? "
"Malu... "
"Sella? "Ucap Chanwoo tersenyum dan diangguki oleh Varro.
"Varro menyukai Sella? "
"T-tidak... "
"Ngaku saja eoh... "
"Tidak Paman.. "
"Ngaku saja lah... "
"Paman!... Varro lapar" Ucap Varro kesal melepaskan pegangan tangan pada Chanwoo dan....
Bruk!
Saat Chanwoo dan Varro membuka pintu kamar Varro, tiba-tiba terdengar suara ribut yang berasal dari lantai bawah.
"Aish.. Dasar anak itu" Ucap Chanwoo menghadapi nafas panjang sambil memegangi Varro berjalan.
"Ada apa Paman? "Tanya Varro bingung, tapi...
"Biasa,,, Sella dan kakakmu"Jawab Chanwoo membuat Varro terkejut dan khawatir.
"Tenang saja Var... Ayo kita ke bawah" Ucap Chanwoo diangguki Varro.
Di lantai bawah, tepatnya di meja makan. Terdapat Sella dan Vano saling berhadapan dengan wajah saling kesal.
"MANUSIA ES!! " Teriak Sella kesal, membuat Varro yang baru saja sampai di meja makan bersama Chanwoo terkejut sekaligus takut jika Vano marah, tapi Chanwoo menenangkan Varro agar tenang.
"GADIS GILA!!!!! "Balas Vano dengan suara yang tidak kalah keras, membuat Varro kembali terkejut dengan suka sang kakak... Masalahnya kakaknya itu marah tapi dengan ekspresi tidak benar-benar marah.
"KAU!!! " Teriak Sella kesal dan langsung saja mendekati Vano lalu menjambak rambut Vano keras.
"Akh...Yak!...Lepas!!.. Sakit ini!!.. Hei!.. Yak!! Gadis gila!! "Ringis Vano berusaha lepas ketika rambutnya dijambak oleh Sella.
Chanwoo yang menyaksikan itu hanya terdiam dan sesekali terkekeh pelan, tapi...
"Sel... Lepas Sel... Kasihan Kak Vano... Sel.. " Ucap Varro berusaha menghentikan Sella yang menjambak rambut Vano tapi...
"Tidak!!!... Kakakmu keterlaluan!!.. Aku tidak gila!!... Kakakmu aneh!!.. Manusia es!! "
"Kau memang gila!!! " Ucap Vano membuat Sella semakin menjambak rambut Vano dan...
"VARRO!!!... AKU HARUS MEMBALASNYA!!! "
"Tidak.... Kau keterlaluan Sella.. " Ucap Varro memegangi kedua tangan Sella dari belakang membuatnya melepaskan jambakan pada Vano.
Vano akhirnya lepas dan bernafas lega sambil merapikan rambutnya...
"Dasar gadis gila!!!... Bagaimana bisa Varro berteman denganmu!! "
"YAK!!!... VARRO LEPAS!!!.. LEPAS!! " Teriak Sella memberontak dari Varro dan....
"Tenanglah.... Jangan seperti ini, aku mohon Sel.."Bisik Varro yang mampu membuat Sella terdiam dan...
__ADS_1
"Maafkan aku Var... "Ucap Sella lirih dan Varro melepaskan kedua tangan Sella.
"Seharusnya kau meminta maaf padaku!!.. Dasar gadis gila!!.. Aneh! "Ucap Vano kesal tapi...
"Sudahlah Van... Jangan seperti anak kecil, sudah ayo sarapan...Sella duduklah" Ucap Chanwoo lalu duduk dan mempersilahkan Sella untuk duduk.Awalnya Vano ingin menolak tapi ia tidak enak dengan sang Paman hingga akhirnya ia memilih diam dan membalas tatapan tajam Sella yang menatapnya.
"Selamat makan" Ucap Chanwoo.
"Sssh... "
"Sella kenapa? "Tanya Chanwoo ketika menyadari ada yang tidak beres dengan sikap Sella setelah makan. Varro yang menyadari itu langsung saja mencoba makanan Sella dan....
"Minumlah jika terlalu pedas,,, jangan dipaksakan"Ucap Varro tersenyum memberikan segelas air putih kepada Sella.
" Hati-hati minumnya "
"M-makasih Var.. "Ucap Sella tersenyum begitu juga dengan Varro.
"Ekhem..Ukhuk."Varro dan Sella juga Chanwoo menatap Vano yang batuk dengan aneh lalu...
"Var... " Panggil Vano membuat Varro langsung saja menatap Vano dan..
"Kakak ingin berbicara dengan mu setelah in-"
"Tidak.... Kau bisa berbicara dengan adikmu nanti malam saja, tidak pagi ini... Biarkan adikmu bermain bersama temannya ini" Ucap Chanwoo memotong perkataan Vano dan...
"Jika tidak.... Kau tahu bukan?" Ucap Vano tidak perduli membuat Chanwoo dan Varro terdiam, sedangkan Sella hanya diam tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan.
"Sella... "Panggil Chanwoo membuat Sella berhenti makan dan menatap Chanwoo.
"Tolong temani Varro yah...Paman sedang ada acara hari ini, tenang saja.. Paman sudah bilang jika Sella di sini dua ha-"
"Apa?!.. Dua hari Paman?! " Ucap Vano terkejut menatap sang Paman, Sella, juga Varro.
"Huum, bukankah liburan mereka dua hari?...Sekolah sedang mengadakan acara bukan? dan Paman sudah meminta izin pada orang tua Sella juga sekolah... So, it's okay"
"Tapi Paman itu ti-"
"Baiklah... Sella, Paman titip Varro,,,, juga kakaknya yang keras kepala itu" Ucap Chanwoo meninggalkan meja makan dan keluar rumah.
~Hening~
"Jangan buat masalah... Ini rumahku!,,,Varro... Ingat perkataan kakak.Kau harus berusaha untuk mendapatkannya apapun yang terjadi" Ucap Vano datar dan langsung saja meninggalkan meja makan ke ruang kerjanya.
"Var... Hei!.. Var! " Ucap Sella menyadarkan Varro dan...
"A-ah... Ada apa Sella? " Ucap Varro membuat Sella mengernyitkan dahinya dan terdiam.
"Kamu baik-baik saja? " Tanya Sella diangguki Varro.
"Tentu saja, aku kuat tahu" Ucap Varro tersenyum sambil menunjukan ototnya tapi...
"Heleh.... Masak sih? " Ucap Sella dengan wajah mengejek.
"Tentu saja, kamu bahkan akan jatuh hati kepadaku! " Ucap Varro membuat Sella terdiam begitu juga dengan Varro membuat suasana menjadi hening.
"S-Sel.. Aku... "
"Mimpi!!!! Wlee!! " Ucap Sella mengejek di depan wajah Varro dan langsung berlari, Varro yang kesal pun langsung mengejar Sella.
"ROSELLA CASSANDRA!!! "Teriak Varro mengejar Sella yang berlari di depannya.
"IYA FANSKU!!! Hahahaha" Teriak Sella berlari dan tertawa puas karena berhasil membuat Varro kesal.
"Yak!!!!!... Dasar!... BERHENTI KAU! " Varro terus mengejar Sella yang berlari di depannya tanpa sadar ia tersenyum dan melupakan fakta bahwa dia baru saja pulih.
"Kejar aku!!!"
"YAK!! AKU AKAN MENDAPATKANMU!!! "
"COBA SAJA!! "Teriak Sella terus berlari hingga tanpa sadar mereka kejar-kejaran di halaman depan rumah Nando yang sangat luas melewati Bi Lati dan Pak Jo yang duduk di teras rumah.
"Mereka sangat lucu" Ucap Bi Lati tersenyum menatap Varro dan Sella yang sedang asik kejar-kejaran.
"Huum... Den Varro seperti melupakan semua beban yang ada,,, bahkan melupakan fakta bahwa Den Varro baru saja sembuh" Ucap Pak Jo terkekeh bersama Bi Lati.
"A-aku menyukaimu... Sel"
"V-Var... Aku... "
"Varro Nando!!!... Apa yang kau lakukan huh?!!! "
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Senin, 27-02-23
__ADS_1
Kim_na