Varro Is Not Robbot

Varro Is Not Robbot
Episode 31


__ADS_3

Sendiri,


merenung,


menangis tanpa suara....


Puk...


"Van.... " Harry menepuk bahu Vano yang sedang duduk sendiri di taman dekat rumah sakit.Harry mengejar Vano karena takut Vano berbuat hal gila karena merasa kecewa dengan Chanwoo juga dirinya sendiri.


Vano tersentak dan menatap Harry tajam...


"Apa yang Paman lakukan!... Jangan bicara denganku!... Paman juga sama-sama berbohong!!!... Kalian memang gila!! "Dengan sangat ketus Vano berbicara kepada Harry di depannya juga dengan tepisan kuat tangannya.


Harry menghela nafas dalam-dalam dan tersenyum paham dengan apa yang sedang Vano rasakan sekarang.


"Baik... Paman tidak akan berbicara denganmu"Ucap Harry lalu duduk di samping Vano membuat Vano mengernyit dan...


"Hanya duduk.... Ini tempat umum Tuan Vano Nando"Harry tersenyum dan menatap lurus ke arah depan, sedangkan Vano?ia mendengus kesal tapi tetap duduk di samping Harry.


~Hening~


"Aku mempunyai seorang sahabat...Sahabat baik dari remaja hingga sekarang.. Hahaha" Harry kini bersuara tanpa sahutan apapun dari Vano.Bahkan Vano memasang earphone di kedua telinganya membuat Harry tersenyum diam. Tapi Harry yakin bahwa Vano tidak bener mendengarkan lagu...Tapi menunggunya berbicara.


"Dia merawat kedua ponakannya yang sudah ia anggap sebagai anak.Hingga ia dihadapkan dengan masalah yang membuatnya hancur, bingung, dan takut"


"Merawat kedua ponakannya yang berselisih 10 tahun tidak lagi mudah....Keponakan pertama berumur 15 tahun dan yang kedua berumur 5 tahun....Dengan biaya yang tidak kecil tentunya.Bisnisnya di Korea sempat hampir bangkrut dan membuatnya memutuskan untuk kembali ke Korea juga melepaskan profesinya sebagai dokter.Hanya beberapa minggu setelah pergi ke Korea,dia mendapatkan kabar bahwa keponakannya yang kedua masuk rumah sakit dan harus menunggu hasil lab.....Kondisi tidak mengijinkannya kembali hingga mempercayakan sepasang suami istri untuk menjaga keponakannya terutama keponakan yang kedua.....Semuanya awalnya baik-baik saja,dengan selalu mengirimkan uang juga penjagaan yang baik kepada kedua keponakannya itu... Hingga sahabatnya memberikan hasil lab dan hasilnya adalah keponakan keduanya menderita penyakit leukimia stadium awal.... Dia sangat bingung karena keponakan pertamanya masih di bangku sekolah dan tidak ingin membuatnya terganggu, dia kalut karena sel kanker yang didiagnosa juga disertai trauma lama keponakannya.... Hingga akhirnya dia memutuskan untuk diam dan terus bekerja bahkan selalu mengirim uang untuk keponakan keduanya check up hingga sudah tidak ada tanda-tanda leukimia lagi..... Dia-"


"CUKUP!!! "Vano dengan nada tinggi memotong perkataan Harry,wajahnya memerah dengan tatapan tajam yang berusaha ia pendam.


"Jangan berbicara tentang orang itu lagi!!.... Aku tidak bodoh dan paham arah pembicaraanmu Paman!....AKU SUDAH MUAK!! " Vano berteriak kesal dan menendang vas bunga yang berada di samping kaki kanannya.


"Aku hanya butuh waktu!.... Itu saja!" Ucap frustasi Vano tanpa sadar ia meneteskan air matanya.


"Maaf Paman,,, Vano hanya butuh waktu untuk menerima fakta yang baru saja Vano tahu...Mengertilah"Ucap Vano lirih dan...


Ring....Ring... Ring...


Ponsel Harry tiba-tiba berdering membuatnya langsung saja mengangkat telepon dan...


"Ada apa Chanwoo ya...Varro baik-baik saja bukan? "Ucap Harry membuat Vano melirikkan matanya dan menajamkan pendengarannya.


"......... "


"Apa?!!!.... Kau serius?!! "Ucap Harry berdiri terkejut dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.Vano tersentak dan perasaannya menjadi kalut tiba-tiba karena Harry menyebut-nyebut nama Varro.


".......... "

__ADS_1


"Baiklah!... Aku akan kesana secepatnya! "Ucap Harry mematikan telepon sepihak dan...


"Ayo cepat ke ICU! "Ucap Harry menarik tangan Vano dan...


"Ada apa dengan Varro?!"


"Tidak ada waktu!... Ayo cepat!! "Harry langsung saja menara Vano menuju ruang ICU.Vano semakin kalut karena Harry tidak menjawab pertanyaannya sedari tadi.


"Adikku kenapa?!!... Paman!!.. Aish"


Mereka berdua akhirnya sampai di depan ruangan ICU dan....


Cklek....


Pintu ruangan ICU terbuka dan terlihat Chanwoo yang membantu Varro untuk minum.Kedua sudut bibir Harry terangkat ke atas dan tersenyum sedangkan Vano?


Kedua matanya melebar dan meneteskan air mata yang ia tidak tahu itu air mata kebahagiaan ataukah yang lain....


Sedangkan Varro yang melihat sang kakak hanya berdiri pun tersenyum dan....


"K-kak... Kak V-Vano..."Gumam Varro pelan tersenyum menatap sang kakak yang masih setia berdiri di pintu ICU hingga....


Grep......


Hangat,


begitu erat,.


Varro tersentak ketika sang kakak tiba-tiba saja berlari dan memeluknya erat, sangat erat.Varro tersenyum membalas pelukan sang kakak dengan perlahan dan....


"Kakak harus menghukumu eoh... Hiks... Kau membuat kakak menangis...Dasar!" Varro terkekeh pelan ketika mendengar sang kakak mengatakan kalimat seperti itu..


"Tidak ada h-hukuman lagi di rumah K-kak..."Jawab Varro pelan sambil tersenyum Vano tidak menanggapinya dan...


"Jangan sakit Var.... Jangan pernah sakit...Kakak hanya mempunyai dirimu, hanya dirimu.... Kakak akan memberikan apapun untukmu... Jangan pernah sakit.. "Gumam Vano lirih sangat lirih hingga hanya Varro dan Chanwoo di sampingnya yang dapat mendengar gumaman Vano.


Varro tersenyum merasakan hangatnya pelukan dan kasih sayang sang kakak sesunguhnya dan...


"Varro akan berusaha, Kak....Oleh karena itu, dukung Varro dan jangan pernah jauh dari Varro"Jawab Varro lirih dan tersenyum hangat menatap Chanwoo dan Harry yang juga tersenyum.


"Kak, jangan lepas... Biarkan seperti ini,Varro ingin merasakan pelukan kakak lebih lama.... Hangat"Ucap Varro ketika Vano ingin melepaskan pelukannya,Vano tersenyum dan menuruti apa yang dikatakan sang adik.


"Kak Vano... "


"Hum?"


"Varro ingin Sella... "

__ADS_1


"Sella?... Baiklah, nanti kakak jemput Sella"


"Jangan... "


"Kenapa?"


"Varro tidak mau kakak bertengkar dengan Sella dan dia tidak mau ke sini" Ucap Varro membuat Vano mendengus kesal dengan penuturan san adik, tapi benar juga...Mereka seperti kucing dengan tikus yang tidak bisa akur.


"Baiklah biar Pak Jo sa-"


"Biar Paman saja,,, hari ini jam kerja Paman hanya sampai siang saja" Ucap Chanwoo tiba-tiba membuat suasana menjadi hening.


"Kak,Paman berbicara dengan kakak" Ucap Varro membuat Vano menghela nafas dan...


"Terserah" Ucap Vano kemudian melepaskan pelukan pada Varro dan duduk di sampingnya.


"Kakak jangan seperti itu" Ucap Varro tapi tidak diperdulikan oleh Vano.


Chanwoo hanya tersenyum dan keluar dari ruangan ICU dengan Varro yang menatapnya kasihan.


"Baiklah,Varro akan dipindahkan ke ruang rawat biasa setelah ini"Ucap Harry tiba-tiba dan...


"VVIP" Ucap Vano singkat diangguki Harry yang hendak keluar dan...


"Varro ya... Cairkan dulu sikap kakakmu sebelum Paman kembali eoh?"Ucap Harry diangguki Varro, sedangkan Vano hanya diam dan menatap kesal Harry.


"Kakak tidak boleh seperti itu, Paman itu sudah tua... Jadi kakak harus bersikap baik" Ucap Varro tiba-tiba.


"Kakak juga,Kakakmu ini lebih tua dari dirimu...Jadi bersikap baiklah" Ucap Vano tidak terima.Varro tersenyum menatap sang kakak dan....


"Baru sadar yah,Kak?" Ucap Varro terkekeh dan.....


"Yak!... Apa yang kau katakan eoh?... Dasar,kakak akan menghukummu!... Bersiap-siaplah! "Ucap Vano dengan tatapan tajam membuat Varro sedikit takut dan....


"Ah.. Hahaha... Ahahahah... Kak... Hahahahahaha hentikan, hahahhaha.. Kak!... Geli!!! Hahaha jangan menggelitik... Hahaha... "Vano terus saja menggelitik Varro dan...


"Tidak akan!....Sebelum Varro meminta maaf"


"Hahahha... Varro tidak akan meminta hahaha maaaf... Hahahah.. Kak, hentikan hahaha geli! "


Begitu berisik, ruangan ICU yang seharusnya tenang... Kini terisi dengan kegaduhan juga tawa Varro dan Vano sedari tadi.Mereka terus tertawa hingga tanpa sadar seseorang merekam mereka...


"Tertawalah,,,sebelum ku jadikan video ini sebagai kenangan yang menyakitkan bagimu...Vano Nando"Ucap laki-laki dengan pakaian hitam serta masker yang ia pakai.Tatapannya begitu tajam juga penuh kebencian.


Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)


Jum'at, 10-03-23

__ADS_1


NA_Kim


__ADS_2