
Kedatangan Alexander ke Jakarta semata-mata hanya untuk mengakhiri pertunangannya dengan Neila. Alexander sudah bertekad pada dirinya sendiri untuk menikahi Nisha yang sedang mengandung bibit premiumnya. Namun sebelum itu dia harus menyelesaikan urusannya dengan ibunya dan juga dengan keluarga Neila.
Baru saja masuk ke dalam rumah besar miliknya, ternyata beberapa orang sudah berada di dalam untuk menunggu kedatangan Alexander. Dengan heran Alexander langsung menawarkan ketua alisnya dan bertanya, "Kalian ngapain disini?"
Orang yang tak lain adalah ibu beserta dua orang adiknya hanya menatap Alexander dengan datar.
"Duduk!" titah Murel, ibunya.
Tanpa kata, Alexander langsung duduk di sofa depan tiga orang itu. Entah apa yang mereka inginkan sehingga mereka kompak untuk mendatangi rumahnya.
"Kalian semua belum menjawab pertanyaanku? Apakah kalian sedang ingin mendemoku karena aku belum menurunkan THR untuk karyawanku?" tanya Alexander lagi.
__ADS_1
"Dimana kamu sembunyikan Nisha?" Kini Danar langsung menyodorkan pertanyaannya kepada Alexander karena dirinya sudah tidak tahan ingin mengetahui di mana alasannya menyembunyikan Nisha.
Wajah tegas dengan sorot mata tajam terkekeh pelan saat mendengar pertanyaan dari Danar.
"Apakah kedatangan kalian ke sini hanya untuk menanyakan tentang keberadaan Nisha? Sekalipun aku sedang menyembunyikannya, aku tetap tidak akan memberitahu kepada kalian semua. Nisha itu milikku! Aku yang pertama kali mendapatkan dia. Jadi jangan harap kalian semua juga ingin memilikinya!" tegas Alexander.
"Bukankah kamu sempat berniat untuk menjual wanita itu dan memberikan pria itu kepada Tuan Lie? Daripada kamu memberikan kepada pria tua itu mending kamu berikan kepadaku. Aku akan memperlakukan wanita itu dengan baik. Bahkan jika bisa aku akan membuatnya hamil agar wanita itu tidak lari dariku dan tentunya aku tidak perlu menerima acara perjodohan yang dilakukan oleh ibumu!" sahut Giovanni sambil melirik ke arah ibunya.
"Tidak! kalian berdua adalah pria brengsekk! Yang sering bergonta ganti wanita setiap malamnya! Kalian tidak pantat untuk mendapatkan Nisha, karena yang pantas mendapatkan dia adalah aku!" Kini Danar tidak ingin kalah dari dua saudaranya.
"Sudah cukup! Kenapa kalian malah merebutkan wanita itu!" bentak Murel yang sejak tadi merasa muak dengan ucapan tiga putranya yang ingin memiliki wanita yang bernama Nisha itu. Sebenarnya Seperti apa wajah Nisha sehingga mampu direbutkan oleh tiga orang putranya. Tidak mungkin jika wanita itu tidak cantik karena ketika putranya memiliki selera yang tinggi.
__ADS_1
"Alex, kamu tidak akan pernah bisa memiliki wanita itu karena sekarang kamu sudah berkenalan dengan Neila, yang sebentar lagi kalian berdua akan segera menikah," ujar ibunya lagi.
"Siapa bilang tidak bisa memiliki dia. Justru kedatanganku ke sini ingin membatalkan pertunanganku dengan Neila karena aku ingin menikahi Nisha. Saat ini Nisha sedang hamil anakku!" jelas Alexander.
"Apa??" Tiga orang tersentak dengan keterkejutannya atas pengakuan dari Alexander.
"Kamu jangan gila, Alex! Kamu tidak bisa membatalkan pertunangan ini, apapun itu alasannya. Kamu tetap akan menikah dengan Neila secepatnya!" Sang Ibu tidak terima dengan keputusan Alexander yang ingin membatalkan pertunangannya dengan Neila.
Danar yang mendengar pengakuan Alexander merasa sangat syok, karena ternyata Nisha telah mengandung anaknya Alexander.
"Kamu gila, Alex!" protes Danar.
__ADS_1
"What ... jadi malam itu kamu tidak menguntungkan pengaman?" timpal Giovanni.
"Terserah apa tanggapan kalian tetapi keputusanku untuk menikahi Nisha sudah pulang. Jadi jangan coba-coba untuk menghalangiku! Aku tidak peduli dengan reportasi perusahaan ataupun keluarga!" tegas Alexander lagi.