
Nisha merasa sangat terkejut karena saat memasuki rumah besar tersebut ternyata sudah ada dua orang yang sangat dia kenali. Siapa lagi jika bukan kedua adik Alexander yang telah menunggu kedatangan mereka berdua. Bukan hanya mereka berdua yang sudah menunggu kedatangan Nisha dan Alexander, tetapi ada beberapa orang yang sudah berpakaian rapi beserta seorang penghulu yang menyambut kedatangan Nisha.
"Maaf, kami terlambat," ucap Alexander saat masuk ke dalam rumahnya.
"Oh, tidak apa-apa. Kami juga baru sampai," ucap seorang yang akan menikahkan mereka berdua.
"Kalau begitu, kami ganti pakaian dulu, Pak," kata Alexander sambil menggandeng tangan Nisha untuk melewati beberapa orang yang telah menunggu mereka.
"Baik. Silahkan!"
Nisha tidak mengira jika Alexander benar-benar akan menikahi dirinya saat ini juga. Bahkan juga akan disaksikan oleh kedua adiknya.
Ada rasa gugup bercampur takut dalam hati Nisha. Namun, sebisa mungkin Alexander mencoba untuk menenangkan hati Nisha.
"Kamu rileks aja, gak usah gugup. Acara ini tidak akan lama."
__ADS_1
Nisha yang saat ini sedang didandani oleh beberapa orang menatap pantulan dari cermin yang ada di depannya. Sosok yang terlihat tegap nan gagah, meskipun sorot matanya tajam menusuk. Namun, tak dapat dipungkiri jika Alexander adalah pria yang memiliki paras rupawan.
"Iya, aku tahu. Aku hanya takut saja jika setelah pernikahan ini kamu malah akan menyiksaku lebih kejam lagi," ujar Nisha yang masih menatap pantulan Alexander di cermin.
Langkah pelan terayun untuk mendekat ke arah Nisha ini saat ini sedang di dandani. Meskipun terbalik dengan kain penutup kepala, terapi auranya terlihat sangat bersinar.
"Apakah kamu tidak tidak bisa mempercayaiku? Aku sudah bersumpah pada diriku sendiri untuk menjaga dan melindungi ibu dari anak-anakku. Jika kamu tidak percaya, bunuhlah aku jika aku sampai mengingkari apa yang telah aku katakan kepadamu," ucap Alexander dengan bersungguh-sungguh.
Nisha hanya menunduk. Saat Alexander menatap bayangan yang ada di cermin, mendadak Nisha tidak berani untuk mata Alexander meskipun hanya melalui pantulan di cermin.
"Nisha, harus dengan cara seperti apa lagi aku meyakinkan kamu jika saat ini aku sedang bersungguh-sungguh ingin bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan kepadamu. Tapi mengapa sedikitpun kamu tidak mempercayai ketulusan ini? Aku sadar pernah melakukan sebuah kesalahan besar, tapi untuk kali ini tolong percayalah kepadaku jika aku sedang bersungguh-sungguh untuk menikah denganmu," ujar Alexander dengan helaan nafas panjang.
meskipun begitu saat ini pernikahan mereka telah berjalan dengan lancar dan saat ini keduanya sah menjadi pasangan suami-istri.
Danar yang pernah memiliki rasa pada Nisha memilih mengalah untuk merelakan perasaannya demi kebahagiaan kakak tertuanya. Begitu juga dengan Giovanni yang sangat menginginkan tubuh Nisha memilih untuk membuang jauh-jauh pikirannya karena saat ini Nisha adalah kakak ipar. Keduanya tidak ingin merusak tali persaudaraan hanya demi seorang seorang wanita, karena masih banyak wanita di belahan bumi ini yang jauh lebih cantik daripada Nisha.
__ADS_1
"Selamat atas pernikahan ini. Aku harap kamu bisa menjaga Nisha dengan baik. Jika aku sampai mendengar jika kamu menyia-nyiakan Nisha, maka aku tidak akan sedangkan untuk merebut Nisha dari tangan kamu. Dan aku tidak peduli dengan tali persaudaraan kita," ujar Danar saat memberi selamat kepada Alexander.
"Kamu jangan khawatir karena aku tidak akan pernah menyia-nyiakan Nisha dan juga anakku," balas Alexander.
Kini mata Alexander menatap ke arah Giovanni yang berada di belakang Danar. Dengan senyum tipis dibibirnya, Alexander langsung memanggil Giovanni agar mendekat kearahnya. "Gio," panggil Alexander dengan lambaian tangannya.
Giovanni pun melangkah maju untuk mendekati kakak tuanya. Dia sudah tahu apa yang ingin dikatakan Alexander sehingga dia memilih menundukkan kepalanya.
"Saat ini Nisha sudah sah menjadi istriku. Itu artinya dia adalah kakak iparmu. jangan sekali-kali muncul pikiran kita taruh di dalam otakmu untuk melecehkannya. Jika itu sampai maka aku tidak akan menghasilkan untuk mengirimmu ke neraka. Kamu mengerti kan?" ancam Alexander kepada Giovanni yang sangat terobsesi untuk meniduri Nisha.
"Iya, aku tahu. Aku akan membuang jauh-jauh hijrah itu dan tidak akan melecehkan dia," ucap Giovanni dengan lemah.
"Bagus! Aku harap semua ucapan kalian bisa dipegang. Jika sampai ada yang berani menyentuh Nisha, berarti dia sudah siap untuk dikirim ke neraka!" ujar Alexander dengan sorot mata tajamnya.
Jangankan Giovanni, Nisha saja takut jika Alexander sedang dalam mode serius.
__ADS_1
"Satu lagi, kalian tidak boleh memberitahu mak Lampir itu jika aku saat ini berada di tempat ini. Jika sampai ada yang berani buka mulut, berarti dia sudah siap untuk dikirim ke neraka!" Alexander terus menerus memberikan ancaman kepada dua orang adiknya agar bisa menjaga rahasia jika saat ini Alexander telah menikahi Nisha dan hidup di luar kota.
...***...