Wanita Milik CEO Arogan

Wanita Milik CEO Arogan
BAB 33 : Kepergian Alexander


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tak terasa lima bulan telah berlalu. Perut yang dahulunya datar ini sudah terlihat sedikit membuncit. Namun, meskipun begitu rasa canggung di antara dua orang masih terasa sangat kental. Terlebih Nisha yang masih menjaga jarak terhadap Alexander.


Pria yang dulunya terlihat dingin, kini tiba-tiba berubah menjadi pria hangat dan penuh perhatian pada Nisha.


"Sha, kemungkinan nanti aku akan pulang malam. Kunci semua pintu dan jendela. Jika ada orang datang jangan pintu!" pesan Alexander sebelum berangkat kerja.


Saat ini Alexander tengah menghidupkan kembali perusahaan yang sudah tidak beroperasi dua tahun terakhir. Perusahaan kecil peninggalan ayahnya kini dikelola kembali oleh Alexander. Memulai dari nol, rasanya sungguh nikmat, terlebih saat ini Alexander membutuhkan suntikan dana untuk menyokong kembali jantung perusahaan karena telah mati selama 2 tahun.


Dan ditangan Alexander selama lima tahun, perusahaan yang mati telah dihidupkan kembali. Namun, Alexander harus memutar kepala karena membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk terus menopang perusahaannya yang saat ini dikelolanya. Tidak mungkin Alexander mengambil aset miliknya yang ada di ibukota untuk menyokong jantung perusahaan barunya. Itu sama saja Alexander menyerah diri kepada ibunya.


"Kamu mau kemana?" tanya Nisha yangmerasa heran karena selama 5 bulan terakhir ini Alexander tidak pernah pulang malam. Dan ini adalah kali pertama Alexander memberi pesan kepada Nisha jika dirinya akan pulang malam.


"Aku ada pertemuan penting dengan salah satu teman-temanku. Jika sampai pagi aku tidak pulang, jangan mengkhawatirkanku."

__ADS_1


Mendengar ucapan Alexander dada Nisha mendadak bergerumuh. "Maksud kamu apa?"


"Tidak ada maksud apa-apa tetapi aku hanya untuk memberitahumu meskipun aku tidak pulang aku tetap baik-baik saja."


"Baiklah. Hati-hati!" ucap Nisha saat Alexander hendak naik ke dalam mobilnya.


Namun, saat tangannya membuka pintu mobil tiba-tiba Alexander menoleh ke belakang untuk menatap wanita yang telah memiliki gelar istri. Tidak hanya itu saja, mata Alexander terus menatap kekat pada Nisha yang tertutup oleh pakaiannya. Rasanya sangat berat untuk meninggalkan Nisha sendirian, terlebih dengan keadaan dia sedang hamil. Helaan nafas panjang terdengar begitu berat. Alexander pun memutuskan untuk memeluk bisa terlebih dahulu sebelum dia benar-benar pergi.


Tak ada penolakan. Tubuh Nisha membeku saat Alexander memeluknya. Pelukan pertama dari seorang Alexander rasanya begitu hangat. Bahkan mampu menggetarkan hati. Nisha bisa merasakan aroma tubuh Alexander yang menenangkan. Entah mengapa selama 5 bulan dia baru bisa merasakan aroma tubuh suaminya baru saat ini.


"Aku hanya pergi sebentar, jadi kamu tak perlu merindukanku. Jika kamu rindu, doakan dalam sujudmu, niscaya rindumu akan segera terobati."


"Alex, bisakah kamu jujur kepadaku? sebenarnya kamu mau pergi kemana?" tanya Nisha yang merasa heran dengan kata-kata Alexander sejak tadi.

__ADS_1


Alexander segera melepaskan pelukannya dan menatap Nisha dengan dalam. "Aku hanya ingin bertemu dengan teman lamaku untuk meminta bantuannya. Tapi ini adalah kali pertama aku harus meninggalkanmu dan harus pulang lama. Aku takut kamu merasa bosan dan kesepian," jelas Alexander.


"Tapi mengapa perasaanku tidak enak? Seolah kamu sedang mempunyai rencana lain. Kamu tidak sedang ingin meninggalkanku, kan?"


"Astaga .... Nisha! Harus berapa kali aku mengatakan kepadamu jika aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu harus percaya kepadaku, Nisha." Untuk kesekian kalinya Alexander harus meyakinkan Nisha jika dia tidak akan meninggalkan Nisha begitu saja.


"Tapi perasaanku mengatakan seperti, Alex!"


"Itu hanya perasaanmu saja karena kamu terlalu mengkhawatirkanmu. Kamu tenang saja aku akan baik-baik saja."


Dengan berat hati Nisha pun melepaskan Alexander meninggalkan halaman rumah. Hatinya berdenyut terasa sakit, tetapi Nisha mencoba untuk tetap tenang.


...****...

__ADS_1


__ADS_2