Wanita Milik CEO Arogan

Wanita Milik CEO Arogan
BAB 37


__ADS_3

Enam Tahun Kemudian ...


Hari demi hari Nisha lalui tanpa sosok Alexander disampingnya. Mencoba untuk bangkit dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Menjadi sosok wanita tangguh demi sebuah nyawa yang saat ini sedang bersemayam dalam perutnya.


Beruntung saja dua adik Alexander benar-benar menjaga Nisha sesuai dengan permintaan terakhirnya. Berkat bantuan dua adik Alexander, Nisha bisa mengelola perusahaan yang ditinggal oleh Alexander. .


Perusahaan yang hampir jatuh kembali, akhirnya bisa diatasi oleh Nisha, berkat bantuan dua adik iparnya.


Nisha yang awalnya adalah wanita biasa saja dan tidak tahu apa-apa, kini telah menjelma menjadi sosok wanita kuat dan mandiri.


"Alsha, jangan berlari! Nanti jatuh." Nisha melarang seorang gadis kecil berusia 5 tahun untuk tidak terus berlari karena takut terjatuh.


Gadis itu pun langsung menuruti ucapan Nisha dan memilih untuk duduk disebuah sofa yang telah disediakan untuk tempatnya bermain.

__ADS_1


Gadis kecil itu bernama Alsha Putri Alexsha, anak dari pasangan Alexander dengan Nisha. Ya, kini sudah hampir enam tahun lamanya Alexander pergi tanpa kabar. Entah masih hidup atau sudah mati, semua tidak ada yang tahu. Bahkan Lucas teman lama Alexander saja tidak mengetahui keberadaan Alexander. Namun, bagaimanapun keadaan Alexander, Nisha terus mendoakan yang terbaik untuk pria yang telah menikahi dirinya.


"Ma ... kapan kita pulang? Alsha sudah merasa bosan disini," ucap Alsha dengan lesu.


Nisha yang masih memiliki pekerjaan belum bisa mengajak Alsha untuk pulang. Nisha sengaja mengajak Alsha ke kantor karena saat ditinggal dengan baby sitter-nya Alsha seringkali mengamuk saat keinginan tidak dipenuhi.


"Tunggu sebentar lagi ya, Sayang. Sebentar lagi pekerjaan mama juga selesai," ujar Nisha. "Kalau Alsha sudah bosan mending Alsha main dulu sama mbak Nina," saran Nisha.


"Tidak mau! Nisha maunya sama mama!"


"Kalau tidak mau, Alsha harus bersabar untuk menunggu mama sampai selesai bekerja," ucap Nisha yang masih fokus pada layar komputer.


"Mama setiap hari harus bekerja. Apakah mama tidak merasa bosan? Alsha saja sangat bosan. Kapan mama ada waktu untuk bermain dengan Alsha. Alsha bosan melihat mama sibuk bekerja terus!"

__ADS_1


Kali ini mata Nisha langsung mengarah pada gadis kecil yang saat ini sedang bermain di sebuah sofa khusus untuknya. Perlahan dia pun menghampiri Alsha untuk memberikan pengertian pada gadis kecilnya.


"Sayang, sebenarnya bukan kamu saja yang merasa bosan. Mama juga merasa bosan harus bekerja setiap hari, tetapi semua ini mama lakukan untuk masa depan Alsha. Bukankah liburan sekolah Alsha menginginkan liburan ke luar negeri? Jika iya, biarkan mama untuk bekerja terlebih dahulu agar saat tiba waktu Alsha libur, mama sudah tidak mempunyai pekerjaan yang banyak," ucap Nisha.


Gadis kecil itu langsung mengangguk tanpa kata. "Baiklah. Tapi apakah saat kita liburan nanti kita bisa bertemu dengan papa? Mama bilang saat ini papa bekerja di luar negeri. Jika kita bertemu, Alsha memarahi papa karena tidak pulang-pulang dan membuat mama harus bekerja setiap hari."


Nisha mencoba untuk mengelus rambut panjang putrinya yang semakin hari semakin pandai dalam berbicara. Mungkin karena dia adalah titisan Alexander sehingga pandai dalam berbicara.


"Semoga saja kita bertemu. Mama juga akan memarahinya karena telah pergi begitu lama. Tapi untuk sekarang Alsha harus bersabar terlebih dahulu. Doakan juga semoga papa segera pulang."


"Iya, Ma. Setiap malam Alsha sudah mendoakan agar papa segera pulang."


Terkadang Nisha merasa miris sendiri dengan hidupnya, karena ditinggal begitu saja oleh Alexander. Berjuang seorang diri untuk membesarkan anak mereka. Bahkan Nisha dipaksa untuk menjadi wanita kuat demi melanjutkan perjuangan Alexander. Beruntung saja Nisha begitu cepat menguasai apa yang diajarkan oleh kedua adik iparnya, sehingga dalam waktu satu tahun perusahaan itu telah kembali bangkit. Dan saat ini perusahaan yang dipimpin oleh Nisha sedang berjaya. Semua itu tak lepas dari doa-doa setiap malam. Namun, satu dia yang belum terkabulkan. Dimana Nisha terus meminta agar Alexander kembali pulang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2