Wanita Milik CEO Arogan

Wanita Milik CEO Arogan
BAB 36


__ADS_3

Nisha masih tidak tau maksud dari kedatangan dua iparnya. Keduanya pria itu pun juga tidak berani untuk masuk kedalam rumah karena tidak ada kakaknya.


"Apakah Alexander tidak meninggalkan pesan apapun kepadamu?" tanya Giovanni.


Kepala Nisha menggeleng dengan pelan. "Tidak ada. Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada Alexander. Mengapa dia tidak pulang dan nomornya tidak bisa dihubungi?" tanya Nisha yang masih merasa penasaran.


"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi kepadanya tetapi tadi malam dia sempat menghubungi kami untuk segera datang kesini, tetapi dia tidak menjelaskan apa yang telah terjadi padanya," sambung Danar.


Hati Nisha semakin gelisah tak menentu. Mungkin pesan pesan Alexander adalah sebuah isyarat jika akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Apakah saat ini Alexander sedang salam bahaya?


"Tolong cari Alexander! Aku yakin saat ini dia dalam bahaya!" pinta Nisha pada dua iparnya.


"Kamu tenang saja, kami akan mencarinya. Tapi kami harus mencari kemana, sedangkan kami saja tidak tau tempat ini," ujar Giovanni.


"Kamu enggak usaha khawatir meskipun kami tidak tahu tempat ini, tapi kami akan berusaha untuk mencari Alexander," sahut Danar.

__ADS_1


Nisha yang ditambang kekhawatiran hanya mengangguk dengan pelan.


"Terima kasih atas bantuannya," ujar Nisha.


...***...


Tak hentinya bait-bait doa terus dipanjatkan untuk Alexander. Namun, hingga satu minggu pria itu tak kunjung kembali pulang. Giovanni dan juga Danar sudah berusaha sebisa mungkin untuk mencari keberadaan Alexander tapi tak ada hasilnya. Hingga kedua adik ipar itu sangat mengkhawatirkan keadaan Nisha. Keduanya juga tidak bisa memantau Nisha sepenuhnya, karena mereka juga memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan. Terlebih jarak antara tempat tinggal Nisa dengan keduanya terlalu jauh.


"Nisha, maafkan kami tidak bisa menemukan keberadaan Alexander. Kami sudah berusaha mengerahkan semua anak buah yang kamu miliki tetapi hingga saat ini mereka belum bisa memberikan kabar tentang Alexander," ungkap Danar saat mengunjungi Nisha.


"Iya, tidak apa-apa. Terima kasih sudah membantu untuk mencari Alexander," ucap Nisha dengan lemah.


Danar turut prihatin atas apa yang sedang dialami oleh Nisha. Melihat Nisha menikah saja sudah membuat dadanya terasa sakit. Apalagi saat melihat Nisha bersedih. Hatinya juga ikut hancur, tetapi dia sadar siapa Nisha saat ini. Sekalipun dia memiliki perasaan kepada wanita itu tetapi, wanita itu adalah kakaknya. Tidak mungkin Danar akan mengambil milik sang kakak, sekalipun saat ini sang kakak tidak tahu dimana keberadaannya.


"Tapi kamu tenang saja aku akan terus mencari Alexander dan membawanya pulang. Aku yakin saat ini dia sedang baik-baik saja."

__ADS_1


Rasa yang dimiliki oleh Danar, selamanya akan tersimpan, meskipun dia tidak bisa memilikinya.


"Oh iya Nisha, saat ini perusahaan Alexander sangat membutuhkan seorang pemimpin. Setelah menghilangnya Alexander, perusahaan itu semakin kacau. Jika seperti ini perusahaan yang baru saja ingin bangkit akan terancam jatuh lagi. Sedangkan aku dan juga Giovanni tidak bisa menangani perusahaan ini, karena kami juga memiliki perusahaan yang harus kami tangani. Maka dari itu, maukah kamu untuk mengelola perusahaan itu?" tanya Danar dengan penuh harap pada Nisha.


Mendengar pertanyaan Danar, membuat Nisha menahan nafasnya untuk beberapa saat. Bagaimana tidak, Nisha sama sekali tidak memiliki pengalaman untuk mengelola perusahaan, tiba-tiba harus menggantikan posisi Alexander yang saat ini entah berada di mana.


"Tapi aku tidak tahu menahun tentang perusahaan," jawab Nisha dengan jujur.


"Jika kamu mau aku bersedia untuk membantumu," tawar Danar. "Tetapi jika kamu tidak mau tidak apa-apa. Namun, perusahaan yang baru saja akan bangkit, terpaksa akan jatuh kembali. Dan usaha Alexander hanya sia-sia saja," terang Danar.


Nisha terdiam untuk sesaat. Jika perusahaan itu jatuh kembali, pasti Alexander akan merasa sangat bersedih dan akan mengalahkan dirinya sendiri.


"Aku pikir-pikir dulu, karena aku sama sekali tidak tau menau tentang perusahaan."


...****...

__ADS_1


__ADS_2