
Nisha sangat shock saat mendengar penjelasan dari madam Suri yang mengatakan jika Alexander ditangkap oleh ibunya sendiri dan tidak diungkapkan dengan tunangannya. Lalu jika benar Alexander akan menikah maka bagaimana dengan nasibnya. Padahal Nisha sudah membulatkan tekad untuk menerima tawaran Alexander untuk mau menikah dengannya, tetapi apa yang harus dia terima sekarang?
"Nona, Anda jangan bersedih! Saya tahu jika Tuan Alex tidak akan menyerah begitu saja. Beliau akan tetap mempertahankan anda," ucap Madam Suri, untuk menghilangkan hati Nisha yang sedang kacau karena kabar yang sedang menimpa Alexander.
Nisha hanya terdiam tanpa kata. Pandangan kosong. Entah apa yang akan dia lakukan jika Alexander benar-benar menikah dengan wanita lain sementara ini dia sedang mengandung anaknya. Apakah dirinya terlalu lama memberikan sebuah jawaban Alexander? Atau memang Allah tidak merestui keputusannya untuk menerima tawaran Alexander beberapa hari yang lalu.
"Nona, Anda makan siang dulu ya. Jangan sampai kabar ini mempengaruhi janin anda!"
"Bagaimana aku bisa makan sedangkan aku sendiri tidak tahu bagaimana nasibku kedepannya. Mungkinkah selamanya aku akan terkurung di sini? Semua ini karena pria pria brengsek itu! Jika dia tidak membawa aku ke depan, aku bebas melangkah ke manapun yang aku mau. Madam ... bisakah kamu membantuku untuk keluar dari tempat ini? Sungguh aku tidak mau terkurung di sini untuk selamanya."
"Maaf, Nona. Untuk masalah itu saya benar-benar tidak bisa membantu Anda. bukankah anda tahu sendiri jika di sini tidak ada satupun kendaraan. Nona ... percayalah jika Tuan Alexander akan baik-baik saja dan sebentar lagi beliau akan kembali ke tempat ini," ujar Madam Suri lagi.
__ADS_1
"Tapi Madam .... "
"Sudahlah, percaya saja pada tuan Alex. Jangan lupa bantu doa."
Nisha mengangguk pelan. Mungkin ini adalah sebuah ujian untuk mengetahui seberapa kesabaran yang dimiliki oleh Nisha.
Jauh diseberang sana, seorang Alexander sedang dalam tawanan ibunya sendiri. Sejak tiga hari yang lalu, Alexander ditangkap oleh orang-orang ibunya, karena Alexander telah memutuskan pertunangannya dengan Neila yang berimbas pada pencabutan aset yang telah dikeluarkan oleh papanya Neila ke perusahaan milik suami barunya.
Dengan keadaan terikat, Alexander terlihat melemas karena sudah tiga hari dia tidak makan dan minum. Bukan karena tidak diberikan makanan, tetapi Alexander sama sekali tidak tertarik untuk menyentuh makanan yang telah disediakan. Baginya lebih baik mati daripada menyentuh makanan itu.
Pintu pun langsung dibuka lebar. BRAAKKK
__ADS_1
Seketika memunculkan seorang wanita dengan kacamata beserta tas yang pernah tertinggal untuk ditentengnya. Wanita itu berlenggak-lenggok jalan mendekat ke arah Alexander. Sekilas juga melirik ke arah makanan yang telah disediakan tetapi sama sekali tak disentuh oleh Alexander. dengan senyum sini wanita itu langsung mencibirnya.
"Apakah kau benar-benar menginginkan sebuah kematian? Jika itu pilihanmu, aku akan mengabulkannya. Tapi kamu jangan sampai menyesal jika aku bisa menemukan wanita itu!" tegas Murel, ibunya.
Alexander pun tak ingin kalah dari sang ibu. Wajahnya mendongak dengan senyum sinis. "Aku tidak peduli. Bahkan aku sudah memastikan bahwa kalian semua tidak akan pernah menemukan wanita itu!"
Gigi Murel mulai menggertak dengan kuat serta sorot mata yang tajam. Sungguh dia sangat merasa murka pada Alexander yang tetap bersikukuh memilih wanita yang sedang mengandung anaknya.
"Alex, kamu bener-bener anak durhaka! Aku ini ibumu! Seharusnya kamu patuh pada seorang ibu yang telah melahirkanmu. Inikah alasan yang kamu berikan kepada ibumu?"
"Kamu memang ibuku, kamu juga yang telah melahirkanku tetapi kamu tidak berhak untuk mengatur dan mengancam masa depanku. Aku punya pilihan hidup sendiri. Jika kamu ingin dihargai sebagai seorang ibu maka seharusnya kamu juga bisa menghargai keputusan anakmu. Bukan malah menangkap dan mengancam anakmu seperti ini!" cibir Alexander dengan sinis.
__ADS_1
"Baiklah, jika itu memang kemauanmu aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi aku hanya ingin memastikan pilihanmu saja. Apakah kamu tersedia menikah dengan Neila atau tidak?"
"Seharusnya jika kamu adalah seorang ibu yang sangat pengertian kepada anaknya kamu sudah tahu jawaban apa yang akan aku katakan. Sampai matipun aku tidak akan pernah menikahi dengan wanita itu. Aku tidak peduli dengan semua aset milik keluarganya yang akan dicabut secara tiba-tiba. Kamu pikir aku tidak punya langkah untuk menghadapinya? Sebelum mengambil keputusan, aku sudah menyiapkan antisipasinya," terang Alexander dengan sebuah kepuasan di dalam hatinya.