
Sesuai dengan pesan yang diberikan oleh Alexander, jika Nisha tak boleh membuka pintu jika bukan dia yang memintanya. Namun, sudah hampir satu jam bel terus berbunyi serta ketukan pintu terdengar begitu kuat. Bahkan nama Nisha pun turut di panggil untuk membukakan pintu. Nisha yang merasa takut memilih mengabaikan suara yang menggangu itu, terlebih Alexander yang belum pulang meskipun hari sudah pagi.
"Ya Allah, aku harus bagaimana? Siapa sebenarnya orang itu. Mengapa tak juga pergi meskipun sudah aku abaikan," lirih Nisha dengan pelan.
Sedangkan orang yang sejak tadi terus mencoba memanggil Nisha hampir mendobrak pintu. Namun, mereka masih menghargai Nisha.
"Bagaimana ini, Gi? Sudah hampir satu jam tetapi Nisha tak kunjung membukakan pintu untuk kita?" tanya Danar yang sudah lelah dengan usahanya.
"Ya mau bagaimana lagi. Tidak mungkin kita didobrak. Yang ada Nisha malah semakin takut. Bisa-bisa nanti terjadi sesuatu tidak diinginkan. Kamu tau kan wanita hamil itu enggak boleh stres," ujar Giovanni.
Ya, kedua adik Alexander pagi ini sudah tiba di rumah milik kakaknya karena tadi malam mereka mendapatkan kabar dari kakaknya untuk datang ke rumah. Entah apa yang telah terjadi tetapi Alexander berpesan agar mereka berdua menjaga Nisha dengan baik selama dirinya tidak di samping Nisha.
"Jadi kita harus bagaimana? Nisha tidak mau membukakan pintunya. Sampai kapan kita akan berdiri disini? Kita bukan satpam, Gi!" balas Danar.
__ADS_1
"Ya mau bagaimana lagi? Nisha tidak peduli dengan kita."
Dua orang yang biasanya bisa melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi untuk kali ini mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa.
"Coba panggil lagi. Mana tahu kali ini dia mau membukakan pintunya!" saran Giovanni.
"Kamu aja! Suaraku dah abis. Nama perut juga lapar lagi." Danar menolaknya.
Giovanni pun mencoba memanggil Nisha dengan kuat, berharap wanita itu mengemukakan pintu.
Mendengar ada kata Alexander yang didengarnya, Nisha langsung mendapatkan ketua alisnya. Dengan memberanikan diri Nisha pun melangkah pelan ke arah pintu. namun sebelum membuka pintu, terlebih dahulu dia memantau dari kaca jendela.
Betapa terkejutnya seorang Nisha melihat dua orang yang tidak asing untuknya. Dua orang yang sama-sama pernah menginginkan dirinya. Lalu apakah kedatangan mereka saat ini untuk melecehkan dia? Berbagai pertanyaan muncul dalam benak Nisha.
__ADS_1
"Nisha, cepat buka pintunya. Ada yang ingin aku katakan padamu mengenai Alexander," Ujar Giovanni dengan pasrah.
Ya Allah? Apa yang harus aku lakukan?Bagaimana jika semua ini adalah trik dari mereka dari mereka?
Nisha merasa bimbang. Dia takut jika kedatangan dua orang adik iparnya itu hanya ingin membuat kerusuhan saja. Namun sebenarnya Nisha juga merasa merasa penasaran mengapa sebagai ini dua orang adik yang telah sampai di depan rumahnya. Padahal jarak yang harus ditempuh tidaklah terlalu jauh
Dan pada akhirnya Nisha pun membuka pintunya.
"Kalian ngapain kesini?" tanya Nisha untuk dua orang adik iparnya yang ternyata sudah menunggu dirinya.
"Nisha .. akhirnya kamu membuka pintunya," ujar Giovanni.
..."Bersambung"...
__ADS_1
Novel ini semakin hari semakin sepi. Jangan di tanya alasan jika tiba-tiba novel ini end 🤧