Wanita Milik CEO Arogan

Wanita Milik CEO Arogan
BAB 25 : Ada Apa?


__ADS_3

Hampir tiga hari tidak ada kabar dari Alexander hingga membuat Nisha yang sudah menyiapkan jawabannya merasa sedikit mengkhawatirkan keadaan pria itu.


Bahkan saat dirinya meminta pada madam Suri untuk menghubungi Alexander, nomor pria itu sama sekali tidak bisa dihubungi.


Tepat di hari ketiga, kekhawatiran Nisha bertambah semakin besar. Entah apa yang telah terjadi pada pria yang sempat mengajaknya untuk menikah itu. Sejak bangun tidur Nisha merasa sangat gelisah. Hatinya terus memikirkan keadaan Alexander.


"Nona, apakah Anda baik-baik saja?" tanya salah seorang pelayan yang melihat Nisha terus mondar-mandir di teras.


"Iya. Aku baik-baik aja. Aku hanya sedang me menunggu kedatangan Alexander," ujar Nisha.


"Anda tidak usaha mencemaskan keadaan Tuan Alex. Beliau akan baik-baik saja. Mungkin saat ini Beliau sedang menyelesaikan masalahnya disana. Doakan yang terbaik saja untuk Tuan Alex," kata pelayan itu.


"Tapi aku gak bisa tenang. Nomer dia gak bisa dihubungi!"


"Iya. Saya tahu bagaimana perasaan anda. Tapi tidak ada salahnya jika saat ini anda berdoa kepada Tuhan untuk meminta perlindungan pada Tuan Alex. Doakan yang terbaik untuk beliau," saran dari pelayanan itu lagi.

__ADS_1


Nisha pun mengangguk pelan. Disaat dia sudah membulatkan tekadnya, dan menunggu kedatangan Alexander, pria itu bak ditelan bumi. Entah kemana perginya Alexander hingga tak memberikan pesan jika dirinya belum bisa pulang ke villa.


Semakin hari, Nisha yang berada di Villa merasa tidak tenang karena tidak hingga satu Minggu Alexander tak kunjung kembali ke Villa. Tentu saja itu menambahkan beban pikiran Nisha.


"Madam, tidak bisakah kamu menghubungi pria itu? Ini sudah hampir satu Minggu, tetapi Alexander tak kunjung kembali. Apakah saat ini dia baik-baik aja?" Nisha tidak bisa menahan gejolak dalam hatinya.


"Maaf, bukan saya tidak bisa mau untuk menghubungi Tuan Alex, tapi nomer beliau memegang sedang tidak bisa dihubungi, Nona," ujar Madam Suri.


"Apakah kamu tidak bisa menghubungi orang-orang yang berada di rumahnya juga? Disana juga banyak manusia!"


Mendengar ucapan Nisha, sejenak Madam Suri mengingat jika dia pernah menyimpan nomornya paman Jey, seorang kepala pelayan di rumah Alexander. Tanpa pikir panjang, Mada Suri langsung mengambil ponselnya untuk memeriksa apakah nomer paman Jey masih ada atau tidak.


Karena tidak ingin membuang waktunya lebih lama, Madam Suri pun langsung menelpon nomor pelayan rumah utama Alexander yang berada di Jakarta.


"Halo," sapa Madam Suri setelah panggilannya diangkat oleh paman Jey. Madam Suri pun langsung menanyakan tentang kabar Tuanya. Namun, mendadak Madan Suri harus menahan nafas dengan bola mata yang telah membulat lebar.

__ADS_1


"Baik, Paman. Terima kasih informasinya," pungkas Madam Suri yang kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


Nisha yang sejak tadi berada di belakang Madam Suri sudah tidak sabar untuk mendengarkan Mada Suri memberikan penjelasan pada dirinya.


"Madam, bagaimana?" Nisha tidak sabar nunggu Madam Suri menyampaikan berita tentang yang didapat, karena Madam Suri masih membeku ditempatnya.


"Madam!" panggil Nisha.


Madam Suri langsung menoleh ke belakang di mana dia telah melihat sosok Nisha sudah berdiri di belakangnya. "Nona ... "


"Ada apa, Madam?" Nisha melihat raut madam Suri terlihat sangat lesu.


"Tuan Alex ... Tuan Alex di tangkap," ujar Madam Suri dengan bibir bergemetar.


"Di tangkap? Maksud Madam apa? Di tangkap bagaimana? Jelaskan apa yang telah terjadi kepada Alexander!" tegas Nisha dengan penuh rasa kekhawatiran.

__ADS_1


"Madam apa yang terjadi pada pria itu?" ulang Nisha dengan tubuh yang kian melemas.


"Tuan Alex, ditangkap oleh ibunya dan hendak dinikahkan dengan tunangannya, Nona."


__ADS_2