Wanita Milik CEO Arogan

Wanita Milik CEO Arogan
BAB 24 : Nasehat Madam Suri


__ADS_3

Keputusan Alexander yang secara tiba-tiba tentu saja membuat Neila, tunangannya sangat shock. Dia sangat tidak terima jika Alexander memutuskan pertunangan mereka.


"Alex, kamu nggak bisa putuskan pertunangan ini begitu saja. Pokoknya aku enggak mau pertunangan ini berakhir!" tegas Neila dengan keras.


Sedikitpun Alexander merasa tidak peduli dengan Neila yang tidak terima dengan keputusannya.


"Alex, selama ini aku sudah sabar untuk menghadapi kamu. Aku kurang sabar apa, Alex!" Neila sedikit meninggikan suaranya karena terbawa rasa emosi.


"Sudahlah Neil! keputusanku sudah kuat untuk mengakhiri pertunangan ini karena aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Pertunangan ini terjadi karena desakan ibuku, bukan keinginanku! Jadi Jangan berpikir aku mencintaimu!"


Air mata Neila menetes begitu saja. Ternyata apa yang dia perjuangkan selama ini hanyalah sia-sia saja karena nyatanya cintanya tak pernah terbalaskan oleh Alexander. Sudah berapa banyak waktu yang dihabiskan Neila untuk menunggu cinta dari Alexander. Dan pada akhirnya semua itu hanya sia-sia. Pengorbanannya selama ini sama sekali tidak berarti.

__ADS_1


"Alex!" teriak Neila saat meninggalkan dirinya. "Kamu tidak bisa melakukan ini kepadaku, Lex! Tunggu sajak apa yang aku lakukan kepadamu!"


**


Di sisi lain, Nisha merasa heran karena mulai dari pagi hingga siang dirinya sama sekali tidak merasakan lelah dan muntah. Entah vitamin apa yang telah diberikan alat-alat kepada dirinya sehingga rasa mual itu benar-benar menghilang darinya. Dan detik itu juga dirinya baru menyadari jika sampai saat ini belum melihat batang hidung dia brengsekk itu.


"Madam, di mana Alexander Mengapa sampai siang aku belum melihat batang hidungnya?" tanya Nisha pada madam Suri.


"Tidak ... tidak! Aku hanya bertanya saja karena aku tidak bisa melihatnya bukan berarti aku ingin bercerai dengannya!"


"Oh, baiklah. Tapi ngomong-ngomong bagaimana keadaan anda sekarang? Sejak tadi saya belum mendengar anda muntah-muntah. Apakah tuan Alex telah memberikan sesuatu kepada Anda sehingga Anda sudah tidak mengalami morning sickness lagi?" Mada Suri merasa penasaran karena Nisha tidak muntah-muntah seperti biasanya.

__ADS_1


"Mungkin karena aku minum vitamin yang diberikan oleh Alexander," ujar Nisha.


"Baguslah jika Anda baik-baik saja. Satu lagi, sebelum pergi Tuan Alex berpesan kepada saya untuk mengingatkan kepada anda tentang jawabannya anda. Apakah anda sudah memiliki jawabannya?"


Mendengar pertanyaan Medan Suri, tubuh Nisha tiba-tiba membeku. Lidahnya terasa kelu. Jawaban apa yang akan dia berikan nanti pada Alexander ketika pria itu menagihnya lagi.


"Nona Nisha ... ini hanya saran saja dari saya. Jika Tuan Alex telah meminta anda untuk menikah dengannya, sebaiknya Anda turuti saja. Saya yakin dengan keputusan yang telah diambil oleh Tuan Alex. Selama saya mengabdi kepada Tuan Alex, beliau tidak pernah sekalipun menjalin dengan seorang wanita dengan keseriusan. Jika pun ada itu hanya anda. Tuan Alex adalah tipe orang yang sangat menghormati pasangannya," ujar Madam Suri.


"Madam ... Apakah dengan cara merampas mahkota seorang wanita bisa disebut menghormati? Tidak Madam ... Alexander itu adalah pria brengsekk! Bahkan dia telah melucuti semua pakaianku dan hendak menjualku kepada seorang pria. Apakah itu masih bisa dikatakan menghormati juga?" Asha masih tak bisa membendung rasa kecewanya atas apa yang telah dilakukan pada dirinya. Bisa-bisanya Madam Suri mengatakan jika Alexander sangat menghormati pasangannya sementara kenyataannya dirinya telah ternoda oleh Alexander.


"Mungkin ada alasan dibalik itu semua, Non. Tapi percayalah jika sebenarnya hati Tuan Alex itu baik." Madam Suri masih berusaha untuk meyakinkan Nisha.

__ADS_1


"Lebih baik Anda terima saja, Nona. Daripada sebelumnya Anda akan menjadi seorang tawanan. Mending anda menikah dan bawa Tuan Alex pada jalan yang benar."


__ADS_2