
Ava berjalan masuk ke dalam ruangan ini kembali dengan kepala yang, rasa malu yang sekarang sedang Ava rasakan sungguh tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Papa datang di saat yang tidak tepat dan ini juga bisa dibilang mengganggu," kata Ansell. Sepertinya lelaki itu sudah putus urat malunya sehingga bisa berbicara sesantai itu pada orang tuanya sendiri.
ingin sekali rasanya Ava menghilang ditelan bumi jika seperti ini, andaikan saja ia bisa melakukan teleportasi maka sudah sejak dari tadi Ava menghilang setelah mendengar suara ketukan pintu dari luar ruangan ini.
Tuan Sam menatap ke arah menantunya yang sejak dari tadi menundukkan kepala tak berani melihatnya, diam Tuan Sam menggigit bibir bagian bawahnya karena merasa gemas melihat tingkah polos menantunya itu.
"Sepertinya Papa harus menaruh satu ruangan kamar di dalam tempat ini," kata Tuan Sam kembali menatap ke arah Ansell.
"Papa jangan membuatnya semakin bertambah malu atau wanita itu bisa meledak di dalam ruangan ini jika terus Papa goda seperti itu," kata Ansell sembari menatap ke arah istrinya.
"Pa, Ava akan pulang sekarang," pamit Ava sembari menyambar tas jinjing yang ada di sofa.
"Hati-hati di jalan," jawab Tuan Sam.
__ADS_1
Tuan Ansell yang melihat istrinya berlari keluar dari ruangan ini pun segera mengenakan jas Hitam yang ada di atas sofa kemudian tangannya dengan sikap menyambar ponsel yang tergeletak di meja, langkah Tuan Ansell berhenti setelah lelaki itu mendengarkan apa yang Papanya katakan.
"Jaga dia Ansell. Dua wanita sedang mengincarnya di luar perusahaan ini dan aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putriku." Tuan Sam mencoba untuk memperingati Ansell agar menjaga menantu kesayangannya itu.
"Jika sudah tahu ada yang mengincarnya di luar perusahaan ini lalu kenapa Papa membiarkannya pergi begitu saja." Tanpa menunggu sahutan dari Papanya lelaki itu buru-buru berlari mengikuti langkah kaki Ava yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan ini.
Di sisi lain.
Ava baru saja melangkah keluar dari perusahaan ini, Elsa tiba-tiba membuka pintu baris kedua mobil kemudian menarik tubuh Ava hingga masuk ke dalam mobil tersebut secara paksa. Maria langsung mengemudikan mobil itu melesat keluar dari gerbang utama perusahaan dengan begitu kencang sekali hingga membuat beberapa pengendara membunyikan klakson karena merasa terganggu dengan caranya mengemudi yang bisa membahayakan orang banyak tentunya.
"Lepaskanlah aku, apa yang kalian lakukan kenapa menarikku ke dalam mobil dengan cara kasar seperti itu," kata Ava sembari melihat ke arah Elsa dan juga Maria secara bergantian.
Elsa yang merasa geram melihat sikap sombong saudari dirinya ini segera menyelipkan jemari tangannya ke rambut Ava kemudian menarik rambut itu dengan begitu kasar hingga membuat Ava terpaksa menatap ke arah langit-langit mobil ini secara paksa.
"El-elsa ini sakit sekali, jauhkan tangan kamu dariku," jerit Ava sembari mengarahkan tangannya untuk memukul tangan Elsa yang masih menarik kasar rambutnya.
__ADS_1
"Ma, lihatlah wanita murahan ini berani sekali memukulku sekarang, sebelumnya yang ia lakukan hanyalah menangis dan juga memberontak tapi sekarang sudah mulai ada kemajuan dan dia berani memukulku," kata Elsa sembari tersenyum miring ke arah Maria.
"Memangnya dia kira siapa dia ini! Berani sekali mencoba melukaimu Elsa," kata Maria sembari terus memacu mobilnya untuk menjauh dari perusahaan Tuan Ansell.
"Ma, apakah lelaki itu sudah ada di dalam hotel?" tanya Elsa sembari menghempaskan rambut Ava hingga membuat wanita itu merasakan pusing yang teramat sangat.
"Itu saja dia sudah berada di sana dan aku juga sudah menyiapkan kamera yang akan merekam perbuatan mereka nanti," kata Maria dengan seringai licik.
Ava langsung melihat ke arah Maria dan juga Elsa secara bergantian. Sorot mata Ava terlihat begitu tajam. "Apa yang sedang kalian rencanakan? Coba-coba untuk melukaiku atau Tuan Ansell akan menghabisi kalian," kata Ava. Sesungguhnya di dalam hati Ava merasa sangat ragu sekali apakah benar Tuan Ansell akan menyelamatkannya atau lelaki itu justru merasa bahagia jikalau melihatnya menghilang begitu saja?
Elsa hendak menjawab pertanyaan Ava, tapi wanita itu langsung mengurungkan niatnya setelah melihat satu mobil yang mencoba untuk menyalipnya dari arah belakang. Kedua bola mata Elsa langsung membulat penuh setelah mengetahui di belakang plat nomor mobil itu tertulis nama Al yang menandakan ialah mobil pribadi dari Tuan Ansell.
"Ma, cepat laju kendaraan ini karena ada yang sedang mengikuti kita sekarang," kata Elsa. "Shith! Aku sungguh tidak menyangka jikalau lelaki itu akan mengikuti kita dan ia mencoba untuk menyelamatkan wanita murahan ini," sambung Elsa sembari melirik tajam ke arah Ava.
Ava segera memutar kepalanya dan ia melihat jikalau Itu adalah mobil milik suaminya, Ava tidak pernah menyangka kalau ternyata Tuan Ansell mencoba untuk menyelamatkannya.
__ADS_1