
Ava terdiam sembari melihat ke arah Mama tiri dan juga saudara tirinya itu dengan wajah datar. Maria dan juga Emma saling menatap satu sama lain kemudian mereka berdua mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar dan melihat dengan begitu jelas jika begitu banyak pengawal yang masih mengitari mobil ini membuat Maria dan juga Emma tidak memiliki pilihan lain kecuali mengiyakan apa yang Ava katakan sebelumnya.
"Awas saja jika kau berani membohongi kamu Ava, aku akan pastikan jika kau mendapatkan ganjarannya," ujar Maria mengancam anak tirinya itu.
Ava melihat ke arah keluar jendela, ia melihat wajah Tuan Ansell yang nampak cemas sekarang, apakah lelaki itu mencemaskannya sekarang? Atau justru Tuan Ansell takut jiak sampai Papa Sam akan memarahinya jika sesuatu terjadi pada Ava. Ava benar-benar tidak bisa membaca apa yang sedang suaminya itu pikirkan, tapi yang terlihat jelas lelaki itu sedang menatapnya dengan penuh kecemasan.
"Keluar sekarang! Dan suruh para pengawal itu untuk menjauhi mobil ami dan membiarkan kami pergi," ujar Elsa sembari mendorong tubuh Ava agar lekas keluar dari mobil ini.
Ava keluar dari dalam mobil kemudian langsung, Tuan Ansell yang sudah menunggunya sejak dari tadi segera menarik Ava ke dalam pelukannya seakan ingin membuat istrinya itu merasa nyaman ketika ada di dalam dekapan hangatnya.
__ADS_1
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Tuan Ansell setelah lelaki itu melepaskan pelukannya ada Ava. Manik Tuan Ansell terlihat memperhatikan Ava dari ujung kaki sampai naik ke atas puncak kepalanya.
"Aku baik-baik saja Tuan, tidak perlu merasa cemas,"" ujar Ava.
"Berani sekali mereka berdua melakukan semua ini padamu, memangnya siapa mereka." Tuan Ansell mulai melihat ke arah wajah mereka berdua dengan mata tajam dan juga penuh intimidasi hingga membuat Maria dan juga Emma kebingungan sekali. Tapi rasa takut jauh lebih mendominasi mereka berdua.
"Kenapa aku harus melepaskan mereka, mereka sudah berani mencoba untuk melukai istriku, jika aku tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan mereka lakukan padamu, Sayang," ujar Tuan Ansell sembari merapikan rambut Ava yang terlihat berantakan sekali.
Tanya bertanya terlebih dahulu Tuan Ansell sudah tahu jika kedua wanita itu pasti sudah menganiaya istrinya dan Tuan Ansell tak bisa membiarkan hal itu sampai terjadi. Tak kan pernah lagi.
__ADS_1
Ava mendengarkan suara klakson mobil dua kali, seakan menandakan jika kedua wanita yang masih ada di dalam mobil ini mencoba untuk menagih janji Ava yang mengatakan akan segera melepaskan mereka berdua, Ava melihat ke arah Tuan Ansell dengan wajah memohon lalu berkata,
"Tu-tuan, lepaskan saja mereka, aku sudah berjanji padanya," ujar Ava.
"Mereka juga sudah menandatangani surat perjanjian yang mengatakan jika mereka akan memutuskan hubungan dengan kamu, jika sudah menerima uang yang waktu itu Papa janjikan dan mereka sudah menerima uangnya, jadi jangan anggap orang-orang seperti mereka seperti sebuah keluarga, mereka tak pantas mendapatkan perlakukan baik darimu," ujar Taun Ansell dengan kedua tangan yang sudah menangkup wajah cantik Ava.
Ava menganggukkan kepalanya kemudian langsung memeluk Tuan Ansell. Mungkin ini sudah waktunya untuk Ava bertidak dan membiarkan kedua wanita itu mendapatkan hukumannya.
"Kalian semua, bawa kedua wanita itu ke pihak yang berwajib dan laporkan akan tuduhan pencemaran nama baik dan juga penganiayaan yang sempat mereka berdua lakukan beberapa waktu yang lalu!" titah Tuan Ansell.
__ADS_1