
Tuan Ansell mengendong Ava masuk ke dalam mobil. Setelah mereka berdua berada di dalam mobil lelaki itu langsung mengecek tubuh Ava seakan mencoba untuk memastikan jikalau istrinya sedang baik-baik saja.
"Saya baik-baik saja Tuan, tidak perlu merasa cemas," kata Ava pada Tuan Ansell.
Tuan Ansell tidak membuka suara, lelaki itu terus saja menatap ke arah Ava dengan wajah datarnya yang seakan sedang mencoba untuk menyembunyikan semua pemikirannya. Kedua bola mata Ava bergerak kesana-kemari mencoba mengamati dan juga menebak apa yang sedang Tuan Ansell pikirkan hingga lelaki itu terus menatapnya.
"Siapa aku bagimu?" tanya Tuan Ansell.
"Anda Tuan saya," jawab Ava tanpa berpikir panjang.
Tuan Ansell langsung mengusap kasar wajahnya kemudian menatap ke arah Ava. "Apakah hanya itu yang ada di dalam pemikiran kamu?" tanya Tuan Ansell dan Ava langsung menjawab dengan anggukan kepala mantap.
__ADS_1
"Apakah saya salah?" tanya Ava polos.
"Apakah kamu tidak pernah mengganggap aku sebagai suami?" tanya Tuan Ansell pada Ava dengan wajah masih sama datarnya. "Kenapa aku bisa menikahi wanita sebodoh ini, dia bahkan tak pernah mencoba untuk menggodaku. Justru yang ia lakukan adalah selalu menghindari aku," gerutu Tuan Ansell di dalam hatinya.
"Tentu saja Anda adalah suami saja, meskipun Anda tidak pernah mengganggap saya sebagai istri Anda," jawab Ava lagi.
Tuan Ansell langsung mengusap kasar wajahnya kemudian menatap Ava tajam, lelaki itu ke mencondongkan tubuhnya ke arah Ava sedang mengamati seberapa bodoh istrinya ini, wajah polos dan juga tatapan terus itu sudah menunjukkan semuanya dengan begitu jelas jika, Ava begitu naik sekali.
"Percuma aku berbicara denganmu! Itu menghabiskan waktu," gerutu Tuan Ansell yang menyerah melihat tingkah Ava.
Tuan Ansell sudah menghidupkan mesin mobilnya, tapi lelaki itu kembali mematikan mesin mobilnya setelah mendengarkan apa yang Ava katakan. Tuan Ansell menarik Ava kedalam pelukannya. Tubuh Ava membeku karena rasa kaget, ia tak bisa membuka suaranya dan mencoba menikmati pelukan hangat yang tiba-tiba sang suami berikan.
__ADS_1
"Aku akan memastikan jika kejadian semacam ini tak terulang kembali." Tuan Ansell melepaskan pelukannya kemudian mengecup sayang kening Ava.
1 Minggu kemudian.
Ditengah malah tiba-tiba Ava terbangun dari tidur lelapnya. Wanita itu mengedarkan pandangan ke sekitar dan tidak menemukan Tuan Ansell di manapun. Ava beranjak bangkit dari posisi tidurnya, melangkah menuju ke balkon kamarnya dengan mengunakan piyama tidur yang begitu tipis sekali, hingga dengan mudah memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Sepasang tangan mulai melingkari pinggang Ava. Tanpa perlu memutar tubuhnya untuk melihat siapa pemilik tangan ini, Ava sudah bisa menebaknya jika ini pasti sang suami.
"Ini sudah tengah malam, kenapa belum tidur?" tanya Tuan Ansell. Sudah sekitar satu Minggu ini, lelaki itu selalu berbicara dengan intonasi suara rendah padanya.
"Saya terbangun dan tidak melihat Tuan di manapun, lalu saya mencoba untuk menghirup udara segar," jelas Ava jujur.
__ADS_1
"Tadi aku sedang sibuk menyelesaikannya pekerjaan kantor," jawab Tuan Ansell sembari memutar tubuh Ava menghadap ke arahnya kemudian lelaki itu memeluk sang istri dengan sesekali mengusap punggung Ava agar tidak kedinginan.
"Bisakah jika besok kita menjenguk saudari tidurku?" tanya Ava.