Wanita Seharga 2 Miliar

Wanita Seharga 2 Miliar
Sikap Kejam Ava


__ADS_3

Maria membanting setir mobilnya ke arah kiri setelah mobil milik Tuan Ansell terus memojokkannya ke sisi jalan, dua orang pengawal yang berada di mobil belakang segera menghampiri mobil milik Maria kemudian mengetuk pintu kacanya dengan begitu keras.


Para pengguna jalan yang lain melihat ke arah mobil milik Maria dan juga beberapa pengawal yang mengelilingi mobil itu, saat ini bukan hanya ada dua pengawal yang berada di mobil Maria tetapi lebih dari 10 orang pengawal mengitari mobil itu seakan mencoba untuk memerangkap mobil itu di antara mereka supaya tidak bisa kabur ke manapun.


"Mama, bagaimana ini? Kita akan bisa lolos dari mereka jikalau kita memaksa untuk menghindari mereka maka kita harus menabrak mobil milik Tuan Ansell dan juga menabrak beberapa pengawal yang berada di depan mobil kita," kata Elsa mulai panik dengan wajah yang sudah memucat dan tubuh gemetar.


Maria melihat tajam ke arah Ava. "Dasar wanita sialan! Aku tidak pernah menduga jikalau Tuan Ansell mengerahkan para pengawalnya yang untuk ikut mengejar mobil ini," kata Maria merasa kesal pada nasib baik yang kini sedang dimiliki oleh anak tirinya itu.

__ADS_1


"Jika kalian ingin selamat makan lepaskan aku, aku akan membujuk mereka untuk memaafkan sikap kalian ini," kata Ava dengan wajah datar.


Maria dan juga Elsa saling menatap satu sama lain. Mereka mencoba berpikir dan mencari jalan keluar tetapi tidak ada jalan keluar bagi mereka berdua selain percaya pada apa yang Ava katakan barusan.


"Ava, jika sampai kau berani berbohong pada kami maka ...." ucapan Maria terhenti setelah Ava menyeka kata-katanya.


"Berhentilah mengancamku, kalian sudah tersudut kan dan masih berani untuk mengancam orang lain," hardik Ava dengan berani. "sebaiknya pikirkan nasib kalian sendiri, Jika aku berteriak maka sudah bisa dipastikan kalau para pengawal itu akan melesatkan timah panas mereka menuju mobil ini dan sasarannya tentulah kalian berdua," ujar Ava coba menakut-nakuti saudari dan juga mama tirinya itu.

__ADS_1


"Ava berani sekali kau berbicara seperti itu padaku," kata Maria hendak mencakar wajah anak tirinya itu.


"Mama, jangan mencoba untuk menyakitiku atau aku akan tanggung sendiri akibatnya." Ava bicara sembari menggenggam erat pergelangan tangan Mama tirinya itu kemudian menghempaskan tangan Maria hingga membuat wanita paruh baya itu memekik kesakitan.


Elsa merasa tidak terima melihat sikap sombong yang sekarang sedang saudari dirinya itu tunjukkan, Elsa hendak menjambak rambut Ava, tapi belum sempat jemari tangan lentiknya menarik sela-sela rambut saudari tirinya ternyata Ava lebih dulu nampar wajah Elsa hingga wanita itu membuang pandangannya ke arah lain.


"Sudah aku katakan, coba-coba untuk menyentuhku atau kalian akan menyesal." Ava cara dengan sorot mata tajam dan juga mengintimidasi kedua wanita yang ada di dalam mobil ini.

__ADS_1


"Kenapa Ava bisa berubah menjadi kejam seperti ini," batin Maria di dalam hati sembari mengipas-ngibaskan tangannya yang sempat mendapatkan cengkraman anak tirinya.


"Ava, benar-benar menakutkan dia menjelma menjadi seorang iblis, sebelumnya Ava pernah berani menyentuhku tetapi sekarang dia menamparku dengan begitu kasar," batin Elsa merasa sakit dengan perubahan saudari tirinya itu.


__ADS_2