Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali
Part 11 saat yang di tunggu


__ADS_3

Part 11


Skip malam yang ditunggu sudah tiba setelah selesai shalat isya aku benar benar gelisah aku takut apa yang akan ku lakukan nanti dengan mas Faiz, aku malu jika bagian tubuhku harus di lihat oleh orang lain walaupun itu adalah suamiku sendiri. Aku terlalu malu oh tuhan aku harus bagaimana? semoga saja dia mendadak ada urusan atau lupa tentang yang kubilang tadi sore. Mas Faiz belum pulang dari masjid mungkin dia sedang ada urusan mendadak semoga saja.


"Assalamualaikum" ucapku sambil masuk ke dalam rumah.


Aku berjalan menuju kamar gak biasanya Rana gak ngucap salamku, di mana dia aku pulang dari masjid kok dia gak ada di depan membukakan pintu dan menjawab salamku. Kulihat dia sedang jalan mondar mandir seperti orang yang sedang pusing saja, ku dekati dia lalu ku sentuh bahunya.


"Astaghfirullah mas" aku terkejut melihat mas Faiz dan sambil mengusap dadaku untung saja aku tidak jantungan.


"Mas sudah pulang dari masjid? kok gak ngucap salam dulu?" ucapku sambil memborbardirnya dengan pertanyaanku.


"Sejak kapan mas disini?".


"Kalau bertanya itu satu satu dulu dek, jangan langsung semua di tanyakan" katanya sambil membawa aku duduk diatas ranjang kami.


"Mas sudah pulang dari tadi dan sudah berulang kali mas mengucap salam tapi gak ada yang jawab salam mas" terang mas Faiz padaku yang dari tadi asyik memilin jari tangan sesekali di gigitin kuku kuku itu.


"Kamu ngapain dari tadi jalan bolak balik, ada yang kamu pikirkan ya dek".


"Eng-enggak mas ga-gak ada yang ku pi-pikirkan" jawabku benar benar gugup duduk di sampingnya.


"Lalu kenapa kamu seperti itu dek, katakan pada mas ada apa kok kamu seperti orang yang takut gitu'' ucap mas Faiz sambil memandang lekat lekat aku yang benar benar gugup.


"Gak ada mas, gak ada apa apa" kilahku menjawab pertanyaannya sambil mencoba mengurangi kegugupan.


"Bener dek, kamu gak takut karena memikirkan tentang melayani mas kan" mak jleb kok benar sekali tebakannya itu apa aku sebegitu gugupnya sampai sampai dia mudah mengetahui.


Dia mengapa mengatakan itu membuatku semakin bertambah gugup saja di hadapannya, oh ya tuhan hilangkan kegugupanku ini agar aku bisa menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri yang sesungguhnya untuknya.


"Nggak mas aku gak memikirkan itu" kilahku cepat sebelum dia semakin curiga akan perlakuanku.

__ADS_1


"Kalau kamu belum siap mas gak akan memaksamu lo dek, mas tidak ma_


"Mas kita sudah membahas tentang ini jadi jangan dibahas lagi, insyaallah Rana siap melayani mas sepenuh hati malam ini dan malam malam seterusnya mas" jawabku mantap tapi sebenarnya aku mah gugup, ya tuhan bagaimanapun aku takut akan ini, jangan menolak Rana, jangan gara gara ini kamu dikutuk malaikat sampai pagi menjelang, hi naudzubillah min dzalik.


"Baiklah dek, mas taruh dulu sarung dengan sajadahnya" ucapnya melepas sarung dan melipatnya lalu meletakkannya di tempat yang sudah disediakan untuk sajadah dan sarungnya.


Dia lalu duduk di sampingku lagi dan memegang tanganku serta menarik daguku membawaku untuk menghadap wajahnya.


"Kamu yakin sudah siap dek?" tanyanya sambil mengulang pertanyaan tadi.


"Insyaallah aku siap mas" jawabku sambil melihat matanya.


Di elusnya kepalaku oleh mas Faiz lalu di cium keningku olehnya, di tatap mataku lekat.


"Mas ambil roti dan susu dulu ya dek" katanya setelah selesai memelukku.


"Iya mas" jawabku lirih lalu tak lama dia keluar dari pintu mengambil satu lembar roti dan segelas susu untuk kami makan sebelum melakukan hubungan suami istri.


"Ini dek kamu dahulu yang makan" katanya seraya memberikan roti untukku.


"Mas duluan saja, mas pemimpin dalam rumah tangga ini Rana akan makan setelah mas makan dahulu" ujarku yang di angguki olehnya.


"Baiklah dek" dia langsung menggigit roti itu sebagian lalu memberinya padaku.


"Makasih mas" kataku setelah menerima sebagian roti yang dia makan.


"Ini dek, kamu duluan yang minum susunya. Mas ingin merasakan rasa manis susu setelah bibir kamu yang minum".


"Baiklah mas" aku meminum sebagian susu itu dan memberikannya kepada mas Faiz lalu dia menenggak habis susunya tepat di bekas bibirku minum.


"Kita shalat dahulu sebelum melakukannya" ucapnya setelah menaruh gelas dan nampan di dapur.

__ADS_1


"Iya mas" aku menurut saja apa yang dia katakan lagi pula aku masih merasa gugup jadi bingung akan mengatakan hal apapun.


Kamipun salat sunah dua rakaat yang dilakukan sebelum seseorang melakukan malam pertama alias hubungan suami istri, kalau kami malam pertama yang tertunda, lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali batinku berbicara.


Setelah selesai salat dia menuntunku duduk diatas ranjang. Dia menyentuh ubun ubunku lalu melafalkan doa.


"Allaahumma innii as'aluka min khairihaa ma khairi ma jabaltahaa 'alaihi, wa a'udzabika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi".


"Ya allah, aku memohon kebaikan kepada-Mu dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari keburukan istri dan keburukan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya".


"Rileks dek, mas akan pelan pelan melakukannya" ucapnya setelah melepas tangannya dari ubun ubunku.


"I-iya mas" kataku gugup.


Dan malam ini aku melakukan kewajibanku sebagai seorang istri untuk suamiku, kami sama sama mereguk nikmat indahnya hubungan dan semoga anak kami kelak akan menjadi anak yang saleh dan saleha. Setelah cukup lama mereguk indahnya kenikmatan akhirnya sampai puncaknya dia membaca doa sebelum mengeluarkan spermanya di dalam rahimku.


"Allahummaj'alnuthfatna dzurriyatan thayyibah".


"Ya Allah jadikanlah nutfa (******) kami ini menjadi keturunan yang baik (shaleh).


Setelah selesai mas Faiz mengeluarkan ****** dan kami mengakhirinya dengan membaca doa selesai berhubungan badan.


"Alhamdu lillaahi lladzii khalaqa minal maa i basyaraa".


"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan".


Selesai kami mengakhiri mas Faiz menyuruhku untuk segera beristirahat karena aku kelelahan dan tak lama aku pun tertidur dengan sangat sangat pulas. Malam ini menjadi saksi tentang meleburnya dua jiwa menjadi satu jiwa dalam ikatan yang halal walaupun tanpa cinta tetapi mereka mencoba untuk membuka hati untuk saling menerima semuanya yang telah ditakdirkan oleh sang tuhan semesta.


"Bobok dulu sayang, mas tau kamu capek melayani mas, terimakasih sudah memberikan dan menjaganya untuk mas" dia mengecup keningku lalu bangkit membereskan kekacauan yang kami berdua ciptakan.


"Bantu hamba ya Allah untuk mencintainya sebagaimana dulu hamba tertarik kepada kakaknya, serta hilangkanlah rasa yang tersimpan di hati hamba karena engkaulah sang maha segalanya".

__ADS_1


maaf ya kalau salah, soalnya masih permulaan dan belum tahu betul soal ini maklum saya belum menikah. Jika salah mohon bantuannya ya friends. Komen serta kasih saran yang baik insyaallah akan saya terima sarannya.


__ADS_2